
Chapter 63
10 Tahun yang lalu...
Di sebuah taman yang di penuhi oleh bunga - bunga yang bermekaran yang begitu indahnya. Terlihat bocah laki - laki culun berambut merah dan perempuan yang sangat cantik dengan rambut sedikit berwarna biru yang berumur 6 Tahun.
Mereka nampak sedang bermain bersama dengan begitu riangnya. "Oh ya Yui, apakah kau bisa berjanji padaku?"Ucap Soen kecil itu
"Janji apa Soen?"Tanya Yui yang nampak bingung.
"Saat kau pindah ke Tokyo, apakah kau janji tidak melupakan sumpah kita itu?"
"Ya tentu saja!"
Mendengar itu Soen menjadi senang, dan lalu memegang tangan Yui dengan lembut. "Baiklah, Ayo kita ucapkan sama - sama!"
"Selamanya kita akan selalu bersama lalu saat kita besar kami akan menikah dan saling mencintai!"
Ya itu adalah sumpah dan janji yang nampak sangat indah, mereka yakin itu akan terjadi dan menjadi akhir yang sesuai mereka inginkan. Tapi nyatanya semua sumpah dan Janji itu semuanya akan hancur dalam beberapa tahun kedepan.
Dan Sekarang.... Semua janji dan sumpah yang mereka buat telah hancur menjadi kepingan kaca yang sangat rapuh. Janji dan sumpah kepada seseorang memanglah rapuh... Itu adalah hal yang sangat sering terjadi.
Yui sekarang, saat ini sama sekali tidak percaya dengan janji dan sumpah yang telah di buat dengan Soen saat itu... "T-tidak mungkin..."
Ia menjadi merasa sangat syok dan tidak percaya, dan ia langsung terduduk lemas. Kemudian ia menatap mata Yuto setelahnya.. "Aku kecewa padamu."
Yuto langsung mengatakan hal tersebut, dan itu membuat ia semakin tidak percaya dan sangat sedih saat ini. Sumpah dan janji yang telah ia buat dengan Soen juga telah ia lupakan dan langgar.
Dan apalagi sekarang, seseorang yang paling ia cintai mengatakan "Aku kecewa padamu." Hal tersebut membuat hatinya menjadi semakin hancur karena ini pertama kalinya Yuto mengatakan hal tersebut.
Lalu perlahan Air Mata miliknya menetes karena hal yang baru saja terjadi saat ini. Ia bahkan tidak tahu mau berkata apa... Dan kata - kata apa yang harus dia katanan saat ini... Ia sama sekali tidak tahu.
"YUTOOO! SEMUA YANG TELAH TERJADI ADALAH SALAHMU!!! MATI KAU!!!"
Soen langsung mengambil Pistol dari balik bajunya dan lalu menembak ke arah Kepala Yuto.
*DOR!*
Namun semua itu sudah tidak berguna, Yuto dapat menghindari itu dengan sangat mudah dengan memprediksi arah Peluru itu. "Tidak berguna."
Lalu Yuto memegang kerah baju Soen dan ia langsung melemparkan Tubuh Soen dengan sangat keras hingga membuat jendela kaca Kafe Ayase pecah berkeping - keping.
*Pyar!*
Lalu semua orang yang ada di luar sangat terkejut.
"Apa yang terjadii?!"
__ADS_1
"Kaca nya pecah!"
"Lihat ada yang bertarung di sana!"
"Dia terluka dan banyak sekali darah!"
"Seseorang Telpon Polisi dan ambulans!"
Ya mereka semua sangat panik setelah melihat kejadian ini. Lalu terlihat Soen yang berlumuran darah akibat luka dari pecahan Kaca - kaca itu. Soen menjadi sangat kesal.
"SIAAALAAAN!"
Lalu ia langsung melempar semua pecahan kaca - kaca itu ke Arah Yuto menggunakan tangan kosong nya. Dan lalu ia langsung lari dari tempat itu meninggalkan kerumunan tersebut.
Yuto yang melihat itu, ia sama sekali tidak menghindarinya karena di belakangnya ada Yui. Walaupun ia sangat kecewa padanya... Tetap dia memiliki kewajiban untuk melindunginya
Hingga pada akhirnya, Yuto langsung menangkap semua pecahan kaca -kaca yang di lemparkan oleh Soen itu. "Jangan pikir kau bisa lari dariku."
Lalu Yuto pergi meninggalkan Yui yang masih terduduk lemas itu. Tapi sebelum itu.
