Sistem Kekayaan : Nano Teknologi

Sistem Kekayaan : Nano Teknologi
Chapter 40: Ramai Sekali.


__ADS_3

...~Sebelum Baca mohon berikan Like terlebih dahulu, jadi selamat membaca~...


...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...


Chapter 40


Dan mereka berdua saling menatap satu sama lain... "Lama tidak bertemu Kak Ayase..."


"Y-ya... Aku juga, Bagaimana dengan kabarmu?"Tanya Ayase


"Aku baik - baik saja, Kalau kak Ayase?"Jawan dan Tanya Yuto.


"Ya... Aku juga."Jawab Ayase dengan muka yang menunduk.


Ya jujurnya mereka berdua sama sekali tidak menyangka hal ini akan terjadi, sehingga mereka menjadi bingung mau berekspresi seperti apa.


"Oh ya Yui, apakah kau mengenal Yuto Tanaka?"Tanya Ayase yang mulai membalikan suasana.


"Ya. Aku mengenalnya... Dan tidak ku sangka Kak Ayase juga mengenal Yuto."Jawab Yui


"Ya... Aku sudah lama mengenalnya, jadi apa hubunganmu dengan Yuto? Apakah kau temannya Yuto?"Tanya Ayase kepada Yui.


"K-kami berpacaran... Ya... Aku dan Yuto telah berpacaran beberapa minggu yang lalu..."Jawab Yui dengan muka yang memerah.


Mendengar itu Ayase menjadi sangat terkejut. "Eh? Ja-jadi... Pacar yang kau bicarakan tadi adalah Y-yuto?"


Yui menjawabnya dengan anggukan. Dan itu membuatnya mundur beberapa langkah "Hahaha... Apa - apaan ini?"


Ayase sama sekali tidak percaya dengan apa yang di lihatnya sekarang. Tapi sayangnya itu adalah Asli/Real. Jadi mau seberapa dia menolak mempercayainya... Itu tidak akan mengubah apapun.


"Yuto... Bisakah kau jelaskan ini nanti... Sekarang kau bayar dulu apa yang Yui pilih."Perintah Ayase kepada Yuto.


"Baik... Baik... Aku akan memjelaskannya nanti."


Kemudian Yuto segera membayar Gaun yang di pilih oleh Yui, dan totalnya adalah 50.000 Yen. Dan pada saat itu juga Yui dan Ayase cukup terkejut karena Yuto membayarnya tanpa ada rasa ragu.


Dan lalu mereka berdua keluar dari Toko Pakaian tersebut, kemudian mereka memutuskan untuk mampir ke kafe milik Ayase terlebih dahulu..


Ya... Karena Lokasinya hanya beberapa Ratus meter, jadi ke sana hanya perlu beberapa menit untuk sampai.


....


....


....


Di dalam Kafe Ayase. Terlihat Yuto dan Yui sedang duduk bersebelahan sedangkan Ayase nampak duduk di depan mereka dengan tatapan yang cukup serius.


Ya ini mirip seperti Ibu ingin memarahi anak - anaknya. Ya walaupun ini sangat berbeda kondisinya.


"Jadi... Kau bisa jelaskan Yuto?"Ucap Ayase dengan serius.


"Baik. Akan ku jelaskan semuanya Kak Ayase."Ucap Yuto yang pasrah.

__ADS_1


Sementara itu Yui hanya diam dan bingung alasan kenapa Ayase nampak marah kepada Yuto.


Sedangkan Pelayan Maid kafe tersebut melihatnya dan mengintip dari balik tembok dengan muka yang sangat penasaran.


"Lihat... Bukannya itu Yuto? Dan siapa gadis super cantik yang ada di sampingnya itu?"Tanya Maid 1 yang penasaran.


"Nampaknya gadis itu adalah pacarnya Yuto."Ucap Maid 3 yang menjawab.


Mendengar itu Maid 2 dan 1 cukup terkejut. "Heh? Benarkah? Pantas saja Bos terlihat sangat marah sekarang...!"


"Heh..!? Marah...? Apa mungkin Bos itu menyukai sebagai laki - laki!?"Teka Maid 2 yang bertanya - tanya.


"Bodoh... Jangan keras - keras nanti Bos mendengarnya!"Ujar Maid 1


"Kau telat memberi tahunya bodoh! Lihat... Bos sudah menatap kita dengan tatapan iblis!" dan pada saat itu juga mereka melihat Ayase/Bos sedang menatap mereka dengan tatapan mengerika dan memancarkan hawa mencekam.


Merasakan itu mereka langsung terdiam dan langsung lari ke dalam dapur.


*Prang!* Prang!*


*Ketoprang!*


Mereka lari terburu - buru hingga tidak sengaja menjatuhkan beberapa alat masuk di dapur.


"Aaaah! bodoh! Apa yang kalian lakukan!? Semuanya menjadi sangat berantakan!"


"Kami minta maaf!"


"Jangan hanya minta maaf! Cepat rapikan kembali barang yang kalian jatuhkan itu!"


Ya setelah itu terdengar Juru Masak marah - marah kepada mereka setelah membuat berbagai peralatan masak itu Berjatuhan ke lantai.


