Sistem Kekayaan : Nano Teknologi

Sistem Kekayaan : Nano Teknologi
Chapter 68: Kesedihan


__ADS_3

*Mohon tekan tombol Like sebelum baca.


Chapter 68


Di sebuah rumah yang nampak sunyi dengan hujan yang terus turun dengan sangat deras. Terlihat seorang wanita yang cantik sedang melihat di kaca jendela dengan raut wajah yang sangat sedih.


"Ini... Hari kedua Yuto pergi... Dan ini adalah hari ulang tahunnya..."Ucap Yui yang begitu sedih.


Dan lalu ia mulai mengingat masa - masa yang dia habiskan bersamanya dengan sangat senang. Namun kini sekarang ia sendirian dan apalagi rencananya ingin merayakan ulang tahunnya semuanya telah gagal.


Semuanya hancur karena dirinya, hal itulah yang membuat Yuto kecewa dan pergi meninggalkannya. Dan pada saat itu juga ia mulai meneteskan air matanya dan menangis dengan penuh kesedihan dan rasa rindu.


Jari - jarinya mengerut Kaca dengan sangat keras sembari dirinya menangis... "Yuto... Kembalilah... Aku minta maaf... Jadi tolong kembalilah...!"



"Aku tidak ingin ini... Aku sama sekali tidak menginginkan hal ini terjadi...! Aku bingung sekarang harus berbuat apa..."


Lalu tiba - tiba, suara ketokan pintu terdengar dari luar. Mendengarnya ia langsung mengusap air matanya dan ia segera beranjak dari tempat duduk dan lalu mulai membuka pintunya.


"Sebentar."


*Klak!*


Lalu saat Yu membuka pintunya, ia menjadi sangat terkejut dengan siapa yang mengetok pintu tersebut. Perlahan air matanya mulai menetes kembali dan ia nampak begitu senang dengan apa yang di lihatnya sekarang.


"Yuto!"


Yui langsung memeluk Yuto dengan sangat erat dengan air mata yang terus berlinang dengan sangat deras. "Yuto... Maaf! Maaf kan aku! Maaf! Aku kira kau tidak akan kembali lagi... Aku sungguh minta maaf!"


Namun Yuto tidak menjawabnya sama sekali, dan hal tersebut membuat Yui penasaran dan mulai memandang wajah Yuto. Namun saat itu ia cukup terkejut setelah melihat wajah milik Yuto.


"K-kenapa dengan wajahmu Yuto!? Dan matamu! Apa yang terjadi!?"


Yui menjadi sangat khawatir dan sedih, pasalnya di muka Yuto terdapat bekas luka yang membuat salah satu matanya hilang. "A-apa jangan - jangan... Soen yang melakukannya---"


Sebelum Yui menyelesaikan perkataannya, tiba - tiba Yuto meneteskan air matanya... Hal tersebut membuat Yui cukup terkejut. "Y-yuto kenapa kau menangis? Apa jangan - jangan ini sakit? Maaf Yuto! Aku tidak tahu!"


"Aah... Tidak, aku hanya sangat senang bisa melihatmu lagi. Jadi jangan khawatir." Ucap Yuto yang tersenyum sembari memegang wajah Yui dengan sangat lembut.


"Dan kau tidak perlu meminta maaf, ini hanyalah masalah sepele."Lanjutnya


Mendengar hal tersebut, Yui menjadi sangat senanh dan lalu ia langsung memegang tangan Yuto yang lebih besar darinya dengan lembut juga.


"Aku senang... Ku kira kau membenciku."


"Mana bisa aku membencimu dan bukannya aku sudah berjanji untuk tidak meninggalkamu?"Ucap Yuto yang tersenyum

__ADS_1


"Baiklah ayo kita masuk, bukannya kau ingin merayakan ulang tahunku? Jadi ayo rayakan bersama - sama."


"Ya! Ayo kita rayakan bersama - sama!"


.....


.....


Sekarang Yui dan Yuto nampak sedang duduk saling berhadapan di depan Kue Ulang tahun dengan Lilin yang menyala. "Baiklah, aku mulai Yui!"


"Ya!"


Fuuuuuuuhhh!*


Yuto meniup lilin - lilin yang ada di atas kue hingga padam. Dan pada saat itu Yui langsung meniup sebuah terompet dengan sangat keras. "Selamat ulang tahun ke 17 Tahun Yuto!!"


Setelah itu Yui langsung mencium pipi Yuto dengan bibir mungil dan lembutnya itu. "Ya. Aku akan potong kuenya... Apakah kau mau?"


"Tentu saja!"


"Baiklah mana pisaunya... Ah ini."


Yuto mulai mengambil piasu dan mulai memotong kue ulang tahunnya dengan ukuran yang pas di mulut. Lalu setelah itu Yuto mulai menatap Yui dengan senyuman hangatnya. "Yui, buka mulutmu."Ucap Yuto yang hendak menyuapi kuenya ke mulut Yui.


Mendengar hal tersebut, muka Yui menjadi merah dan lalu perlahan ia mulai menyingkirkan Rambut yang menghalangi pandangannya ke belakang telinganya. "Aaahm.."


"Hm... Enak, tapi lebih enak jika kau yang membuat kue ini."Ujar Yui dengan malu - malu.


