Sistem Kekayaan : Nano Teknologi

Sistem Kekayaan : Nano Teknologi
Chapter 111: Seorang Adik?


__ADS_3

Chapter 111


2 Minggu kemudian...


Di suatu tempat yang cukup gelap dengan gedung - gedung kosong yang berada di sekitarnya. Terlihat seorang pemuda berambut putih memakai topeng sedang berlari dengan sangat kencang di sana.


Dan di belakangnya, terlihat dua orang bertopeng sedang mengejarnya dengan sekuat tenaga.


"Berhenti! Jangan lari!" Mereka berdua adalah Ken dan Yuki ,nampak mereka sedang mengejar pemuda berambut putih tersebut.


Dan pasti kalian tahu siapa pemuda berambut putih itu kan?benar,dia adalah Ren Tamaka. Lalu alasan kenapa Ren di kejar oleh Yuki dan Ken adalah karena Ren sudah mencuri barang yang Yuki dan Ken Curi.


Atau bisa di bilang,Ren sudah mencuri mangsa mereka berdua. "Sudah ku bilang berhenti! Serahkan barang itu!!" ucap Ken dengan kesal


"Siapa cepat dia dapat. Jadi kejar aku jika kalian menginginkannya!" Ren mempercepat larinya dan membuat kedua orang yang mengejarnya tertinggal.


Lalu setelah melihatnya, Yuki dan Ken semakin kesal. "Berhenti!" oleh karena itu, Yuki melempar puluhan pisau ke arah Ren dengan sangat cepat. Namun serangan itu tidak berguna bagi Ren karena dia bisa menghindari semua itu dengan sangat mudah.


*Syut!*


*Syut!*


"Itu masih sangat kurang untuk melukaiku!" Ucap Ren yang terus menambah kecepatan larinya.


Dan sekarang Yuki dan Ken semakin tertinggal, Ren sudah semakin menjauh dari mereka karena kecepatan lari Ren itu sudah sangat jauh berbeda dari mereka.


"Sial kita tertinggal!" Ucap Ken yang kesal.


"Tidak kita masih belum tertinggal, aku bisa menyusulnya!" mendengar apa yang di katakan Yuki, Ken menjadi bingung.


Setelah itu Ken melihat Yuki mengeluarkan sebuah suntikan yang berisi cairan hijau yang sangat mencurigakan dari sakunya. Kemudian dia melihat Yuki menyuntikannya ke lehernya.


Tsuk!*


"Tunggu, cairan apa itu Yuki?" tanya Ken yang penasaran.


Tiba - tiba Yuki merasakan ada hal yang aneh kepada tubuhnya dan dia merasa bahwa kekuatannya meningkat. 'Kekuatanku meningkat? Yosh,ini seperti yang guru bilang. Dengan ini aku bisa membunuhnya sekarang!'


Yuki sama sekali tidak menjawab pertanyaan dari Ken dan setelah itu dia langsung berlari dengan sangat cepat untuk mengejar orang tersebut.


*Swoosssssh!


Dan Ken menjadi sangat terkejut dengan kecepetan lari dari Yuki yang sudah sangat jauh berbeda dari sebelumnya. Tidak hanya itu ia juga terkejut bahwa dirinya di tinggal oleh Yuki. "T-tunggu Yuki! Jangan tinggalkan aku!"


.....

__ADS_1


......


Sementara itu di sisi Ren yang nampak sedang berlari sembari melihat barang yang telah ia curi dari pelelangan. Terlihat dari wajahnya dia memperlihatkan raut wajah senangnya.


"Yosh, dengan ini Energi listrik di wilayahku akan tercukupi sehingga peralatan medis yang ada bisa berfungsi kembali. Semuanya tunggu ak---"


Ren sama sekali tidak memperhatikan apa yang ada di belakangnya, tiba - tiba dari arah tersebut sebuah pukulan yang sangat kuat di lancarkan kepadanya dan hal itu membuatnya sangat terkejut.


*Bugh!*


*Brak!*


Serangan itu mengenai Ren dan membuat Ren terpental sangat jauh hingga menabrak tembok gedung yang sangat besar itu sampai hancur.


"Apa tadi itu?!" dan setelah Ren melihatnya, dia sangat terkejut karena terlihat wanita yang tadi mengejarnya yang tadi dia tinggal sudah menyusulnya dengan sangat cepat.


"Serahkan barang itu, jika tidak aku akan membunuhmu sekarang." dan wanita itu adalah Yuki, terlihat kekuatan fisik Yuki sudah menjadi 10x lipat dari sebelumnya setelah dirinya menyuntikan dirinya dengan cairan aneh itu.


Dan saat mendengar kata - kata itu, Ren menjadi cukup kesal. " Sigh, kalian benar - benar membuatku kesal dan aku penasaran kenapa kalian selalu mengangguku?"


