Sistem Kekayaan : Nano Teknologi

Sistem Kekayaan : Nano Teknologi
Chapter 30: Pikiran?


__ADS_3

Chapter 30


>Di Sekolah Sma Reanta / Sekolah Yuto


Terlihat Yuto yang sedang dan memperhatikan Guru Kinan yang sedang mengejar di kelasnya. Namun saat itu dia sedang memikirkan sesuatu tentang kejadian tadi malam.


'Hm... Siapa sebenarnya wanita yang ku temui di pasar gelap tadi malam? Dada nya juga lumayan besar... Hm... Bahkan lebih besar dari Yui----- aah... Apa yang kupikirkan! Jangan berfikir begitu Yuto!'


'Tapi... Siapa laki - laki itu...? Aku seperti mengenal... Tidak aku merasa seperti pernah bertemu sebelumnya...'


'Dan aku penasaran bagaimana reaksi mereka saat membuka Kopernya hehe...'


Lalu tiba - tiba sebuah kapur melesat ke kepalanya dengan sangat cepat dan Yuto sama sekali tidak memperhatikannya...


Sehingga...


*Taaak!*


"Akkhhhhh... Sakit!" dan pada saat itu Juga Nano Teknologi tidak aktif karena Yuto sedang bengong.


Dan itu membuatnya merasa sakit. Lalu saat itu juga dia melihat teman - teman sekelasnya sedang menatap dirinya.


"Ah... Eeh? Kenapa?"


Kemudian Teman - teman sekelasnya mulai menunjuk kedepan kelas, lalu saat Yuto melihat ternyata dia melihat Guru Kinan nampak sedang memegang rotan dan mengkibaskannya ke telapak tangan.


Sehingga membuat suara yang terdengar Ngeri - ngeri sedep.


*Ctaar!*


"Glek...!"Yuto hanya menelan ludahnya saat itu juga.


"Yuto, kau dari tadi tidak memperhatikan pelajaran ya?"Guru Kinan terlihat sangat marah.


"A- eh... Memperhatikan kok... Mungkin."Yuto menjawab dengan ragu.


"Heh... Mungkin..."


*Ctar!*


"Aaaah!"


Lalu guru Kinan memukul salah satu meja muridnya, sehingga membuat yang duduk di bangku itu menjadi terkejut dan gemetaran.


Dan Yuto mulai bingung membuat alasan. "Oh ya, B-Bu Kinan... Jangan marah - marah nanti kecantikan Bu Kinan akan memudar!"


"Ha!? Jadi kau bilang bahwa kecantikan ibu hanya sebatas Make Up saja?"Guru Kinan terlihat lebih marah.


"B-bukan itu maksudku... Yang ku maksud adalah..."


"Apa!?"


"Yang ku maksud adalah Kecantikan hati Bu Kinan!"


"Ha? Apa maksudmu Yuto?"


Guru Kinan pun bingung apa yang di maksudkan Yuto.

__ADS_1


"Ya... Yang ku maksud Kecantikan Bu Kinan bukan hanya di luarnya saja namun di dalam Hati juga...


"Jadi jika Bu Kinan marah - marah maka kecantikan di Hati Ibu akan hilang! Benar tidak teman - teman!?"


Dan Yuto meminta teman - teman sekelasnya untuk mengikuti rencana supaya Guru Kinan tidak marah lagi.


"Benar bu, jadi jangan marah - marah... Kami juga tidak ingin salah satu kecantikan Bu Kinan Hilang."


"Iya... Jika Bu Kinan terus marah... Kami akan jadi sedih..."


"Tolonglah bu kinan, jangan marah - marah lagi..."


Mendengar perkataan murid - muridnya itu, dia menjadi tersentuh dan sangat malu.


"E-eh... Benarkah? Kalau begitu... Ibu tidak akan marah lagi hehe~"


"Baiklah semuanya ayo lanjutkan pelajarannya."


Melihat rencananya berhasil, Yuto menghela nafasnya dan mulai duduk kembali ke bangkunya.


'Pasti reaksi mereka sangat marah saat membuka isinya kosong hehe~'


**************


Di suatu tempat yang tidak di ketahui yang terlihat sebuah Ruang bawah tanah yang terlihat cukup luas. Dan pada saat itu juga Terlihat 2 laki - laki dan 1 perempuan di sana.


Nampak mereka sedang mencoba membuka Koper hitam yang habis mereka curi di pelelangan pasa Gelap.


"Apa kalian siap?"


Lalu saat mereka membuka koper tersebut, ternyata isinya kosong. Dan itu membuat mereka bertiga sangat terkejut. "Apa?"


"Saya tidak tahu guru, kami bahkan belum berani membuka koper itu!"Jelas laki - laki.


