
Chapter 49
Keesokan harinya saat pagi hari di sekolah, terlihat Yuto yang sedang berada di kelasnya dengan berpenampilan yang sangat berbeda hari ini. Benar perbedaannya seperti Lumpur dan Air jernih--- ah tidak... Sepertinya terlalu berlebihan membandingkan penampilan Yuto dengan itu.
Tapi yang lebih penting, sekarang Yuto terlihat jauh lebih tampan dan menarik banyak perhatian. Khususnya para Perempuan. Namun Yuto tetap tidak mempedulikan itu dan berniat menjadi Mc yang dingin + keren di kalangan para perempuan.
"Yo Yuto, sepertinya kau sudah menjadi lebih tampan sekarang."Ren datang mendekati Yuto bersama dengan Lian.
"Tentu saja, aku tidak mau kalah dalam masalah ketampanan... Khususnya aku ingin bersaing dengan mu dalam masalah ini."Jelas Yuto yang tersenyum tipis.
Mendengar itu Ren menjadi sedikit kesal. "Ya karena kau di cap sebagai Laki - laki paling tampan di sini."Lanjut Yuto
"Heh... Begitu ya... Tapi sayang sekali Yuto, aku masih jauh lebih tampan dari mu."Ujar Ren yang kesal.
"Tidak juga. Coba liat... Semua gadis sedang menatapku dengan kagum."Sangkal Yuto.
Ren melihat sekeliling dan ternyata ada Puluhan gadis yang sedang menatap kagum kepada Yuto. Ya totalnya ada 30 an. Meski begitu Ren masih tersenyum tipis.
"Heh... Hanya ini? Lihat... Aku juga memiliki penggemar yang sangat banyak hehe~"
dan Ren memperlihatkan sisi lain dari penggemar Yuto. Ya benar saja penggemar milik Ren lebih banyak dari pada Yuto.
"Hahaha! Bagaimana? Kau kalah."Ucap Ren dengan sombongnya.
"Betul juga, aku belum ngerjain pr nya."Yuto pun mengganti topiknya karena dia kalah dari Ren.
Melihat Yuto mengganti Topiknya Ren menjadi sangat kesal. "T-tunggu! Jangan asal mengganti topik!"
"Oh gitu, tapi ya... Sebenarnya aku tidak peduli dengan ketampanan ataupun kecantikan fisik saja. Yang penting hati nya."Jelas Yuto
"Kau pasti bohong kan Yuto?"Ucap Ren yang agak ragu.
"Ya, Aku setengah bohong."Jelas Yuto dengan datar.
Mendengar itu Ren hanya menghela nafasnya. Sedangkan Lian yang berada di dekat mereka berdua hanya diam memperhatikan saja. "Kenapa kau diam saja Lian?"Ren bertanya.
"Ya karena aku tidak punya hal yang di bicarakan. Tapi ya... Nyimak saja itu menyenangkan juga."Jelas Lian
Mendengar penjelasan Lian, mereka berdua setuju. Dan memang benar saya sebagai Author lebih suka nyimak pembicaraan orang dari pada ikut ngomong.
"Oh ya Yuto, bagaimana kau nanti ikut kami ke pusat Game? Tempatnya lumayan dekat dari sekolah."Tawar Lian kepada Yuto.
"Ke pusat game? Hm... Aku akan memberi tahu Yui dulu lewat Line."Ucap Yuto yang segera mengambil Ponselnya dan mulai mengirim pesan kepada Yui.
"Heh... Sepertinya kau itu sangat setia dengan pacarmu itu ya...?"Pikir Lian
"Ya itu sudah pasti kan. Pacarnya itu kan sangat cantik, bahkan sudah ada grup penggemar dirinya itu tanpa sepengetahuan Yui."Ujar Ren.
Mendengar itu Yuto sedikit terkejut. "Eh? Benarkah?"
__ADS_1
"Tentu saja. Dari yang ku dengar anggota grup penggemar Yui bahkan sudah mencapai Ratusan."Jelas Ren
Mendengar itu Yuto juga cukup terkejut."Hm... Ratusan... Ya sebenarnya aku sudah memprediksikan bahwa ada sebuah Grup yang mengidolakan Yui Nanaka. Tapi tidak ku sangka akan sebanyak ini..."
"Hm... Gawat juga, aku mungkin akan di bunuh oleh penggemar - penggemar Yui."Pikir Yuto
"Benar Yuto, kau juga harus menjaga dirimu sendiri dan menjaga pacar mu itu. Dan jika terjadi sesuatu... Kami akan segera membantumu."Ujar Lian yang memberi pertolongan.
