Sistem Kekayaan : Nano Teknologi

Sistem Kekayaan : Nano Teknologi
Chapter 58: Apakah Rusak?


__ADS_3

...Sebelum Baca, Like dulu dan setelah baca komen yang banyak!!!!...


Chapter 58


"Yuto siapa kau sebenarnya?"Ucap Guru Kinan yang terdengar mengancam.


Dan setelah mendengarnya Yuto langsung mundur lalu melepaskan pelukan dari Guru Kinan. Jujur saja ia sangat terkejut setelah mendengar perkataan itu dengan tiba - tiba.


Saat itu juga ia melihat raut wajah Guru Kinan yang terlihat begitu terkejut dan tidak percaya. Dan ia juga bingung mau berkata apa saat ini kepadanya saat ini.


"Yuto... Siapa kau sebenarnya? Dan kenapa kau bisa membunuh mereka tanpa belas kasih?"Tanya Guru Kinan yang sangat kaget.


"Aku adalah muridmu, dan alasan aku membunuh mereka hanya untuk melindungimu, Bu Kinan."Jawab Yuto yang tetap tenang.


"Oh begitu, Tapi aku tidak akan mengucapkan terimakasih kepadamu, Yuto."Ujar Guru Kinan yang menundukna mukanya ke bawah.


"Ya, itu lebih baik Bu Kinan. Membunuh itu adalah hal yang salah dan kau tidak perlu terlibat dengan urusanku lagi. Jadi tolong rahasiakan apa yang kau lihat saat ini."Ucap Yuto yang masih tenang.


Mendengar itu Guru Kinan semakin kesal dan menggenggam tangannya dengan gemetaran. Lalu ia melihat Yuto perlahan mulai pergi menjauh darinya.


"Kau pikir aku akan diam saja setelah melihat kau membunuh seseorang!?"Seru Guru Kinan yang terlihat begitu marah.


"Aku tidak berfikir seperti itu, Hanya saja aku tidak ingin kau dalam bahaya. Karena kau sudah ku anggap seperti keluargaku."Jelas Yuto.


"Seperti itu ya? Jadi... Sebagai keluarga sekaligus sebagai Gurumu. Aku akan ke kantor Polisi dan mengakui bahwa akulah yang membunuh Orang - orang itu!"


Mendengar itu, Yuto sedikit terkejut dengan apa yang di katakan Guru Kinan. Dan pada saat itu juga ia melihat Guru Kinan meneteskan air matanya dengan begitu deras.


Ia sama sekali tidak menyangka hal seperti ini menjadi sesuatu yang sangat dramatis. Meski begitu ia tidak akan membiarkan melakukan hal tersebut apapun caranya.


"Sebaiknya kau jangan lakukan itu, Bu Kinan. Reputasimu akan hancur karena ku."Ucap Yuto yang menolak perkataan Guru Kinan.


"Tidak apa, dari pada reputasimu yang hancur. Lebih baik aku yang hancur Yuto..."Ucap Guru Kinan yang memaksakan dirinya untuk tersenyum.


Mendengar itu Yuto hanya bisa menghela nafasnya. "Bu Kinan, bisa kah kau mendekatiku sekarang? Kakiku rasanya sangat kaku setelah melalukan hal itu."Ucap Yuto yang berpura - pura.


"Eh? Benarkah... Baiklah aku akan mendekat."Mendengarnya Guru Kinan langsung mendekati Yuto.


Dan pada saat Guru Kinan sudah dekat dengannya, ia berniat untuk membuatnya Pingsan dan lalu ia akan menghapus Ingatan dari Guru Kinan... Tapi


Tiba - tiba sesuatu yang tidak terduga muncul dan mengakibatkan hal yang begitu menyakitkan. "Ku Bunuh kau!!!!"


Dari tepi tebing, terlihat seseorang memanjat lalu melompat menyerang Yuto dari belakang. Dan pada saat itu juga ia juga sangat terkejut dengan serangan yang begitu mendadak.

__ADS_1


Apalagi saat itu Ia melihat bahwa orang itu memiliki Katana Versi 1.0 dan tentu saja Katana itu adalah hasil dari Lelang miliknya. "Heh... Tidak berguna."


Sebenarnya Yuto ingin menerima serangan itu karena serangan itu tidak akan melukainya sama sekali. Namun Guru Kinan mengacaukan semuanya karena...


"Yutooo!"


Tiba - tiba ia berlari menghadang serangan itu, dan Yuto menjadi sangat terkejut dengan apa yang di lakukannya.


"Matilah kau wanita!"Ucap Laki - laki itu yang begitu marah karena Yuto telah membunuh Ketiga temannya itu.


Dan tanpa fikir panjang ia langsung menghunuskan katananya ke arah Guru Kinan karena ia menghalangi.


Tapi sebelum Bilah katana itu menyentuh tubuh Guru Kinan...


Tiba - tiba


*Sssseeet!*


Bilah Katana itu memendek dan masuk ke dalam Gagang Besi itu dengan begitu cepat. Hal tersebut membuat Guru Kinan dan Orang itu terkejut.


