
Chapter 90
10 Tahun yang lalu...
Di kediaman keluarga Sasuto atau di Kediaman Hanagi Sasuto.
Terlihat seorang bocah laki - laki yang terlihat tampan dan imut dengan rambut pirang yang cukup indah. Dia nampak sedang menggambar dengan pensil warnanya.
Nampak dia begitu senang karena yang dia gambar sekarang adalah ayah dan ibunya yang sedang menggandeng tangannya di taman bermain.
"Yey, selesai! Paman Gin? Bagaimana?"Hanagi menunjukannya kepada Gin Henaki.
(Note: Gin Henaki adalah orang yang muncul di Chapter 8)
"Itu sangat bagus tuan muda! Aku rasa Tuan besar akan menjadi sangat suka!"Gin memuji gambar Hanagi dengan penuh senyuman.
Mendengar hal itu Hanagi menjadi begitu senang dan segera mencari ayahnya untuk menunjukan Gambarnya itu. "Waaaah benarkah? Aku akan tunjukin ke ayah dulu!!"
Lalu Hanagi mulai mencari ayahnya itu dengan penuh gembira dan rasa suka. Dan setelah Hanagi mencari di berbagai ruangan,ia akhirnya menemukan ayahnya itu.
Setelah itu ia dengan sangat ceria langsung menghampiri ayahnya itu yang sedang melakukan rapat bersama dengan para bawahannya itu.
"Ayaaaah!"
Dan karena Hanagi tidak mengerti bahwa ayahnya sedang rapat, jadi ia tanpa fikir panjang langsung menerobosnya. Lalu saat melihat kedatangan Hanagi semuanya berhenti melakukan rapatnya.
Namun Hanagi tidak mempedulikannya dan langsung menunjukan karya gambarnya kepada Ayahnya itu. "Lihat ini Ayah! Aku menggambar aku,ayah dan ibu di sini dengan penuh senyuman! Bagaimana ,apakah ayah suka?"
Namun Ayah dari Hanagi tidak mempedulikannya dan memanggil istrinya untuk membawa Hanagi keluar dari ruangan rapat ini. "Bawa pergi anakmu itu pergi dari sini,menganggu saja."
"Ke-kenapa!? Bukannya itu adalah hal wajar baginya untuk mendapatkan perhatian darim---"
"Diamlah! Aku hanya mengakui anakku yang pertama ,bukan berasal anak ini! Jadi cepat bawa keluar anakmu itu!"
*Brak!*
Ayah Hanagi marah kepada istrinya sampai memukul meja besi yang ada di depannya hingga hancur.
Dan semua Ketua Yakuza yang ada sangat terkejut,namun mereka tetap diam karena mereka tidak mengetahui seberapa besar kekuatan dari Ayah Hanagi.
Lalu Ibunya Hanagi menjadi ketakutan dan segera membawa anaknya keluar dari ruangan rapat itu. Sedangkan Hanagi ia terlihat begitu takut dan juga sedih setelah melihat reaksi ayahnya itu.
__ADS_1
Ia sebenarnya menangis,tapi ia tetap menahannya karena tidak ingin ayahnya marah lagi. Dan setelah ia sudah berada di luar ruangan.
Hanagi langsung menangis dan memeluk ibunya.
"Huwaaaaaaa! Ibu...! Ibu...! Kenapa aku tidak bisa mendapatkan perhatian dari ayah!? Apakah ayah itu sangat membenciku!?"Dan saat Hanagi memeluknya, ia dengan sangat lembut menenangkannya dengan cara memeluknya.
Meski begitu, saat ia melihat anaknya sendiri tidak mendapatkan perhatian dari suaminya. Jujur hatinya sudah begitu hancur dan begitu sakit.
"Tidak Hanagi,ayah tidak membencimu... Ayah hanya sedang sibuk saja."
"Ibu bohong! Ibu bohong! Ayah membenciku! Ayah tidak menginginkan aku! Ayah hanya mengakui kakak saja!"
"Aku benci kakak! Aku banci kakak! Lebih baik kakak yang menghilang saja!"
Hanagi sangat sedih,luka hati yang ia dapatkan membuat dirinya membenci Yuto yang sama ini tidak tahu apa -apa.
"Tolong jangan membencinya Hanagi, kakakmu bahkan tidak mengetahui apapun tentang kita bahkan ayahnya...!"
Namun Hanagi tidak mendengarkannya dan terus menangis kencang di pelukan Ibunya itu. Dan nama dari Ibu Hanagi adalah Aina Sasuto, seorang wanita yang sangat baik dan sayang kepada anaknya.
Dia memiliki rupa yang sangat menawan dengan rambut pirang yang ia miliki. Alasan kenapa dia bisa menikah dengan laki - laki itu(ayahnya Hanagi) adalah karena keinginan keluarganya.
