
Chapter 36
"Ren?"
Yuto begitu terkejut dengan apa yang dia lihat sekarang karena wajah yang di miliki Ken sangatlah mirip dengan teman sekelasnya yaitu Ren Tamaka.
Tapi yang membedakan hanya warna rambutnya saja, Ren Tamaka itu memiliki rambut warna perak sedangkan Ken Ryugan memiliki rambut hitam pekat.
Berbeda terbalik dengan warna rambut Ren. Dan sekarang Yuto masih sangat terkejut apa yang dia lihat sekarang.
"Hahaha... Aku sudah tidak terkejut lagi..."Yuto tertawa lemas karena dia sudah terlalu lelah untuk terkejut.
Dan Yuto hanya memegangi kepalanya yang pusing itu. "Lebih baik aku menanyakan nya nanti saja. Karena Helm memiliki batas pemakainnya."
"Lebih baik aku mencari hotel saja."
Setelah itu Yuto mulai membawa Tubuh Ken dan Yuki dengan cara menggendongnya secara bergantian, setelah itu Yuto mulai mencari Hotel terdekat lewat Ponselnya tersebut.
Setelah itu Yuto langsung pergi ke Hotel tersebut dengan Taxi. Lalu setelah sampai Yuto pun masuk ke hotel tersebut sekbari merangkul tubuh mereka berdua.
"Permisi, aku pesan 3 kamar!"Ucap Yuto kepada Resepsionis Hotel tersebut.
Resepsionis Hotel itu melihat Yuto yang sedang merangkul kedua Temannya yang pingsan itu sangat terkejut.
"Eh? Apa yang terjadi dengan temanmu?"Tanya pelayan Hotel yang panik.
"Mereka cuma kelelahan, jadi apakah ada kamarnya?"Jelas dan Tanya Yuto.
"Tunggu sebentar biar ku cek dulu."
Setelah itu Resepsionis mulai mengeceknya lewat komputer. Dan setelah beberapa detik kemudian...
"Maaf, Kamar Hotel kami hanya tersisa 2 saja."Ucap Resepsionis tersebut.
Mendengar itu Yuto langsung menyetujuinya. Dan setelah itu dia langsung membayar biaya 2 kamar tersebut.
" Pelayan! Tolong bawa salah satu temanku ke Kamarnya!"Pinta Yuto kepada pelayan hotel tersebut.
Setelah itu Ken di bawa oleh pelayan ke kamar hotel yang telah dia pesan olehnya yaitu kamar nomer 25, Sedangkan Yuto juga segera membawa Yuki ke kamar 26.
....
....
....
Setelah sampai kedalam Kamar 26, Yuto langsung membaringkan tubuh Yuki ke ranjang empuk itu. "Huh... Waktunya aku istirahat dan tidur bersama Ken..."
Plaaak...*
Lalu tiba - tiba Yuki memegang tangan Yuto, dan itu membuatnya cukup terkejut. "Huh? Yuk-----"
Lalu seketika Yuki menarik tangannya dan membuatnya terbaring satu ranjang dengan Yuki. "Hoy... Yuki, kau sudah bangun ya?"
Yuto cukup terkejut dengan tindakan yang di lakukan Yuki, dan setelah itu dia mulai mengeceknya untuk memastikan bahwa dia masih pingsan atau tidak.
Dan saat Yuto mengeceknya, ternyata Yuki masih belum sadarkan diri. "Dia masih pingsan ya..."
__ADS_1
Sebenarnya Yuto sekarang tidak bisa bangun dari ranjang itu karena sekarang dirinya sedang di peluk oleh Yuki dengan sangat erat.
"Dia itu tidur atau pingsan sih? Aku... Tidak bisa bergerak... Aah... Mungkin tubuhku saja yang terlalu lelah."
'Tapi...sebenarnya staminaku masih sangat banyak... Hanya saja tubuhku masih belum bisa menyesuaikan saja. Mungkin perlu 1 bulan tubuhku menyesuaikannya.'
Benar, Walaupun Stamina Yuto itu sangat banyak tapi sayangnya kondisi tubuh Yuto masih belum bisa menyesuaikan perbuahan besar dari Nano Teknologi.
Maka dari itu Yuto akan tetap berkeringat dan tubuh Yuto akan merasa lemas walaupun dirinya tidak merasakan Lelah sekalipun.
'Aku hanya bisa pasrah sampai pagi... Dan...'
"Dia cantik juga ya..."Ucap Yuto yang memperhatikan lekuk wajah yang dimiliki Yuki.
"Tapi Yui masih lebih cantik menurutku... Dan selamat tidur."
Dan Yuto mulai memejamkan matanya lalu dia tidur bersama dengan Yuki.
