
Chapter 89
Katana Versi 1.1 hampir mengenai leher Yuto dan itu kurang si inci lagi, Yuto pada saat ini cukup terkejut dengan peningkatan power dan speed nya Hanagi.
Walaupun terkejut, ia masih bisa menghindarinya sekarang juga dengan cara mundur beberapa langkah. Tapi sekarang ia tidak memilih untuk tidak menghindarinya melainkan menangkap Katana Versi 1.1 dengan tangannya.
*Tak!*
"A-apa!?"
Melihat dari raut wajah Hanagi saat ini, terlihat jelas ia begitu terkejut karena serangannya di tahan begitu mudahnya dengan tangan kosong.
"Lumayan juga Hanagi, aku sampai terkejut----"
Sebelum Yuto menyelesaikan perkataannya, Hanagi langsung menendang Yuto dengan begitu keras hingga membuat Yuto terpental puluhan meter sampai menabrak Dinding gudang yang sangat keras.
Lagi pula gudang ini memiliki 50 Meter² jadinya ini Tampat yang cocok untuk melakukan pertarungan.
*Brak!*
Lalu selang 1 detik, Hanagi langsung melesat dan menusuk Yuto yang habis terhentak tembok itu dengan begitu keras. Dan saat melihatnya Yuto langsung menundukan badannya dan segera menendang balik Hanagi.
"Lambat sekali."
*Bug!*
Tendangan itu tepat mengenai Hanagi dengan begitu keras. Namun karena Yuto ingin bermain sedikit dengannya, ia hanya melancarkan pukulan Level Tembok saja.
Sehingga Hanagi masih bisa berdiri setelah menerima serangan itu. "Heh... Aku telah memukulmu dengan pukulan yang sama seperti waktu itu. Tidak ku sangka kali ini kau bisa menahannya, hebat - hebat."
"Sigh, diam kau Yuto!"
*Sring!*
*Sring!*
Hanagi langsung menebas Yuto secara vertikal dan berlanjut ke Horizontal. Namun serangan itu belum bisa mengenai Yuto , walaupun sekarang Hanagi sudah puluhan kali lebih cepat, tapi Yuto sudah jauh lebih cepat dari itu.
Dan saat melihat serangan itu tidak bisa mengenai Yuto, ia langsung mengubah gaya bertarungnya dan ingin menggunakan Seni Beladiri tangan kosong.
"Sekarang mau adu pukulan ya?"
"Ya, aku sudah bosan menggunakan Katana itu. Dan ayo kita lihat apakah kau masih bisa menahan seranganku lagi!"Ucap Hanagi yang tersenyum kea
Setelah itu Hanagi mulai mengambil Suntikannya lagi yang berada di dalam Bajunya dan jumlahnya ada 2 lagi. Lalu ia langsung menyuntikan lagi pada tubuhnya.
Lalu sesaat, tubuh Hanagi mulai mengalami perubahan lagi, Otot - otot mulai membengkak dan membesar hingga membuat pakaian sekolah yang di pakai Hanagi robek.
Ya walaupun Otot itu tidak sebesar Hulk, namun itu bisa di bandingkan dengan Otot - otot dari Atlet Binaraga.
__ADS_1
Dan pada saat itu Yuto langsung paham. 'Heh... Carian dalam Suntikan itu ternyata memaksa potensi penuh kekuatan Fisik hingga keadaan yang cukup abnormal. Dan itu memiliki efek samping bagi tubuh pengguna,'
'Ya Efek sampingnya tubuh akan mengalami kecacatan seperti salah satu tangan ataupun kaki tidak bisa di gerakan, atau Lumpuh.'
'Dan sekarang, kekuatan fisiknya sudah mencapai hampir level gedung. Ya ini akan jadi sedikit merepotkan bagiku.'
Setelah itu Hanagi terlihat memasang kuda - kuda dan saat ia memasang kuda - kuda, kakinya malah menghancurkan pijakannya sendiri.
"Baiklah,mari kita lihat apakah kau bisa menahan pukulan ini hehe~"Ucap Hanagi yang tersenyum licik.
Dan pada saat itu, Yuto hanya menghela nafasnya lalu saat itu ia langsung menatap serius Hanagi saat ini. "Kemarilah!"
"Ya..."
Hanagi melesat dengan sangat cepat ke arah Yuto, lalu ia langsung memberikan pukulan Hebat kepada Yuto ke bagian Wajahnya.
*Buk!*
Namun pada saat itu, Yuto segera menahannya dengan siku tangan kirinnya dengan begitu mudah. Dan pada saat itu Yuto langsung mengangkat kakinya ke atas kepala Hanagi.
Dan Hanagi tau bahwa Yuto ingin menendang kepalanya ,jadi ia langsung menahannya dengan lengannya itu.
