
Chapter 98
Di dalam rumah, terlihat Yuto sedang meracik sambal kacang dan sedang mengirisi Mangga muda,Timun,jambu air dan bengkoang menjadi potongan kecil - kecil.
Jadi apakah kalian bisa menebak apa yang akan di buat Yuto sekarang? Tentu saja Rujak buah,ini adalah makanan yang memiliki rasa masam pedas.
Lalu bahan apa yang di butuhkan untuk membuat sambal kacang yang cocok untuk rujak itu? Hm... Untuk sekarang author tidak akan menyebutkannya karena nantinya cerita ini akan menjadi novel masak.
Setelah Yuto membuat sambal kacangnya, Yuto mulai meletakan potongan - potongan buahnya. Dan biasanya rujak di berikan potongan buah Nanas. Tapi mengingat Yui sedang hamil,ia tidak akan memberikan potongan buah Nanas kedalamnya.
"Sekarang tinggal di hidangkan. Aku harap Yui suka."
Setelah itu, Sambal kacang dan semua potongan buah - buah itu di campur kedalam satu wadah lalu di campur mengunakan sendok.
Lalu tanpa berlama - lama, Yuto langsung membawanya ke meja makan dimana Yui Nanaka berada. "Yui, ini makanan yang kau minta. Jadi makanlah dengan perlahan."
Yui bingung dan tidak mengetahui apa yang di berikan Yuto kepadanya. "Apa ini?"
"Ini adalah Rujak Buah, ini sangat enak loh. Jadi cobalah!" Jelas Yuto
Mendengarnya, Yui mencoba satu iris buah mangga mudanya. Dan setelah itu ia mulai memasukan ke dalam mulutnya lalu menggigitnya.
Dan saat itu Yui cukup terkejut dengan rasanya.
"Hm...? Enak."
Saat mencicipi bahwa rujak itu enak dan rasanya sesuai apa yang di minta dirinya. Yui langsung memakannya lagi dengan perlahan sembari menikmati rasa asam pedas yang menyatu dalam satu hidangan.
Dan saat Yuto melihat Yui memakan Rujak buatannya dengan cukup lahap. Ia tersenyum lembut. Suasana di dalam rumah sekarang sangat tentram dan begitu nyaman untuk di tinggali.
Dimana setiap waktu yang mereka berdua habiskan dalam beberapa bulan ini telah membuat rumah ini begitu nyaman untuk di tinggali. Ya siapapun pasti akan sulit untuk meninggalkan rumah yang sudah nyaman untuk di tinggali.
"Yui tolong ambilkan air." Pinta Yui yang terlihat kepedasan.
"Baiklah, Ini Yui." Yuto segera mengambilkan air minum dan memberikannya kepada Yui yang kepedasan itu.
Glek glek glek!*
Lalu Yui langsung meminumnya dengan cukup cepat. "Maaf, apakah itu kepedesan Yui?"
"Ya sedikit, tapi tenang saja ini sangat enak loh hehe" Jawab Yui yang tersenyum lembut.
Yui kembali memakan rujaknya itu dengan sangat lahap. Dan saat itu Yuto nampak sedang melihati dirinya, ia mengira bahwa Yuto juga ingin mencoba rujaknya
Tapi apa yang di pikirkan Yui tidak benar, alasan kenapa Yuto terus melihat Yui karena baginya melihat wajah Yui yang terus tersenyum bagaikan sihir penyembuh bagi lelah otaknya.
"Apakah kau mau rujaknya?" Tanya Yui dengan muka polosnya
"Emangnya boleh?" Tanya balik Yuto
__ADS_1
"Boleh loh, sini aku suapin."
Lalu Yui mulai mengambil satu potong rujak buah itu. Lalu ia segera mengarahkan rujak itu ke mulut Yuto. "Buka mulutmu. Aaaaaaam!"
Yuto menuruti keinginan dari Yui, ia membuka mulutnya dan mengatakan "Aaaaaam!"
Lalu satu potong Rujak buah masuk kedalam mulut Yuto dan ternyata potongan yang di berikan Yui adalah Timun. "Timun? Ini lumayan enak juga."
"Semuanya enak loh, apakah kau mau mencoba semuanya?" Tawar Yui dengan penuh senyuman.
"Boleh saja, tapi jangan salahkan aku jika Rujaknya habis." Yuto menerima tawaran dari Yui dengan sangat senang.
