Sistem Kekayaan : Nano Teknologi

Sistem Kekayaan : Nano Teknologi
Chapter 46: Selamat Tinggal...


__ADS_3

Chapter 46


10 Tahun yang lalu.


Terlihat seorang anak laki - laki berumur 6 tahun sedang terduduk lemas di pojok rumahnya. Muka mungil yang harusnya terlihat mulus untuk anak - anak seumurannya.


Kini nampak mukanya di penuhi oleh luka pukulan ,begitu juga dengan seluruh tubuhnya. "S...akit.."


Anak itu nampak kesakitan dan dia juga meneteskan air matanya dengan sangat deras. Lalu pintu ruangan yang ada di depannya terbuka... "Yuto! Beraninya kau bersembunyi dari ayahmu sendiri!"


Lalu terlihat seorang laki - laki berumur 30 tahunan dengan wajah sangar dan tubuh yang cukup berotot itu marah - marah saat memanggil Nama Anak itu.


Nama anak itu adalah Yuto Tanaka. Dan pria yang ada di depannya adalah Ayahnya yaitu Yami Tanaka.


Saat ini terlihat Yuto sangat ketakutan dan gemetaran setelah melihat Ayahnya itu. "Jadi kau di sini ya?... Bagus... Cepat ikut aku!"


Yami menarik tangan Yuto dengan sangat kasar dan menggeretnya keluar ruangan. "S-sakit! Aku minta maaf! Aku minta maaf... Jangan sakiti aku lagi! Aayah!"


"Berisik bocah jelek!"


*Plak!*


Yami menggampar muka Yuto yang mungil itu dengan sangat keras. Sehingga membuat luka di wajahnya tambah parah. "Maaaf! Maaaf! Maaaf! Jangan pukul aku lagi... Tolong jangan pukul lagi!"


"Itu... Sakit!"


Yuto memohon dan bersujud dengan penuh tangisan dan harapan di depan Ayahnya itu supaya tidak memukulnya lagi.


Melihatnya Yami menjadi kesal dia menendangnya hingga membuat Yuto terlempar ke pojokan dengan sangat keras.


*Brak!*


"Ghak! Uhuk! Uhuk!"


Setelah di tendang oleh Yami, dirinya merasa tidak bisa bernafas dan batul beberapa kali. Dirinya sangat kesakitan... Setiap hari dia selalu merasakan hal ini. Sungguh hebat dia bisa bertahan hingga saat ini...


"Sakit... Sakit... Sakit...!"Yuto berteriak dengan kesakitan di dalam ruangan gelap itu.


Sedangkna Yami melihatnya hanya berdecak kesal. Setelah itu dia melempar sebuah Roti di lantai.


"Cih! Makanlah... Bisa repot jika kau mati sekarang."


Setelah itu Yami langsung keluar lalu menutup pintu itu dengan sangat rapat dan meninggalkan Yuto di ruangan gelap itu sendirian...


....


....


....


Di masa sekarang... Terlihat Pria bertopeng dan berjubah hitam sedang bertarung melawan Yami yang sedang menyerangnya dengan sebilah katana yang cukup tajam.


Dia adalah Black. "Rasakan ini!"


Yami menebas Black secara vertikal, tapi dia langsung menghindarinya dengan menundukan badannya itu.


*Sring!*


Setelah itu, Black langsung memukul Yami dengan sangat keras ke arah wajahnya. Namun pukulan itu langsung di tahan menggunakan Bilah Katana itu


*Tang!*


"Kau tidak akan bisa mengalahkan aku! Pesuruh!"Yami mendorong Black dengan sangat kuat sehingga membuatnya mundur beberapa langkah.


Mendengar perkataan Yami, dia menjawab nya dengan singkat "Oh begitu."


*Stap!*

__ADS_1


Yami melompat ke depan cukup tinggi dan dia langsung mengayunkan katana nya dari atas. "Matilah!"


Melihatnya Black langsung menahan pedang itu dengan menghempitkan Kedua telapak tangan nya ke Bilah katana itu. "Cih!" Yami berdecak kesal melihat serangannya di tahan.


*Bugh!*


Setelah itu Black langsung menendang Perut Yami dengan cukup keras. Dan itu membuat yami terpental cukup jauh.


*Swosssh!*


Black tidak berhenti menyerang, dia melesat dengan kecepatan tinggi ke arah Yami. Dan dia langsung melancarkan beberapa pukulan kepada Yami.


*Bugh!*


*Tang!*


*Bugh!*


*Tang!*


Dan pukulan yang di lancarkannya ada yang mengenai tubuhnya dan ada juga yang mengenai bilah katana Yami.


Namun tetap saja itu memberikan luka yang cukup parah kepadanya. Dan Yami pun terhentak di sebuah pohon cukup keras.


Sangking kerasnya pohon itu sampai tumbang. "Guhak!" Yami memuntahkan sedeguk darah.


"Hebat juga kau bisa bertahan setelah menerima serangan itu."Ucap Black dengan nada dingin.


"Jangan remehkan aku! Pesuruh!"Teriak Yami dengan sangat marah.


"Terserah kau saja. Tapi asal kau tahu... Aku masih belum serius loh..."Jelas Black dengan nada dinginnya.


