
Chapter 32
"Oh ya, aku pergi dulu Paman Jirou."Yuto Pamit pergi.
"Jangan pergi dulu Nak Yuto, mari kita makan bersama bekal ini... Masakan Anakku Enak loh hehe"Tawar Paman Jirou
"Benar, Ayo makan bersama. Ini aku yang masak loh!"Lanjut Yuki dengan sombongnya.
"Apa tidak apa?"Tanya Yuto
"Tidak apa, Aku juga bawa banyak. Jadi ayo!"Ucap Yuki yang menarik Yuto kedalam tempat Kontruksi.
Dan karena ini sudah waktu istirahat... Jadi para pekerja yang ada pun istirahat dan memakan bekal mereka masing - masing.
Sekarang Yuto,Yuki dan Paman Jirou sedang duduk di atas Tikar, sedangkan Yuki terlihat sedang mengeluarkan Dan menyiapkan makanan - makanan yang ada di dalam Bekal yang dia bawa.
"Jadi ayo makan Tanaka,Ayah!"
"Ya, selamat makan."
Setelah itu mereka bertiga makan bersama - sama dengan penuh rasa bahagia, dan pada saat makan...
"Ayah, makan lah dengan perlahan nanti kau tersedak!"
"Ya ya... Ayah perlahan kok... Uhuk - uhuk!" Dan Jirou tersedak makanan
"Tuh kan Ayah jadi tersedak, Ini airnya!"Dan Yuki langsung menyilirkan air ke dalam gelas.
"Aaaaahhh, Lega juga Terimakasih Yuki!"
"Tentu saja, bisa repot juga kalau ayah tersedak makanan!"Balas Yui yang kesal namun tetap terlihat senang.
Sedangkan Yuto hanya memperhatikan bagaimana rukun dan bahagianya mereka berdua. Namun Jujur saja... Yuto juga merasa iri kepada mereka berdua.
Karena dari dulu Yuto tidak pernah merasakan itu semua, mulai dari makan bersama bersama Ayah ataupun ibu,Selalu di pukuli oleh ayahnya, Ibunya selalu pergi saat Yuto kesepian.
Yuto sangat kesepian dan sangat menderita saat itu.
Jujur itu rasanya sangat menyakitkan, seakan Yuto ingin menangis mengingat hal itu lagi. "Yuto ini Air minu...."
Lalu saat Yuki ingin memberikan air minum kepada Yuto... Dia melihat bahwa Yuto meneteskan air mata.
"Tanaka kenapa kau menangis?"
Yuto yang mendengar ucapan Yuki pun cukup terkejut. Dan dia segera mengelapnya... "Aaah... Maaf... Aku hanya kelilipan saja."
"Tapi apa kau baik - baik saja? Kau menangis loh..."
"Ya aku baik - baik saja jadi jangan khawatir."
"Apa kau yakin?"
"Ya, aku sangat yakin... Jadi ayo kita lanjutkan makannya."
Setelah itu mereka melanjitkan makannya hingga waktu istirahat telah selesai... Dan Semua pekerja yang ada telah menghabiskan semua makannya dan kembali bekerja.
Sementara itu terlihat Yuto dan Yuki sedang berjalan bersama mengelilingi Kyoto karena Yuto dari dulu tidak pernah ke sini.
__ADS_1
Sembari melihat proses pembangunan kafenya dia akan sekalian berlibur juga. Begitu juga dengan Yuki.
Dan pada saat itu juga Yuto dan Yuki memanggil nama depan mereka masing - masing.
Lalu terlihat Yuto dan Yuki sedang duduk beristirahat di tempat yang cukup sepi.
"Oh ya Yuki, makanan yang kau buat tadi sangat enak."Ucap Yuto
"Tentu saja, cita - citaku itu menjadi Chef yang terkenal. Jadi aku berusaha keras!"Jawabnya dengan penuh semangat.
"Begitu, Cita - cita yang bagus, kau harus terus berusaha Ya Yuki."Ucap Yuto yang memberi semangat.
"Tentu saja. Oh ya omong - omong apa yang sedang kau bangun bersama dengan Ayahku?"Tanya Yuki
"Aku sedang membangun sebuah Kafe, Rencanya aku akan membukanya 1-2 Minggu setelah Pembangunan selesai."Jawab Yuto
"Kafe ya... Itu sangat keren! tapi pasti membuatnya membutuhkan biaya yang sangat banyak. Kau dapat uang dari mana?"Tanya Yuki
"Hm... Mengenai itu aku bekerja paruh waktu selama Beberapa tahun."Ucap Yuto yang berbohong namun kebohongan Yuto tidak di ketahui oleh Yuki.
Mendengar itu Yuki sangat kagum kepada Yuto "Hebat sekali! Tapi hanya kerja paruh waktu saja, tidak akan cukup untuk membuat Kafe sebesar itu..."
"...Apakah sisanya kau mendapatkan Pinjaman dari Orang tuamu?"Tanya Yuki
"Kalau itu... Aku tidak bisa menjawabnya, itu Privasi."Jawab Yuto yang terlihat sedih.