*Bugh!*
*Brak!*
Saat Hanagi menahan serangan itu, Nampak pijakan Hanagi retak beberapa meter. Dan saat Yuto melihatnya ia tersenyum. "Heh..."
Setelah menahannya, Hanagi kembali menyerang Yuto dengan memberikan beberapa pukulan yang sudah hampir bisa merubuhkan 1 gedung sekaligus.
Dan karena Yuto tidak ingin menimbulkan kerusakan yang cukup besar. Yoto harus menahan serangan itu dengan memasang gaya bertahan.
*Bugh!*
*Bugh!*
*Bugh!*
"Hahahahaha! Apa yang terjadi! Kau hanya menahan seranganku saja dan tidak bisa menyerang balik! Apa kau sudah kelelahan Yuto!!!"
Lalu Hanagi melancarkan pukulan penuhnya sekali lagi, dan kerena Yuto melihat ada sedikit jeda. Akhirnya ia langsung memukul Dagu Hanagi dengan sangat keras.
"A---"
*Bug!*
*Brak!*
Dan akibatnya, Hanagi terpental ke atas sampai menabrak atap gudang sampai hancur. "Tidak akan ku biarkan kau menyerang lagi, Hanagi."
__ADS_1
Lalu Yuto melompat ke atas dan menyusul Hanagi yang sedang terhempas jauh ke langit malam itu.
*Stap!*
*swooossssh!*
Dan Hanagi saat itu sangat terkejut melihatnya, karena seketika Yuto langsung berada di depannya. Lalu terlihat Yuto meluncur dirinya dari atas dan memukulnya dengan sekuat tenaga.
*Bugh!*
"Guhak!" Hanagi memuntahkan darahnya dan langsung terbanting ke dalam gedung itu kembali.
*Braaaaaak!*
Tapi Yuto tidak akan membuat Hanagi berdiri, lalu dia berdiri di atas Hanagi dan langsung memberikan pukulan keras ke wajah Hanagi sampai berulang kali.
*Bom!*
*Bom!*
*Bom!*
Satu pukulan dari Yuto bisa membuat 1 gedung hancur dan itu ia lakukan berkali - kali hingga kepada Hanagi. Sampai - sampai Tanah bergetar dalam skala beberapa ratus meter akibat pukulan Yuto.
Dan saat Yuto memukul Hanagi, ia memandang dengan tatapan dingin tanpa ada ekspresinya sama sekali. Lalu tanpa ia sadar Hanagi sudah sangat babak belur dan tidak bisa berdiri kembali.
Saat ini ia tersadar... "B..erhenti..."Terdengar suara Hanagi yang sudah sangat lemas saat ini.
Dan saat itu, Yuto langsung menyingkir dari Hanagi. Lalu menatapnya. "Kau sudah kalah Hanagi."
Hanagi sudah tidak bisa berdiri dan terus terbaring ke lantai gudang yang sudah hancur itu. Dan saat itu tiba - tiba Hanagi meneteskan air matanya lalu ia menangis.
"Ya..."
"Sekarang kau akan bagaimana Hanagi? Kau tidak akan bisa mengalahkanku."
"Aku... Tidak tahu... Aku tidak tahu harus bagaimana lagi... Kenapa kenapa... Kenapa! Kenapa kau selalu saja yang di perhatikan olehnya!? Padahal... Padahal aku juga ingin di perhatikan oleh Ayahku sendiri!"
Lalu dengan sedikit tenaganya, ia langsung memukul lantai sampai hancur.
"Sial... Sial... Kenapa selalu saja kau yang terus di perhatikannya... Aku sangat iri padamu Yuto..."Keluh Hanagi dengan penuh tangisan dan kesedihan.
"Aku tidak tahu dan jangan bertanya kepadaku."Jawab Yuto dengan dingin
"Sial. Andai saja kau tidak ada... Aku sudah sering di perhatikan olehnya... Padahal aku adalah anak dari istri sahnya! Tapi kenapa justru kau...!"Keluh Hanagi
"Tapi kenapa justru kau yang terus di perhatikannya... Padahal kau itu anak tidak sahnya...! Heeeey! Tolong jelaskan semua ini..."
"Kakak!!!"
__ADS_1
Dan pada saat itu,waktu seakan berhenti berputar dari dunia ini. Yuto yang mendengarnya hanya bisa menatap kebawah dengan ekspresi yang sudah tidak bisa dia gambarkan lagi.
Setelah ia memanggilnya "Kakak" dan kebenaran perlahan mulai terungkap sekarang, realita yang harus dia hadapi sekarang adalah hal yang cukup membuatnya terguncang saat ia mengetahuinya saat ini.