Sistem Kekayaan : Nano Teknologi

Sistem Kekayaan : Nano Teknologi
Chapter 93: Ibu?


__ADS_3

Chapter 93


Sedangkan di sisi Yuto yang baru saja masuk ke kafe. Ia segera menghampiri Yuki dan Ken yang sedang duduk di bangku para pelanggan.


"Apa kalian sedang beristirahat?" Tanya Yuto kepada mereka berdua.


"Ya. Seperti biasa,kafe ini sangat ramai."Jawab Yuki


"Tapi,bagiku itu bukanlah hal yang melelahkan ,ini cuma pemanasan saja."Lanjut Ken


"Heh... Lalu bagaimana dengan yang lainnya?"Tanya Yuto sekali lagi.


"Aku sudau menyuruh mereka pulang dan beristirahat. Ya mereka sudah bekerja sangat keras hari ini."Jawab Yuki yang menjelaskan.


"Dan sekarang,sisanya hanya menata bangku - bangku. Ya karena aku dan Ken bisa melakukannya sendiri,jadi tidak masalah."Lanjut Yuki


"Benar, tenang saja Bos!"Ucap Ken dengan semangat.


"Semangat yang bagus dan jangan panggil aku bos, rasanya cukup aneh Ken."Ucap Yuto yang meminta.


"Dan aku tadi melihat 3 orang asing yang keluar dari kafe ini,apakah mereka adalah pelanggan terakhir hari ini?"Lanjut Yuto


"Ya,emang ada apa Yuto?"Tanya Yuki


"Tidak,aku cuma penasaran saja dengan kedua wanita itu. Mereka terlihat begitu cantik..."Jawab Yuto dengan nyengir


Mendengar hal itu,Yuki sedikit kesal karena ia sangat tidak menyukai Yuto memandang wanita dari fisiknya saja. Apalagi Yuto juga sudah memiliki Yui lalu dia juga sudah merebut kesucian Yui begitu juga dengan dirinya.


Dan... Dirinya juga mencintai Yuto,ya walaupun dia tidak bisa mengatakan hal itu yang sebenarnya.


Meski Yuto mengatakan mereka itu cantik,tapi Yuto hanya bercanda. Ya tidak sepenuhnya bercanda.


"Tolong jangan menilai wanita hanya dari fisiknya Yuto,kau sudah kelihatan seperti b*jingan!"Ucap Yuki dengan cukup kesal.


"Hahahaha... Aku cuma bercanda, jadi tidak perlu sekesal itu!"Ucap Yuto yang tertawa


"Walaupun kau bercanda,itu tetap saja akan membuat orang yang mencintaimu cemburu! Contohnya saja Yui,dia itu gadis yang tidak bisa menahan rasa cemburunya!"Jelas Yuki dengan kesal


"Lalu,kenapa kau begitu kesal? Yang seharusnya kesal itu seharusnya Yui bukan kau? Hm... Apa jangan - jangan rasa kesalmu itu seperti rasa cem----"


"Ha? Apa maksudmu? Aku cemburu? Hahaha... Tolong jangan kepedean seperti itu Yuto."Ucap Yuki dengan tatapan datar dan dinginnya.


Ya jujur saja,itu rasanya menyakitkan jika kalian merasakan itu. Ya walaupun begitu Yuto masih bisa menahannya karena dirinya sudah cukup terbiasa dengan kata - kata itu.


Ya walaupun itu rasanya seperti hatinya di tusuk oleh ribuan jarum.


"O-oke, kata - katamu itu cukup menyakitkan juga ya,Yuki."Ucap Yuto

__ADS_1


Sedangkan Ken yang melihatnya,hanya menghela nafas cukup dalam. "Hah... Yuki,jika kau terus seperti itu kau tidak akan bisa mendapatkan satupun pasa----"


"Bersisik kau babu!"Ucap Yuki dengan tatapan dinginnya.


*Jleb!*


Hati Ken terluka begitu dalam dan ia langsung tersungkur ke lantai karena tidak tahan rasa sakit di hatinya itu.


Dia bahkan hampir menangis karena ulahnya itu. "Y-ya... Aku memang babu! Aku itu babumu! Jadi tolong jangan katakan itu!"


"Heh... Akhirnya kau mengerti juga Ken, jadi sekarang ku perintahkan kau untuk membereskan semua kafe ini dengan sempurna dan tanpa ada noda sedikitpun!"


"H-ha? B-bukanny---"


"Tidak ada penolakan, dan Babu tidak boleh membantah!"


"B-baik..."


Karena takut dengan tatapan Yuki,ia jadi menurutinya dengan terpaksa. Sedangakan Yuki saat ini seperti nyonya besar yang sangat galak seperti yang ada di sinetron.


Saat itu Yuto langsung undur diri karena tidak ingin terlibat masalah Ken yang jadi Babu nya Yuki. "Ahahaha... Baiklah,aku undur diri dulu ya..."


Dengan cukup cepat,ia segera keluar dari kafe dan meninggalkan Ken yang sedang di Babu oleh Yuki yang sudah mulai kumat itu.


....


Saat malam hari di Kyoto, terlihat Yuto sedang duduk di pinggir taman sembari menikmati kopi hangat yang di tersedia di mesin penjualan,tidak hanya itu nampak ia sedang menggunakan sebuah jaket tebal dan syal hangat yang baru saja di buat oleh Yui baru - baru ini.


