
...Jadi gini nih, kalau mau baca ya Like dulu dan setelah baca ya Komen njer. Udah gratis gak mau respon lagi-_...
Chapter 59
Di malam hari di rumah Yuto, terlihat Yuto yang sedang ngemil di dapur sedangkan Yui terlihat sedang menonton tv dengan cukup serius. Namun sesaat acara berubah menjadi berita yang cukup mengejutkan.
[Selamat malam semuanya! Saya Reporter Hori Jukosa sedang berada di sebuah jalan bertebing di jalan xxx]
[Di sana terdapat suatu kecelakaan yang mengakibatkan Mobil Pen Hitam jatuh ke dalam tebing sehingga membuat yang ada di dalamnya tidak selamat. ]
[Setelah di Identifikasi lebih lanjut, Penyebab kecelakaan ini akibat longsor batu yang tiba - tiba jatuh, dan kemungkinan bahwa pengendara kaget lalu jatuh ke dalam Tebing tersebut.]
[Dan ini adalah Rekaman CCTV di lokasi kejadian.]
Lalu mereka mulai memperlihatkan rekaman cctv, dan memang benar ini adalah murni kecelakaan yang di akibatkan oleh Longsor batu yang sering terjadi.
Dan rekaman itu berdurasi 15 detik, Yui saat ini melihatnya dengan sangat seksama.
[Baiklah, saya ucapkan terimakasih]
Lalu Berita telah selesai, dan acara yang sedang di Tonton Yui kembali di tayangkan di layar tv tersebut. "Oh ya Yuto, apakah kau merasa ada yang aneh di dalam Rekaman CCTV itu?" Tanya Yui
" Tidak,emangnya kenapa?"Tanya balik Yuto
"Ya,aku merasa bahwa rekaman itu seakan sudah di rekayasa oleh seseorang. Karena saat aku melihat rekaman itu ada beberapa hal yang janggal."Jelas Yui kepada Yuto.
Mendengar itu Yuto sangat terkesan di dalam hatinya. 'Pintar sekali kau Yui.'
"Dan ada kemungkinan orang yang merekayasa itu adalah orang yang menyebabkan kecelakaan itu."Lanjut Yui yang memberi kesimpulan
"Kesimpulanmu memang ada benarnya Yui, tapi kau tidak bisa memberikan kesimpulan itu kepada polisi kalau tidak ada bukti nya."Ujar Yuto sembari tersenyum.
"Ya kau ada benarnya. Tapi aku tetap penasaran kebenaran dari penyebab Kecelakaan itu, apakah benar itu hanya longsor batu atau justru percobaan pembunuhan."Pikir Yui yang masih penasaran.
Mendengar kesimpulan Yui yang hampir sempurna, ia tambah terkesan. 'Hebat sekali. Memang benar,julukan Jenius memang cocok untukmu.'
"Yui kau sudah mirip detektif saja."Ucap Yuto yang tersenyum.
"Eh? Apakah iya?"Ucap Yui yang kaget
"Benar,aku sempat berfikir bahwa aku akan mendapatkan Istri detektif yang sangat cantik tadi."Yuto bercanda dengan senyuman.
__ADS_1
"Hehehe~ mungkin anak yang ada di kandunganku yang akan menjadi Detektif."Ucap Yui yang tersenyum senang.
"Sepertinya bagus juga Yui, tapi aku malah ingin dia menjadi Agen rahasia yang menumpas kejahatan."Sambung Yuto yang tersenyum juga.
"Bukannya itu terlalu berbahaya? Aku tidak ingin ia terluka."Ucap Yui yang cemberut.
"Benar juga, tapi menurutku lebih baik ia yang memilih masa depannya sendiri. Yang kita bisa lakukan hanya mendukungnya di masa depan."Ujar Yuto yang lalu duduk di samping Yui.
"Ya kau benar. Tapi kapan kita menikahnya?"Tanya Yui yang penasaran
"Kau memang tidak sabaran ya, Yui?"Pikir Yuto
"Tentu saja, apalagi saat ini aku sudah mengandung anakmu. Jadi aku ingin kau cepat menikahiku."Jelas Yui kepada Yuto
Setelah itu Yuto mulai berfikir mengenai apa yang di bicarakan Yui saat ini. Dan sesaat ia langsung mengambil keputusan "Minggu depan kita menikah, tapi secara rahasia. Apa kau mengerti?"Ujar Yuto dengan serius
Mendengar hal itu Yui menjadi sangat terkejut sekaligus senang. Karena Yuto berkata bahwa dia akan menikahi dirinya minggu depan.