"Tidak apa, aku juga sudah memakan separuhnya. Jadi separuh lagi untuk kita berdua." Yui tetap tersenyum saat menjawabnya.
"Jadi... Ayo buka mulutmu lagi,"
Yui kembali menyuapi Yuto, begitu juga sebaliknya dimana Yuto juga menyuapi Yui dengan sangat romantis. Dan jujur saja, pasangan suami istri ini benar - benar membuat Author sedikit iri dan jengkel.
Karena sekarang Author nya sedang menjomblo tapi malah buat adegan romantis. Bukannya itu aneh? Hm... Membingungkan.
Kembali ke cerita.
Setelah mereka menyelesikan makan rujaknya. Mereka merasa pedas dan segera minum dengan cara lewat mulut--- tidak, itu cuma bercanda.
Sebenarnya mereka minum di gelas yang sama dan berciuaman tidak secara langsung lewat gelas itu. "Bagaimana jika kita tidur Yui?"
"Ya, aku juga sudah ngantuk."
.....
......
Di Tengah malam...
Terlihat Yuto tidak tidur dan ia seperti sedang memikirkan sesuatu di dalam kepalanya.
'Mengingat keuntungan yang telah kudapatkan setelah 2 minggu pembukaan kafe. Mungkin aku bisa membuat cabang di salah satu wilayah di jepang.'
[Itu benar Tuan, Keuntungan yang anda dapatkan perharinya adalah 1 Juta Yen - 2 Juta Yen. Dan keuntungan itu juga hasil dari penjualan secara Online.]
'Ya, mungkin aku akan membuka cabang baru 1 bulan lagi. Dan sebelum itu aku juga harus mencari Lokasi dan pegawai lagi.'
'Dan sepertinya aku tidak bisa mencarinya di wilayah kekuasaan Ren karena itu akan melanggar kontrak.'
[Kontrak? Emang kontrak apa yang di buat oleh Ren Dan Tuan?]
'Kau tidak perlu tahu Nao.'
[Sesuai keinginan Tuan.]
__ADS_1
'Oh ya Nao, tolong cek Statusku.'
[Status:
Nama: Yuto Tanaka
Kelamin: Laki - laki
Umur: 17 Tahun.
Statistik:
[•Ketahanan: (Level Blok Kota) Jika dengan Armor Nano Teknologi Tipe 1.•]
[•Daya Serang: (Level Blok Kota) Jika dengan Armor Nano teknologi Tipe 1•]
(Level Multi-Blok Kota) Jika dengan Armor Nano Teknologi Tipe 1 + Ilmu Beladiri Kuno.•]
[•Kecepatan: (Manusia Super/ 1.000 Meter/ 1 detik)Jika dengan Armor Nano Teknologi.•]
[•Kekuatan Mengangkat: (Level Mobil/Bus) Jika dengan Nano Teknologi.•]
[•Stamina: (Sangat Tinggi) Jika dengan Nano Teknologi.•]
[•Kecerdasan: (Jenius.) Bisa berfikir dan belajar dengan sangat cepat melebihi manusia Biasa.•]
Jumlah Poin Sistem: 78.277
Tabungan: 1.800.900.000 Yen.]
'Oh ya Nao, apakah di Planet mu ada pengguna Nano Teknologi terkuat disana?'
[Ada Tuan, dia sudah mencapai Level Solar/Bintang. Dan Pontensi serangannya bisa mencapai Level Tata Surya.]
'Heh... Jadi bagaimana Potensi seranganku?'
[Tuan hanya berada di Level Kota atau mungkin Kota besar.]
[Sedangkan Tuan yang berada di Masa Depan serta berada di Time Line berbeda. Potensi serangannya sudah mencapai Level Planet.]
Mendengar itu Yuto hanya bisa menghela nafasnya. 'Haaah... Kekuatan mereka begitu mengerikan. Mungkin aku harus segera menyelesaikan Armor Nano Teknologiku.'
[Ya, Sekarang presentasinya sudah mencapai 50%, dan saya pikir Potensi Serangannya akan meningkat menjadi Level Pulau atau Negara.]
'Ya, untuk sekarang itu sudah cukup. Dan apakah kau menjual seperti Alat Teleportasi di Toko Sistem?'
[Ada Tuan, Harganya 50.000 Poin.]
'Aku akan membelinya,sekaligus aku akan menambahkabnya ke Armor baruku nanti.'
__ADS_1
[Baik, saya akan ubah modelnya dan menyusuaikan dengan Armor Anda Nanti.]
'Bagus.'