
Chapter 47
Setelah itu Yuto kembali mengecek hpnya dan membuka Line. Dan pada saat itu terlihat Yui memberinya pesan. Melihat pesan itu dia hanya tersenyum lega. "Sudah jam berapa ini ya?... Oh jam 1 Pagi."
"Hm... Tidur di rumah saja."
Setelah itu Yuto segera pergi dari tempat ini dan kembali ke rumahnya. Lalu saat masuk ke dalam rumahnya sudah sangat berantakan karena keributan yang di buatnya hari ini. "Bersih - bersih dulu atau tidur dulu ya?"
[Tidur dulu saja Tuan.]
"Iya juga, aku bisa membereskan semua ini setelah tidur."
[Benar, Tuan.]
Lalu Yuto pergi masuk ke dalam kamar nya dan langsung berbaring ke kasur kesayangannya. "Hahhhh....!" Terdengar dia menghela nafasnya dengan sangat berat.
"Ini... Pertama kalinya aku membunuh. Rasa nya seluruh tubuhku gemetaran dan jantungku berdegub dengan sangat kencang."
[Itu karena mental Tuan masih belum cukup kuat.]
"Ya... Mentalku masih sangatlah lemah."
Walaupun Yuto Tanaka sudah menjadi sangat kuat dengan bantuan Nano Teknologi, Namun tetap saja mentalnya hanya seukuran remaja biasa. Meski dia sudah melukai banyak orang... Tetap dia akan merasa ragu untuk membunuh di dalam hatinya.
Benar dia masihlah remaja yang masih perlu banyak belajar dari kenbenaran Dunia ini. Pengetahuan dan pengelamannya masih sangatlah kurang.
Lalu dia mulai melentangkannya tubuhnya itu di kasurnya dan matanya menatap ke atas. Dan dia meneteskan air matanya sedikit demi sedikit. Melihatnya dia langsung mentupi wajahnya itu menggunakan Lengan miliknya.
"Aaaah... Sial... Sial... Aku sampai menangis seperti ini..."
[Lebih baik menangis dari pada menahannya terus Tuan. ]
Mendengarnya dia meneteskan air matanya dengan begitu deras, dan karena dia tidak ingin di dengar oleh siapapun... Dia menahan suaranya agar tidak keluar.
[Bagus lah Tuan]
.....
.....
.....
Di Pagi harinya, Terlihat Yuto sedang berada di depa Kafe milik Ayase dan menjemput Yui di sana. Lalu saat Yuto masuk ke dalam Kafe. Ia sangat terkejut dengan apa yang di lihatnya.
Benar apakah ini nyata atau hanya halusinasinya saja. Sekarang dia melihat Yui sedang memakai pakaian Maid. "Heh?"
Dan Nampak Yui sedang mengantar makanan pelanggan yang mereka pesan. Ia sama sekali tidak tahu mau berkata, ini adalah seperti pemandangan sekali dalam seumur hidup.
"Oh Yuto, kau datang juga."Ayase memanggil Yuto yang masih terdiam di depan pintu itu.
"Kak Ayase apa maksudnya ini?"Tanya Yuto yang cukup bingung.
__ADS_1
"Oh itu... Ceritanya gampang. Sepertinya Yui ingin bekerja sekaligus belajar memasak di sini. Jadinya aku mengijinkannya bekerja paruh waktu di sini."Jelas Ayase.
Mendengarnya Yuto hanya menghela nafasnya. "Jadi. Kenapa sekarang Yui memakai pakaian Maid? Bukannya dia hanya ingin belajar memasak?"Yuto bertanya kembali
"Oh masalah itu karena Yui nampak sangat tertarik dengan pakaian maid dan katanya dia ingin sekali mencobanya. Jadi aku memberinya Pakaian maid yang tersisa..."Jelas Ayase
"Tapi... Tidak ku sangka Kafe milikku akan menjadi seramai ini cuma gara - gara kecantikan dan keimutan Yui saat memakain Pakaian Maid."Lanjutnya.
Mendengar itu Yuto kembali menghela nafasnya. "Ya biarlah karena itu keinginannya. Dan juga dia akan mendapatkan pengalaman yang sangat berguna di masa depan."
"Ya kau benar. Tapi aku cukup kagum padanya..."Ujar Ayase
"Kenapa?"Tanya Yuto
"Hanya dalam 1-2 Jam dia sudah beradaptasi dengan sangat baik dan dia bekerja tanpa ada kesalahan sedikitpun. Ya bagaimana bilangnya... Dia itu Jenius."Jelas Ayase kepada Yuto
"Ya, aku sudah mengetahui itu saat aku bertemu dengannya. Aku pikir dia itu bisa merebut posisi satu dari ku di sekolah dengan sangat mudah."Ujar Yuto.
