Sistem Kekayaan : Nano Teknologi

Sistem Kekayaan : Nano Teknologi
Chapter 91: Sesuai?


__ADS_3

Chapter 91


Setelah 30 menit Hanagi meminta maaf kepada Kakaknya, yaitu Yuto. Terlihat Yuto sedang membantunya untuk berdiri saat ini. "Apakah kau tidak apa - apa? Maaf ya karena telah mengajarmu begitu parah."Ucap Yuto yang meminta maaf


"Hahaha... Tidak apa, anggap saja ini sebagai hukumanku telah membuat kakak babak belur dari smp."Hanagi tertawa senang dan memaafkan Yuto.


"Ya,akan ku anggap seperti itu. Dan ada sesuatu yang menjanggal di pikiranku dari tadi, jika kau berhasil menculik Yui,apa yang akan kau lakukan setelah itu?"Tanya Yuto yang penasaran.


"Aaah... Itu, aku hanya menyandranya saja dan aku tidak berniat untuk melakukan sesuatu yang aneh kepada pacar kakak."Jawab Hanagi


"Begitu?"


"Ya,dan... Tubuhku sulit sekali di gerakan. Apakah ini efek dari carian yang ku suntikan tadi?"Ucap Hanagi yang bingung


"Benar, jika aku tadi tidak menghajarmu sampai kau tidak bisa bergerak. Sudah pasti salah satu tangan atau kakimu akan lumpuh total."Jelas Yuto


"Heh... Seram sekali,aku tidak ingin memakainya lagi."Ucap Hanagi yang terlihat tersenyum lega


"Omong - omong, dimana aku mendapatkan cairan itu?"Tanya Yuto


"Aku mendapatkan itu dari salah satu bawahan ayahku dan dia katanya mendapatkan itu dari Pelayan Tuan Alexan... Ya walaupun aku tidak tahu rincinya gimana."Jelas Hanagi yang cukup bingung


Dan saat mendengar penjelasan Hanagi,Yuto menjadi cukup terkejut. 'Sepertinya dia sudah mulai bergerak lebih agresif dari perkiraanku.'


"Sepertinya aku sedikit tahu tentang orang itu, tapi aku tidak bisa memberitahumu."Ujar Yuto


"Kenapa?"


"Karena itu berbahaya."


"Terserah kakak saja dan lebih baik kakak cepat pulang. Sebentar lagi dia bangun loh."Jelas Hanagi


"Siapa? Apakah Yui?"


"Iya, karena efek obat bius itu bertahan sampai 5 jam saja. Dan mengenai diriku... Kakak tidak perlu khawatir karena aku akan memanggil sopirku ke sini."Jelas Hanagi


"Apakah benar?"


"Ya, jadi pergilah..."Jawab Hanagi yang tersenyum lembut.


"Tidak apa, aku akan mengantarmu sampai rumah dengan sangat cepat."Namun Yuto menolaknya dan berniar mengantar Hanagi.


Mendengar itu Hanagi sedikit senang dan menyetujuinya. "Baiklah,tolong antar aku ke rumahku."


"Tapi rumahmu yang mana? Rumahmu ada banyak sekali sampai - sampai aku bingung mau mengantarmu kemana."Tanya Hanagi


"Tolong antar aku ke rumah dimana ibuku berada, kakak pernah melewatinya kan saat Smp? Apakah ingat?"Jawab Hanagi


"Oh di situ, aku ingat. Baiklah jadi berpeganglah dengan erat!"


"Baik..."


Setelah itu Yuto mulai memasang posisi bersiap. Lalu setelah nya Yuto mulai memompa nafasnya dengan cukup dalam dan menatap tajam kedepan.


"Bersiap..."


"Mulai!"

__ADS_1


Dan Yuto berlari dengan sangat kencang bahkan sudah melebihi kecepatan dari pesawat jet tempur yang ada sekarang.


Hanagi saat ini sangat terkejut dengan apa yang di lihatnya sekarang. "CEPAAAAAAAT SEKALIIIIIII! HEEEEEEEEEEEEEE!!!"


"Hahahahaha! Sebentar lagi sampai Hanagi! Kau hanya perlu hitung 5 detik saja!"


"Apa!? Aku tidak dengar!"


"Hitung sampai 5 detik,kau akan langsung sampai rumah!"


"Oh... Oke!"


Dan Hanagi mulai menghitung mundur dari angka lima.


"Lima"


"Empat"


"Tiga"


"Dua..."


"Dan... Satu!"


*Sreeeeeeeet!*


Setelah selesai hitungan mundurnya, Yuto langsung menghentikan larinya dan membuat tanah aspal mengeluarkan asap akibat gesekan itu.


Ya itu sangat wajar, Kecepatan Lari Yuto sudah mencapai 1km/detik. Ya itu hampir setara dengan kecepatan suara, dan saat ini Hanagi sangat terkejut dengan apa yang di lihatnya sekarang


Rumah yang sangat besar dan sudah seperti Villa--- ini memang villa yang sangat besar. Dan jika kalian membeli rumah sebesar ini maka kalian minimal membutuhkan uang Seratus Juta Yen.


