Sistem Kekayaan : Nano Teknologi

Sistem Kekayaan : Nano Teknologi
Chapter 70: Terjebak Dalam Metaverse?


__ADS_3

Chapter 70


"Dimana ini? Apakah aku sudah mati?"


Di sebuah tempat gelap yang tidak berjung dan tidak ada cahaya yang terlihat sedikitpun. Di sana terdapat seorang remaja sma yang terombang ambing di sana.


Dia adalah Yuto Tanaka. Ia nampak sangat bingung dengan yang ia di lihatnya sekarang...


"Aku tidak bisa melihat ataupun merasakan apapun di sini. Tempat apa ini? Gelap sekali... Dan aku terombang - ambing kesana kemari."


Yang Yuto bisa pikirkan hanyalah kekosongan tiada akhir. Ia berfikir bahwa dirinya telah mati namun ia masih tidak percaya dirinya sudah mati dengan hal semacam itu.


"Hm.... Membingungkan,apakah ini mimpi? Tapi baru kali ini aku melihatnya seperti ini?"


Lalu tiba - tiba kepala Yuto mulai sakit dan lalu ia mendengar suara - suara yang sangat tidak jelas sehingga membuat telinganya juga sakit karena suara tersebut. "Suara apa ini...?"


"Kenapa kau meningggalkanku?"


"Ini semua salahmu!"


"Aku yang membunuhnya! Aku telah melakukannya!"


"Maaaf! Maaaf!"


Suara beserta gambaran - gambaran yang masuk dalam ingatannya telah membuatnya merasakan sakit yang luar biasa. Seakan otaknya ingin meledak hanya mendengarnya. "Be-berhenti!"


"Kaulah yang membunuh Yui! Ini semua salahmu!"


"Lebih baik kau yang mati!"


"Mati! Mati! Mati kau Yuto!"


"Maaaf! Maaaf Yui...!"


Suara beserta ingatan yang tidak jelas terus bermunculan sangat banyak. Dan Yuto hanya bisa berteriak kesakitan sembari memegangi kepalanya dengan begitu keras.


Sampai ia menjambaki rambut - rambutnya karena tidak tahan mendengarnya. "Jangan mati!"


"Yuto... Maaf..."


"Yui! Yui! Jangan mati... Jangan tinggalkan aku!"


"Dasar pembunuh!"

__ADS_1


"Dasar penghianat!"


"Yuto... Aku kecewa padamu..."


Suara itu tidak ada hentinya memasuki telinga dan masuk ke otak Yuto. "Aaaaaaaaa! Berhenti! Berhenti! Berhenti!!! Aku tidak tahu ini... Apa yang terjadi sebenarnya ?!!!"


Lalu tiba - tiba Yuto berpindah ke suatu tempat yang di penuhi oleh salju putih yang sangat banyak. Dimana ada banyak sekali darah dan mayat manusia yang berserakan di hamparan salju tersebut.


Dan pada saat itu juga Terlihat seorang laki - laki berambut hitam yang sedang duduk dengan luka yang sangat parah dan terlihat ia juga sedang memeluk seorang wanita yang sudah hampir mati tersebut...


Lalu saat melihatnya, Ia menjadi sangat terkejut dengan apa yang di lihatnya "Yui... yui!!!" Ia berlari mendekat.


Namun tiba - tiba sebuah dinding yang tidak terlihat menghalanginya. "Sial! Apa ini!"


*Dag!*


*Dag!*


Dia terus mencoba memukul dan menghancurkan dinding tidak terlihat itu. Namun dinding tersebut tidak hancur sama sekali. "Yui!Yui!Yuii!!!"


Ia terus berteriak memanggil nama Yui dengan begitu keras. Air matanya terus menetes dengan pemandangan yang di lihatnya sekarang. Ia tidak bisa mendekat ataupun menyentuhnya karena dinding tidak terlihat ini yang menghalanginya.


Sementara itu di sisi Yui yang nampak hampir mati karena menerima luka tebasan yang ada di tubuhnya dengan begitu parah. Dan dengan tenaga kehidupan terakhirnya ia menatap laki - laki yang sedang memeluknya itu dengan senyuman.


Dan nampak laki - laki itu sedang menangis dan memeluknya... "Yuto... Jangan menangis..."


Dan saat itu, Yui hanya tersenyum dengan lemas.


"Aku... Sangat bahagia...karena kau...yang membunuhku... Maaf Yuto karena...tidak bisa menjadi... Istri yang baik untukmu..."


"Jangan katakan itu! Kau istri yang paling ku cintai! Jangan mati! Jangan mati! Aku tidak ingin sendirian lagi!"


"Kau... Memang... Selalu begitu... Yuto... Tapi aku senang, kau tidak berubah. Dan..."


Lalu dengan tenaga terakhirnya, Yui mulai mengangkat tangannya dengan sangat lemas dan memegang wajah Yuto dengan begitu lembut.


