
Chapter 107
Sekarang ini ruang pelelangan telah berubah menjadi Arena pertarungan yang sangat besar. Dimana Arena itu memiliki Diameter 100 Meter² dengan jumlah penonton sebanyak 100 lebih.
Itu membuat Arena pertarungan ini menjadi sangat meriah dan ramai. Sekarang di tengah - tengah Arena pertarungan terdapat 3 manusia serta 1 robot Humanoid di sana.
Lalu siapa 3 manusia itu? Yang pertama adalah pembawa acara lelang ini sekaligus sebagai wasit pertarungan ini. Lalu dua lainya adalah Peserta nomer 11 yaitu Yuto Tanaka dan peserta nomer 9 yaitu Alhiro Sasuto.
"Baiklah,kali ini saya akan sebutkan peraturan pertarungannya."
"1. Tidak boleh membunuh
Jika Lawan keluar arena,menyerah atau tidak bisa melanjutkan pertarungan. Maka itu tandanya Pertarungan berhenti.
Di larang menggunakan dan harus menggunakan tangan kosong."
"Jadi tolong patuhi 3 peraturan itu. Dan karena jumlah yang di pilih oleh Robot Terit adalah 2 Peserta. Maka kedua peserta itu harus bertarung terlebih dahulu dan menentukan siapa yang menang."
"Setelah itu pemenang akan langsung melawan robot Terit dan jika peserta menang melawan robot Terit. Maka pemenang berhak memiliki Robot Terit dengan gratis."
Pembawa acara menjelaskan semua peraturan dan cara kerja mekanisme pertarungan ini. Dan setelah mendengar bahwa dirinya akan bertarung dengan Ayahnya sendiri yaitu Alhiro Sasuto.
Yuto menyadari sesuatu. 'Sepertinya robot itu sengaja membuat alur pertarungan menjadi seperti ini. Dan aku beranggapan Robot itu pasti akan meniru semua teknik seni beladiri yang dia lihat di pertarungan nanti.' Pikir Yuto
'Walaupun hanya sebatas robot berbekal A.I dia cukup licik juga. Tapi jangan pikir aku akan jatuh kedalam permainanmu rongsokan.' Lanjut Yuto
Kemudian Yuto dan Alhiro mulai menjauh untuk membuat jarak yang cukup untuk ancang - ancang.
Setelah itu, mereka mulai menatap satu sama lain dengan cukup serius.
"Hey,sebelum kita bertarung. Tolong katakan namamu terlebih dahulu, " Ucap Alhiro
"Aku tidak bisa menyebutkan nama asliku, tapi kau boleh memanggilku dengan sebutan 'Black'..." Balas Yuto
"Baiklah,aku akan memanggilmu Yuto dan perkenalkan namaku adalah Alhiro Sasuto. Ingat itu baik - baik." Alhiro memperkenalkan diri dengan nama aslinya.
Bahkan dari tadi ia sama sekali tidak menutupi identitasnya seperti memakai topeng. Dan alasan kenapa dia tidak melakukan itu karena baginya itu adalah hal yang tidak berguna,lagi pula jika ada seseorang yang melapor ke Polisi.
Tetap saja, Polisi tidak akan berani menangkapnya karena Dominasi yang di miliki Alhiro Sasuto jauh lebih tinggi dari mereka. Tapi jika di bandingkan dengan sesuatu... Ini mirip seperti Kucing yang di sandingkan dengan Harimau.
"Baiklah, akan aku ingat itu," Ucap Yuto yang tersenyum di balik Topengnya.
Lalu wasit mulai memberikan awalan. "Baiklah,apa kalian sudah siap?"
Wasit atau pembawa acara menunggu beberapa saat dan menunggu jawaban dari Peserta nomer 9 san 11.
__ADS_1
Dan Karena mereka tidak menjawab,wasit telah memutuskan bahwa mereka sudah siap untuk bertarung. "Baiklah, pertarungan di mulai!"
1 detik setelah pertarungan di mulai, Yuto dan Alhiro sama - sama sudah memberikan satu pukulan yang sangat kuat. Dimana satu pukulan mereka saling menghantam satu sama lain dengan cukup keras.
*Booom!*
Semua Penonton yang melihatnya pada awalnya sangat bingung karena tiba - tiba kedua peserta itu sudah saling memukul sesudah 1 detik pertarungan itu di mulai.
"Heh? Apa yang terjadi? Aku tidak bisa bereaksi karena terlalu cepat."
Tapi setelah mereka melihat rekaman yang di perlambat 10x lipat. Mereka sudah bisa melihat pergerakan mereka berdua yang sangan cepat itu.
Dan sekarang pertarungan itu masih terus berlanjut. "Kau cepat juga." Ucap Alhiro yang terkesan
"Kau juga,tapi bagaimana dengan ini?"
Seketika Yuto menghilang seperti angin dari hadapan Alhiro, dan saat itu Alhiro langsung mengetahui bahwa dia bergerak dengan sangat cepat di sekelilingnya.