"Ya benar juga, baiklah aku akan membuatkan kue saat ulang tahunmu,bagaimana?"


Mendengar hal tersebut, wajah Yui menjadi berbinar - binar karena sangat senang. "Terimakasih!"Ucap Yui yang langsung memeluk Yuto.


*Puk!*


"Aahk... Kau terlalu erat Yui."Keluh Yuto


"Aah... Maaf Yuto, soalnya aku sangat senang hingga tidak bisa menahannya."Jelas Yui yang begitu senang.


Yui semakin erat memeluknya , dan yang bisa Yuto lakukan hanya pasrah menahan eratnya pelukan Yui. 'Sial sekali...'


Dan beberapa saat kemudian, Yui mulai menatap Yuto dengan tatapan yang cukup serius. "Bisakah kau menciumku?"


"Ya..."


Mendengar perkataan Yuto, Ia langsung memejamkan matanya dan bersiap menerima ciuman lembut dari Yuto. Lalu saat itu Yuto hendak menciumnya tiba - tiba ia terhenti di tengah jalan.


Seakan ada suatu alasan kenapa ia harus menghentikan tindakannya itu. 'Sigh!' dia berdecak kesal di dalam hatinya. Dan itu membuat dirinya berjalan melewati Yui..

__ADS_1


"Lain kali saja Yui, aku sangat lelah. Lebih baik kita tidur saja..."


Mendengar hal tersebut, Yui mengerti dan menyetujui saran darinya. "Baiklah... Lain kali saja ya."


Setelah itu Yui langsung menyusul Yuto ke kamar dan langsung memegang erat lengan Yuto dengan erat saat perjalanan. Seakan Yui takut jika Yuto pergi dari hadapannya lagi.


'Aku tidak akan membiarkanmu pergi lagi... Yuto..'


Mengenai itu, Yuto menjadi sangat mengerti dengan tingkah laku Yui saat ini yang sedikit aneh.


Dan pada saat itu, ia langsung memasang wajah masam. 'Maafkan aku Yui.'


Dan lalu Yui melihat raut wajah Yuto yang masam. Itu membuatnya menghentikan langkahnya. "Kenapa kau berhenti Yui?"


Yuto bingung dengan alasan Yui berhenti. Dan pada saat itu ia melihat Yui meneteskan air matanya dengan tangan yang gemetaran dan terus menggengam dengan sangat erat.


Melihat hal tersebut membuatnya cukup terkejut, dan mengerti alasan kenapa Yui menangis...


"Kenapa...? Kenapa? Kenapa kau selalu meninggalkan aku di saat - saat seperti ini? Heeey katakan kenapa kau selalu seperti itu!"


Emosi Yui perlahan mulai meledak kepada Yuto, emosi yang selama ini ia pendam kepada Yuto akan ia lepaskan semuanya. Seperti rasa marah,kesepian,dan kesedihan... Semuanya...


Akan ia katakan sekarang juga.


"Aku tidak bisa mengatakannya..."Jawab Yuto dengan muka masam..


"Kenapa kau selalu seperti itu Yuto!! Asal kau tahu, aku selama ini selalu menahan selama ini! Kau selalu pergi... Dan terus meninggalkanku sendirian di rumah... Semuanya!"


"Apakah kau tahu jika aku sangat kesepian!? Heeey! Katakan kenapa!? Kenapa kau selalu saja seperti ini!? Ini begitu menyakitkan!"


"Kau kira aku ini apa di matamu ha!? Apakah aku tidak penting bagimu sehingga kau terus meninggalkan aku pergi dan sendirian di sini!? Aku sudah bosan dengan hal ini!"


Yuto sama sekali tidak bersuara dan hanya diam mendengar amarah dari Yui. "Katakan saja yang sebenarnya Yuto! Apakah kau sudah bosan denganku!? Apakah kau sudah tidak mencintaiku lagi!? Jika seperti itu... Lebih baik aku saja yang pergi dari hadapanmu!"


Dan mengenai semua pernyataan emosi yang di katakan Yui saat ini. Yuto hanya menjawabnya dengan senyuman hangat yang memiliki arti yang sangat besar bagi Yui.


Hingga pada saat itu, Ia langsung memeluk Yuto dengan begitu erat dan penuh emosi yang campur aduk dalam dirinya. "Dasar bodoh... Yuto kau bodoh!"


"Dasar tidak peka! Lelaki bodoh! Tukang selingkuh! Kenapa kau selalu seperti ini!? Kenapa kau selalu tidak mengerti... Bahwa aku sangat mencintaimu...!"


"Ya... Aku tahu. Tapi aku tetap tidak bisa memberitahu alasannya... Setidaknya aku tidak ingin kau dalam bahaya... Jadi bersabarlah hingga aku bisa mengatakannya."


"Bodoh, kenapa kau selalu seperti ini?"


"Itulah aku, jadi bersabarlah karena pasanganmu seperti ini..."


"Iya... Tapi tolong jangan pergi hari ini saja...aku mohon---!"

__ADS_1


Dan lalu Tekuk leher Yui di pukul oleh Yuto dan membuat Yui pingsan seketika. "Maaf, ini semua demi keselamatanmu."


__ADS_2