"Karena kau mencuri apa yang kami ingin curi, jadi cepat serahkan barang itu sekarang juga. Jika tidak aku akan membunuhmu." Jawab Yuki yang manatap tajam Ren.


"Coba saja jika kau bisa melakukan itu!"


Setelah itu Ren melesat dengan kecepatan yang sangat ke arah Yuki, dan mulai memberikan pukulan kuat kepada Yuki. "Rasakan ini!"


Namun Yuki menghindari semua serangan itu dengan sangat mudah dan tidak hanya itu dia malah menahannya lalu memegang pergelangan tangan Ren setelah dirinya menghindari beberapa pukulan.


Saat Ren melihatnya, dia menjadi cukup terkejut karena pukulannya di tahan dengan sangat mudah.


'Kekuatan fisiknya sudah jauh berbeda dari sebelumnya,apa yang terjadi?' Batin Ren yang bingung


"Matilah!"


Dan Yuki membanting Ren dengan sangat kuat hingga membuat jalanan beton menjadi hancur karena bantintangannya yang sangat kuat.


Normalnya manusia biasa akan hancur jika di banting sekuat itu, tapi sayangnya tidak karena tubuh yang di miliki Ren sudah sangat kuat sudah dari lahir. Jadi serangan seperti itu tidak akan cukup untuk melukainya.


*BOOOOM!*


'Bantingannya juga sudah 10x lebih kuat dari sebelumnya, apakah ada rahasia di balik kekuatannya ini?' Ren masih saja memikirkannya tentang rahasia kekuatan itu.


"Kau masih baik - baik saja setelah di banting sekuat itu, apakah kau itu monster?" tanya Yuki yang cukup kesal


"Tidak juga, aku hanya manusia biasa yang sedikit spesial!"

__ADS_1


*Bugh!*


Dan Ren melompat lalu menendang Dagu Yuki dengan cukup keras sehingga membuat tubuh Yuki terpental ke atas cukup tinggi. "Aahk!!!"


Tapi serangan Ren tidak berhenti di situ saja. Dan nampak ia tersenyum tipis saat akan melalukan hal itu. "Mari kita lihat apakah kau bisa menahan pukulanku yang ini!"


*Staaap!*


Ren melompat dan langsung berada di atas Yuki. Setelah itu ia langsung memberikan pukulan yang sangat kuat kepada Yuki.


Dan Yuki saat melihatnya ia menjadi sangat terkejut karena 'T-tidak bisa ku hindari!!!/


*Bugggh!*


Pukulan itu sangat kuat,bahkan pukulan yang di berikan Ren kepada Yuki telah membuat tubuh Yuki menabrak gedung tua hingga membuat gedung tua tersebut hancur menjadi puing - puing yang sangat banyak.


*BOOOOM!*


"Ah tidak, sepertinya aku terlalu keras memukulnya."


Terlihat di atas puing - puing itu seorang wanita bertopeng terkapar tidak sadarkan diri. Dan wanita itu adalah Yuki


Dan Ren mendarat ke permukaan lalu ia segara mengecek apakah wanita yang baru saja di pukulnya masih hidup atau tidak.


"Baguslah dia masih hidup, sepertinya ketahanan fisiknya miliknya hanya sampi level gedung. Dan jadi sudah saatnya aku melihat wajah di balik topeng ini."


Tangan Ren ingin menggapai dan melepaskan topeng Yuki. Namun sebentar lagi dirinya melepas topeng tersebut... Tiba - tiba...


*Sring!*


Teman dari wanita itu menyerangnya dengan pedangnya tanpa sepengetahuan dirinya. Dia menyerang Ren dari balik puing - puing tersebut.


"Apa yang akan kau lakukan pada Juniorku b*jingan!" terlihat wajah Ken sangat marah dan terus menatap Ren.


Dan Topeng Ren terbelah menjadi dua lalu jatuh ke atas puing - puing tersebut hingga memperlihatkan seorang pemuda yang sangat mirip dengan Ken.


"Eh?" dan Ken saat melihatnya menjadi sangat terkejut, matanya membelak tidak percaya saat melihatnya.


Sementara itu Ren yang menyadari topengnya terbelah menjadi dua dan jatuh ke puing - puing. Ia hanya bisa menghela nafasnya. "Hah... Sial sekali topengku jadi rusak. Aku harus beli lagi yang baru... Ah malas sekali!"


"Aku sudahi pertarungan hari ini jadi selamat tinggal!"


*Stap!*


Dan saat itu Ren melompat dan pergi dengan sangat cepat melewati gedung - gedung yang sangat tinggi tersebut.

__ADS_1


Sementara ini, Ken terlihat terdiam di atas puing - puing tersebut. Lalu ia menatap ke atas langit malam itu "Tidak mungkin dia itu adikku."


__ADS_2