Sangking cepatnya itu membuat sebuah tekanan angin yang bisa melukai tubuh manusia seperti piasu yang sangat tajam.
Tapi sebenarya bukan angin itu yang tajam,malainkan ujung jari Yuto yang mirip seperti piasu.
*Swoooosssh!*
*Sring!*
*Sring!*
Alhiro mulai mengibaskan tangannya dan kibasan tangannya itu telah menciptakan tekanan angin itu telah membuat Yuto untuk berhenti berlari.
" Aku mulai berfikir, sepertinya dari tadi kau sepertinya sedang mengukur kekuatanku." Ucap Alhiro yang menyiptkan matanya
"Benar, aku sedang mengukur kekuatanmu dari tadi. Dan pukulan yang pertama yang ku berikan sudah bisa menghancurkan beberapa gedung." Jelas Yuto
" Lalu alasan kenapa aku berlari berputar - putar sampai membuat angin. Itu sebenarnya bukan untuk melukaimu melainkan mengukur kecepatan kau bereaksi." Lanjut Yuto
"Tapi sayangnya karena kau tidak menunjukan reaksi apapun. Jadi aku masih belum bisa mengukurnya." Lanjut Yuto
Dan setelah mendengar apa yang dikatakan Black,Alhiro tertawa terbahak - bahak
"Hahahahaha! Kau memang aneh sekali Black!"
"Ya bukannya aneh, tapi kau itu terlalu misterius sampai - sampai robot itu saja tidak bisa mengukur kekuatanmu." Ucap Yuto yang menunjuk robot Terit yang sedang duduk di pojokan.
"Jadi tolong,keluarkan kekuatanmu lebih banyak lagi karena aku ingin tahu kau sekuat apa." Lanjut Yuto yang memohon.
Setelah mendengar apa yang di katakan dari Black, Alhiro hanya bisa menghela nafasnya. "Haaah... Kau Ini mengingatkan ku kepada seseorang saja, tapi baiklah aku akan mencoba untuk sedikit serius."
Mendengar itu, Yuto atau Black pun menjadi senang dan tersenyum di balik topengnya itu.
__ADS_1
"Terimakasih, baiklah ayo kita lanj----"
*Bugh!*
Sebelum Yuto menyelesaikan perkataannya, Alhiro sudah melancarkan pukulannya ke wajah Alhiro dengan sangat keras.
Akibatnya Yuto hampir terdorong dan hampir keluar arena. 'Kuat sekali dan pukulannya juga menghancurkan Topeng dari susunan Nano Pertikelku!'
'Hampir saja dia bisa melihat wajahku,kecepatan dan pukulan yang tadi ku lihat... Itu sangat jauh berbeda. Sial aku meremehkannya!'
Sekarang ini, Yuto sedang menutupi topengnya yang hancur itu sembari menunggu Topeng itu kembali menyusun Nano Partikelnya dengan sangat sempurna.
Dan setelah beberapa saat kemudian, Topeng Yuto telah selesai di perbaiki. " Sepertinya topengmu itu bukan topeng biasa. Aku tahu pasti tadi Topeng itu hancur gara - gara pukulanku."
"Begitulah." Jawab Yuto dengan santai.
"Heh... Aku jadi penasaran, wajah seperti apa yang kau sembunyikan di balik topeng itu." Ucap Alhiro yang tersenyum licik
"Jika ingin mengetahuinya kau harus berjuang keras,karena kali ini aku juga akan lumayan serius." Balas Yuto yang menatap tajam Alhiro.
*Swooosshh!*
Yuto dan Alhiro melesat dengan kecepatan yang sangat jauh berbeda seperti sebelumnya dan mereka mulai memberikan pukulan satu sama lain dengan sangat kuat.
*Bom!
*Bom!
*Bom!
Tapi level ancaman yang mereka berikan pada setiap pukulan itu sama - sama di level Blok kota dan pukulan mereka saling beradu sampai jumlah yang sangat banyak.
Kemudian Yuto mengangkat kakinya dan melancarkan tendangan yang sangat kuat dari atas. Gerakan ini seperti Tendangan Nuklir milik Mikey
Dan Level Ancaman yang di berikan tendangan itu berada di Level Blok Kota. Saat itu Alhiro melihat gerakan itu dan sebelum tendangan itu mengenai dirinya.
Ia segera menahannya dengan satu tangannya.
*Boom!*
*Brak!*
Setelah itu, Arena retak sampai beberapa bagian. Dan alasan kenapa Serangan level Blok kota tidak menimbulkan dampak yang cukup besar.
Alasannya karena serangan itu di lancarkan kepada orang yang memiliki ketahanan yang setara dengan Blok Kota.
"Kuat juga,tapi ini masih belum cukup." Ucap Alhiro
"Aku juga beranggapan seperti itu."
__ADS_1