*********
Sementara itu di sisi Ken yang tidur di kamar sebelah Yuto dan Yuki. Dia masih belum sadarkan diri dari pingsannya.
Lalu tiba - tiba raut wajahnya berubah seakan terjadi sesuatu di dalam mimpinya itu.
"Ren... Ren..."Dan dia terus menerus memanggil nama itu, seakan dia sangat mengenalnya.
....
....
"Dimana ini...?"
Dia nampak sangat bingung dengan apa yang di lihatnya sekarang. "Aku tidak tahu dimana ini? Apakah aku di culik?"
Ken semakin bingung dan dia terus berjalan menyusuri ruangan tersebut. Dan semakin dalam dia menyusuri ruangan itu dia merasa tertelan ke dalam kegelapan yang tidak berujung itu.
"Lebih baik aku tidak menyurinya lebih dalam lagi."
Ken memutuskan untuk berhenti dan kembali ke tempat yang tadi. Lalu saat dia akan melangkah kembali...
Tiba - tiba...
"Kakak..."
Seseorang memanggilnya dari dalam kegelapan yang tidak berujung itu. "Eh?"
Dan itu membuatnya sangat terkejut lalu langsung berhenti dan menoleh alah suara tersebut. "Kakak..."
Suara itu memanggilnya kembali. Namun sekarang suara itu menjadi lebih dekat dari sebelumnya.
"Siapa itu?"
Ken melihat seseorang Bocah laki - laki Nampak berumur 7 tahun Sedang berjalan mendekatinya dari dalam kegelapan tersebut. Dan pada saat itu juga dia sangat terkejut dengan apa yang di lihatnya.
'Rambut perak dan wajahnya sangat mirip denganku... Apa jangan - jangan...'
Ya dia sudah bisa menebak siapa yang ada di depannya tersebut, dia adalah "Ren?"
__ADS_1
"Ya, aku Ren kakak..."Ucap bocah laki - laki tersebut.
"Huh... Jadi kau benar Ren...? Jadi kau itu benar - benar Ren ya...!" Ken meneteskan air matanya, dan dia langsung memeluk bocah laki - laki yang ada di depannya tersebut.
"Syukurlah... Syukurlah...! Kau masih hidup...! Aku kira... Kau sudah mati..."Ken nampak sangat bersyukur melihat bocah laki - laki itu.
"Hey... Kakak... Aku sudah mati loh..."Ucap laki - laki itu dengan tatapan kosong.
Mendengar itu Ken sangat terkejut. "A-apa yang kau katakan Ren..."
Tiba - tiba ruangan itu memanjang dan memisahkan mereka berdua. Dan itu membuatnya sangat terkejut. "Re-ren!"
"Maaf kakak... Aku pergi dulu..."
Terlihat bocah laki - laki tersebut mulai menjauh dari hadapan Ken. "Ja-jangan pergi Ren!"
"REEEEN!"
Lalu dia mulai berlari mengejar bocah laki - laki itu, namun sayangnya dia tidak bisa mengejarnya bocah laki - laki itu semakin menjauh.
Dan pada akhirnya bocah itu menghilang tertelan oleh kegelapan yang tidak berujung itu.
"Tidaaaaaaaak!"
....
....
Lalu tiba - tiba dia bangun dari pingsannya itu, lalu dia melihat ruangan indah dan merasakan bahwa dia sedang berada di atas kasur empuk.
"Dimana ini?"
Ken menjadi sangat bingung dengan apa yang di lihatnya sekarang. "Dan lagi... Lagi mimpi itu lagi..."
"Dan bukannya aku tadi bersama Yuki untuk menjadi Pegawai di Kafe yang akan dia dirikan itu? Lalu kenapa aku di dalam Hotel?"
"Tapi yang lebih penting lagi... Dimana Yuki dan Yuto?"
Tiba tiba...
"Tidaaaak!"Ken mendengar suara teriakan gadis dari kamar sebelah. Dan Ken langsung mengetahui siapa yang berteriak itu.
"Bukannya Itu Yuki?"
Setelah itu dia segera keluar dan mengecek kamar sebelahnya itu. Lalu saat Ken membuka kamar itu..
"Yuki ada apa...." Dan saat dia melihat dalam kamarnya terlihat Yuki sedang menutupi tubuhnya dengan selimut dan lalu di sampingnya terlihat Yuto yang sedang duduk dengan muka yang nampak sangat terkejut.
"A-apa yang telah kalian lakukan?"
...~Author Riza~...
...Yo bagaimana? Bagus tidak? Jika bagus mohon berikan Like,Vote dan Komennya ya teman - teman....
...~Salam Dari Author Riza~...
*Jangan lupa komen yang banyak supaya author tambah semangat.
__ADS_1