Sistem Kekayaan : Nano Teknologi

Sistem Kekayaan : Nano Teknologi
Chapter 43: Kesal!


__ADS_3

...~Sebelum Baca mohon berikan Like terlebih dahulu, jadi selamat membaca~...


...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...


Chapter 43


Sebelum pergi, Yuto menatap Yui yang masih tertidur dengan nyenyak itu. "Aku pergi dulu Yui, aku akan kembali sebelum kau bangun."


Lalu dia mulai keluar dari kamarnya itu dan meninggalkan Yui sendirian di kamar itu.... Kemudian setelan itu Yuto pergi ke atap gedung Hotel tersebut.


Setelah dia sampai, Yuto mulai melompat dari atas gedung ke gedung lainnya dengan sangat cepat.


*Stap!*


*Stap!*


*********


Sementara itu di Sisi Yami, terlihat dia sedang duduk dan merokok Dan meminum sake di rumah Yuto di bagian Ruang tamu.


'Aku baru saja mendapatkan 30 Juta Yen setelah membersihkan batu - batu itu... Dan...'


'Sekarang tinggal mencari identitas orang itu... Tapi mulai dari mana aku mencarinya ya...?'


Yami berfikir sembari menikmati rokok dan sakenya tersebut. Namun karena keadaannya sekarang sedikit mabuk... Dia tidak bisa memikirkannya.


"Menikmati Sake dan Rokok secara bersamaan itu sangat nikmat...!"


Kemudian seseorang membuka pintu dan Yami melihatnya ternyata itu adalah Yuto. "Oh Yuto, dimana pacar kesayanganmu itu?"Tanya Yami.


"Itu bukan urusanmu."Jawab Yuto dengan nada dingin.


"Begitu, Tapi jaga baik - baik pacarmu itu sebelum ada seseorang yang merebutnya."Ucap Yami.


"Ya. Dia adalah milikku, siapapun yang berusaha merebutnya dariku ataupun melukainya. Pasti aku akan memembuatnya merasakan penderitaan yang tidak ada dua'nya."Jelas Yuto dengan nada yang sama.


"Heh.... Tapi bagaimana jika aku yang melakukannya... Bagaimana Yuto" Yami menanyakan itu dengan senyuman.


"Kalau itu..."


Seketika Yuto langsung memecahkan botol sake itu dan lalu menodongkan pecahan botol itu ke leher Yami.


"Kau.. Akan ku bunuh!"Ucap Yuto yang menatap Yami dengan niat membunuh yang sangat kuat.


Melihat itu Yami lumayan terkejut dengan kecepatan yang dimiliki oleh Yuto. "Tatapan yang mengerikan tapi... Apa kau pikir aku akan takut Yuto?"


"Tidak... Aku tidak berfikir seperti karena yang kau pikirkan dan yang kau takutkan hanyalah Uang."Jelas Yuto yang masih menatap Yami dengan niat membunuh.


"Dan... Aku sama sekali tidak mengerti tentang pikiranmu itu, alasan kenapa Uang adalah segalanya bagimu. Tapi apa kau pikir Uang bisa membeli Nyawa seseorang?"Lanjut Yuto


"Tentu saja bisa dan tidak hanya jiwa... Aku bisa membeli Tubuh beserta Hati seseorang dengan Uang."Jelas Yami yang tersenyum licik.


"Aku sama sekali tidak mengerti apa yang kau pikirkan... Ya biarlah, aku juga tidak peduli filosofi hidupmu itu."Ucap Yuto yang perlahan mundur dan lalu dia segera masuk ke dalam kamarnya.


*Brak!*


"Bocah miskin sepertimu tidak akan paham Folosofi hidupku."Setelah melihat Yuto masuk ke dalam kamarnya... Nafas Yami menjadi tidak beraturan.

__ADS_1


Dan tubuhnya mengeluarkan keringat dingin yang lumayan banyak. 'Siaaalan! Kenapa tatapan bocah itu sampai membuatku takut seperti ini?!'


'Ini sangat aneh! Tatapannya dan niat membunuhnya sama seperti Bos! Itu sangat mengerikan... Ini membuatku gemetaran tidak ada habisnya!'


'Siaaal'


Tiba - tiba...


Ponsel Yami berbunyi dan ada telefon masuk. 'I-ini Bos... Kenapa dia menelpon ku?'


"Ya Bos. Ada apa?"


[Kau tanya kenapa? Hey Yami!]


Dan terdengar Orang itu marah dan membentak Yami. Dan itu membuatnya sangat terkejut.


"K-kenapa Bos sangat marah kepadaku?"