"Begitu... Maaf ya, sudah bertanya yang tidak - tidak hehe"Ucap Yuki yang meminta maaf, karena dia langsung tahu ada masalah tentang keluarga Yuto
"Tidak apa..., Oh ya omong - omong aku sedang mencari pegawai untuk kafeku ini."Ucap Yuto
"Heh... Apakah kau sudah mendapatkannya?"Tanya Yuki
"Heh? Serius? Aku kira kau sudah mendapatkannya dari awal."Ucap Yuki yang cukup terkejut
"Ya... Bagaimana... Sebenarnya aku sudah mendapatkan satu, tapi aku tidak cara bilang kepadanya..."Ucap Yuto yang terlihat cukup ragu
"Hah kenapa kau ragu? Emang dia siapa sampai kau ragu begitu?"Tanya Yuki yang cukup bingung
"Dia pacarku."Ucap Yuto yang seketika membuat Yuki terdiam sejenak.
"Huh?"
"Ya sebenarnya aku masih merahasikan tentang kafe ini darinya, dan apalagi dia masih sma... Sama sepertiku. Dan jadi ragu bagaimana bilangnya. Tapi tetap saja masakannya sangat enak, aku hampir setiap harinya."
"Pokoknya masakannya sangat mantap... Selain masakannya dia juga sangat cantik jadi....."
Yuto sekarang terlihat sangat antusias menjelaskan tentang pacarnya itu sehingga membuat Yuki tidak memiliki kesempatan berbicara. "Stopp! Stopp!"
"Hmm... Kenapa Yuki?"Tanya Yuto yang bingung
"A-aku tidak tahu... Kau sudah punya pacar!"Ucap Yuki yang sangat terkejut
"Ya tentu saja kau tidak tahu, karena kita baru kenal. Benar kan?"Ucap Yuto dengan langsung
"Ya... Kau benar juga... Bukan itu! Kenapa kau tidak bilang dari tadi? Jadinya aku terlihat sebagai wanita perebut pacar orang!"Ucap Yuki yang terlihat sangat kesal.
Mendengar itu Yuto juga cukup terkejut.
__ADS_1
"Huh?"
Dan saat itu Yuto mulai mengingat - ingat lagi saat dia dan Yuki berjalan - jalan di Kyoto ini.
Yang pertama saat memakan Ice Krim
"Hey Yuto apakah kau mau Ice Krim? Sini ku suapin!"Ucap Yuki yang terlihat ingin menyuapi Yuto
"Tentu saja."Dan Yuto langsung setuju karena sangking menikmati liburannya.
Lalu pada saat di Arashiyama juga terlihat Yuki mengandeng Yuto saat berjalan - jalan di tengah - tengah hutan bambu yang sangat indah.
"Apa kau takut?"
"Ya, aku sangat takut. Jadi bolehkan aku menggandengmu sebentar saja."
"Ya baiklah kalau itu maumu..."
Kemudian saat di Nishiki Market juga Yuto mengingat Yuki selalu menggandeng tangan Yuto saat dia sedang belanja makanan tradisional Jepang.
Dan itu terus menerus terjadi setiap temat yang dia kunjungi. Hingga pada saat ini Yuto pun sadar alasan kenapa Yuki bertingkah seperti itu.
Lalu saat ini juga dia melihat Yuki yang terlihat sangat kesal dan hampir menangis di depannya. Setelah melihat itu Yuto semakin bingung.
'Aaaaaaaaaaaaaaaaa! Apa yang telah aku lakukan!? Kenapa aku tidak menyadarinya dari awal! Aaaaaaaa sekarang bagaimana!?'
'Dasar g*bloknya aku!!! Sudah tau punya pacar cantik tapi masih saja g*blok memahami tentang cewek!!! Sekarang bagaimana ini!?'
Yuto sangat bingung di dalam hatinya dan terus memikirkan cara untuk mejelaskan kesalahpahaman ini.
"Yuki, Jujur saja... Aku sama sekali tidak menyadarinnya."Ucap Yuto.
Mendengar itu Yuki menjadi tambah kesal. "Aaaaaa aku tidak peduli lagi! Dasar boodooooh!"
Setelah itu Yuki berlari menjauh dari Yuto dengan kesalnya. "T-tunggu Yuki!"
....
....
....
Kemudian Yuto mulai mencari Yuki yang lari karena dirinya itu, dan nampak dia cukup khawatir kepada Yuki.
Lalu Yuto tidak sengaja melihat Yuki berada di dalam sebuah Gang kecil. "Bukannya itu Yuki? Kenapa dia ada di sana?"
Tiba - tiba seseorang datang menemui Yuki, melihat itu Yuto langsung bersembunyi di balik tembok. Dan saat itu dia mulai mengintip ke dalam Gang tersebut.
'Seseorang telah muncul!'
Melihat itu Yuto sangat terkejut karena..."Bukannya dia... Itu..."
...~Author Riza~...
...Yo bagaimana? Bagus tidak? Jika bagus mohon berikan Like,Vote dan Komennya ya teman - teman....
...~Salam Dari Author Riza~...
__ADS_1
*Komen ya guys.