Sistem Kekayaan : Nano Teknologi

Sistem Kekayaan : Nano Teknologi
Chapter 86: Monster?


__ADS_3

Chapter 86


Semua murid yang melihatnya terdiam seketika setelah melihat kehadiran Hanagi Togaka. Lalu dengan tatapan dinginnya ia berjalan memasuki sekolah tanpa sepatah katamu kepada guru.


Dan bisa di bilang, sifatnya tidak ada perubahan dan yang berubah hanyalah kondisi tubuhnya sekarang setelah 2 bulan lebih tidak terlihat.


Tubuhnya lebih berotot dan wajahnya bertambah tampan saat ini. Tapi tetap saja reputasinya di sekolah sudah anjlok setelah kabar kekalahannya dengan Yuto.


Tapi semua murid tidak tahu yang mengalahkannya adalah Yuto, ya bukannya tidak tahu melainkan itu masih belum pasti benarnya. Tapi tetap saja yang belum pasti hanyalah lawan bertarungnya dan berita kekalahannya itu sudah pasti real.


Kemudian semua orang yang ada mulai menyingkir dari jalan Hanagi dan terus berbisik membicarakannya. Kejadian ini sama halnya seperti yang di alami Yuto dulu saat dirinya di Buly.


"Roda dunia terus berputar" itu adalah kata - kata yang tepat setelah melihat kejadian ini.


Hanagi nampak tidak mempedulikannya dan terus berjalan menuju gedung sekolah. Tapi saat ia berjalan dirinya melewati seseorang yang sangat ia kenali.


Setelah melihatnya ia tersenyum licik. 'Semua penghinaan ini, akan segera ku balas Yuto!'


Namun Yuto telah memperkirakan semua itu akan terjadi. Dan pada saat itu Yuto hanya melihat Hanagi sebelah mata dengan tatapan dinginnya.


Dan Yuto tersenyum tipis saat itu. 'Mari kita lihat apa yang kau lakukan nanti. Hanagi' Batin Yuto yang tersenyum licik.


Mulai detik ini perselisihan lama di mulai lagi setelah selang 2 bulan lebih lamanya. Dan apakah hasilnya akan tetap sama seperti dulu atau justru berbeda? Entahlah semua ini masih belum jelas.


Tapi mari kita lihat bagaimana perkembangan perselisihan mereka yang terus berlanjut.


Lalu Yui melihat ada wajah Yuto yang nampak aneh, ia bingung dan bertanya. "Apakah ada sesuatu yang seru Yuto?"


"Tidak ada Yui, mungkin kau salah lihat."Jawab Yuto


"Heh... Kukira ada sesuatu yang seru jadinya aku bertanya."Ucap Yui yang mengeluh


"Hahaha, kalau ada sudah ku beritahu dari awal Yui."Ucap Yuto yang tertawa.


Kemudian mereka masuk ke dalam gedung sekolah dan mulai mengganti sepatu yang di khususkan di pakau di dalam gedung sekolah.


Lalu tidak lama kemudian, mereka berpisah di tengah koridor dan Mau ke kelas masing - masing. "Baiklah kita akan berpisah di sini. Sampai nanti."


"Ya sampai nanti."


Kemudian mereka pergi ke kelas masing - masing. Namun saat itu Yuto mengetahui ada seseorang yang mengawasinya dari kejauhan. Dan saat itu Yuto meliriknya '1 km dari sini.'


Lalu saat ia meliriknya, ternyata seseorang sniper sedang memembidik Yuto dari kejauhan. Dan pada saat itu Yuto tersenyum tipis. 'Heh... Tidak ku sangka dia memulainya dengan ini. Baiklah akan ku ikuti permainanmu ini.'

__ADS_1


.......


.......


Lalu dari atas gedung, terdapat 1 berpakaian serba hitam yang sampai menutupi wajahnya. Setelah itu ia nampak sedang memegang sebuah sniper dan sedang membidik seseorang yang ada di Gedung sekolah Sma.


"Tuan Hanagi, aku sudah melihat target."Ucap orang itu yang menguhubungi seseorang


[Bagus, kau boleh menembaknya kapan saja.]


"Baiklah, akan segera saya lakukan."Kemudian dia mulai membidiknya lagi dan melihat orang yang sedang di bidiknya sekali lagi.


"Baiklah... Sudah waktunya aku me---"Dan sebelum ia menembaknya.


Ia melihat dari dalam teropongnya bahwa orang itu sedang meliriknya dan tersenyum kepadanya. Dan pada saat itu ia sangat terkejut dan matanya membelak tidak percaya.