"Huh? Kenapa ini? Apakah rusak?"Laki - laki itu nampak bingung. Dan setelah itu ia mencoba menekan Tombol nya kembali.


Dan itu berhasil. "Tidak rusak, Rasakaaan ini wanita!!!"


"Lah? Kok gini sih?"Ia menjadi sangat bingung.


"Apakah rusak?"Tanya Guru Kinan kepada laki - laki itu.


"Entah, Tunggu sebentar mungkin ini rusak karena di jadikan sebagai Alat Pemanjat tadi."Jelas Laki - laki itu yang mengecek.


"Tenang saja, akan aku tunggu sampai kau bisa menyerangku."Ucap Guru Kinan yang masih menunggu.


Sedangkan Yuto yang melihatnya hanya merasa konyol. Seharusnya Scene ini akan menjadi hal yang begitu Dramatis seperti "Seorang guru mengorbankan nyawa demi sang Murid." Tapi sekarang ini menjadi Scene komedi garing yang tidak jelas.


'Hahaha... Apa - apaan ini?'Batin Yuto yang tertawa lemas.


"Terimakasih sudah menunggu! Rasakan ini!"Ia kembali menusuk Guru Kinan menggunakan Katana itu.


Tapi tetap saja Bilah Katana itu tidak bisa melukai Tubuh Guru Kinan dan terus masuk ke dalam Gagang nya. Kejadian ini mirip seperti Siput yang masuk kedalam cangkangnya.


"Tidak bisa lagi? Sial! Ini pasti rusak! Padahal ini punya wakil ketua Soen!"Kesal Laki - laki itu.


"Dan... Jika ia tahu bahwa aku telah merusaknya... Bisa gawat. Aku pasti akan di bunuh olehnya."Laki - laki itu mulai takut setelah memikirkan hal itu.

__ADS_1


Melihat Laki - laki itu menjadi sangat panik , Guru Kinan ingin membantunya dengan cara memperbaiki Katana milik Laki - laki itu.


"Sini berikan kepadaku, Mungkin saja aku bisa memperbaikinya."Ujar Guru Kinan yang memberi pertolongan.


Mendengar itu ia menjadi sangat senang. Lalu ia langsung memberikan Gagang Katana itu ke Guru Kinan. "Hm... Cuma perlu menekan tombol ini kan?"


"Ya."


Dan Guru Kinan menekan tombol itu,kemudian Bilah Katana itu keluar dari Gagang miliknya.


"Bukannya seperti ini sudah benar?"Tanya Guru Kinan kepada laki - laki itu.


Melihatnya laki - laki itu menjadi cukup terkejut. Dan langsung mengambil itu dari Guru Kinan. "Benar juga, tapi bagaimana cara mememastikan bahwa ini tidak rusak?"Tanya Laki - laki itu kepada dirinya sendiri.


"Entahlah."Ucap Guru Kinan yang bingung juga


Lalu tiba - tiba Yuto memberi saran kepada laki - laki itu. "Coba saja kau coba Tebas lehermu itu untuk memastikan bahwa Katana itu rusak atau tidak."


Mendengar itu Ia bertanya kembali. "Lalu bagaimana jika itu berfungsi? Aku bisa mati konyol nantinya?"


"Tenang saja, Kau tadi lihat kan? Bu Kinan hanya menekan tomol itu saja sama seperti yang kau lakukan? Jadi itu mungkin masih rusak."Jelas Yuto.


Mendengar itu Ia menjadi langsung paham. "Baiklah akan aku coba."


Setelah itu ia mulai bersiap untuk menebas lehernya sendiri sembari memejamkan matanya. Tapi pada saat itu juga, Guru Kinan merasakan ada sesuatu yang aneh.


"T-tunggu, jangan lakukan i...."Tapi itu semua sudah terlambat.


*Sring!*


Ia sudah menebas lehernya sendiri, dan hasilnya nihil. Katana itu tidak rusak sama sekali sehingga membuatnya mati seketika. "Eh?"


Saat itu Guru Kinan menjadi sangat terkejut melihatnya, lalu ia melihat Yuto tersenyum licik pada saat itu juga. "Y-yuto?"


"Maaf Bu Kinan, sebaiknya kau melupakan kejadian ini sekarang."


*Buk!*


Dan Yuto langsung memukul tekuk leher Bu Kinan hingga ia pingsan di pelukan Yuto. "Sekarang, waktunya beres - beres."


Kemudian Yuto langsung membuat dan merekayasa semua hal yang terjadi saat ini hanyalah kecelakaan lalu lintas saja. Seperti menghancurkan semua bukti yang ada seperti Rekaman CCTV dan lain - lain.


Semuanya akan di buat dan merekayasanya dengan sangat sempurna sampai tidak ada kejanggalan sedikitpun, dengan Otak pintarnya dia bisa melakukannya dengan sangat mudah.

__ADS_1


__ADS_2