Sistem Kekayaan : Nano Teknologi

Sistem Kekayaan : Nano Teknologi
Chapter 109: Simpanan?


__ADS_3

Chapter 109


Lalu 10 orang mulai masuk ke dalam arena dan mulai menghampiri Alhiro yang ada di tengah arena. Di depan Alhiro terlihat juga Robot yang kepalanya sudah hancur karena ulah Alhiro.


"Tuan, apakah anda tidak apa - apa?" Tanya Ketua pasukan 4


"Ya,ayo kita pergi. Dan jangan lupa ambil barang lelang yang telah ku beli!" Perintah Alhiro kepada salah satu bawahannya.


"Baik,segera saya lakukan."


.....


....


Sementara itu di sisi Yuto, ia nampak sudah berada di dekat pintu keluar pasar gelap. Dia nampak sedang terbang dengan sangat cepat dan ia menabrak pintu keluar itu sampai hancur.


*Braaak!*


Dan tentu saja, Pintu keluar itu adalah pintu yang terhubung dengan hutan di belakang rumah Yuto, tentu saja Pintu itu sudah di segel oleh Yuto menggunakan tumpukan batu yang sangat besar serta banyak.


Karena Yuto ingin cepat pulang, Yuto tidak ada pilihan lain untuk menghancurkan pintu yang di segelnya itu.


Lalu Yuto mulai turun di permukaan. Kemudian ia mulai mengambil Batu - batu besar itu dan mulai memasukan semua batu itu ke dalam lubang menuju ke pasar gelap.


Setelah beberapa menit berlalu, akhirnya Yuto telah memasukan semua batu - batu itu ke dalam lubang,tidak hanya itu Yuto juga lubang itu dengan pintu besi super kuat untuk menguatkan penghalangnya.


"Waktunya untuk pulang," ucap Yuto yang segera pergi ke rumahnya.


Yuto sekarang berada dalam di rumahnya dan mau membuka pintu kamarnya dengan raut wajah yang cukup lelah. 'Aku lelah sekali,sepertinya aku terlalu mengeluarkan stamina saat bertarung dengannya.'


Yuto mulai membuka pintu kamarnya, namun saat dirinya melihat apa yang ada di dalam kamarnya ada sesuatu yang membuatnya cukup terkejut hingga membuat dirinya terdiam sesaat.


"Yuto selamat datang, lihat ini siapa yang aku bawa!" Ucap Yui yang memperlihatkan seorang gadis sma seumuran dengannya , berambut blonde dan memiliki mata yang indah hampir sama seperti Yui.


"Y-Yuto, aku Nagis... L-lama tidak bertemu, " Gadis itu tidak lain dan tidak bukan adalah Nagisa. Dia sekarang sangat gugup dan sangat malu melihat Yuto yang sekarang ada di depan matanya.


"Y-ya, lama tidak bertemu Nagisa dan Yui bisakah kau ceritakan bagaimana Nagisa ada di rumah kita?" Yuto segera tersadar dari lamunannya.


Jadi bagaimana ceritanya Nagisa bisa berada dalam rumah Yuto bersama dengan Yui? Baiklah ini adalah ceritanya.


[Flash Back]

__ADS_1


Di dalam rumah yang cukup gelap, terlihat di kamar ada seorang gadis cantik berambut blonde sedang duduk di jendela kamarnya dan termenung sedih.


" Aku sudah tidak ingin mencintai seseorang lagi, itu sangat menyakitkan," ucap Nagisa yang cukup sedih


Lalu tiba - tiba, seseorang menekan tombol bell rumahnya. Dan dia melihat orang yang menekan Bell rumahnya dari jendela kamarnya itu.


Yang dia lihat adalah seorang gadis yang sangat cantik dengan rambut biru hitam, mata pupil biru sedang menekan bell itu berulang kali.


Dan Nagisa tahu siapa gadis itu. " Yui? Kenapa dia ada dia tahu rumahku?" Ucap Nagisa yang cukup bingung


Kemudian dia mulai berdiri dan menuju ke pintu rumahnya untuk berbicara kepada Yui yang ada di depan pintu rumahnya.


Tapi Nagisa tidak membuka pintu rumahnya dan ingin berbicara dengan Yui tanpa memperlihatkan wajah yang sangat menyedihkan ini.


"Siapa?" Tanya Nagisa di balik pintunya.


