
Maria pun terdiam cukup lama, sembari menunjukan arah arah yang harus kita lalui untuk menuju lapangan futsal.
"Bener kata lu poss, gua gak bisa larut terus dalam kesedihan ini.."
"Udah jangan nangis lagi, malu ah udah gede, ambil bandana gua ni disaku belakang buat ngusap air mata lu, kalo lu diusap di kaos, kotor nanti, apalagi kaos putih." Ucap posa
"Makasih poss."
"Santay bae mar, kalo ada apa apa cerita aja jangan malu malu, kan gua temenlu." Posapun mencoba supaya ia tak sungkan untuk bercerita lagi.
Mariapun mengangguk ngangguk sembari tersenyum kespion, dan mungkin dia menyadari kalau aku sering melihatnya di kaca spion, tak apalah aku pun sudah tidak malu jikalau maria menyadarinya.
Akhirnya sampailah ditempat lapangan futsal, dan ternyata posa sering bermain dilapangan ini.
"Wah ngapa tadi gak bilang kalo maen dijogokaryan futsal mar. Aku sering maen disini." Ucap posa saat memarkiran motornya sembari melepas helm
"Yah elu gak tanya tadi."
"Udahlah ayo masuk aja."
Aslinya posa suka tidak diberitahu, supaya bisa dibuat muter muter jalanya oleh google maps dan berlama lama dengan maria.
Posapun langsungmembuka handphonya dan bilang ke econ "dijogokaryan futsal con, gua tunggu."
"Otewe pos." Jawab econ tak berselang lama posa mengirimkan pesan whatsapp.
Kamipun langsung segera masang sepatu kemudian sterching. Dugaan posa benar saat ia melihat maria mengeluarkan sepatu dari tas kecilnya tertulis di sampingnya adidas berwarna putih dengan bahan dasar sepatu berwarna hitam.
"Pasti sepatu lu nyaman dipakai mar?"
"Ah biasa aja sama kek sepatu lu, coba rasain kalo gak percaya." Ucap maria sambil mengulurkan sepatu sebelah kirinya.
Posapun coba mengambil sepatu adidas maria dan mulai meraba rabanya sampai ia berucap dalam hati "sepatu mahal emang beda."
"Ni coba lu pegang sepatu gua, dalemnya keras." Ucapku sembari tertawa.
"Gak penting sepatu pos, yang penting tu skil." Ucap maria dengan berjalan menuju dalam lapangan.
"Anjass." Ucap posa spontan.
Tak lama temen temen maria pun datang berbondong bondong dengan berbadan seperti atlit semua dengan menggunakan seragam yang sama dan aku tak asing dengan salah satu wajahnya.
"Lo pos, lu main disini?" Ucap salah satu temen futsal maria yang ternyata sering main denganku juga, sebut saja ilham.
"Iya diajak maria aku tadi." Ucap posa sembari menunjuk maria yang sedang pemanasan didalam lapangan.
"Kok lu bisa kenal maria?"
"Dia sekarang sebangku denganku."
"Ohh." Ucap ilham sembari mengangguk anggukan kepala.
"Econ gak ikut?" Sambungnya.
"Nyusul dia, ni lagi otewe." Jawab posa.
__ADS_1
Sekedar menyapa pun selesai. Posa pun langsung sibuk merapikan sepatunya.
"mar." Ucap ilham pada maria sembari mencari tempat untuk duduk.
"Iya ham."
"Udah dari tadi?"
"Barusan aja sampai." Ucap maria.
"Yang lain mana ham?"
"Lagi dibelakang."
"Oh okke, ayo cepat pemanasan." Ucap maria sembari melanjutkan pemanasanya.
Ilhampun langsung memasang sepatu.
Permainanpun dimulai denga dibagi dua tim layaknya permainan futsal, tak ada wasit pelanggaran kita tentukan sendiri. Aku dengan maria menjadi satu tim bersama 3 teman ilham lainnya. Permainan mengalir, dengan umpan umpanan antara satu dan yang lainnya, serangan demi serang dilancarkan belum terbuka gol sama sekali sampai posa mendapat umpan yang begitu matang dari maria dan akhirnya pun membuahkan sebuah gol, langsung posa tersenyum kearah maria.