"S-sulit di percaya..."


"Benarkan?Baiklah aku turunkan di sini. Aku pulang dulu ya."


"Eh? Kakak tidak mampir d..."


Sebelum Hanagi menyelesaikan perkataannya, Yuto sudah menghilang duluan dengan kecepatan lari yang begitu gila. "Hati - hati di jalan.."


Lalu setelah beberapa saat dirinya melihat Kakaknya pergi dari depan rumahnya, ia segera masuk ke dalam rumah dengan raut wajah sedikit sedih.


Dan yang ada di dalam pikirannya dan keinginannya sekarang hanyalah satu hal yaitu. 'Aku ingin kakak menemui ibuku juga...'


Ya meski sekarang dia tidak bisa membuat Yuto menemui Ibunya, tapi dia tetap senang karena sudah meminta maaf kepada Kakaknya dan itu membuatnya sedikit ringan.


Lalu Hanagi mulai membuka pintunya. "Aku pulang ibu." dan di dalam rumah,terlihat wanita cantik yang memiliki rambut pirang,ia berumur 35 Tahun.


Dan tentu saja, dia adalah Ibu Hanagi. Namanya kalau tidak salah "Aina Sasuto" tapi kita akan panggil Aina saja.


Kemudian terlihat Aina mulai menghampiri anaknya yaitu Hanagi yang baru pulang itu.


"Kau pulang telat ya Hanagi?kau dari mana saja?"Tanya Aina


"Aku habis ke rumah teman Ibu, dan apakah ibu tahu?"


"Tahu apa?"

__ADS_1


"Aku sudah berbaikan dengan Kakak dan Kakak juga tadi habis mengantarku pulang!"Jawab Hanagi yang tersenyum senang.


Mendengar itu,Aina menjadi sangat terkejut dan sekaligus senang,sampai - sampai Aina meneteskan air matanya karena begitu senang.


"Syukurlah... Syukurlah... Syukurlah...Tapi kenapa dia tidak mampir dulu? Ibu juga ingin bertemu langsung dengannya."


"Maaf,aku lupa menanyakannya hehe"Ucap Hanagi


"Tidak apa, tapi lain kali buat dia mampir ke sini karena ada sesuatu yang ibu ingin jelaskan kepadanya."Jelas Aina


"Baiklah, serahkan padaku!"Ucap Hanagi dengan semangat.


"Jadi,apakah kau sudah makan malam?"


"Ahahaha... Belum, jadi Ibu masak apa?"Tanya Hanagi


"Ibu masak banyak, kau pasti suka."Jawab Aina yang tersenyum.


"Asik, ayo kita makan bersama Ibu!"Dengan sangat senang dan penuh senyuman. Hanagi langsung menarik tangan ibunya untuk makan bersama.


Dan ternyata Hanagi ada anak yang begitu berbakti pada Ibunya. Dia tidak seburuk apa yang di pikirkan selama ini, ya sejahat - sejahatnya manusia. Dia pasti akan baik di depan Ibunya.Ya itu sering terjadi di kebanyakan orang.


.....


.....


......


Sementara itu di rumah Yuto, terlihat di sebuah kamar terdapat Yui nampak sedang tertidur di kasurnya. Lalu setelah itu,ia mulai membuka matanya dengan perlahan.


"Ehm..."


Dan setelah dia membuka matanya, ia cukup kaget dengan yang di lihatnya sekarang karena terlihat wajah Yuto sangat dekat dan sedang menatapnya dengan penuh senyuman.


Wajah mereka hampir bersentuhan dan saat itu dengan senyuman hangatnya,Yuto langsung berkata "Selamat pagi Yui."


"Bukannya ini masih malam Yuto?"Ucap Yui dengan senyumannya


"Iya juga, berarti selamat malam Yui."Ucap Yuto yang mengulanginya lagi


"Selamat malam juga Yuto."Balas Yui dengan senyuman imutnya juga.


Dan saat menunjukan senyuman Imutnya,tiba - tiba Yuto terdiam sesaat "Bolehkah aku menyerangmu sekarang?"


"Silahkan,tapi jangan terlalu kasar Yuto. Kasihan calon anak kita yang ada di dalamnya."Jawab Yui yang tersenyum.


"Serahkan padaku."


Setelah itu Yuto segera berpindah ke atas Yui dan ia segera melepaskan pakaian sekolah Yui dengan cukup lembut.


Hingga tidak menyisakan apapun. "Tolong yang lembut Yuto."


"Ya."


Setelah itu, Yui dan Yuto melakukan hubungan intim di malam hari yang di sinari oleh sinar bulan yang cukup terang.


Dan sesuai janji, Yuto tidak melakukannya dengan sangat brutal kepada Yui karena ia kasihan kepada Janin yang ada di rahim Yui.

__ADS_1


__ADS_2