
Chapter 100
Di salah satu perumahan yang ada di Tokyo, terlihat sebuah rumah biasa - biasa saja yang cukup gelap dan hanya satu ruangan saja yang memperlihatkan cahaya yang cukup redup.
Di sana terlihat seorang Gadis Sma yang memiliki rambut Blonde yang berumur 16 Tahun sedang memainkan Ponselnya sambil tiduran. Dan nampaknya ia sedang cukup senang karena dari tadi dia tersenyum sambil bersenandung.
"Hm... Hm.... Tidak ku sangka aku mendapatkan uang begitu banyak dari menjual Kontak Linenya Yui. Aku bisa membeli semua yang kuinginkan dengan ini!"
"dan ini juga balas dendamku Yui, karena kau telah merebut Yuto dariku dengan kecantikanmu yang begitu sempurna. Tapi dengan kecantikanmu itu pasti banyak yang menginginkanmu,khususnya para laki - laki hehe~"
"Maka dari itu aku mendapatkan banyak keuntungan dari situ. Dan jika ada seseorang yang menginginkan Kontak Line Yui akan ku hargai 100.000 Yen perorangnya."
"Total yang sudah membelinya adalah 57 Orang, dan sekarang masih ada orang yang menginginkannya. Sungguh Yui memang gadis yang sangat populer."
*Kling!*
Lalu tiba - tiba ada seseorang yang mengirim pesan Line kepadanya, namun nomer itu dia tidak mengenalnya. Lalu siapa nama Gadis itu? Namanya adalah Nagisa Yatagari.
Dia adalah teman sekelas Yui, dia sekolah dia di kenal sebagai gadis yang pendiam,culun dan tidak memiliki teman.
Tapi sebenarnya dia juga sudah sangat lama mengenal Yuto Tanaka, awal dia mengenal Yuto saat smp.
Dan di situlah dia mulai menyukai Yuto, tapi karena dirinya yang memiliki sifat pendiam, ia tidak bisa menyampaikan perasaannya dan terus memendam perasaan cintanya kepada Yuto.
Hingga pada akhirnya dia keduluan oleh Yui Nanaka. Dan di situlah awal dirinya membenci dan dendam dengan Yui.
Kembali ke cerita awal.
Saat ini Nagisa melihat yang tidak di kenal memberinya pesan Line. 'Siapa ini? Apakah ini pembeli selanjutnya? Hm... Sepertinya begitu.'
Ke dalam Obrolan:
[Xxx: Halo selamat malam. Apakah ini orang yang menjual kontak Line dari Yui Nanaka?]
[Nagisa: Benar, jadi apakah anda mau membelinya? Harganya 100.000 Yen.]
[Xxx: Mahal sekali,apakah bisa di kurangi?]
[Nagisa: Maaf, itu tidak bisa.]
[Xxx: Pelit sekali, apakah benar - benar tidak bisa di kurangi lagi?]
[Nagisa: Saya benar - benar minta maaf karena itu akan melanggar kontrak.🙏]
[Xxx: Kontrak?kau membuat Kontrak dengan siapa?]
[Nagisa: Yui Nanaka, jadi apakah anda jadi membelinya?]
[Xxx: Heh... Begitu, tapi aku curiga kau tidak membuat kontrak dengannya melainkan kau menjualnya tanpa sepengetahuan pemiliknya]
[Nagisa: Jangan sembarangan menuduhku jika kau tidak punya buktinya!]
__ADS_1
[Xxx: Bukti? Aku memiliki itu]
Saat ini Nagisa menjadi sedikit panik. "Tenang.... Tenang, dia hanya membual saja...!"
[Nagisa: Kau hanya membual saja, lebih baik aku blok saja Line mu...!]
[Xxx: Silahkan saja kau Blok aku, tapi jangan salahkan aku jika semua kejahatanmu di sebarkan heheh~]
Dia mulai mengirimkan puluhan bukti Screenshoot dimana dirinya menjual Kontak Line Yui tanpa izin. Dan bukti itu terus di kirim tidak ada habisnya.
Nagisa yang melihatnya menjadi sangat terkejut dan menjatuhkan ponselnya dari tangannya itu karena sangking terkejutnya. Matanya membelak tidak percaya.
"T-tidak mungkin! B-bagaimana dia bisa mendapatkannya?!"
[Xxx: Yo, apakah kau Yakin akan memblokirku? Dan bahkan punya bukti dimana kau melakukan Transaksi, mau itu COD ataupun tidak]
[Xxx: Aku bisa saja melaporkan ini ke pihak Hukum yang berwajib karena kau telah melanggar Privasi orang lain dan melakukan penjualan yang Ilegal.]
Orang itu terus memberikan tekanan kepada Nagisa dan itu semakin membuat Nagisa semakin gemetaran karena takut.
[Nagisa: Seram sekali, tapi aku tidak peduli hahaha!]
Nagisa mencoba membalas ancaman dari orang itu,dan berpura -pura tenang di dunia Virtualnya.
