Sistem Kekayaan : Nano Teknologi

Sistem Kekayaan : Nano Teknologi
Chapter 64: Penguasa?


__ADS_3

Chapter 64


Yuto sangat terkejut dengan apa yang di lihatnya sekarang. Dia sama sekali tidak menyangka akan dia akan bertemu dengannya di tempat yang sangat buruk dan kumuh ini. "Ren?"


*Ctar!*


Suara gemuruh petir terdengar dengan sangat jelas. Dan membuat Cakrawala menyala dan berkedip karena petir tersebut.


"Merah darah. Itu sangat menyedihkan, benarkan Yuto?"Ucap Ren dan terus menatap Yuto degan wajah yang sudah di penuhi oleh warna darah.


"Kenapa kau ada di sini?"Tanya Yuto yang masih sangat terkejut.


"Seharusnya aku yang tanya Yuto, kenapa kau membunuh orang di wilayah milikku?"Tanya Ren yang masih tenang.


"Wilayahmu?"Ucap Yuto yang masih bingung.


"Ya, aku adalah seorang yang telah menguasai Wilayah kumuh ini. Ya lebih tepatnya aku di tunjuk sebagai penguasa di sini oleh semua orang."Jelas Yuto yang masih sangat tenang.


"Huh?"Mendengar hal itu, Yuto semakin tidak percaya.


"Siapapun yang telah memasuki wilayah kekuasaanku, tidak akan ku biarkan keluar dengan mudah."


Lalu seketika semua penduduk yang tinggal di wilayah ini langsung berkumpul dan mengepung Yuto dan menodongkan berbagai senjata. "Sial sekali. Aku harap aku bisa istirahat setelah ini... Ternyata tida..."


*Bruk!*


Tiba - tiba Yuto langsung terjatuh dan tidak sadarkan diri tanpa sebab. Ren dan semua bawahannya menjadi sangat terkejut. "Dia pingsan?"


Melihat Yuto pingsan, Ren langsung mendekat dan mengecek keadaannya. Lalu pada saat itu juga ia melihat sebuah Luka yang sangat mengerikan berada di tubuh Yuto.


Ini seperti luka dari pedang dan sayatan yang sangat besar. Dan luka itu masih berbekas dan mengeluarkan cukup banyak darah di sana. "Semuanya! Bawa Yuto dan obati dia sekarang juga!"


"Ya Tuan Ren!"


Lalu beberapa orang membawa tubuh Yuto yang sedang terluka itu ke dalam ruang perawatan yang ada di wilayah ini. Dan Ren mulai bingung dan berfikir siapa yang membuat Yuto sampai separah itu.


.....


.....


.....


5 Jam kemudian.


Di ruangan yang tidak di cat dan masih menggunakan lantai tanah, terlihat di dalamnya ada seorang remaja laki - laki yang berambut tampan sedang terbaring tidak sadarkan diri di sebuah ranjang yang cukup kecil.


Lalu di dekatnya, seorang gadis yang sangat cantik sedang duduk di sebelahnya dan sedang memeriksa catatan - catatan informasi obat - obatan yang ada di sini.


"Hm... Nampaknya persediaan obat - obatan dan alat kesehatan masih sangat kurang di sini. Aku harus menghubungi Tuan Ren tentang ini."

__ADS_1


Lalu tiba - tiba,seseorang masuk ke dalam ruangan kesehatan itu. "Bagaimana kondisinya Juna?"


"Masih belum sadarkan diri Tuan Ren ,setelah saya melakukan Transfusi darah kepadanya kondisinya sudah baik - baik saja sekarang. Dan apakah Tuan Ren mengenal laki - laki ini?"Jelas dan Tanya Juna


"Ya, Yuto Tanaka dia adalah teman yang sering bercanda kepadaku. Walaupun kadang - kadang ia sangat menyebalkan, tapi dia baik."Jawab Ren kepada Juna


Mendengar hal itu, Juna senang dan tersenyum.


"Sykurlah dia baik kepada Anda Tuan, tapi apa tuan Tahu alasan kenapa dia terluka sampai di sini?"


"Tidak tahu. Tapi aku melihatnya dia habis membunuh seseorang."Jelas Ren


Mendengar hal itu, ia menjadi sangat terkejut. "Huh?"


"Tidak perlu seterkejut itu. Ini sudah jadi hal yang biasa di sini kan?"Ujar Ren yang tersenyum.


"Maaf, aku masih belum terbiasa Tuan."


"Tidak apa dan malah aku lebih senang kau jangan terbiasa dengan apa yang namanya 'Membunuh' karena hal itu akan membuat banyak kesedihan saja." Jelas Ren yang nampak serius.


Mendengar itu, Juna menjadi paham. "Baik. Aku mengerti Tuan Ren."


Lalu beberapa saat kemudian, Yuto mulai membuka matanya lalu perlahan ia bingung dengan kondisi tubuhnya yang di penuhi oleh perban.


Lalu ia mulai bertanya - tanya dimana dirinya berada.