[Aku sudah mentransfermu Uang... Tapi lihat... Pekerjaanmu yang tadi tidak beres sama sekali! Sebenarnya apa yang kau lakukan dari tadi!?]


"Ha? Apa maksudmu Bos. Aku sudah menyelesaikan pekerjaan itu..."Yami nampak bingung.


[Jika kau tidak percaya, lebih baik kau cek saja sendiri!]


"B-baik Bos."


Dan Orang itu menutup teleponnya, sedangkan Yami... dia mulai berlari dengan sangat kencang ke Hutan belakang rumahnya itu.


Lalu pada saat dia sampai ke tempat itu... Dia menjadi sangat terkejut karena Puluhan Batu yang sangat besar menumpuk di atas pintu rahasia itu.


"Ini baru 1 Jam 30 Menit aku menyelesaikannya... Dan kenapa ada banyak batu yang menumpuk sekarang!?"


"I-itu tidak mungkin... Siapa yang m-melakukannya?"


Kemudian Orang itu menelpon kembali Yami.


[Apa kau sudah melihatnya Yami? Sebenarnya apa yang sudah kau lakukan?]


"B-bos... Aku bisa menjelaskannya, sebelum itu aku sudah menyelesaikan pekerjaan yang kau katakan... Tap--"


[Aku tidak peduli dengan alasan konyolmu itu. Sekarang cepat kau selesaikan pekerjaanmu itu... Jika tidak kau sudah tau apa yang akan ku lakukan padamu kan?]


Mendengarnya Yami menjadi sangat takut dan tubuhnya gemetar hebat saat ini deengan keringat dingin yang terus menetes. "B-baik bos..."


Dan dia menutup telfonnya dari Yami... Sedangkan Yami terlihat begitu bingung dan takut.


'Sial sekali... Ayah dan Anak semuanya sama saja membuatku takut seperti ini...'


Yami mulai menggenggam tangannya dan dengan kesal dia memukul pohon dengan sangat keras.


*Bugh!*


"Sial! Sial! Siaaaal!"


Yami semakin kesal dan terus memukuli pohon itu dengan sangat kuat.


Dan pada saat itu juga Yami mulai mengeluarkan Katana Versi 1.0 nya itu dan mulai menebas pohon itu hingga rubuh!

__ADS_1


*Sring!*


*Gubraak!*


"SIAAALAAAAAN!"


....


....


Sementara itu di sisi Yuto yang sedang berada di dalam kamarnya... Terlihat Yuto sedang menonton rekaman CCTV lewar Layar Transparant yang di depannya itu.


Setelah melihatnya Yuto tersenyum puas dan licik. "Ini adalah permulaan Ayah... Aku pasti akan membuatmu merasakan apa yang kurasakan dulu."


Setelah itu Yuto langsung menghilangkan layar hologram yang ada di depannya itu. Kemudian Yuto segera keluar dari kamarnya.


"Sebentar lagi Yui pasti akan segera bangun, aku harus kembali segera."


....


....


********


Kemudian di kamar Hotel, terlihat Yui dengan kondisi tubuh hanya tertutupi sehelai Selimut saja. Nampak dia tidur dengan nyenyaknya.


Perlahan Yui mulai membuka matanya itu... Dan pada saat itu dia melihat tidak ada siapapun di sampingnya itu...


"Yuto? Kau dimana?"


Yui mulai melihat sekeliling... Tapi dia sama sekali tidak ada di kamar hotel ini.


"Tidak ada?"


Dan dia baru sadar juga bahwa terdapat suara air di dalam kamar mandi. Dan setelah itu dia segera mengecek kamar mandi tersebut dengan tubuh yang masih telanjang itu.


"Siapa yang sedang memakai kamar mandi?"


Lalu saat Yui membuka pintu kamar mandi... Terlihat Yuto sedang mandi dengan tubuh tidak memakai apapun.


Dan itu membuatnya cukup terkejut.


"Eh?Y-yuto."


Yuto yang melihatnya pun tersenyum dan langsung menarik Yui kedalam kamar mandi.


*Brak!*


Tidak lupa dia langsung menutup pintu kamar mandi tersebut. "Berani sekali kau Yui."


Yuto mulai menghempit Yui ketembok dan memegang wajahnya dengan sangat lembut. "Aku masih belum puas Yui. Jadi aku akan memuaskannya sekarang."


"Eh?"


Mendengarnya Yui kaget karena mendengar Yuto masih belum puas bermain dengannya tadi malam. Padahal saat itu dirinya sudah sangat kewalahan bermain dengan Yuto.


Dan saat itu terdengar dari dalam kamar mandi suara - suara teriakan dan benturan daging yang terdengar sangat merdu.

__ADS_1


__ADS_2