"Maaf aku tidak bisa merayakan ulang tahunku bersamamu dan terimakasih kue nya."
Lalu dengan sangat cepat Yuto berlari dengan sangat cepat mengejar Soen yang melarikan diri. Sedangkan Yui saat ini ingin menghentikan Yuto untuk pergi darinya... Namun ia tetap saja tidak bisa-- lebih tepatnya dia malu dan merasa tidak pantas untuk menghentikannya.
Yang bisa dia lakukan hanya menangis dan menatap Yuto yang perlahan menjauh darinya.
Kemudian dia berjalan dan langsung masuk ke dalam dapur. Lalu saat itu terlihat Ayase yang sedang tidak sadarkan diri... "Yuto yang melakukannya..." Seketika ia langsung paham bahwa Yuto yang telah membuatnya Pingsan.
Kondisi Yui sekarang sudah sangat kacau, sudah terlihat dari nada suara dan rau wajahnya yang begitu menyedihkan.
Sementara itu di tempat yang sangat kumuh dan nampak sangat sepi di sana. Terlihat laki - laki yang sedang berlari dengan darah yang terus berceceran dimana - mana.
Yang tidak lain itu adalah Soen. "Siaal! Dia masih mengejar!"
Di Belakangnya terlihat Yuto yang terlihat mengejar dan manatap Tajam Soen dengan sangat tajam dingin dengan niat membunuh yang sangat kuat.
Soen melihat itu menjadi sangat kesal dan marah, lalu dari sakunya ia langsung mengambil dua pistol dan menembak Yuto dengan kedua pistol itu.
"RASAKAN INI!"
*DOR!*
*DOR!*
*DOR!*
Tapi sayangnya, semua tembakan yang di lancarkan Soen tidak ada yang mengenai Yuto karena arah tembakannya sudah di prediksi olehnya, Hal itu membuat dia langsung membuang pistol miliknya.
"SIAAALAAAN!"
__ADS_1
Lalu ia langsung mengambil Katana Versi 1.1 dari balik bajunya dan ia langsung menekan tombolnya dan membuat Bilah Katana yang sangat tajam itu keluar dari gagangnya.
*Sstaaap!*
Melihat itu Yuto langsung menerjang kedepan dengan sangat cepat. "Tidak berguna."
"Rasakan ini Yuto!!!"
*Sring!*
Soen menebas Yuto secara vertikal, tetapi untuk menghilangkan kecurigaan bahwa Katana itu tidak akan melukainya. Ia sengaja menghindarinya. "Cih! Kau mengindarinya!"
"Kau yang lambat,Soen."
Setelah itu Yuto langsung melancarkan beberapa pukulan kepada Soen. Dan Soen langsung menangkisnya dengan bilah katana itu.
*Ting!*
*Ting!*
*Ting!*
'Berat sekali!'
Karena pukulan Yuto terlalu berat untuk di tangkis. Pada akhirnya ia terpental sangat jauh hingga masuk ke dalam Tong yang penuh dengan sampah.
*Brak!*
Setelah itu Soen langsung berdiri dan menjadi tambah marah.
"Yuto!!! Ku bunuh kau!"
*Sowssssh!*
Soen melesat dengan kecepatan maksimalnya, tapi bagi Yuto. Kecepatan Seon terlihat sangat lambat karena penglihatan dan reaksi Otaknya sudah melebihi manusia biasa.
Lalu ia memunculkan lubang dimensinya dan mengambil Katana Versi 1.2 dari ruang itu.
"Sudah cukup. Matilah."
*Sring!*
Setelah itu Yuto menebebas Soen bersamaan dengan Katana miliknya. Hingga kepala Soen terpisah dari tubuhnya lalu terjatuh dan menggelinding ke Sungai.
Lalu setelah Yuto memeganggal kepala Soen. Ia menatap ke atas lalu hujan yang begitu deras turun dari langit dan menghujani Yuto. "Maaf telah merusak janji dan sumpahmu itu.. Soen."
"Aku terpaksa membunuhmu demi melindungimu dari kenyataan yang begitu pahit ini. Kau boleh mengutukku di alam baka... Tapi jangan mengutuk Yui."
*Srak!*
__ADS_1
Tiba - tiba dari belakang, terdengar suara plastik jatuh ke tanah. Saat itu juga Yuto langsung melihat kebelakangnya. "Hujan ini sudah menjadi warna kesedihan dan kau yang telah merubahnya..."
Dan saat itu Yuto sangat terkejut dengan apa yang telah di lihatnya. "Ren?"