
*Mohon like sebelum baca dan komen setelah baca.
Chapter 61
Sekarang pada siang hari di Pusat Tokyo, terlihat Soen sedang berjalan melewati kerumunan di panas teriknya matahari saat ini. Dan ia sekarang terlihat begitu kesal setelah bertemu dengan ketuanya itu.
'Tidak ku sangka kau menipuku, Yuto!!!'
[Flash Back]
Mendengar perkataan dari Ketuanya yaitu Theo, ia menjadi sangat terkejut. "Apa? Ketua pasti bohong..."
Ia masih tidak mempercayai apa yang di katakan oleh Ketuanya itu. "Ya, aku serius. Dan jika Yuto Tanaka bisa menghajar Tuan Muda Hanagi sebegitu parahnya... Pasti dia itu cukup kuat untuk seimbang melawanmu."Jelas Thoe kepada Soen.
Mendengarnya lagi, dia menjadi semakin lemas dan tidak bisa berkata - kata apa lagi. "Haha... Ini bohong, aku sama sekali tidak mempercayainya..."
"Kau harus mempercayainya. Dan ada kemungkinan bahwa orang yang telah membunuh anak buah kita dan memanipulasi semua kejadian adalah Yuto sendiri."Sambung Theo.
Soen menjadi semakin kesal. Dan menggenggam tangannya dengan sangat keras hingga membuat tangan nya berdarah.
" Dan untuk kondisi Tuan muda Hanagi. Ia sekarang sedang mendalami latihan seni beladiri tangan kosong dan bersenjata bersama dengan Ketua Pasukan Yakuza 4 beberapa minggu yang lalu."Ujar Theo
"Lalu apakah kau tahu kan alasan Tuan Muda Hanagi berlatih dan menjadi semakin kuat kan?"Tanya Thoe
"Y-ya..."
"Untung saja kau tahu Soen. Jadi apa yang telah kau lakukan itu sudah hampir membuat Tuan Muda Hanagi marah, Jika saja kau berhasil membunuh Yuto Tanaka saat itu... Kau mungkin akan di hukum mati sekarang."Jelas Thoe yang menatap Soen dengan serius.
Mendengar itu Soen menjadi semakin kesal. "Y-ya... Saya mohon maaf..."
Soen sama sekali tidak bisa melawan dan harus mengurungkan niat untuk membunuh Yuto Tanaka mulai saat ini. Ya alasannya cukup simple karena Orang yang ingin di bunuh Oleh Tuan Muda Hanagi adalah orang yang ingin di bunuh oleh dirinya sendiri.
Jadi salah satu harus mengalah dan mengurungkan niatnya untuk membunuh Yuto Tanaka. "Satu lagi. Nampaknya Tuan Muda Hanagi ingin memiliki Yui Nanaka juga, jadi kau akan bagaimana Soen..."
Mendengar perkataan itu yang sangat mengejutkan. Soen langsung menggebrak Meja kayu di depannya hingga sangat keras sampai Meja itu retak.
*Brak!*
Dan itu membuat pemilik Bar tersebut cukup terkejut, tetapi ia sama sekali tidak mempedulikannya karena hal seperti itu sudah hal biasa di Bar Miliknya
__ADS_1
"JANGAN BERCANDA! AKU TIDAK AKAN MEMBIARKAN YUI DI MILIKI OLEH SIAPAPUN! MESKI ORANG ITU ADALAH TUAN MUDA HANAGI SENDIRI!"
Soen menjadi sangat marah setelah Thoe mengatakan hal itu. Ya tentu saja jika Soen marah karena sekarang ini orang yang lebih tinggi darinya ingin merebut Yui Nanaka.
"Begitu ya? Jadi kau tidak keberatan jika di anggap penghianat?"Tanya Theo yang menatap tajan Soen.
Saat Theo menatapnya, ia merasakan intimidasi yang sangat menakutkan dan membuat tubuh miliknya gemetaran. Tapi Soen tidak ingin kalah dari rasa takut tersebut.
"T-tentu saja... Aku tidak keberatan,Yui adalah milikku dan yang boleh memilikinya adalah aku seorang."Ucap Soen yang sudah menetapkan keputusannya.
Melihat jawaban yang di berikan oleh Theo lumayan terkejut karena ia sama sekali tidak menyangka dan berfikir Soen akan memberikan jawab menyerah tentang Yui. Sekarang ia mulai berfikir hubungan apa yang membuat Soen sampai begitu berambisi untuk memiliki Yui.
"Jika itu pilihanmu... Baguslah."Ucap Theo yang langsung santai dan melanjutkan minumnya
Mendengar itu Soen menjadi bingung dan terkejut karena perubahan kondisi yang sangat cepat. "Eh? Apa maksud anda Ketua?"
