
Chapter 88
Di sebuah gudang yang cukup gelap, terdapat seorang laki - laki berambut pirang dengan rupa yang sangat tampan, sedang terikat di sebuah kursi besi yang sangat kuat Dengan rantai yang mengikatnya
Dan laki - laki berambut pirang tersebut mulai membuka matanya dengan perlahan. "Ugh... Dimana ini?"
Laki - laki itu mulai bingung dengan apa yang di lihatnya sekarang, karena dia melihat sebuah ruangan luas dan cukup gelap saat ini. Kemudian dia mulai tersadar bahwa dirinya tidak bisa bergerak sama sekali karena ia sedang di ikat rantai di sebuah kusri besi yang sangat kuat.
Dan pada saat itu ia sangat terkejut. "Apa ini? Sial... Aku tidak bisa melepaskannya. Dan kenapa aku bisa ada di sini? Dan kenapa aku yang merasa di culik sekarang?"
"Seharusnya tadi aku yang menculik pacarnya Yuto... Apa maksudnya ini? Aku sama sekali tidak mengingatnya!"
Kemudian dari kegelapan, muncul seorang laki - laki berambut hitam dengan bekas luka yang ada di sekitar matanya itu. Lalu dia menjadi sangat terkejut setelah melihat laki - laki itu dengan jelas.
"T-tidak mungkin... Kau..."
"Yo, Hanagi. Sepertinya kau telah membuat banyak masalah padaku hari ini."
"Y-yuto..."
Dan laki - laki itu namanya adalah Yuto Tanaka lalu laki - laki yang sedang terikat rantai adalah Hanagi Sasuto.
"Ya, ini aku Yuto Tanaka yang telah dari dulu di Buly olehmu saat Smp. Dan yang masih ku bingungkan adalah... Kenapa kau begitu membenciku sampai - sampai kah ingin membunuhku?"Tanya Yuto yang tersenyum tipis.
Mendengar itu dia mulai tersadar dari keterkejutannya itu dan segera mencoba melepaskan rantai yang telah mengikatnya dengan begitu erat. "Percuma saja, rantai itu sangat kuat. Manusia sepertimu tidak akan bisa memutuskannya."Jelas Yuto kepada Hanagi.
"Emang aku peduli mendengar penjelasan mu itu? Tanpa kau beritahu,aku sudah tahu!"Ucap Hanagi yang kesal.
"Hah... Dari dulu kau memang tidak berubah."Ucap Yuto yang menghela nafasnya.
"Ya,"
"Kau menjawabnya dengan singkat?tidak seperti dirimu saja. Baiklah akan ku tarik kata - kataku tadi."Ucap Yuto
"Dan jawab pertanyaanku yang tadi, alasan kenapa kau begitu membenciku dari dulu. Seingatku aku tidak pernah membuat masalah kepadamu saat itu."Tanya Yuto dengan tatapan serius.
"Kau tidak perlu mengetahuinya Yuto. Tapi satu hal yang ingin ku beritahu salah satu alasanya. Yaitu rasa 'Iri'."Jawab Hanagi dengan tenang.
"Iri? Kenapa kau begitu iri kepadaku? Bukannya dari dulu kau itu memiliki banyak keunggulan dan kau juga sudah jauh melampauiku di bidang jasmani saat itu."Ucap Yuto yang bingung
"Dan kau juga lumayan pintar, jadi kenapa kau bisa 'Iri' padaku?"Lanjutnya.
Mendengar hal itu, Hanagi terkekeh dan tertawa "Hehe... Hehehehe! Hahahahahahaha!"
__ADS_1
Mendengar Hanagi tertawa, ia menjadi tambah bingung dengan Tawaan yang di lakukan Hanagi saat ini. "Hm...? Kenapa kau tertawa?"
"Hahahahaha! Tentu saja aku itu bohong! Mana mungkun aku itu iri dengan anak pelacur miskin sepertimu hahahaha! Alasan kenapa aku sering membulymu saat itu hanyalah untuk kesenanganku saja!"Hanagi tertawa begitu keras.
Dan saat mendengatnya, Yuto hanya menatap Hanagi dengan datar tanpa adanya ekspresi yang di keluarkan olehnya. Seakan dia sudah tahu dan bosan mendengarnya.
Ya memang benar, semua yang di katakan Hanagi tidaklah salah. Dirinya memang anak dari seorang pelacur, itu adalah realita yang harus dia tanggung selama ini.
"Ya, perkataanmu memang benar juga. Tapi apakah hanya itu? Dan sekarang apa yang akan kau lakukan saat ini? Posisi telah terbalik, aku bisa saja membunuhmu sekarang juga."Ucap Yuto dengan dingin
Mendengar perkataan Yuto, ia hanya tersenyum licik, "Hahaha..kau tidak akan bisa membunuhku karena akulah yang akan membunuhmu sekarang juga!"
*Sring!*
Dan tiba - tiba sebuah Bilah katana keluar dari balik Saku Hanagi dan membuat rantai - rantai itu terputus karenanya.