'A-apa - apaan dia itu, apakah dia itu monster! jarak 1km dia bahkan bisa mengetahui bahwa dirinya sedang di awasi!? Yang benar saja!'


'Sial! Aku tidak tahu bahwa orang yang selama ini Tuan Hanagi musuhi adalah Monster! Aku harus segera menembaknya!'


Ia panik dan sangat kaget dengan apa yang baru saja di lihatnya. Dan setelah itu ia langsung menekan pelatuknya.


*Klek!*


*Dor!*


'Peluru itu bahkan bisa menembus Tank, seharusnya dia mati dalam sekali tembak!'Pikir orang itu.


Namun semua yang dia pikirkan salah besar karena sekarang dia berhadapan dengan seorang manusia yang memiliki teknologi alien yang sangat maju.


........


......


Lalu kurang dari 1 detik peluru itu telah sampai ke target dan memecahkan kaca jendela yang ada di gedung sekolah.


*Pyar!*


Dan pada saat itu, semua murid yang ada sangat terkejut. Namun berbeda dengan Yuto Tanaka yang sekarang ia sedang di targetnya oleh sniper itu.


Lalu ia melihat peluru itu berada di depan matanya, dan karena kecepatannya sudah tidak jauh berbeda dengan peluru itu. Ia dengan sangat mudah dapat menangkapnya menggunakan jari.


*Tek!*

__ADS_1


"Terima ini."


Setelah itu ia langsung mengembalikan peluru itu dengan melemparnya menggunakan jari jempolnya tersebut.


Sementara di sisi orang yang memegang sniper itu. Ia sangat terkejut dengan apa yang di lihatnya sekarang. "T-tidak mungkin! Ini sangat tidak mungkin! Dia menangkapnya dengan sangat mudah!? Aku harus segera memberitahunya kepada tuan ha---"


Namun sebelum dirinya menghubungi Hanagi, sesaat sebuah peluru dengan sangat cepat meluncur dan melubangi kepala orang itu.


*Dor!*


"E-eh..."


Dan seketika orang itu langsung terjatuh lalu mati di tempat. Namun saat itu juga ia telah tersambung ke Hanagi.


Saat itu juga Hanagi menerima panggilannya tapi saat ia berbicara, tidak ada jawaban darinya hingga beberapa kali. Dan pada saat itu Hanagi langsung mengetahuinya.


Dan sekarang Hanagi nampak sedang berada di Belakang Gedung sekolah. Lalu terlihat raut wajahnya sangat marah karena sesuatu.


"Sialan! Apa - apaan kau Yuto! Kau sudah menjadi monster setelah 2 bulan terakhir aku bertemu denganmu!"


"Sial! Sial! Sial!"


Dia sangat marah dan terus memukuli tembok sekolah hingga temboknya retak setelah menerima pukulannya itu. "Jika terus seperti ini, penghinaan ini tidak akan lepas dariku! Sial! Bajingan! Bangsaaat!"


"Yuto! Awas saja... Aku pasti akan membunuhmu dan membalas penghinaan yang telah kau perbuat!"


Tanpa di sadari Hanagi, Yuto telah mengawasinya dari drone invisible yang dia kendalikan saat ini. Drone itu telah merekam semua tindakan dan perkataan yang telah di perbuat Hanagi saat ini.


Lalu dari dalam gedung sekolah ,lebih tepatnya di koridor lantai dua yang berada di depan kelas 2-A. Nampak semua orang ramai dan panik saat ini


"Semuanya! Apakah kalian baik - baik saja?"Dan guru yang berada di dekat kejadian itu langsung melihat keadaannya.


"Iya, kami baik - baik saja Pak Guru! Tapi Yuto terkena pecahan kaca itu dan melukai tangannya!"Ucap salah satu murid yang ada di tangan Yuto.


Lalu guru itu mulai mengecek keadaan Yuto. "Kau tidak apa - apa Yuto?"


"Ya , saya tidak apa pak guru. Ini hanya luka kecil saja."Ucap Yuto yang tidak menunjukan rasa sakit.


"Lebih baik kau pergi ke UKS Yuto dan obati lukamu itu."Suruh guru itu.


"Baik, saya akan segera kesana."


Setelah itu Yuto mulai berjalan Ke UKS untuk mengobati lukanya tersebut. Dan sebenarnya luka yang ada di tangan Yuto itu tidak terluka sama sekali saat itu,namun supaya tidak menimbulkan kecurigaan.

__ADS_1


Ia sengaja melukai tangannya dengan pecahan kaca itu. Dan pada saat itu ia tersenyum licik


"Permainan ini telah di mulai, Hanagi"


__ADS_2