Sistem Kekayaan : Nano Teknologi

Sistem Kekayaan : Nano Teknologi
Chapter 97: Ujian Dan Ngidam?


__ADS_3

Chapter 97


Beberapa hari kedepannya. Ujian kenaikan kelas akhirnya di mulai, semua siswa yang ada di kelas masing - masing dan bersiap untuk mengerjakan soal Ujian yang akan di berikan oleh guru pengawas sekaligus wali kelas mereka.


Sedangkan di dalam Kelas 2-A, terlihat Guru Kinan sedang membagikan lembar jawab dan Soal kepada semua muridnya. Setelah beberapa menit membagi, akhirnya semua lembar jawab dan soal telah di bagikan ke semua murid.


"Baik, jika ada sesuatu yang jatuh tolong beritahu guru. Dan...."


Ding dong ding dong...!


Bell tanda waktu dimulainya ujian telah berbunyi. "Jadi silahkan kerjakan soal itu dengan benar dan jangan menyontek."


"Baik!"


Semua murid kelas 2-A mulai mengerjakan semua soal itu dengan penuh konsentrasi dan sangat serius. Tapi berbeda di sisi Yuto yang nampak santai mengerjakan soal - soal ini.


'Hm... Mudah sekali, Total ada 40 Pilihan ganda dan 10 soal issei. Baiklah,akan aku selesaikan dalam waktu 10 menit!'


Setelah itu Yuto mulai mengambil alat tulisnya dan bebarapa saat kemudian, Yuto langsung menjawab soal itu satu persatu.


Dan setiap soal, Yuto hanya membutuhkan waktu beberapa detik saja untuk menjawabnya.


'A,D,C,C,B,A,D....' Bagi Yuto, soal - soal seperti itu bagaikan soal SD. Karena dalam sekali lihat,Yuto langsung tahu jawaban yang tepat.


Dan saat itu Yuto mulai kepikiran sesuatu. 'apakah Yui bisa mengerjakannya? Hm... Aku harap dia bisa mengerjakannya.'


.....


...


Sedangkan di sisi Yui yang berada si kelas 2-B, terlihat ia sedang membaca soal - soal lalu menjawabnya dimana dia menganggap jawaban itu benar.


' Walaupun ada soal yang tidak kumengerti, tapi setelah aku mengingat - ingat apa yang di ajarkan Yuto saat itu. Aku langsung bisa menjawabnya'


' Baiklah!Sepertinya aku bisa menjawab semua soal ini!'


Yui menjawabnya dengan penuh ketelitian dimana setiap soal yang ia jawab, dirinya harus memastikan bahwa jawaban itu tidak salah isi ke soal lain.


Dan jika itu terjadi maka akan menjadi hal yang sangat fatal untuk hasil ujiannya nanti. 'Yuto lihat ,aku pasti akan masuk ke kelas A!'


Tekad Yui telah bulat, ia akan berjuang untuk memastikan dirinya masuk ke kelas A supaya dirinya bisa satu kelas dengan Yuto.


....


....


Setelah 2 jam berlalu, bell waktu tanda berakhirnya Ujian telah berbunyi.

__ADS_1


"Baik - baik, waktu telah habis. Silahkan letakan alat tulis kalian masing - masing ke atas meja!"


Semua Guru pengawas mulai memerintah semua siswa untuk meletakan semua alat tulis mereka keatas mereka.


Dan setelah itu para Guru pengawas mulai mengambil satu persatu lembar jawab dan lembar soal yang ada di atas meja setiap murid.


Kemudian, semua murid mulai keluar dari kelas mereka masing - masing. Sementara itu di sisi Yuto dan Yui,nampak mereka sedang memakan bekal mereka di tempat yang biasa.


Dan tentu saja tempat itu adalah Atap Sekolah.


"Yui, bagaimana ujian tadi?apakah kau bisa mengerjakannya?" Tanya Yuto


"Aku bisa,itu berkatmu Yuto." Jawab Yui dengan senang


"Syukurlah." Balas Yuto yang tersenyum juga


"Lalu bagaimana denganmu Yuto?apakah kau bisa menyelesaikannya dengan mudah?" Tanya Yui yang penasaran.


"Tentu saja, bagiku itu semua seperti soal SD. Dan aku menyelesaikannya dalam 10 menit." Jawab Yuto yang menyombongkan diri.


Mendengar itu, Yui tertawa lembut. "Hahaha..."


"Kenapa kau tertawa?" Tanya Yuto yang menatap datar Yui.