Dan akibat menikah tanpa adanya rasa cinta, Hanagi lah yang menjadi korbannya.
.......
......
Kali ini di masa yang sekarang, terlihat Hanagi sedang menangis dan tebaring lemas di lantai gudang yang hancur itu.
Sedangkan Yuto, ia hanya menatap kebawah dengan raut wajah yang sudah tidak di jelaskan lagi. Emosinya sudah bercampur aduk tidak karuan.
Relita bahwa Hanagi adalah adiknya, meski bukan kandung. Ia tetap adiknya dan Yuto sudah mengetahui dari Yami di saat ia membunuhnya.
"Aku... Sama sekali tidak tahu bahwa kau semenderita itu karenaku... Jadi maaf..."Ucap Yuto yang meminta maaf
"Dan sekarang, aku paham alasan kenapa kau begitu membenciku. Ini bukan masalah kepintaran ataupun kekuatan, melainkan dari rasa 'Kasih sayang' seorang ayah yang tidak merata."Lanjutnya.
"Ya itu memang benar! Aku begitu menderita karena selalu di abaikan olehnya,dia bahkan tidak pernah memujiku sampai saat ini! Yang dia puji hanya Kakak!"
"Bagi ayah, Kakak adalah segalanya! Kakak tidak paham apa yang ku rasakan saat ini! Hatiku sangat sakit... Aku terus menangis saat itu!!! Tapi tidak ada yang pernah menolongku!"
__ADS_1
Mendengar hal itu, Yuto mencoba mengangkat kepalanya kedepan dan lalu menatap Hanagi dengan penuh senyuman.
"Ini semua salahmu! Andai saja kau tidak ada,aku pasti sudah lama merasakan kasih sayang dari ayah! Jika saja kau tidak ada,Ibu tidak akan terus di marahi oleh Ayah! Jika saja kau tidak ada...."
"Ibu... Ayah... Dan aku, pasti akan menjadi keluarga yang bahagia seperti yang kubayangkan!"
Dan Yuto terus mendengarkan keluh dan amarah yang di lontarkan oleh Hanagi-- adiknya saat ini. Ia terus tersenyum,walaupun dirinya juga telah mengalami pengalaman yang begitu parah saat kecil.
Namun Yuto terus tersenyum dan mendengarkannya dengan tenang. Lalu saat dirinya melihat Yuto hanya tersenyum mendengarkan semua amarahnya.
Ia tidak bisa menghentikan air matanya yang terus menetes dari matanya.
"Sial... Sial... Sial...! Kenapa kau tidak membunuhku saja...! "
"Aku terus menerus mencoba membunuhmu! Heeeey cepat katakan padaku, kau Membenciku kan?! kau ingin membunuhku kan?! Jadi cepat lakukan sekarang juga!"
Mendengar itu pun menjawab dengan senyumannya. "Aku memang membencimu, aku sempat ingin membunuhmu saat itu. Tapi setelah mengetahui hal ini,aku tidak bisa untuk membunuhmu."
"Ya... Mau bagaimana lagi kan...? Aku adalah kakakmu dan kau adalah adikku. Dan... Kau pasti pernah mendengar kata - kata ini darimu kan?"
"... Bahwa 'Kakak akan muncul menolong adiknya dari kesulitan' jadi jangan sungkan untuk mengatakan semua keluh kesahmu kepada kakakmu ini."
Saat Hanagi mendengar semua perkataan dari Yuto. Ia mengingat kata - kata yang di berikan oleh ibunya saat itu. "Kakakmu pasti akan datang dan menolongmu dari kesedihan ini, jadi jangan benci kakakmu Hanagi."
Setelah mengingatnya, ia menangis dengan kencang. "MAAAAF! MAAAAAF! MAAAAF! AKU MINTA MAAAF! KARENA TELAH MEMBENCI KAKAK! AKU TIDAK INGIN KAKAK MEMBENCIKU!
"AKU... MINTA MAAF! JANGAN TINGGALKAN AKU SENDIRI DI SINI...."
Setelah mendengarnya, Yuto segera merendahkan tubuhnya dan mengangkat tubuh Hanagi lalu memeluknya dengan hangat.
"Yosh... Yossh, jangan menangis... Kakak ada di sini, Hanagi."
"Maaf... Maaf...!"
"Ya, jadi jangan menangis lagi... Semuanya akan baik - baik saja."
Sekarang, Hanagi telah menyadari semua kesalahan yang telah dirinya perbuat. Ia terus menangis seperti anak kecil kepada Yuto dengan penuh penyesalan.
Semuanya telah berakhir perselisihan Kakak dan Adik ini, berbagai perasaan telah tersampaikan dengan kata - kata yang begitu tulus.
Semua kesedihan dan penderitaan yang mereka berdua rasakan di masa lalu telah tersampaikan satu sama lain.
__ADS_1
Dengan kata lain... "Semuanya baik - baik saja."