"Eh? Benarkah Yuto?"Yui ingin memastikan lagi bahwa ia tidak salah dengar.
"Benar. Tapi nikahnya diam - diam, dan tidak boleh di ketahui siapapun."Jelas Yuto
"Hiks hiks Yuto... Terimakasih."
"Ya. Ini sudah jadi tugasku sebagai laki - laki."Ucap Yuto yang lalu membalas pelukan Yui dengan begitu lembut.
"Oh ya Yui... Sekarang sudah jam berapa ya?"Tanya Yuto
"Jam 00.01 Yuto."Jawab Yui
"Sudah tengah malam ya... Eh bukannya kita harus tidur Yui?"
"Tenang saja,besok katanya sekolah libur karena para guru ada kepentingan di luar kota."Jelas Yui kepada Yuto
"Heh? Benarkah? Berapa hari?"Tanya Yuto
"3-4 Hari Yuto."Jawab Yui
"Itu pas sekali, kau juga bisa bekerja di Kafe Kak Ayase kan?"Pikir Yuto
"Benar,aku juga ingin meningkatkan skill memasak ku dengan Kak Yoko."Ucap Yui
__ADS_1
"Kalau begitu kau boleh pergi Yui. Aku juga ada urusan nanti pagi, tapi sebelum pergi aku akan mengantarmu kesana"Jelas Yuto kepada Yui.
"Tapi bukannya kau ada urusan? Apakah tidak apa kau mengantarku kesana? Aku bisa kesana sendiri. Lagi pula aku sudah hafal rutenya."Ujar Yui
"Tidak apa, dan aku tidak bisa membiarkanmu pergi sendirian. Belum lagi kau sedang hamil muda jadi aku ingin menjagamu dari bahaya saat perjalanan."Jelas Yui
"Terimakasih Yuto karena sudah mengkhawatirkan aku."
"Ya."
***********
Jam 23.00
Sementara itu di ruangan yang cukup besar di penuhi dengan senjata - senjata seperti Katana,pistol dan senapan yang sedang di pajang. Terlihat laki - laki berambut merah sedang kesal melihat berita yang ada di Tv.
*Brak!*
Setelah itu dia langsung memukul tv itu sampai hancur. "Siaal! Kenapa mereka bisa gagal!? Padahal aku sudah meminjamkan beberapa senjata kepada mereka!"
"Ini sangat aneh. Kenapa mereka bisa mati seperti itu,aku kira mereka bisa membunuh Yuto sekaligus Kinan dengan begitu mudah. Tapi..."
"Apa - apaan ini!? Sial siapa yang melakukan ini!? Tidak mungkin ini hanya kecelakaan semata ,ini pasti telah di rekayasa oleh seseorang!"
Laki - laki itu adalah Soen, sekaligua dia adalah wakil ketua dari Organisasi Yakuza di Pasukan 3. Dan sekarang ini ia sangat kebingungan dan marah saat ia melihat anak buahnya gagal begitu saja.
Sekarang ia berfikir keras dengan apa yang terjadi saat ini. Dan tidak lama kemudian ia membuat sebuah kesimpulan.
"Apa mungkin ada seseorang yang melindungi Yuto? Jika iya, ia pasti orang yang sangat hebat sampai bisa merekayasa semua yang terjadi hanyalah sebuah kecelakaan."Pikir Soen
"Belum lagi, Salah satu Katana yang aku beli dari Ketua Yakuza dari Pasukan 4 itu hilang karena kejadian tersebut."
Walaupun terdengar masuk akal, tapi semua kesimpulan yang di buat oleh Soen salah. Karena semua itu di lakukan oleh satu orang yang di anggap lemah olehnya yaitu Yuto Tanaka.
Benar, sekarang Yuto Tanaka sedang mempermainkan Soen yang ingin membunuhnya. Bahkan sekarang ia sedang mengawasi Soen menggunakan "Drones Invisible" dari dekat tanpa di sadari oleh Soen.
"Mungkin saja, orang itu juga yang telah membunuh pria tua yang di beri tugas untuk menjadi Ayah palsu nya Yuto Tanaka. Yaitu Yami..."
"Yami memang terkenal cukup kuat, bahkan ia sedikit lebih kuat dariku. Jadi jika memang Yuto di lindungi oleh seseorang, ini adalah hal yang gawat." Pikir Soen yang kesal.
Lalu Soen memikirkan sesuatu... "Mungkin aku akan pergi ke pusat Tokyo untuk menemui Ketua di pasukan 3."
__ADS_1