"Heh..."Ayase menatap wajah Yuto.
"Dari pada kau diam di situ, lebih baik kau duduk di tempat duduk yang kosong dan lihat pekerjaan Yui."Saran Ayase.
"Ya."Jawab Yuto
"Baiklah, aku lanjut kerja dulu ya."
Lalu Ayase kembali bekerja dan Yuto duduk di kursi pelanggan yang kosong. Lalu dari sana dia memperhatikan pekerjaan Yui yang nampak begitu hebat. Mulai dia berbicara kepada pelanggan,postur tubuhnya.... Semuanya dia bisa melakukannya dengan sangat sempurna.
"Guhak!"
Merasakan damage yang sangat besar karena sangking imutnya senyuman Yui. Dan Yuto melihatnya hanya tersenyum kecut karena tidak menyangka hal itu.
Setelah itu Yui mendekat ke arah Yuto dengan sangat senang. Lalu tiba - tiba dari arah berlawanan seorang laki - laki dengan sengaja menabrak Yui.
*Brak!*
Sehingga tidak sengaja Yui menumpahkam minuman yang tadinya untuk Yuto ke pakaian laki - laki yang menabraknya itu.
"M-maaf!"
"Aaah... Sial... Bajuku jadi basah karenamu... Hey kau akan bertanggung jawab kan?"Tanya Laki - laki itu yang terdengar mengancam.
"Be-bertanggung jawab apa?"Tanya Yui
"Cepat sujud dan jilat sepatuku!"Bentak Laki - laki itu.
Mendengarnya Yui menjadi sangat terkejut. "T-tidak mau."
"Apa yang kau katakan ha!? Seharusnya pelayan ini tunduk kepada Tuannya kan!?"
Sedangkan semua orang melihatnya menjadi sangat marah karena telah merendahkan Yui dan pelayan - pelayan Maid di sini. Namun tidak ada yang berani melawan karena tampang laki - laki itu yang begitu mengerikan.
__ADS_1
"Jangan malah diam saja! Ce..."Sebelum dia menyelesaikan perkataannya. Seseorang menepuk pundaknya dari belakang.
Orang itu adalah Yuto.
"Jangan ganggu aku! Apa mau mu ha dasar pecundang!?"Marah laki - laki itu.
"Mudah saja...."
*Ghak!*
Seketika Yuto mencekik leher laki - laki itu dan mengangkatnya ke atas. "A-apa yang kau lakukan... Lepaskan ak..."
Saat itu juga dia melihat Tatapan Yuto yang begitu dingin dan sangat mengerikan dengan niat membunuh yang sangat besar kepada dirinya itu.
Seketika dia gemetaran ketakutan. "Jika kau tidak ingin mati... Pergi dari sini sekarang... Mengerti?"
Dan Yuto menambah cengkraman tangannya itu sehingga membuat laki - laki itu kesulitan bernafas.
"Cepat jawab. Jika tidak kau akan mati disini."
"A-aku mengert...i le-lepaskan aku..."
Dan lalu Yuto melepaskan cengkramannya dan menjatuhkan laki - laki itu ke lantai. "Hah... Hah..."Sedangkan laki - laki itu bernafas dengan sangat cepat.
Lalu pada saat itu juga. Dia melihat dari bawah Laki - laki yang bernama Yuto itu menatapnya dengan dingin. "Minta maaflah kepada Yui, jika tidak... Ku bunuh loh."
Setelah mendengarnya Dia langsung bersujud meminta maaf kepada Yui dan lalu dia langsung lari keluar kafe dengan wajah yang sangat ketakutan.
Dan pada saat itu juga, semua orang terdiam setelah melihat Yuto membuat Laki - laki itu ketakutan. Lalu beberapa saat kemudian..."Hebaaaaat!"
"Kau sangat hebat!"
"Kau laki - laki sejati kawan!!!"
"Hebat sekali!"
Yuto tidak mempedulikan sorakan - sorakan itu, dan dia langsung kembali ke tempat duduknya itu... Tapi sebelum itu.
*Cump!*
Yui menarik tangan Yuto dan menciumnya dengan tiba - tiba. "Terimakasih."
Dan saat itu juga, sorakan kagum itu berubah menjadi tatapan marah dan iri.
"Hahaha..." Yuto hanya bisa tertawa pasrah saat itu.
...~Author Riza~...
...Yo bagaimana? Bagus tidak? Jika bagus mohon berikan Like,Vote dan Komennya ya teman - teman....
...~Salam Dari Author Riza~...
__ADS_1