
*Like dulu sebelum baca!
Chapter 62
"Baiklah,aku akan memberitahu Yui nanti. Jadi bisakah kau lepaskan tanganku ini?"Jelas Ayase kepada Soen.
"Ya."
Setelah itu Soen melepaskan tangan Ayase. Dan lalu ia pergi menjauh darinya lalu kembali melayani para pesanan para pelanggan kafe yang ada di kafe miliknya itu.
Kemudian sembari memberikan pesanan makanan ke Yoko dan Yui. Ayase memberitahu tentang laki - laki berambut merah yang mengaku sebagai teman masa kecilnya itu.
"Dia orangnya, apakah kau mengenalnya?"Tanya Ayase kepada Yui.
Yui awalnya agak bingung, namun setelah melihat lebih jelas Laki - laki itu... Ia merasa mengenalnya. Lalu ia mulai mengingat - ingat tentang laki - laki berambut merah itu. "Aku seperti mengenalnya... Tapi aku lupa dimana aku bertemu dengannya."
"Begitu? Tapi lebih baik kau ngobrol dengannya. Siapa tahu kau dapat mengenali laki - laki itu."Saran Ayase.
"Ya, sampaikan saja aku akan ngobrol dengannya setelah Kafe Tutup."Yui menerima saran Ayase.
"Baiklah, aku akan akan sampaikan hal itu."Ayase langsung pergi ke tempat Laki - laki yang sedang duduk sendiri itu.
......
......
Soen melihat pelayan Maid yang tadi mendekatinya lagi. Ia menjadi tidak sabar tentang apa jawaban yang di berikan oleh Yui. "Bagaimana?"
"Sepertinya dia akan ngobrol denganmu saat Kafe tutup."Ayase menyampaikan apa yang di katakan Yui.
"Bagus. Aku akan menunggu sampai kafe tutup."Ucap Soen yang sangat senang.
"Baiklah."
Setelah itu Ayase pergi dari hadapan Soen, lalu menyampaikan kembali jawaban yang di katakan Olehnya. "Katanya dia setuju."
"Baiklah, Terimakasih kak Ayase."
"Jangan di pikirkan. Jadi ayo lanjut kerjanya ,Pelanggan masih sangat banyak. Lalu kemungkinan Kafe akan tutup lebih cepat karena Bahan makanan yang ada di gudang sudah hampir habis."Jelas Ayase kepada Yui
"Apakah aku perlu membelinya?"
"Tidak perlu, Aku sudah memesannya kemarin... Seharusnya besok sudah ada lagi."Jelas Ayase
"Baguslah."
Dan semuanya bekerja dengan dengan begitu semangat dan melayani para pelanggan kafe yang ada di sini. Perlahan - perlahan bahan makanan yang ada di gudang mulai habis dalam 2 jam...
Ya karena pelanggan yang datang ke sini jika Yui ada adalah 100 lebih... Sedangkan saat tidak ada Yui hanya 50.
Kemudian Kafe segera tutup setelah Bahan makanan itu habis. Sekarang yang tersisa hanya Soen dan ia masih ada di dalam kafe menunggu Yui untuk berbicara kepadanya.
Yui dan Ayase saat imi sedang berada di dalam dapur. "Sepertinya dia masih menunggu Yui, jadi cepat temui dia... Aku akan menunggu di sini."Ujar Ayase.
"Baik."
__ADS_1
.....
.....
.....
Sementara itu di Sisi Soen yang masih duduk di dalam kafe. 'Apakah Yui masih mengenaliku?'Pikirnya
Lalu dari tempat duduk, ia melihat Yui mulai keluar dari dalam dapur dan mendekati dirinya itu. "Yui, akhirnya kau datang."Ucap Soen yang nampak senang.
"Ya? Siapa kamu? Aku merasa pernah melihatmu..."Ucap Yui yang masih bingung.
Mendengar itu Soen menjadi lega karena Yui tidak sepenuhnya melupakan dirinya. "Begitu... Kau tidak mengingatku ya..."
"Kita ini sebenarnya adalah Teman masa kecil, Namaku adalah Soen Tenosa. Kita 10 Tahun yang dulu adalah Tetanggaan di Distrik Kota Saitama. Apakah kau masih tidak mengingatnya?"Tanya Soen..
Mendengar hal itu, Yui mulai mengingat sesuatu... Di ingatannya mulai tergambar bocah laki - laki dengan rambut merah yang berumur 6 tahun.
Dan itu membuat kepalanya sedikit sakit. "Tunggu... Bisakah kau ceritakan lebih lanjut?"
"Tentu saja, Saat itu kita berteman sangat akrab 10 Tahun yang lalu... Tapi karena kau pindah ke Tokyo karena Orang Tuamu dan Nenek kakekmu bertengkar satu sama lain..."Jelas Soen
"Sehingga kau terpaksa pindah ke Tokyo dan meninggalkan aku di sana."Sambunganya
Mendengar semua hal itu, Yui langsung mengingatnya... "Jadi kau si Culun itu? Kau Soen kan?"
"Ya, aku bocah culun yang kau kenal. Namaku Soen Tenosa."Ucap Soen yang sangat senang.