Kulihati luar lapangan terlihat econ sudah memasang sepatu dan mulai masuk kesamping lapangan untuk pemanasan.
Berolahragalah kalian supaya tak ada setan yang hinggap ditubuh kalian ucap mohan hazian dalam kutipan bukunya.
Tak terasa sejam sudah kita bermain, tersisa satu jam lagi, hanya aku saja yang napasnya tersenggal senggal sebab asap rokok banyak hinggap ditubuhku.
"Teeeet" alarm tanda booking sudah selesai dan permainan pun berakhir dengan timku yang kalah.
"Keren main lu mar." Ucap posa pada maria sembari beberes.
"Ayo kalo sudah langsung gass pulang." Ucap posa saat melihat maria sudah selesai membereskan barang barangnya.
"Gak ada yang ketinggalan to?"
"Gak ada pos."
"Yaudah ayo."
"Gua balik dulu ya, makasih." Lalu kusalami teman teman maria dan langsung menuju tempat parkir.
"Con, gua anter maria dulu ya." Ucap posa pada econ.
"Okke pos."
"Nanti kumpul diwarung biasa, gua ada sesuatu, kabarin yang lainnya."
"Okke nanti gua kabarin."
"Yaudah gua langsung aja ya, hati hati." Ucap posa kepada econ sembari menuju parkiran.
"Udah siap mar?"
"Gasss." Ucap maria dengan wajah sedikit cerah dan tidak cemberut seperti tadi."
"Kayak gini dong wajahnya, kan enak dilihat."
__ADS_1
Maria pun tersenyum kearah spion.
"Nanti lu mau kemana mar?"
"Ke warung biasa tempat teman gua nongkrong mar, gua mau syukuran kecil kecilan."
"Aku boleh ikut gak?" Ucap maria.
"Mohon maaf ya mar, besok besok aja ya, takut temenku maboknya reseh." Jawab posa dengan nada paling enak didengar.
"Oh yaudah deh kalo gitu pos."
Terlihat muka maria tertundun sebab aku tak mengikutkanya menongkrong ditenpat teman temanku nongkrong. "Ini semua buat kebaikan lu mar, biar gak ikut ikut teman gua yang terbilang ngawur." Ucapku dalam hati".
"Anter gua dulu yok pos, kerumah bu izzah, aku mau menjenguknya dia lagi sakit."
"Bu izzah siapa mu mar?" Tanya posa ke maria karna posa tak tahu apa apa.
"Bu izzah tu pembantu baruku pos, ia sering bercerita denganku, dan aku kalau ada apa apa pasti cerita ke dia."
"Oh yaudah ayo, kamu tau rumahnya?"
"Gak tau, heheh" ucap maria sembari ketawa renyah.
"Bentar gua chat dulu." Sambung maria sembari mengeluarkan ponsel dari sakunya.
"Okke mar, kita minggir dulu ya, takut beda arah nanti." Ucap posa ke maria sembari membawa motornya menuju trotoar.
Posapun sembari menunggu maria meminta lokasi buizzah ia mengeluarkan ponsel jadulnya.
Digrup tongkrongan sudah ramai membicaranku diawali dengan padil.
"Posa beli motor baru ni, ditunggu lah selebrasinya."
Tak lama yang lainya pun respon tak henti henti sampai econ membalas.
"Nanti kumpul diwarung biasa, posa ada sesuatu."
Akupun membacanya sembari senyum senyum sampai maria berucap.
"Senyum senyum sendiri lu, cewek lu ngepap ya?"
"Gak mar gak punya cewek aku mah, ini lo teman teman gua digrup masih ghibahhin gua."
"Pasti disuruh syukuran motor baru." Ucap maria. "Ayo udah disharelock ama bu izzah, nanti mampir toko buah dulu ya."
"Okke mar." Ucap posa sembari menjalankan motornya kearah rumah bu izzah.
Tak jauh dari tempat posa berenti tadi ada toko buah yang masih buka, dan posapun langsung mengarahkan motornya kesana.
"Gua tunggu sini ya mar."
"Iya poss." Ucap maria sembari berjalan menuju kepenjualnya.
Dari jauh terlihat ia membeli banyak sekali buah buahhan.
__ADS_1