
Chapter 69
Kemudian Yuto langsung membaringkan Yui ke ranjang dan lalu ia langsung mengusap kepala Yui dengan senyuman nya. "Maaf Yui, orang yang harusnya bersamamu itu bukanlah aku. Jadi maaf..."
Dan tiba - tiba sebuah lubang dimensi seukuran manusia muncul di depan Yuto. "Aku pasti tidak akan membiarkan mu mati."Ucap Yuto dengan tatapan serius.
Setelah itu ia mulai melangkah maju ke dalam ruang dimensi tersebut. Dan saat ia berjalan struktur nano partikel mulai membentuk sebuah Baju Pelindung yang menyelimuti dirinya itu.
Ya tapi itu bukanlah Nano Partikel biasa karena Nano Pertikel tersebut terbentuk dari Partikel Anti-materi, sehingga memembuat tubuh Yuto aman saat memasuki Dimensi Ruang dan waktu tersebut.
Dan lalu lubang dimensi ruang dan waktu mulai menutup dengan sangat cepat setelah Yuto memasukinya ,kemudian menghilang tanpa ada jejak.
"Yuto..."Namun saat Yui tidak sadarkan diri, terlihat ia memanggil nama Yuto dengan raut wajah sedih dan air matanya menetes.
Rasa kesepian ini bahkan membuat Yui menangis sampai saat ini, semua perasaan yang ia tahan semua nya masih belum cukup di keluarkan. Keinginan nya belum terpenuhi.
Yang Yui inginkan hanyalah "Terus bersama Yuto."
.....
.....
.....
Keesokan harinya di Sekolah di kelas 2-B, terlihat Yui sedang duduk di bangku nya dengan raut muka sedih. Dan semua teman sekelas yang akrab dengan nya juga cukup khawatir dengan keadaan Yui saat ini.
"Yui, kenapa kau terlihat sedih begitu? Apakah ada masalah?"Tanya salah satu teman perempuan Yui dengan risau.
Mendengar pertanyaan itu, Yui langsung muka sedihnya tersebut dan memasang muka senyumnya. "T-tidak ada, aku tidak sedih."
Mendengar itu, teman perempuan Yui masih cukup ragu. "Kau terlihat aneh saat ini Yui."
"Y-ya... Aku memang aneh... Ya kau benar. Aku memang aneh."Ucap Yui yang cukup canggung
"Tolong jangan berpura - pura Yui, jika kau ada masalah... Katakan padaku. Mungkin aku bisa membantumu."Ujar teman perempuan Yui
Mendengar hal tersebut, Yui hanya memalingkan wajah nya dan mulai pergi keluar dari kelas nya.
"Yui, Tunggu! Kau mau kemana?"
Namun Yui tidak menggubris nya dan terus berjalan keluar dari kelas dengan perasaan kesal dan sedih. Meski sangat sakit,ia tidak ingin menunjukan teman nya tahu tentang masalah nya saat ini.
__ADS_1
Dan ia pun berlari di gedung sekolah dan melewati semua murid yang ada. Hingga tanpa ia sadari dirinya sampai ke tempat semua nya bermula.
Tempat dimana ceritanya di mulai, dimana pertemuan yang selalu ia ingat hingga saat ini dan tidak bisa melupakannya. Benar... Sekarang ia sedang berada di atap sekolah yang sangat sunyi itu.
"Yuto... Aku membenci mu."
Lalu ia mulai mengingat - ingat bagaimana pertemuan dirinya dengan Yuto yang berawal dari bekal makanan. Lalu semua yang kenangan yang di ukir di sini dengan berbagai perasaan yang campur aduk.
"Kenapa dia pergi saat - saat seperti ini...? Bagaimana jika ia tidak kembali lagi dan bagaimana dengan nasib janin ini.. !"
Kondisi mental Yui sudah cukup parah, berbagai emosi sudah campur aduk itu, sudah hampir tidak bisa di tahan oleh Yui. Namun ia harus bisa menahannya dan terus menunggu kembalinya Yuto.
'Benar... Dia sudah berjanji bahwa dia akan datang kembali. Aku harus sabar menunggunya... Sampai kapan pun...'
