Sistem Kekayaan : Nano Teknologi

Sistem Kekayaan : Nano Teknologi
Chapter 44: Menarik...?


__ADS_3

...~Sebelum Baca mohon berikan Like terlebih dahulu, jadi selamat membaca~...


...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...


Chapter 44


Di tengah pusat Tokyo, Terlihat Yuto dan Yui yang sedang berjalan di pusat tokyo. Mereka tidak pergi ke sekolah untuk beberapa hari ini karena mereka sudah Izin kepada Wali kelas masing - masing.


"Maaf Yui yang tadi pagi."Ucap Yuto yang meminta maaf.


"Y-ya... Jujur saja, aku masih kesulitan untuk berjalan sekarang..."Jawab Yui sembari memegagi pinggangnya.


Mendengar itu Yuto hanya tersenyum canggung. "Haha... Maaf ya."


"Aaah... Sepertinya aku sangat kewalahan menangani mu sendirian Yuto... Dan aku sepertinya sangat lapar."Jelas Yui...


"Kau lapar? Apa kau mau makan di Kafe Kak Ayase? Kau juga belum mencoba makanan di sana kan?"Tawar Yuto


'Hm... Benar juga. Dan aku juga ingin sekalian belajar memasak di sana... Lalu...'


'Lalu 1 minggu lagi ulang tahun Yuto, karena di rumah tidak ada alat yang pas untuk membuat Kue Ulang tahun. Jadinya aku belum bisa mencoba membuatnya...' Pikir Yui.


Lalu setelah beberapa saat berfikir Yui menyetujui usulan Yuto dan langsung pergi ke Kafe Ayase.


Dan setelah sampai Yuto menyuruh Yui untuk memesan makanan yang ada di sini.


"Oh ya Yui, Aku ada urusan... Apakah kau tidak apa di tinggal di sini sebentar?"Tanya Yuto


"Hm... Emangnya kau mau kemana?"Yui bertanya alasannya.


"Aku mau pergi ke Rumah temanku. Dan kemungkinan aku akan menjemputmu Sore, bagaimana?"Jelas Yuto.


"Hm... Baiklah."Yui mengizinkan Yuto untuk pergi.


"Terimakasih, dan Kak Ayase aku titip Yui sebentar Ya!"Teriak Yuto kepada Ayase.


"Baiklah, emang kau mau kemana?"Tanya Ayase.


"Aku ada urusan ke rumah temanku."Jelas Yuto


Setelah itu Yuto pergi keluar kafe dan meninggalkan Yui di dalam kafe Ayase. Lalu Ayase mendekati Yui dengan pakaian Maidnya.


"Yui kau mau pesan makanan apa... Dan aku minta maaf atas kejadian yang kemarin..."Ayase meminta maaf kepada Yui.


Mendengar itu Yui sedikit terkejut, dia sama sekali tidak menyangka Ayase meminta maaf atas kejadian yang kemarin. "Aah... Tidak apa, aku paham perasaanmu Kak Ayase... Dan Aku ingin minta tolong padamu Ayase..."


"Apa itu Yui?"


Setelah itu Yui berbisik ke telinga Ayase, dan setelah itu Ayase langsung mengerti apa yang di maksudkan Yui.


"Oh begitu, Baiklah kau boleh meminjam dapur kafe ini. Dan kami juga baru saja buka jadi Pengunjung masih belum berdatangan saat ini."Ucap Ayase.

__ADS_1


"Benarkah? Terimakasih Kak Ayase!"Yui mengatakan itu dengan sangat senang.


"Ya. Jadi sana buatlah kue yang paling enak untuk Yuto."Ucap Ayase yang tersenyum melihat Yui.


"Ya!"


Setelah itu Yui segera pergi ke dapur kafe, di sana... Terlihat wanita yang semumuran dengan Kak Ayase dia adalab Koki/Chef/Tukang masak di sini.


Dan pada saat itu... Dia terlihat bingung dengan kedatangan Yui. "Eeto... Kau pacarnya Yuto ya?"Tanya Chef kafe itu.


"Ya, Aku pacarnya Yuto... Namaku adalah Yui Nanaka!"


"Jadi... Kenapa kau datang kesini?"


Setelah itu dari luar terdengar suara Ayase "Yoko! Bisakah kau ajari Yui membuat Kue ulang tahun? Aku minta tolong padamu ya!"Ujar Ayase yang bertanya kepadanya.


Mendengar itu Yoko menjadi paham. Dan lalu melihat Yui yang begitu bersemangat. 'Hah... Aku tidak bisa menolaknya.'


"Baiklah Yui, aku akan mengajarkanmu cara membuat Kue Ulang Tahun yang sangat enak. Jadi perhatikan baik - baik"Pinta Yoko kepada Yui.