"Hahahaha! Aku tidak percaya!"


Yami yang tidak percaya dia langsung menyerang kembali Black menggunakan Katananya itu.


"Kau mau apa ha!? Dasar pesuruh yang tidak berguna!"


Dan Black menarik nafasnya dalam - dalam. Lalu setelah itu dia memukul Yami dengan sangat keras... ""


"Hahaha! Dasar leeee----"


*BOOM!*


Setelah melancarkan pukulannya, sektika Katana beserta dengan Tangan Yami hancur seketika.


"Huh?"


Awalnya Yami bingung tapi seketika dia mulai sadar bahwa tangan beserta katananya sudah hancur seketika tanpa ada sisa. Melihatnya Yami menjadi aangat terkejut dan merasakan sakit yang sangat luar biasa.


"AAAAAAAAAAAAAA! Ta-tanganku.... Tanganku!"


"Tidak mungkin... Tidak mungkin! Pukulan ini sama kuatnya dengan bosss! Sial!sial!sial!!!!!"


Yami terus memegang tangannya yang hancur itu. Sedangkan Black... Dia melihat Yami dengan tatapan dingin dan penuh dengan Intimidasi di balik topengnya itu.


"Apa kau sudah lihat? Itu kekuatan serius ku..."


Mendengar itu Yami menjadi gemetaran ketakutan. "T-tidak jangan mendekat..."


*Bhuk!*


Black menendang tubuh Yami dan membuatnya terlempar menghentak pohon.


*Brak!*


"Ghak!"

__ADS_1


Yami merasakan sakit di seluruh tubuhnya itu... "J-jangan bunuh aku..."


"Aku akan memberikan uang berapapun yang kau minta! 10 juta?40 Juta?100 Juta? Akan ku berikan! Asal jangan membunuhku!"Ucap Yami yang sangat ketakutan.


"Uang lagi... Uang lagi... Aku sudah bosan dengan fisolsofi hidupmu... Uang adalah segalanya,uang bisa membeli nyawa,uang bisa membeli hati seseorang. Tapi lihat... Kali ini uang tidak bisa membantumu kan?"


"Sayang sekali... Aku tidak tertarik dengan Uang."


Jelas Black dengan nada yang begitu dingin dan pada saat Black mendengar perkataan dari Black.


Dirinya sangat terkejut "T-tidak mungkin... Siapa kau sebenarnya? Ba-bagaimana kau mengetahui kata - kata itu?"


"Hahahahaha! Kau nampak begitu terkejut ya... Yami?... Baiklah aku akan menjawab bagaimana aku tahu Fisolsofi hidupmu itu..."


Lalu perlahan Topeng itu hilang dari wajah Pemuda itu... Dan pada saat itu juga... Yami melihat dengan jelas wajah dari pemuda itu.


Yami begitu terkejut dengan apa yang di lihatnya sekarang dan tidak percaya. "T-tidak mungkin... Kau Yuto?"


"Ya... Bocah yang selalu kau siksa dari kecil. Jadi bagaimana rasanya kau di kalahkan oleh bocah yang kau siksa saat itu? Apa rasanya begitu memalukan?"Tanya Black atau Yuto.


Yami menatap dengan tidak percaya dan diam seketika. "Hahaha... Aku tidak menyangkanya..."


"Aku di kalahkan oleh bocah sepertimu..."


Yami berkata dengan pasrah. Dan dia hanya menundukan wajahnya ke bawah dengan darah yang terus menetes di sekujur tubuhnya itu.


"Ya. Ini adalah balas dendamku. Jadi matilah Ayah."


Yuto mengeluarkan sebuah pistol dari sakunya dan menodongkan pistol itu ke kepala Yami.


"Ya. Tapi sebelum itu... Aku ingin memberi tahumu sesuatu Bocah..."


"Apa itu?"


"Sebenarnya aku bukanlah Ayahmu dan Ayah kandungmu adalah...."


Yami mengatakan yang sebenarnya. Dan setelah mendengar perkataan itu Yuto cukup terkejut.


"Ya. Aku sudah menduga kau bukalah Ayahku, jadi apakah hanya ini?"


"Ya."Ucap Yami yang tersenyum.


"Jadi matilah."


Yami menekan pelatuk Pistolnya itu dan menembak tepat di kepala Yami.


*Dor!*


Setelah di tembak, Yami langsung mati di tempat dengan raut wajah yang nampak lega.


Dan setelah Yuto membunuh Yami... Tiba - tiba dirinya meneteskan air mata.


"Terimakasih telah merawatku sampai sebesar ini Ayah. Aku tidak akan melupakan apa yang ku pelajari darimu."


Setelah itu Yuto mengangkat mayat Yami dan Dia mulai membuka pintu yang terhubung ke pasar gelap itu.


Dan dia langsung membuangnya ke dalam lalu dia menutup dan menyegelnya kembali dengan tumpukan batu yang sangat besar.


"Pasti akan ada seseorang menemukan mayatmu Yami, jadi selamat tinggal....


"Ayah.."


...~Author Riza~...


...Yo bagaimana? Bagus tidak? Jika bagus mohon berikan Like,Vote dan Komennya ya teman - teman....


...~Salam Dari Author Riza~...

__ADS_1


__ADS_2