"Ahahaha... Tidak, soalnya kau lucu saat menyomobongkan diri." Jelas Yui yang masih tertawa lembut


Dan saat mendengarnya, Muka Yui mendadak memerah karena malu. " T-terimakasih, tapi kau juga sangat tampan Yuto."


"Aku tidak menyangkal bahwa diriku tampan," Ucap Yuto yang tersenyum sombong


"Ada tambahan lagi, kau itu tukang selingkuh hahaha" Lanjut Yui yang tertawa lembut


Jleb!


Seketika senyum sombong Yuto berubah menjadi raut wajah kesakitan. Dan tawa lembut Yui berubah menjadi tawa membunuh bagi Yuto.


Kata - kata Yui yang lembut seketika berubah menjadi kata yang begitu menyakiti hati Yuto. Damage nya gak ngotak cooook!


"Guh!"


"Jujur saja saat itu aku merasa sangat marah dan sangat bingung memilih mana yang haru kupilih. Ya karena ini pertama kalinya aku mengalami itu..."


"Eh memilih?"


"Ya, Memilih siapa yang harus ku bunuh. " Jawab Yui dengan tatapan kosong.


Mendengar itu Yuto menjadi sedikit ngeri. Ya ini adalah kedua kalinya Yuto melihat Yui seperti itu. Jujur saja Yui sangat menakutkan jika dia menatap dirinya dengan kosong "Ngeri sekali!"

__ADS_1


"Hahahaha jangan khawatir Yuto, aku hanya setengah bercanda!" Ucap Yui yang tertawa


"Heh? Setengah?" Yuto menjadi semakin ngeri kepada Yui.


"Ah... Tidak perlu di pikirkan, dan yang terpenting... Apakah kau sudah membuat Yuki menikah denganmu?" Tanya Yui


"Masih ku usahakan."


"Itu adalah tanggung jawabmu jadi aku tidak akan ikut campur." Balas Yui


"Dan... Sepertinya aku lagi ngidam Yuto. Aku merasa ingin memakan yang asam - asam dan sedikit pedas" Jelas Yui.


"Asam - asam dan sedikit pedas?apa itu? Apakah ada hal semacam itu?"


"Aku tidak tahu, tapi tolong carikan! Apakah kau tega dengan janin yang ada di kandunganku? Sepertinya dia akan sedih jika tidak di carikan." Ucap Yui yang mamaksa


Mendengar paksaan itu, Yuto hanya bisa menghela nafasnya dengan berat. "Haaaaah... Aku akan mencarikannya nanti, jadi jangan fitnah dia(janin) juga, kasihan dia."


"Ya makannya carikan, jika Istri lagi ngidam sesuatu, sang suami wajib untuk mencarikan apa yang di inginkan istrinya. Tidak ada penolakan!" Ucap Yui yang ngambek


"Aku tahu ,aku tahu. Jadi jangan pasang muka ngambek seperti itu, aku tahu kau pura -pura ngambek supaya terlihat lebih imut."


Mendengar itu, Yui hanya bisa memalingkan wajahnya karena katahuan dan dia menggembungkan pipinya. Saat itu Yuto tersenyum setelah melihat reaksi dari Yui.


"Yui..." Panggil Yuto


"Apa?" Jawab Yuto yang sedikit kesal


"Mengenai asam - asam yang sedikit pedes. Aku sepertinya bisa membuatnya." Ucap Yuto


"Heh?benarkah?" Kaget Yui


"Ya, aku akan cari bahan - bahannya nanti. Jadi tenang saja." Jawab Yuto yang tersenyum


"Aku jadi semakin penasaran." Ucap Yui


"Kau pasti akan menyukainya dan bagaimana jika kita kembali ke kelas? Sepertinya ujian selanjutnya akan di mulai." ajak Yuto


"Benar juga,"


"Jadi ayo, nanti kita terlambat loh."


Kemudian Yuto mulai menggenggam tangan Yui dengan lembut dan mengajaknya untuk masuk ke kelas masing - masing.


Author: Jadi gini nih, jujur dari awal gw itu memang gak cocok buat novel Genre Sistem Modern/Sistem Kekayaan/Schi-Fi. Ya alasannya karena gw itu Sudah terbiasa buat novel Fantasy Barat. jadi maaf kalau novel gw semakin membosankan kedepannya.🗿


Dan gw ada niatan mau mempercepat alur novel ini, rencananya novel ini Gak sampai 200 chapter, jadi minta dukungannya!🙏

__ADS_1


__ADS_2