Mendengarnya Yui menjadi lebih senang dan lebih bersemangat. "Baik! Mohon bantuannya!"


********


Sementara itu di sisi Yuto yang terlihat yang sedang berada di dalam Rumahnya itu. Nampak dia sedang melihat kamera CCTV di layar Hologramnya itu.


Dan di kamera CCTV tersebut, terlihat Yami masih berusaha untuk memotong dan Memindahkan batu - batu itu. "Dia masih melakukannya ya... Rasakan itu,mari kita lihat seberapa lama kau akan bertahan hehe~"


[Anda ternyata lebih licik dari yang saya duga.]


[Begitu, Saya mengerti.]


"Dan... Bagaimanapun itu, aku merasa dia itu bukan Ayahku..."


[Kenapa bisa begitu Tuan?]


"Entahlah... Aku hanya merasa begitu."


[Lalu bagaimana dengan Ibu Tuan? Apakah Tuan tidak merasa dia bukan Ibu kandung?]


"Tidak, aku yakin dia itu adalah Ibu kandungku. Dan aku penasaran dimana dia...?"


[Apakah perlu saya mencari Lokasinya?]


"Tidak perlu, dan tidak ada gunanya untuk mencarinya. Dia pasti sedang bersama dengan Laki - laki lain dan bermain dengan mereka."


[Terserah Tuan, Saya hanya menawarkan bantuan saja.]


"Ya.


.....

__ADS_1


.....


Lalu setelah 2 jam... Akhirnya Yami kembali ke Rumahnya... Dan pada saat itu juga dia melihat Yuto sedang duduk di ruang tamu.


Dan nampak kondisi fisik Yami terlihat sangat lelah dan pakaiannya basah karena keringat yang sangat banyak.


"Kau sudah bangun ya,Bocah bisakah kau ambilkan minuman di lemari pendingin."Pinta Yami.


"Ambil sendiri, kau yang butuh kan?"Ucap Yuto yang terlihat tidak peduli.


Mendengarnya Yami menjadi sangat kesal. Namun karena sekarang dirinya terlalu dia memutuskan untuk mengambilnya sendiri dan tidak ingin berdebat dengannya untuk saat ini.


Dan pada saat Yami membuka lemari es, di dalamnya tidak ada minuman kaleng ataupun minuman dingin sedikitpun.


"Tidak ada apapun? Bocah! Kenapa Lemari Es ini tidak ada satupun minuman ataupun makanan?"Tanya Yami yang kesal


Mendengarnya Yuto dengan santai menjawab "Aku lupa belum membelinya lagi. Ya karena aku membelinya untuk stok 3 minggu saja... Sepertinya kau sedang Selesai Ayah."


"Dan kenapa kau terlihat begitu lelah Ayah sampai begitu inginnya minum air dingin? Dan jika kau ingin sekali minum air dingin lebih baik kau pergi membelinya di luar. "


"... Dan sebenarnya ada beberapa minuman ada yang tersedia di rumah ... Tapi sayang sekali, minuman itu baru saja ku panaskan kembali hehe~"


Mendengarnya Yami menjadi sangat marah kepada Yuto. "Siaaalan kau bocah!"


"Ternyata kau bisa marah Ayah, ternyata kau sudah tidak lelah lagi."Ucap Yuto yang santai.


"Sial!"


Mendengarnya Yami menjadi lebih marah dan karena sekarang staminamya sudah habis dia memilih untuk keluar membeli Minuman di luar.


....


....


....


Di Mesin penjual minuman kaleng, terlihat Yami sedang meminum 3 Minuman kaleng sekaligus. Dan saat meminumnya akhirnya rasa dahaga di tenggorokannya semuanya hilang.


Dan setelah itu dia langsung melempar Kaleng - kaleng itu ke dalam Tong sampah yang tidak jauh darinya.


"Sial sekali aku hari ini. Berbagai masalah datang begitu saja. Dan pekerjaanku masih ada satu lagi..."


"Mencari Pesuruh Tuan Alexan yang muncul beberapa minggu yang lalu di pelelangan pasar gelap."


"Hanya saja aku merasa aneh kepada Bocah itu(Yuto) rasanya aku merasa dia ada kemiripan dengan pesuruh Tuan Alexan."


"Ya, dari Postur tubuh dan Rambutnya semuanya sama persis. Sedangkan yang lainnya tidak."Pikir Yami.


"Ya, aku rasa itu bukanlah dia karena bocah itu sama sekali tidak mengetahui adanya pasar gelap."


Lalu dari dalam Rumah... Terlihat Yuto tersenyum tipis mendengar perkataan dari Yami.

__ADS_1


Sebenarnya saat itu Yuto memasang alat penyadap di bajunya saat dirinya mengacungkan Pecahan botol ke arah Lehernya.


"Begitu ya, ini semakin menarik saja..."


__ADS_2