[Xxx: Apakah kau yakin?]
[Nagisa: Ya.]
Benar,itu adalah dirinya saat ini. Dan di situlah mental Nagisa semakin terpuruk,ia menjadi sangat ketakutan dan gemetaran tidak ada henti.
Setelah itu dia mulai mematikan lampu kamarnya dan mulai masuk kedalam selimut dengan penuh rasa takut yang terus mencekam dirinya.
'TIDAK! TIDAK! TIDAK! TIDAK! HENTIKAN INI!'
[Xxx: Waaah tidak, sepertinya kau mematikan lampu kamarmu dan masuk ke dalam selimut aku jadi tidak bisa mengawasimu lagi!....]
[Xxx: Dan tentu saja aku bercanda,aku bahkan bisa melihatmu dari layar ponselmu hehe~]
"Heh?"
Saat melihat pesan ini, ia langsung membuang Ponselnya ke lantai. Dan dia menjadi semakin Streess dan berteriak dengan begitu kencang
"AAAAAAAAAAAAAAAAA HENTIKAN!!!!"
Lalu tiba -tiba dari layar monitor Computernya menyala dan di sana ada sebuah tulisan...
[Aku sedang mengawasimu loh~]
Setelah melihatnya, dia segera kembalo bersembunyi ke dalam selimut dan tidak berani keluar. "TIDAK HENTIKAN INI! HENTIKAN INI! AKU MINTA MAAF! AKU SANGAT MINTA MAAF!]
[Xxx: menelpon.]
__ADS_1
[Panggilan di terima otomatis]
[HAHAHAHAHAHA! APAKAH AKU PEDULI DENGANMU? TENTU SAJA TIDAK BODOOOOH!]
[AKU AKAN TERUS MENERORMU SAMPAI KAU TIDAK BISA KELUAR DARI KAMAR SURAMMU ITU!!]
"Berhenti! Berhenti!!! Aku minta maaf,tolong hentikan ini! Aku sangat minta maaf aku tidak akan mengulanginya lagi!!!"
[Hehehehe~ sudah ku bilang aku tidak peduli dan aku jadi penasaran bagaimana reaksi semua orang melihat semua bukti kejahatanmu lalu bagaimana reaksi orang tuamu saat mengetahuinya~ ini mungkin akan menjadi seru~]
Mendengar hal itu Nagisa menjadi semakin takut dan air matanya mulai keluar dari matanya. Mentalnya sudah seperti di injak - injak saat ini.
"J-jangan... Jangan lakukan itu, jika mereka tahu apa yang telah ku lakukan... Aku bisa - bisa di usir! Jadi ku mohon jangan lakukan itu!"
[Jika kau tidak mau aku menyebarkannya,kau harus memberikanku sesuatu yang lebih mahal dari semua ini hehe~]
"K-kalau begitu bagaimana dengan U--"
[Aku sudah memilikinya sampai Miliyaran Yen, jadi aku tidak butuh uangmu. Lebih baik kau pikirkan sesuatu yang setara dengan harga dirimu.]
"T-tidak..."
[Dan jika kau tidak memiliknya, aku terpaksa akan menyebarkan semua bukti kejahatan serta identitasmu ke dunia maya hehe~]
[Kau punya waktu beberapa 1 menit untuk memikirkannya.]
Kemudian orang itu mulai memberikan waktu Nagisa untuk berfikir, tapi karena sekarang kondisi mentalnya sudah sangat terpuruk dan hampir hancur.
Ia tidak bisa memikirkan apapun. Dia sangat putus asa dan tidak tahu harus berbuat apa lagi.
[Waktu habis, jadi silahkan apa yang akan kau berikan kepadaku.]
Lalu dengan sangat berat hati dan dengan gemetaran, Nagisa mulai menjawab... "Aku akan memberikan tubuhku ini, kau boleh melakukan apapun dengan tubuhku! Lagi pula aku masih perawan,kau pasti menyukainya...!"
"Aku yakin... Itu adalah pertukaran yang setara...!"
Nagisa sudah tidak tahu harus berbuat jadi dia terpaksa memberikan tubuhnya kepada orang yang selama tidak kenali.
[Bagus. Aku akan menerimanya,jadi kau perlu datang ke Lokasi ini.]
Lalu orang itu mulai memberikan lokasi map yang harus di datangi oleh Nagisa.
[Jika kau tidak datang,kau akan tahu apa yang terjadi kan?]
"B-baik..."
Orang itu menutup teleponnya dari Nagisa, dan saat ini kondisi Nagisa sudah sangat putus asa dan sangat menyesal dengan apa yang telah ia perbuat.
"Hahahaha.... Hahaha...."
Ia tertawa putus asa dan menangis... "AAAAAAAAAA!" dan pada akhirnya ia menangis dengan begitu kencang sampai tangisannya terdengar dari luar rumahnya.
__ADS_1
Author: Gas gak? kalau mau di gas, komen aja hehehe~