Sistem Kekayaan : Nano Teknologi

Sistem Kekayaan : Nano Teknologi
Chapter 66: Tujuan


__ADS_3

Chapter 66


Masih di ruang perawatan di Wilayah kumuh kekuasaan Ren Tamaka, terlihat Juna yang sedang menyuapi Yuto makanan. Tapi tetap saja ia menolak untuk di suapi oleh Juna karena ia berniat untuk tidak selingkuh lagi dari Yui.


"Yuto kenapa kau tidak mau makan?"Tanya Juna yang mau menyuapi Yuto


"Itu karena aku ingin makan sendiri,bukan di suapi olehmu."Jelas Yuto yang menolak


"Kenapa?"Tanya Juna yang kesal


"Tidak ada alasan khusus, tapi aku hanya ingin makan sendiri."Tolak Yuto


Namun Juna masih terus memaksa untuk tetap menyuapi Yuto, tapi karena Yuto tidak ingin sehingga ia langsung merebut makanan dari Juna dengan sangat cepat. Lalu ia segera melahap semua makanan tersebut sampai habis sebelum Juna merebut kembali makanan tersebut.


"Sudah habis dan terimakasih atas makanannya."


Setelah itu Yuto langsung memberikan ajang dari makanan itu kepada Juna. Namun setelah melihat tingkah Yuto ,ia menjadi kesal. Namun karena sekarang Yuto masih sakit ia harus menahan rasa kesalnya itu.


"Hah~ Seharusnya kau makan dengan perlahan karena organ pencernaanmu mungkin masih terganggu karena luka Dalam itu."Jelas Juna


"Ya ya... Ini semua demi menyelamatkan harga diriku."Ucap Yuto yang tidak mempedulikan


"Terserah kau saja Yuto, tapi jika ada masalah jangan salahkan aku ya?"Ucap Juna yang pasrah


"Tentu saja aku akan menyalahkanmu."Ucap Yuto yang membuat Juna sendikit bingung.


"Ha? kenapa?"


"Itu karena kau sangat cantik sampai - sampai aku harus menjaga jarak untuk menghindari yang namanya selingkuh."Jelas Yuto yang tersenyum licik.


Mendengar hal tersebut ia sangat terkejut dengan apa yang di katakan Yuto, dan membuat muka Juna menjadi sangat merah karena malu. "H-heh?"


"K-kau bilang aku sangat cantik? T-te..."


*Swwwwsssss!*


Dan pada saat itu juga, sebuah sepatu dengan sangat kecang melayang dari luar dan langsung mengenai wajah Yuto dengan sangat keras.


*Bak!*


"Sakiiit! Siaaalan siapa yang melakukannya!?"Ucap Yuto yang sangat kesal.


"Itu adalah aku Yuto dan kenapa kau malah menggoda Juna? Bukannya kau sudah mempunyai Yui?apakah kau ingin selingkuh?"Ucap Ren yang masuk ke dalam.


"Ternyata kau Ren, ku kira tadi adalah Monyer"Ucap Yuto dengan datar

__ADS_1


"Entahlah, aku tadi mengincar hidung belang tapi malah mengenaimu Yuto. Maaf ya..."Balas Ren


"Tenang saja, aku juga mengiramu tadi Penjahat Kelamin. Jadi maaf ya Ren..."Balas Yuto


Dan Situasi mulai menjadi panas.


"Ha!? Penjahat kelamin katamu!?"


"Ha!? Hidung belang!?"


Ren dan Yuto menjadi sangat kesal dan menatap marah satu sama lain dengan urat otot yang terlihat di dahinya. "BAJINGAAAN! KU LADENI KAU!"


*Swsossssh!*


Dan lalu mereka mulai menyerang lalu bertarung seperti bocah dengan cacian - cacian yang mereka lontarkan secara bersamaan.


Mereka berdua memang tidak bisa akrab,ya hal tersebut memang sangat sering terjadi karena saat Smp juga mereka berdua terus bertengkar karena masalah sepele. Ya walaupun begitu mereka adalah Teman yang di bilang akrab.


Tapi tetap saja,mereka memiliki rahasia yang tidak bisa di kataakan saat itu.


"B*jingan!"


"B*ngsat!"


"T*lol!"


"Ba*i nge*et!"


"Mo*yet nge*et!!"


Sedangkan Juna yang saat itu sedang berada dalam ruangan tersebut. Ia hanya tersenyum canggung dengan melihat bahwa Tuan yang ia sangat hormati kini berkelahi karena masalah sepele dan apalagi pertarungan seperti bocah.


"Mereka memang sangat akrab ya?"


.....


.....


.....


Setelah beberapa menit bertengkar,akhirnya Yuto dan Ren sudah berhenti lalu sekarang terlihat mereka sedang duduk bersama seperti membicarakan sesuatu yang penting.