************
Sementara itu di wilayah kumuh kekuasaan Ren Tamaka, lalu terlihat Yuto nampak sedang membuat sesuatu sampai - sampai memerlukan banyak sekali cerak biru di ruangan yang cukup kecil.
"Struktur partikem Nano untuk membuat Teknologi seperti Kostum Ironman memang sangat rumit. Tapi aku harus berusaha untuk membuatnya dengan bertahap."
[Cetak biru struktur Partikel Nano yang anda khususkan untuk bagian Lengan, sudah selesai! Langkah selanjutnya anda hanya perlu menambahkan senjata - senjata di struktur tersebut]
"Hmm... Apa ya? Oh ya bagaimana dengan... Oh ya aku dapat ide!"
Dan setelah beberapa jam menyusunnya, akhirnya Yuto telah selesai menyusun semua senjata dan fungsi yang ada di lengannya nanti.
"Akhirnya selesai juga!!! Capek sekali! Dan bagaimana kita coba?"
"Nao, coba pasang susunan atom yang telah ku buat tadi."
[Baik Tuan.]
Setelah itu, Partikel Nano mulai menyelimuti kedua tangan Yuto dan membentuk tangan besi yang sangat keras--- tidak sebuah tangan yang terbentuk dari beberapa meteri yang sangat keras.
Seperti Adamatitum. Dan saat melihat itu Yuto menjadi sangat senang... "Berhasil, Pergerakan tanganku juga tidak terganggu."
[Bebebeapa Fungsi yang di terapkan:
Pendorong: Dapat membuat potensi serangan menjadi sangat kuat hingga Level Gedung.
Laser: Di setiap ujung jari pengguna dapat mengeluarkan tembakan - tembakan laser yang sangat panas dan dapat membelah Materi terkeras sekalipun.
__ADS_1
Rudal: Menembakan rudal roket dengan jumlah tertentu.
Pelindung: Dapat mengeluarkan sebuah perisai yang tersusun dari partikel Nano yang sangat keras.
Tangan Magnet: Dapat mengendalikan semua benda berbahan besi]
"Untuk sekarang sudah bagus."
"Dan sudah 3 hari lagi aku tinggal di sini dan Yui pasti sangat khawatir padaku... Lalu hari yang ku janjikan sebentar lagi akan datang,maka aku harus cepat menyelesaikan in---"
Tiba - tiba Yuto merasakan ada yang aneh di dalam tubuhnya. Hingga membuatnya memuntahkan banyak darah dari mulutnya "Guhak!"
Lalu ia terjatuh dengan lemas dan berusaha untuk berdiri kembali. "Ke-kenapa ini? Apa yang terjadi?"
[Luka dalam yang di sebabkan oleh serangan Individu asing,masih belum sembuh sepenuhnya--- Nano Teknologi tidak bisa menyembuhkan karena ada Nano Partikel asing yang menghalangi!]
[Memulai pengeluaran Nano Partikel Asing tersebut.... Gagal! Akses di tolak oleh individu asing!]
Yuto semakin lemas dan terus batuk memuntahkan darah
[TELAH GAGAL!]
[GAGAL!]
[GAGAL!]
[GAGAL! ]
[GAGAL!]
[GAGAL!]
Notifikasi terus bermunculan dengan sangat banyak , dan semua percobaan untuk mengeluarkan Nano Partikel asing tersebut semuanya telah Gagal.
Dan pada saat itu, Yuto langsung tahu bahwa yang melakukannya adalah orang misterius itu... Namun ia sudah tidak punya tenaga lagi untuk berdiri, dan perlahan ia mulai kehilangan kesadarannya lalu terjatuh pingsan.
Lalu seseorang datang ke Ruangan Yuto. Dan ia adalah Juna "Hey apakah kau sudah tidur Yuto? Aku membawakanmu makana..."
Lalu ia melihat Yuto yang terbaring di tanah dan melihatnya membuatnya menjadi sangat terkejut hingga piring yang berisi makanan terjatuh dari tangannya dan pecah berkeping - keping
"Yutooo!!!"
__ADS_1
...Author: Hm... Bingung gw mau ngomong apa tapi karena gw lupa jadinya gw bingung. dan kebingungan itu membuat gw tambah bingung lagi... ya sebenarnya gw mau ngomong tapi masalahnya gw bingung njer...