Dan di depan Yuto juga banyak sekali pasangan - pasangan yang sedang bermersaan di sana dengan penuh bahagia. Yuto saat melihatnya hanya bisa menghela nafasnya karena dia tidak bisa bermersa - mersaan seperti yang lainnya


Ya alasannya hanya satu, yaitu Istri paling cantik dan super imutnya sedang tidur di rumahnya dengan sangat nyenyak.


Lalu kenapa Yuto bisa mengetahuinya? Ya karena Yuto telah meletakan beberapa Drone Invisible untuk melindungi Yui dari bahaya yang saat dirinya sedang tidak ada di dekatnya.


Tidak hanya itu, Yuto juga telah menambahkan beberapa fungsi menembak dengan peluru laser di Drone itu. Ya itu di lakukan hanya untuk melindungi Yui.


Bagi Yuto, Yui adalah segalanya, ia rela melakukan apapun demi keselamatan dan kesenangan Yui. Ya bisa di bilang Yuto sudah sangat mencintainya dari awal dirinya bertemu.


"Hm... Mungkin sudah waktunya aku pulang ke rumah."


Setelah Yuto menghabiskan kopi hangatnya,ia berniat untuk pulang Ke Tokyo dan pulang ke rumahnya karena dia sudah tidak ada urusan lagi di sini.


Namun saat dirinya hendak pergi, tiba - tiba seseorang yang sangat ia kenali muncul di hadapannya saat itu dan melewatinya.


Wanita berambut hitam legam, memiliki mata pupil biru, dengan postur tubuh yang sangat sempurna dan memiliki wajah yang sangat cantik.


Umurnya berkisar 36 Tahun. Dan saat itu dirinya nampak begitu terkejut saat melihatnya,matanya membelak tidak percaya saat melihatnya. "Ibu..."

__ADS_1


Namun saat dirinya melihatnya lagi, dia sudah menghilang karena masuk ke dalam kerumunan orang yang begitu ramai.


'Tidak ada...? Tidak, dia pasti di sini! Aku harus segera mencarinya!'


Benar, yang tadi dirinya lihat adalah Ibunya yang sudah lama tidak terlihat selama 10 Tahun. Dan saat itu ia mulai mencarinya di dalam kerumunan orang.


Karena terlalu ramai,ia segera mengambil tindakan dengan menyuruh Drone Invisible yang tidak terlihat itu untuk mencari Ibunya itu.


Dan Drone yang di perintahkan bukan hanya satu saja,tapi puluhan Drone ia luncurkan untuk mencarinya.


'Aku pasti akan menemukanmu,Ibu! Setelah itu aku akan menanyakan kenapa kau melakukan semua itu padaku!'


Drone mulai terpencar di segala penjuru taman yang cukup luas ini. Lalu di sisi Kanan taman, Yuto akhirnya menemukannya ibunya itu.


'Aku menemukannya! Aku harus segera menyusulnya!'


Setelah itu Yuto mulai mendesak ke arah kerumunan dan menuju ke lokasi yang ia tuju saat ini.


Lalu setelah susah payah dirinya mendesak ke kerumunan. Akhirnya dia sampai dan segera menarik wanita itu. "Anu!"


"Ya?"


Namun sayangnya, wanita yang ia tarik bukanlah ibunya melainkan wanita yang tidak ia kenali.


"Aaah... Maaf,aku salah orang."


"Tidak apa, baiklah saya pergi dulu ya."Ucap wanita yang hendak pergi dari hadapam Yuto.


Setelah itu ia pun menghilang di dalam kerumunan orang. Dan pada saat itu Yuto menjadi semakin bingung. 'Apa maksud semua ini!? Aku yakin,dia adalah ibuku! Sial! Kenapa sulit sekali untuk menemukannya!'


Yuto menjadi sangat kesal karena ia selalu gagal menemukan keberadaan ibunya!


Tapi, di atas gedung yang sangat tinggi dan itu letaknya cukup jauh dari Taman dimana Yuto berada. Terlihat seorang wanita berambut hitam legam dengan mata pupil biru ,dengan postur tubuh yang sangat sempurna dan sangat cantik.


Sedang melihat ke arah taman dengan tatapan dinginnya.


Lalu tiba - tiba, seorang pria bertubuh besar muncul di belakang wanita itu. "Nyonya Alvice, Sudah waktunya anda pergi dari sini."


"Ya, ayo kita pergi sebelum dia menemukanku disini."Ucap wanita yang bernama Alvice.


"Tapi,apakah tidak apa nyonya tidak berbicara dengan Anak anda?"Tanya pria itu.


"Tidak apa,jadi ayo kita pergi."Jawabnya dengan dingin.


Tiba - tiba sebuah lubang ruang dan waktu muncul di atas mereka, lalu lubang ruang dan waktu itu mulai menelan mereka layaknya angin.


Dan setelah lubang ruang dan waktu itu menghilang tanpa jejak. Sedangkan Yuto ia masih saja kesal dan tetap mencarinya.

__ADS_1


'Sial! Siapa dia sebenarnya!? Kenapa sulit sekali untuk di temukan!'


__ADS_2