"Terimakasih."Ucap Yuto yang tersenyum. Namun di dalam batin Yuto dia hanya bisa menghela nafasnya dan berkata: 'Hah... Punya pacar super cantik, ternyata sangat merepotkan.'
Lalu Yui membalas Line dari Yuto. "Baiklah, jadi bersenang - senangkah Yuto😁"
"Kata Yui aku boleh pergi bersama kalian."Ucap Yuto yang memberitahu.
"Yosh!"
.....
.....
.....
Yuto dan semua murid yang ada semuanya telah pulang ke rumah masing - masing. Sedangkan Yuto,Lian dan Ren mereka pergi ke pusat game untuk bermain.
Dan terlihat mereka bertiga sedang memainkan sebuah game RPG yang nampak sangat seru.
"Yuto! Tembak lagi zombienya dia sudah dekat!"
"Matilah zombie - zombie sekalian!"
Tapi yang nampak begitu semangat adalah Ren, dia dengan semangat membantai Zombie - zombie itu menggunakan senjata AK-47 dengan sangat brutal.
"Bunuh! Bunuh!!!"
Bahkan senyumannya sudah seperti Psikopat. Ya itu mengingatkan ku dengan Ren Arata di Verse sebelah yang sudah lama mati.
"Hahahahaha! Mati - mati!!!"
Sedangkan Yuto dan Lian hanya menatap datar Ren yang sangat semangat bermain game itu. Dan permainan selesai selang 30 menit kemudian.
Dan mereka bertiga keluar dari Pusat game tersebut. "Aaaahk! Tadi seru sekali!"Ucap Ren dengan sangat senang.
Sedangkan Yuto dan Lian hanya menjawab singkat. "Y-ya."
"Yosh! Ayo kita pulang!"
Setelah itu mereka bertiga pulang ke tempat masing - masing. Dan lalu di sisi Yuto terlihat dia sedang berjalan ke rumahnya sembari meminun sebuah minuman kaleng yang baru dia beli.
Lalu seketika dia berhenti dan lalu matanya melihat sekeliling. 'Ada yang mengawasi, kira - kira satu... Tidak mereka ada tiga.'
__ADS_1
Merasakan itu, Yuto mengambil jalan yang berbeda dan lalu ketiga orang itu juga mengikuti Yuto yang berjalan di jalan kecil.
"Dia mengambil jalan yang berbeda? Apa jangan - jangan dia sudah mengetahui jika dia sedang di ikuti."
"Semuanya, cepat ikuti dia."
Lalu saat mereka mengikuti, ternyata Yuto sama sekali tidak ada. "Dimana dia?"
"Aku tidak tahu, tapi kita semua melihat dia mengambil jalan ini!"
" Kita berpencar dan cari dia!"
Lalu pada saat mereka mencari dari segela Arah. Terlihat Yuto sedang berjalan di jalan yang sebelumnya dan melewati mereka bertiga dengan sangat santai.
'Tidak ada untungnya.'
Dan mereka bahkan sama sekali tidak menyadari bahwa Yuto telah kembali dan melewati jalan kecil itu.
Sementara itu mereka terus mencari ke berbagai arah dan tidak menemukan apapun. "Sial! Dimana dia? Kita kehilangan jejak!"
"Kami juga tidak menemukannya Bos!"
"Iya bos, dia hilang begitu cepat."
Mendengar itu, ia menjadi semakin kesal.
"Sialan kau Yuto Tanaka! Kau adalalah orang yang sudah menodai Dewi Kami yaitu Yui Nanaka!"
"Jika kita bertemu kembali. Kami semua akan membunuhmu!"Ucap laki-laki itu dengan sangat marah.
.....
.....
Sementara itu di sisi Yuto.
[Tuan, Apakah anda mengenali mereka?]
"Tidak, Tapi aku berfikir mereka itu adalah Anggota grup penggemar Yui. Dan aku tidak bisa menyerang mereka begitu saja karena jumlah grup itu adalah Ratusan."
"Lalu mengenai grup itu menjadi sangat besar. Pasti ada seseorang yang sangat hebat memimpin grup sebesar itu."
[Itu mungkin benar Tuan. Tapi menurut Analisis saya ,semua anggota grup penggemar Yui sangatlah lemah.]
"Ya. Mereka sangatlah lemah.... mungkin... Tapi tetap saja aku harus lebih waspada dari sekarang."
Setelah itu Yuto sampai ke depan rumahnya. "Aku pulang."
...~Author Riza~...
__ADS_1
...Yo bagaimana? Bagus tidak? Jika bagus mohon berikan Like,Vote dan Komennya ya teman - teman....
...~Salam Dari Author Riza~...