Lalu laki - laki yang memiliki rambut perak yang ada di sampingnya memberitahunya. Dan tentu saja itu adalah Ren Tamaka. "Kau ada di ruang perawatan yang ada di kekusaanku."


"Oh begitu, aku pikir aku sedang berada di Love Hotel."Ucap Yuto yang bercanda


Mendengar hal itu, Ren menjadi sedikit kesal. Tapi ia harus tetap tenang dan berwibawa sekarang."Mana ada Love Hotel di tempat seperti ini. Tapi pe*acur di sini banyak juga Loh Yuto, apakah kau mau mencicipinya?"


"Aku tidak doyan dengan bekas."Ucap Yuto dengan santai.


"Hah... Terserah kau saja. Dan kenapa kau membunuh orang tadi? Lalu kenapa kau terluka sangat parah?"Tanya Ren


Mendengar itu, Yuto tiba - tiba serius dan memegang keningnya. "Alasan kenapa aku membunuhnya,aku tidak bisa mengatakannya. Tapi alasan aku terluka seperti ini..."


"Seseorang yang sangat berbahaya telah menyerangku. Aku tidak tahu siapa dia... Tapi pokoknya dia sangat berbahaya."


"Lalu apakah kau tahu Pasar Gelap? Dan apakah kau tahu Organisasi Yakuza yang sangat terkenal itu? Dan apakah kau tahu yang namanya Tuan Alexan?"Tanya Yuto


"Ya, aku tahu semuanya."Jawab Ren


"Baguslah aku jadi bisa menjelaskannya dengan sangat mudah. Jadi ayo lanjutkan... Sebenarnya aku telah bertarung dengannya dengan kekuatan Penuhku."


"Tapi sayangnya aku tetap tidak biasa menang karena ia memiliki kemampuan bertarung yang sangat tinggi. Aku sangat kewalahan melawannya... Lalu luka ini aku dapatkan dari Katana Versi 1.2 "


Yuto menjelaskannya dengan detail, dan membuat Ren semakin paham. "Begitu ya, jadi kau berfikir bahwa orang yang menyerangmu itu adalah orang yang berhubungan dengan Tuan Alexan?"

__ADS_1


"Benar, kau pintar juga Ren."Ucap Yuto yang kagum.


"Tentu saja dan... Aku juga agak terkejut kau yang terlihat siswa biasa memiliki Hubungan dengan Pasar Gelap dan Dunia Bawah juga."Ucap Ren


"Ya, dan aku juga cukup terkejut kau juga memiliki hubungan Dan mengetahui dengan hal semacam itu."Ucap Yuto


"Sudah 3 Tahun aku mengetahuinya setelah aku menguasai wilayah ini."Jelas Ren


Kemudian Yuto mulai menatap gadis cantik di depannya. "Siapa namamu?"


Mendengar Yuto langsung menanyakan namanya,Gadis itu menjadi kikuk karena terkejut.


"E-eh... Ma-maaf namaku Juna Lionasa. Umurku 15 Tahun,salam kenal!"Ucap Juna yang kikuk


"15 Tahun? Lebih muda setahun dariku ternyata. Salam kenal juga,namaku Yuto Tanaka. Kau boleh memanggilku Yuto saja."Ucap Yuto dengan tersenyum


"B-baik,salam kenal juga Y-yuto."Ucap Juna yang gugup.


"Yuto, jika butuh sesuatu kau tinggal bilang saja ke Juna. Aku mau pergi dulu..."Pinta Ren kepada Yuto


"Kau mau kemana Ren?"Tanya Yuto


"Mencuri sesuatu di pasar gelap."Jawab Ren yang nampak serius.


"Itu akan berbahaya jika kau sendirian Ren."Ucap Yuto


Mendengar hal itu, Ren tersenyum "Tenang saja,aku tidak sendiri karena... Aku memiliki bawahan yang setia membantuku."


Lalu Ren keluar dari Ruang kesehatan itu. Sekarang tinggal Yuto dan Juna saja yang ada di ruangan ini.


"Sepertinya kau memiliki pemimpin yang hebat Juna."Ujar Yuto


"Ya, Tuan Ren sangat hebat memimpin wilayah ini. Jika ia tidak datang pada saat itu... Mungkin kami akan mati kelaparan saat itu juga."Jelas Juna yang tersenyum


"Begitu ya..., baguslah."Ucap Yuto yang tersenyum juga.


Lalu Juna beranjak dari tempat duduknya. "Baiklah Yuto, jika kau butuh sesuatu... Kau tekan saja tombol merah yang ada di sampingmu. Aku akan pergi sebentar."Pinta Juna kepada Yuto


"Ya."


Setelah itu Juna pergi dari ruang kesehatan itu. Dan meninggalkan Yuto sendiri. Lalu pada saat itu juga ia mulai memegang kepalanya dan memasang muka serius.


"Siapa dia sebenarnya?"


.....


.....


.....

__ADS_1


__ADS_2