"Sudah 2 Hari kau menginap di sini dan karena kau sudah sembuh. Kau harusnya cepat pulang kerumah karena mungkin Yui akan khawatir padamu."Ujar Ren


Mendengar hal tersebut, Yuto cukup terkejut pasalnya ia sama sekali belum memberitahu siapapun bahwa ia dan Yui tinggal serumah.

__ADS_1


"Hm...? Bagaimana kau tahu aku dan Yui tinggal satu kamar?"Tanya Yuto yang penasaran.


"Ya karena kau selalu pulang bersama dengan Yui dan aku sempat melihatmu Yui masuk ke rumahmu. Lalu keesokan harinya aku melihat Yui keluar daru rumahmu. Jadi aku berfikir kau dan Yui tinggal satu rumah."Jelas Ren


Mendengar hal tersebut, Yuto langsung paham. "Lebih cepat dari yang ku duga, aku pikir 1-2 minggu lagi akan ada orang yang mengetahuinya tapi ternyata tidak. "Ucap Yuto yang pasrah.


"Jadi? Apa hanya itu?"Laniut Yuto


"Tidak, aku kesini untuk membicarakan sesuatu yang penting. Mari ikuti aku."


Setelah itu Ren beranjak dari tempat duduknya dan mulai pergi ke suatu tempat. Melihatnya ia langsung mengikuti Ren dari belakang.


Dan pada saat itu ia mengikuti Ren, ia melihat sekeliling wilayah kumuh yang di pimpin oleh Ren. Ya kesan pertama saat Yuto memasuki wilayah ini adalah 'Tempat yang buruk' dan ia berfikir bahwa orang - orang yang tinggal di sini tidak dapat hidup dengan nyaman dan bahagia.


Tapi nyatanya tidak. Sekarang yang ia lihat sangat berbeda karena nampak anak - anak bermain dengan sangat riang dengan pakaian dan alat seadanya. Air yang mereka konsumsi untuk sehari - sehari juga bersih.


Ya, semua kebutuhan pokok seperti pakan,pakaian dll. Itu sudah tercukupi asal penggunaan masih dalam normal/hemat


"Yuto, apakah kau tahu... Wilayah ini adalah wilayah yang di abaikan oleh para pemerintah di kota Tokyo. Kau tahu alasannya?"Tanya Ren yang serius.


"Tidak."


Yuto sama sekali tidak mengetahui apa jawaban apa yang akan di berikan kepada Ren.


"Alasannya karena tempat ini bagaikan ladang wanita bagi orang - orang kaya Dan sekaligus perbudakan."Jelas Ren


Mendengar hal itu, Yuto menjadi sangat terkejut. Dan menjadi cukup kesal. "Ya itu terjadi sebelum aku datang ke sini. Dan saat aku pertama kali datang hal yang ku lihat adalah penderitaan yang tiada akhir."


"Orang kaya akan menindas orang yang berkasta lemah. Maka dari itu aku memimpin semua orang untuk melawan semua orang yang terus menganiyaya mereka semua."


Yuto menjadi cukup kagum dengan apa yang di katakan Ren, tapi pada saat itu Yuto mulai menyadari sesuatu. 'Mungkin saja... Ibuku berasal dari sini juga.'


"Dan setelah itu, pemerintahan yang lama di gusur dengan pemerintahan yang baru. Tapi tetap saja... Wilayah kumuh ini di asingkan dan tidak di anggap sebagai bagian dari Tokyo..."


"...Lalu keberadaan wilayah ini di sembunyikan oleh publik."


Mendengar hal tersebut, Yuto paham dengan alasan kenapa tidak ada Lokasi yang menunjukan tempat ini. Ya alasannya karena tempat ini sudah di asingkan.


Ya jika kita melihat dari maps. Wilayah ini di Blur atau di hilangkan secara permanen dari basic data.


"Aku sudah paham. Jadi ini adalah alasan kau terus memimpin dan melindungi wilayah ini? Lalu alasan kenapa wilayah ini menjadi lebih baik adalah karena kau mencuri berbagai kebutuhan dari Pasar Gelap."Ucap Yuto yang memberikan kesimpulan.


"Benar sekali."Ucap Ren yang tersenyum tipis.


"Lalu bagaimana dengan Listrik? Setelah aku mengamati, tidak ada kabel listrik yang terhubung ke sini."Ujar Yuto

__ADS_1


Mendengar hal tersebut, Ren tersenyum "Itu pertanyaan yang bagus Yuto. Mencuri kebutuhan pokok di pasar gelap hanyalah sampingan... Dan yang utama adalah..."


"Mencuri Energi pengganti Listrik, Baterai "Ethels".."


__ADS_2