"Jaga... Anak kita dan maaf karena tidak bisa...memenuhi janjiku..."


"Ya... Aku akan menjaga anak kita bersamamu! Jadi jangan mati!"


"Maaf Yuto..."


Lalu perlahan cahaya kehidupan di mata Yui perlahan mulai meredup. Hingga saat itu ia terus menerus mengatakan "Tidak" dengan isak tangisnya.

__ADS_1


"Aku... Mencintaimu... Yuto..."


Dan kata - kata itu adalah hal terakhir yang di ucapkan di akhir hayatnya. "AAAAAAAAAAAAA!!!"


Melihat Yui telah meninggal. Ia hanya bisa berteriak dengan sangat sedih dan memeluk jazad Yui dengan sangat erat.


Yuto yang sekarang sedang terjebak di dinding tak terlihat itu hanya bisa duduk terdiam dengan air mata yang terus terjatuh di antara tembok tak terlihat tersebut. "Apa-apaan ini? Ini tidak mungkin terjadi... Ini hanyalah mimpi... Tidak nyata, seseorang pasti telah mengatur mimpiku ini!"


"Siaaaal! Keluarkan aku dari sini! Aku sudah tidak tahan ini! Kau pasti punya alasannya kan!? Cepat katakan kenapa kau memperlihatkan kejadian yang begitu dramatis ini!"


"Nao! Keluarlah! Kau ada di sini kan!?"


Yuto memanggil Nao, namun tidak ada jawaban darinya... Melihat hal tersebut, Yuto menjadi sangat bingung dengan apa yang harus di lakukan sekarang. "Sial! Bisa - bisa aku gila jika terus terjebak di sini!"


Yuto nampak sangat marah dan bingung dengan apa yang terjadi sekarang. Dan apa yang terjadi sekarang... Ia tahu bahwa dirinya telah terjebak di dunia mimpi buatan seseorang. Atau Metaverse.


Dan sekarang ia bingung bagaimana caranya keluar sekarang. Lalu sekarang ia berfikir dengan sangat keras bagaimana cara dirinya keluar di tempat ini.


Lalu setelah dirinya berfikir dengan begitu keras. Ia menemukan satu - satunya cara untuk keluar dari jeratan mimpi buatan tersebut. "Apakah aku harus mati dulu disini? Tidak,jangan buat kesimpulan terlalu cepat. Bisa jadi ini adalah jebakan lainnya."


"Aku harus berfikir dengan jernih. Buanglah pikiran yang tidak berguna dan pikirkan cara untuk keluar dari sini tanpa harus mati. Dan cara yang ku pikirkan saat ini adalah membuat orang yang di dekatku mencabut alat yang berbentuk jarum itu dari tubuhku."


"Maka akses orang itu akan kehilangan akses otak milikku dan aku akan keluar dari sini kurang dari 1 Jam. Hm... Tapi bagaimana caranya? Aku bahkan tidak bisa menggerakan tubuh asli---"


Tiba - tiba Yuto mendapatkan sebuah ide yang briliyan. "Tidak perlu membuat tubuhku bergerak,namun aku hanya perlu membuat tubuhku beraksi saja dengan rasa sakit yang ku buat di sini."


"Maka dari itu, tubuhku akan beraksi sedikit karena rasa sakit tersebut."


***********


Sementara itu terlihat di ruangan perawatan yang nampak kecil. Terlihat tubuh Yuto yang masih terbaring lemas di ranjang. Wajahnya nampak pucat karena kekurangan banyak darah...


Lalu di sampingnya, terlihat Juna yang nampak sangat khawatir dan terus berdoa untuk keselamatan Yuto. Namun ia tidak bisa menyembunyikan rasa khawatirnya tersebut.


"Yuto... Apa yang terjadi denganmu? Organ dalammu memiliki luka yang sangat parah karena salah satu tulang rusukmu yang patah telah menusuk cukup dalam di Hatimu."


"Dan... Bagaimana ini? Jika terus seperti ini,Yuto bisa mati. Tanpa adanya peralatan yang lengkap. Aku tidak bisa menyembuhkannya..."


Lalu tiba - tiba tubuh Yuto sedikit bergerak dan raut wajah Yuto mulai berubah seperti sedang menahan rasa sakit. Melihat hal tersebut membuat Juna menjadi cukup terkejut.


"Yuto? Apa yang terjadi? Apakah ada sesuatu?" namun setelah ia melihatnya baik - baik, Yuto masih tidak sadarkan diri.


"Ia masih belum sadar... Dan... Apa ini?"Juna melihat sesuatu yang aneh yang menusuk leher Yuto.

__ADS_1


"Jarum? Kenapa ini ada di sini? Aku harus segera mencabutnya."


Dan Juna segera mencabut jarum yang menusuk Tubuh leher Yuto dan lalu ia segera menyimpan jarum tersebut karena mungkin itu akan berguna untuk menjahit.


__ADS_2