"Kau masih belum menyadarinya? Yang tadi aku katakan adalah bohong. Tuan muda Hanagi sama sekali tidak menginginkan Yui Nanaka, tapi dia ingin kau memilikinya."
"Tapi tetap... Kau tidak boleh membunuh Yuto Tanaka sedikitpun karena Tuan muda Hanagi lah yang akan membunuhnya."
Mendengar penjelasan dari Theo, Soen menjadi sangat terkejut kerana ia tidak berfikir bahwa hal itu hanya untuk mengetes keseriusannya saja.
"Ya. Dan ada kemungkinan bahwa Yuto Tanaka sudah mengetahui bahwa kau ingin merebut Yui dari awal. Lalu sepertinya Yuto Tanaka sudah mengetahui identitas mu dari awal... Sehingga ia tidak khawatir karena kau tidak bisa membunuh dirinya."
"Menurut penjelasan dari Tuan Muda Hanagi, Yuto Tanaka adalah remaja yang sangat pintar... Dan dari dulu ia bisa membuat rencana yang sangat komplex saat ia masih sekolah."
"Sudah beberapa kali Tuan muda Hanagi ingin membunuh ataupun mengeluarkan Yuto Tanaka dari sekolah. Tapi tetap saja semuanya gagal karena Yuto Tanaka selalu selamat karena ada gangguan yang sengaja di buat olehnya."
"Atau lebih tepatnya, Yuto Tanaka adalah anak yang cukup berbahaya dan mungkin sangat berbahaya. Jadi kita harus bisa membuat Yuto Tanaka dalam kondisi yang sangat tidak menguntungkan, sehingga Tuan Muda Hanagi bisa dengan mudah membunuhnya dengan sangat mudah."
Mendengar penjelasan dari Theo, ia menjadi sangat terkejut dan sangat kesal. "Sial... Tidak ku sangka dia akan selicik itu!"
"Ya, jadi kau harus lebih berhati - hati."
Sementara itu Soen yang masih sangat kesal. Ia merasakan bahwa terik matahari yang begitu menyengat. "Panas sekali. Sepertinya aku harus mencari tempat berteduh dulu..."
Lalu ia mulai mencari tempat yang bisa membuatnya berteduh. Lalu pada saat itu ia melihat dari jarak puluhan meter, sebuah kafe yang terlihat cukup ramai.
__ADS_1
"Kafe Ayase? Hm... Mungkin aku mampir di sana saja."Pikir Soen.
....
....
....
Soen masuk ke dalam Kafe Ayase yang begitu ramai itu, tapi saat itu ia cukup terkejut karen 75% dari pelanggan kafe ini adalah Laki - laki. Tapi ia tidak mempedulikan hal sepele seperti itu dan langsung duduk di kursi yang kosong.
Lalu seorang Pelayan Maid datang mendekati Soen untuk meminta pesanannya. Dan dia adalah Ayase "Tuan, apa yang ingin anda pesan?"
"Aku pesan Jus Jeruk dan Kari."Jawab Soen
"Baik, satu jus jeruk dan Kari. Segera di siapkan."
Setelah itu Maid Ayase mulai pergi untuk menyiapkan pesanan darinya. "Yui! 1 Jus Jeruk dan 1 Kari!"Pinta Ayase
"Baik!"
Kemudian dari dalam dapur terdengar suara Yui yang begitu merdunya. Dan pada saat itu juga Soen yang mendengarnya langsung terkejut ,lalu ia segera menoleh ke arah suara itu.
Dan kemudian dari dalam dapur, terlihat seorang gadis-- Wanita yang sangat cantik keluar dari dalam dapur. Dan saat itu Soen sangat terkejut dengan apa yang di lihatnya sekarang.
"Y-Yui?"
Lalu di sisi Yui Dan Ayase. "Ini pesanannya Kak Ayase."Ucap Yui yang memberikan Jus Jeruk dan Kari.
"Oke, Terimakasih Yui." Setelah itu Ayase langsung mengantarkan pesanan itu ke Soen yang sedang duduk itu.
"Ini pesanannya tuan."Lalu Ayase meletakan pesanan itu ke meja tersebut.
lalu saat Ayase hendak pergi, tiba - tiba Soen langsung memegang pergelangan tangannya dan membuatnya terhenti. "Tunggu!"
Dan itu membuatnya terkejut. "I-iya?"
"Apakah aku bisa berbicara dengan Yui Nanaka?"
"Yui Nanaka? Kenapa Tuan bisa mengenalinya dan apa urusan anda dengan Yui Nanaka?"
__ADS_1
"Aku ingin membicarakan sesuatu. Karena aku adalah teman masa kecilnya."