"Ini aku Yui," Jawab Yui


"Oh... Ternyata Yui,jadi apa yang kau inginkan?" Tanya Nagisa dengan nada yang sama.


"Sebelum itu,bisakah kau membuka pintunya? Aku ingin berbicara langsung denganmu." Balas Yui yang meminta.


Mendengar itu, Yui pun setuju karena Nagisa menolak membukakan pintu. Jadi dia tidak ada pilihan lain untuk berbicara dengan Nagisa yang di halangi oleh sebuah pintu.


" Aku minta maaf, Nagisa atas semua kesalahan yang telah kuperbuat padamu! Jadi aku benar - benar minta maa---"


"Kau tidak perlu minta maaf, aku lah yang salah. Jadi jika hanya itu yang kau bicarakan? Lebih baik kau pergi saja,karena tidak ada gunanya." Ucap Nagisa


Yui yang mendengarnya, dia hanya bisa menggenggam tangannya dan menggigit bibirnya.


"Baiklah, aku tidak akan meminta maaf. Tapi aku ingin kau mendengarkannya sekali saja... Aku itu sebenarnya tinggal satu rumah dengan Yuto," Yui mulai membuka rahasianya kepada Nagisa.


"Jangan mengada - ngada, itu hanya ada di dalam cerita fiksi," Nagisa menyangkal dan tidak mempercayai apa yang di katakan Yui.


Dan memang benar,hal semacam itu hanya ada dalam cerita fiksi. Ya walaupun mereka tidak tahu bahwa mereka semua juga ada di dalam cerita fiksi,jadi jangan marah kalau tahu kalian semua itu fiksi.


" Aku serius lalu, aku juga sudah melakukan *** - *** dengan Yuto sampai hamil dan Yuto juga telah menikah denganku."


"Aku punya semua buktinya dan jika ku ingin melihatnya maka kau keluar sekarang! Jika tidak aku akan pergi!"


Yui dengan kesal hendak pergi dari depan rumah Nagisa. Dan saat mengetahuinya Nagisa menjadi sangat panik. "T-tunggu aku akan buka pintunya! Jadi jangan pergi sebelum tunjukan buktinya!"

__ADS_1


Dan pada akhirnya Nagisa membuka pintunya. Tapi saat ia membuka pintunya Yui masih ada di depan pintu dan sedang tersenyum kepadanya.


"Terimakasih telah keluar Nagisa hehe~" Ucap Yui yang tersenyum lembut.


Dan saat Nagisa melihatnya, ia langsung menatap datar Yui. "Jadi,kau bohong kan?" Tanya Nagisa yang curiga


" Tidak, semua yang ku katakan benar terjadi." Jawab Yui


"Jadi kau benar - benar sedang hamil dan kau sudah menikah dengan Yuto?" Tanya Nagisa yang masih tidak percaya.


"Benar, aku sudah hamil 2 bulan dan aku sudah menikah dengan Yuto." Jawab Yui yang masih tersenyum


'Apa - apaan dengan senyumannya, terlihat sangat mencurigakan.' Pikir Nagisa di dalam hatinya


"Jadi mana buktinya?" tanya Nagisa


"Ada di rumah Yuto. Jika kau ingin melihatnya maka kau harus ikut denganku sekarang juga." Balas Yui yang masih tersenyum


"Awas saja kau bohong Yui,"


"Tenang saja, aku tidak akan berbohong.".


Setelah itu Nagisa ikut Yui ke rumah Yuto dengan sangat terpaksa.



"Begitu ceritanya, jadi apa kau paham?"


Saat mendengar cerita dari Yui, ia hanya bisa menghela nafasnya dengan sangat panjang dan memegang kepalanya karena tindakan Yui yang begitu sembrono.


"Haaah... Jadi kau memberitahu rahasia kita? Yui apa yang ada di pikiranmu saat itu?" Tanya Yuto yang mulai pusing


" Tidak tahu, aku hanya mengikuti emosiku saja." Balas Yui yang nampak kesal


"Terserah kau saja, jadi apa hanya ini alasanmu kau membawa Nagisa?" Tanya Yuto


"Tentu saja tidak, benar kan Nagisa?"


Mendengar apa yang di katakan Yui, muka Nagisa menjadi sangat merah. "B-benar, sebenarnya Yuto aku mencintaimu! Jadikan aku menjadi simpananmu!!"


"Hah?"

__ADS_1


__ADS_2