"Tapi Tuan saat kami berhasil mencuri koper itu, ada seseorang yang mengganggu kami berdua... Dan saya beranggapan dialah yang mengambil isi dari koper ini."Lanjut Laki - laki itu.


Mendengarnya Diapun paham, dan yang membuatnya penasaran adalah siapa yang menggangu mereka berdua. "Apa kau tahu siapa dia?"


"Maaf Guru, saya tidak tahu siapa orang itu... Tapi saya mengetahui bahwa orang itu sangat kuat,bahkan Katana biasa tidak dapat melukainya."


"Dan yang bisa melukainya adalah Senjata api seperti Pistol."


Mendengar penjelasan dari murid laki - lakinya dia menjadi sangat penasaran dengan orang itu.


'Apa mungkin dia salah satu petinggi dari Organisasi Yakuza itu? Tapi sepertinya bukan karena jika benar dia salah satu petinggi dari Organisasi Yakuza tersebut...'


'...Maka sudah pasti mereka berdua akan di tangkap dan tidak akan bisa kembali kepadaku...'


Laki - laki itu berfikir dengan sangat teliti namun yang terus mengganggu pikirannya adalan dia melihat murid yang satunya hanya diam dan tidak berbicara sedikitpun.


"Murid Kedua kenapa kau diam saja?"Tanyanya kepada Wanita yang ada di depannya.


"A-a... Tidak ada apa - apa guru..."Jawab wanita itu yang terlihat gelagapan.


"Kau kenapa Murid kedua?"Guru itu mulai bingung dengan tingkah murid keduanya.


Setelah itu Murid kesatu yaitu laki - laki yang berhasil melukai Yuto dengan pistolnya mulai berbisik. Lalu saat dia menjelaskan itu kepada gurunya...

__ADS_1


Dia langsung mengangguk paham. "Begitu... Begitu... Aku mengerti."


Setelah mendengarnya dia mulai mendekati murid keduanya itu.


"Akhirnya kau menjadi wanita dewasa Murid Kedu-------"Sebelum gurunya menyelesaikan perkataannya.


*Bugh!*


Dengan sangat keras dia memukul dagu gurunya sehingga membuatnya terpental ke belakang. "Dasar Guru Bodooh!"


"Guruuuuu! Woy apa yang kau lakukan Junio------"


"Ha!?"


Sebelum murid kesatu memarahinya , Murid kedua langsung menatapnya dengan penuh itimidasi, sehingga itu membuatnya gemetaran ketakutan.


"Kau tadi bilang apa ha!?"


"T-tidak ada... Aku hanya ngehalu saja..."Ucap Murid kesatu yang berpura - pura.


Melihat itu dia langsung pergi dengan perasaan kesal. Namun apapun itu yang telah membuatnya kesal adalah laki - laki bertopeng hitam yang telah melecehkannya.


'Awas saja kau bajingan! Jika kita bertemu lagi aku pasti akan membunuhmu karena telah menyentuh Dadaku!'


Ya wanita itu sangat marah karena Yuto secara tidak sengaja telah menyentuh dan menekan dada wanita itu.


Walaupun Yuto tidak sengaja melakukannya namun itu tetap di anggap pelecehan. Karena Dunia menganggap bahwa perempuan selalu benar.


Jika perempuan salah maka laki - laki lebih salah, jika laki - laki benar maka perempuan lebih benar. hampir satu dunia menganggap itu.


Lalu yang menjadi pertanyaan siapa mereka bertiga itu? Dan apa tujuan mereka mencuri Katana yang berteknologi tinggi itu? Entahlah itu masih sebuah misteri.


Tapi yang jelas mereka itu bukan kelompok Yakuza.


*********


Di Sore hari yang nampak sangat indah ini... Terlihat di pinggir kota Tokyo terdapat rumah yang terlihat bisa - biasa saja.


Dan sekarang sedang di huni oleh sepasang kekasih yang terlihat sangat mesra dan saling mencintai.


Sepasang kekasih itu adalah Yuto Tanaka dan Yui Nanaka. Dan mereka terlihat baru saja pulang dari sekolah dan cukup lelah karena kegiatan yang ada di sekolah.


"Aaaah... Capeknya..!"


"Kerja bagus... Yuto. Apa kau lapar?"


"Ya aku sangat lapar."


"Heh... Jadi sekarang kau mau di masak kan apa?"


"Hm... Apa ya? Pokoknya yang enak lah!"


"Oke, Ayank ku."


...~Author Riza~...


...Yo bagaimana? Bagus tidak? Jika bagus mohon berikan Like,Vote dan Komennya ya teman - teman....

__ADS_1


...~Salam Dari Author Riza...


__ADS_2