Lalu dia mulai berdiri dan menunjukan Katananya dengan sombongnya di depan Yuto. "Ini bukanlah katana murahan yang banyak di jual di mana - mana. Katana ini bisa saja memotong Tank dengan sekali tebas begitu saja "
"Nama Katana ini adalah---"
"Katana Versi 1.1 "
Yuto menyela perkataan Hanagi dengan begitu santainya dan dia bahkan bisa menebak Katana yang sedang di pegang Hanagi saat ini.
"Ya karena aku sering melihatnya saja, tisak perlu di pikirkan Hanagi. Silahkan lanjutkan perkataanmu tadi."Yuto tersenyum licik
Dan juga dari Tadi Yuto telah mengetahui bahwa Hanagi membawa sebuah Katana Versi 1.1 dengan begitu mudah. Karena yang sekarang di Pegang Hanagi adalah Katana miliknya yang telah di lelang saat itu.
Ya meski begitu Yuto tidak akan memberitahu bahwa dirinya yang telah melelang Katana itu.
Saat ini Hanagi meremas tangannya dan menjadi begitu marah kepada Yuto. "Bajingan kau Yuto!!!"
Lalu dengan sangat cepat, Ia langsung menyerang Yuto menggunakan Katana Versi 1.1 miliknya itu. Dan saat melihatnya Yuto langsung menghindari serangan itu dengan begitu mudah.
*Sring!*
Ya sebenarnya Katana Versi 1.1 ataupun 1.2 sudah tidak bisa melukainya lagi karena sekarang dia ketahanannya sudah berada di Level Blok Kota.
Karena dari tadi dia telah memasang Armor yang telah di buat menggunakan Susunan Nano Partikel dengan begitu rumit. Tapi Uniknya Armor itu sudah di lengkapi dengan Fungsi tidak terlihat.
Dan juga Katana itu juga tidak bisa melukainya jika dirinya tidak menggunakan Nano Teknologinya karena itu memiliki Fungsi tidak dapat menyerang Yuto.
Tapi... 'Apa salahnya menghindari serangan yang tidak bisa melukaiku? Mari kita bermain sedikit lebih lama.'
__ADS_1
Benar, dari tadi Hanagi telah di permainkan oleh Yuto layaknya bidak catur. Tapi Hanagi sama sekali tidak menyadarinya sama sekali.
"Kau sudah berkembang begitu jauh Hanagi, aku memujimu."Ucap Yuto dengan begitu santainya.
"DIAM KAU!!!"
Hanagi semakin kesal dan terus menyerang Yuto menggunakan Katana Versi 1.1 dari berbagai arah. Namun itu semua tidak berguna di hadapannya karena perbedaan kekuatan yang begitu jauh.
"Sial! Kenapa aku tidak bisa mengenainya!"Hanagi semakin kesal karena semua serangan yang dia lancarkan tidak ada yang mengenai Yuto satupun.
"Ya karena gerakanmu itu terlalu lambat Hanagi, jika kau lebih cepat lagi mungkin seranganmu ada yang mengenaiku."Ucap Yuto sembari menghindari serangan itu.
Hanagi semakin kesal. "DIAAAAAAAAM KAAAAAU YUTO!!!!"
*Sring!*
Dan serangan itu hampir mengenai leher Yuto sehingga membuatnya mundur beberapa langkah untuk menghindari serangan dari Hanagi.
"Huh... Hampir saja kau mengenaiku Hanagi, kau memang sudah berkembang jauh sekarang. Nampaknya salah satu ketua Yakuza telah melatihmu dengan benar."
"BERISIK! AKU PASTI AKAN MEMBUNUHMU! AKU PASTI AKAN MEMBUAT AYAH PERCAYA BAHWA AKU LEBIH SPESIAL DAN LEBIH HEBAT DARIMU!"
Setelah itu, Hanagi mulai mengambil sebuah suntikan dari balik bajunya itu. Dan di suntikan itu terdapat sebuah cairan misterius di dalamnya.
*Tsuk!*
Kemudian Hanagi langsung menyuntikan cairan itu ke dalam tubuhnya. Dan setelah melihatnya Yuto cukup terkejut dengan apa yang di lakukan Hanagi saat ini.
Perlahan, tubuh Hanagi mengalami mengalami perubahan yang cukup menonjol karena seluruh urat - urat otot yang ada mulai terlihat jelas di seluruh kaki,tangan serta wajahnya itu.
Yuto menjadi tambah terkejut setelah melihatnya.
"Hey, tadi kau berkata bahwa aku harus lebih cepat lagi supaya aku bisa melukaimu? Jadi ayo kita lihat seberapa cepat dan kuat aku sekarang."
"Ha? Dari tadi apa yang kau oceh---"
*Swooosssssh!*
Tiba - tiba kecepatan Hanagi meningkat dengan sangat drastis, tidak hanya kecepatan... Tapi kekuatan fisiknya juga telah meningkat.
Dan pada saat itu, Yuto cukup terkejut dengan yang di lihatnya,lalu terlihat juga bilah Katana Hanagi sudah hampir mengenai Leher Yuto saat ini.
"MATILAAAAAH!"
__ADS_1