Mendengar itu Yui menjadi sangat terkejut karena ia tidak menyangka bahwa akan bertemu dengan teman masa kecilnya itu. "Pantas saja aku tidak mengalimu, kau sangat berbeda sekali!"
"Hm... Lumayan, oh ya Bagaimana kabar orang tuamu di Kota Saitama?"Tanya Yui
"Orang tuaku baik - baik saja di sana. Lalu bagaimana kabarmu? Apakah orang tua mu baik - baik saja?"Tanya Soen yang sama sekali tidak tahu bahwa orang Tua Yui telah meninggal.
"Mereka telah meninggal beberapa tahun yang lalu..."
Mendengar jawaban Yui itu, soen menjadi sedih dan langsung meminta maaf kepada Yui. "Maaf.."
"Tidak apa, itu juga sudah lama... Jadi?"
"Jadi?"
Soen bingung dengan apa yang Yui maksudkan. "Kenapa kau datang ke Tokyo? Apakah alasannya sekolah?"Tanya Yui
"Ya bisa di bilang begitu. Dan juga aku datang kesini untuk menemuimu juga..."
Mendengar hal itu, Yui menjadi bingung... "Menemuiku? Kenapa?"
"Sebenarnya aku satu sekolah denganmu dan aku berada di Kelas 2-A."
Mendengar itu Yui menjadi kaget karena ia tidak menyangka akan satu sekolah apalagi ia akan satu kelas dengan Yuto Tanaka. "Eh? Benarkah? Itu sangat luar biasa kau bisa langsung masuk ke Kelas Unggulan dengan sangat mudah."
"Biasa saja, dan alasan kenapa aku ingin bertemu denganmu hanya satu hal saja..."
"Apa itu?"
__ADS_1
Yui bingung mengenai satu hal yang di maksud Soen kepadanya. "Apakah kau pernah mengingat janji yang ku buat denganmu waktu kecil?"Tanya Soen
Mendengar itu Yui bingung. "Janji apa itu? Aku sama sekali tidak mengingatnya."
Saat itu, Soen menggenggam tangannya dan ia juga seperti menahan amarahnya itu. "Begitu... Kau sudah lupa ya? Ya... Itu memang hal yang lumrah, ini sudah 10 Tahun."
"Ya Kau sudah melupakannya Yui... Kau sudah lupa tentang janji kita...!" Perlahan suara Soen menjadi lebih keras dan terdengar marah.
"Kau bahkan sudah menghianatiku Yui! Padahal aku sudah berusaha... Aku sudah berusaha untuk menempati janjiku. Tapi kau malah yang menghianatiku!"
*Brak!*
Soen membentak dan mengebrak meja hingga membuat suara yang cukup keras. Hal itu membuat Yui menjadi sangat terkejut...
"Aku sama sekali tidak mengingatnya Soen. Jika kau terus seperti ini... Bagaimana aku bisa mengerti."
"Ya! Akan ku beritahu janji kita 10 Tahun yang lalu! Janjimu adalah----"
Sebelum Soen menyelesaikan perkataannya, tiba - tiba sebuah tangan tiba - tiba berada di kepala Soen.. "Sudah cukup,aku mengerti semuanya..."
*Braaak!*
Dan kepala Soen langsung di hentakan ke atas meja dengan begitu keras. Lalu Yui sangat terkejut setelah melihat siapa yang menghentakan kepala Soen dengan sangat keras itu.
"Y-yuto?"
"Yuto... Kenapa ka---"
Dan pada saat itu, Soen menjadi sadar dengan kondisinya saat ini. Seketika Soen menjadi begitu marah. Ya itu semua adalah rencana Yuto untuk mengetahui janji dan hubungan Soen dengan Yui yang selama ini membuatnya penasaran.
"Hoh... Jadi kau sudah paham ya?"Ucap Yuto yang tersenyum licik.
Kemudian Soen menjadi sangat marah. "TERKUTUK KAU YUTO!!!"
"Berisik...."
*Brak!*
Yuto sekali lagi menghentakan kepala Soen dengan sangat keras. Dan membuat kepalanya mengeluarkan darah yang cukup banyak. "Ahk!"
"Kau pengganggu."Ucap Yuto dengan dingin sembari menatap Soen dengan tajam.
Dan pada saat itu juga, Yui cukup terkejut dengan apa yang di lakukan Yuto saat ini... "Y-yuto?"
Mendengar panggilan dari Yui, Ia langsung menolehnya "Ada apa Yui? Dan maaf karena mengganggu pembicaraan kalian..."
"Dan Mengenai janji mu itu dengan Soen, jujur aku sangat kecewa Yui..."Ucap Yuto yang nampak menatap tajam Yui.
Mendengar hal itu, Yui menjadi sangat terkejut karena ini adalah kali pertama Yuto mengatakan hal itu kepadanya. "Eh?"
"Dan jika kau masih ingin tahu tentang janjimu itu... Akan aku beritahu. Janjimu adalah..."
Mendengar janji itu, Yui sama sekali tidak mempercayainya sama sekali... "T-tidak mungkin..."
*Jangan lupa komen,vote dan rate 5.
__ADS_1