Mendengar itu Ayase mencoba untuk menenangkan diri... Sedangkan Yuto masih belum menjelaskannya karena selalu tertunda oleh tingkah pekerja kafe ini.


"Ramai sekali ya..."Ucap Yui yang dari tadi memperhatikan dan mendengarkan pegawai - pegawai kafe ini.


"Y-ya..."Ucap Ayase yang tersenyum canggung.


Setelah beberap saat Pembicaraan mereka kembali ke Topiknya. Kemudian Yuto mulai menjelaskan awal dan bagaimana Yuto bisa berpacaran dengan Yui.


Ya... Yuto menjelaskan dengan cukup rinci, jadi itu akan menjadi mudah untuk di pahami oleh Ayase.


Dan setelah selesai mendengar penjelasan dari Yuto... ,Ayase sangat terkejut karena bagaimana mereka bertemu dan itu sangat sempurna--- itu sangat mirip dengan cerita novel yang sering dia baca.


*Author: Ya ini juga novel njer.


"A-aku sangat iri..."Ucap Ayase yang terlintas begitu saja.


"Ya...?"Ucap Yuto yang bingung. Dan seketika Ayase tersadar dengan perkataannya tadi


"Ti-tidak... Aku hanya salah ngomong saja... Jadi jangan di pikirkan."Ucap Ayase dengan senyuman canggung.


"Oh ya Yui, apakah kau mau makan? kafe ini milikku loh... Dan apa kau tahu dulu Yuto pernah bekerja di sini."Ucap Ayase.

__ADS_1


Mendengar itu Yui cukup kaget. "Eeeh? Benarkah? Kafe ini milikmu Kak Ayase?! Dan kau tadi bilang Yuto pernah bekerja di sini?! Hey hey... Yuto apakah benar!"Tanya Yui yang begitu bersemangat.


"Y-ya... Walaupun aku sudah keluar beberapa minggu yang lalu."Jelas Yuto yang kaget melihat Yui bersemangat.


"Benarkah? Itu hebat Yuto! Lalu kenapa kau keluar?"Tanya Yui dengan semangat juga.


"Aku memiliki alasan tersendiri jadi aku harus keluar dari sini."Jelas Yuto


"Dan juga aku penasaran Yuto, kenapa kau begitu banyak Uang? Kau sedang melakukan apa?"Tanya Ayase


"Heh? Ya... Itu...Hasil...Menjual... Ya! Itu hasil menjual!"Ucap Yuto yang cukup ragu


"Menjual apa? Dan kenapa kau begitu ragu menjawabnya?"Tanya Ayase yang begitu serius menatap Yuto.


"Benar Yuto. Dari dulu aku penasaran... Bagaimana kau memiliki uang yang sangat banyak itu?"Lanjut Yui


Mendengar itu Yuto sedikit bingung menjawabnya. "Ya... Aku tidak bisa mengatakannya..."


"Kenapa? A-apa jangan - jangan kau menjual salah satu ginjalmu?"Pikir Ayase dengan muka terkejut.


Mendengar perkataan Itu Yui juga sangat terkejut. "Y-yuto... Apa kau benar me-melakukan itu?"


"Tolong jangan berfikir begitu Yui, Kak Ayase... Aku tidak menjual ginjal ataupun organ tubuhku."


"Dan aku memiliki Bisnis yang tidak bisa di katakan oleh Kalian... Tapi suatu saat aku akan memberi tahunya."Jelas Yuto sembari memegang kepalanya.


"Be-begitu ya... Maaf sudah berfikir terlalu jauh. Tapi syukurlah kau tidak melakukan itu... Jika iya mungkin aku akan benar - benar memarahi mu."Ucap Ayase yang bersyukur


Lalu Yuto mulai menatap ka arah Yui. Dan melihat dia hampir menangis saat Ayase mengatakan 'Yuto menjual ginjalnya'


Dan setelah itu dia mulai mengelus kepala Yui denga lembut. "Yosh... Yosh... Jangan menangis,aku tidak melakukannya kok..."


"Be-benarkah?"Tanya Yui yang masih khawatir.


"Ya, jadi tenanglah..."Ucap Yuto yang tersenyum hangat.


"Kalau begitu... Peluk..."Ucap Yui yang manja.


"Heh... Baik - baik..."


Yuto menuruti permintaan Yui yang meminta dirinya untuk memeluknya. Sedangkan Ayase melihatnya hanya menatap dengan tatapan terlihat iri--- lebih tepatnya cemburu


'Aah... Aku sangat iri dengan Yui...'


"Baiklah, kalian mau minum apa?"Tanya Ayase


"Aku Es Jeruk saja, kalau kai Yui?"


"Aku sama."


"Baiklah, Es Jeruk 2. Tunggu sebentar akan segera ku buatkan..."Setelah itu Ayase pergi ke dapur meninggalkan Yui dan Yuto berduaan di situ.


Lalu setelah Ayase memasuki dapur, terlihat semua pegawai yang ada Sedang menahan tawa. Melihat itu Ayase semakin kesal... "Kalian cepat kembali bekerjaa!!"

__ADS_1


*Note: Komen yang banyak


__ADS_2