
"hujan udah berhenti, gue mau pulang" ucap Arkan
"Secepat itu?" Tanya Manda
"Iya,, gue masih ada urusan" jawab Arkan
"Yaudah, semangat kerjanya" ucap Manda
"Thanks" ucap Arkan
"Eh bentar, lo orang Indo?" Tanya Manda yang baru sadar kalau dari tadi mereka berbicara bahasa Indonesia, mana bahasanya santai banget lagi
"Ehemm lo baru sadar setelah ngobrol panjang lebar ama gue?" Tanya Arkan balik, sebisa mungkin menahan tawanya
"Gue beneran ngga sadar" jawab Manda dengan anggukan polosnya yang membuat Arkan gemas pengen bawa pulang
"Iya, gue dari Jaktim" ucap Arkan
"Wih sama kalo gitu" ucap Manda
"Lo asli sana juga? Tapi kok muka lo keknya blasteran, cindo?" Tanya Arkan
"Ngga asli Jaktim sih, mama gue dari Jatim terus papa gue dari Seoul" jawab Manda
"Widih, Jatim kota mana? Surabaya?" Tebak Arkan
"Sok tau lo" ucap Manda
"Terus dari mana?" Tanya Arkan
"Banyuwangi" jawab Manda
"Hah emang ada?" Tanya Arkan dengan polosnya yang dihadiahi jitakan oleh Manda
"Ada lah bego, lo asli Indo ngga sih?" Tanya Manda
"Awss sakit bangsat, kasar bet jadi cewek" ucap Arkan
"Habisnya lo sih, gue kira beneran jenius ternyata otaknya rada geser" ucap Manda, garis bawahi kalimat ini 'Manda adalah orang pertama yang menjitak dan memaki Arkan'
"Gue beneran jenius" ucap Arkan tak mau kalah
"Kalo gitu coba tebak , mama gue suku apa?" Tantang Manda
"Jawa lah" tebak Arkan yang 100% salah
"Salah bego" ucap Manda yang lagi dan lagi menjitak kepala Arkan
"Sakit bangsat" maki Arkan
"Kek ngga tau dijitak aja lo, nih pala gue hampir tiap hari kena jitak" ucap Manda
"Pantes lo jadi tolol, emang gue ngga pernah dijitak" ucap Arkan
"Serius?" Tanya Manda
"Iya,, yaudah, emang suku apa?" Ucap Arkan yang diakhiri dengan pertanyaan
"Suku Osing" jawab Manda
"Astaghfirullah suku apa lagi itu" ucap Arkan
"ARKAN KALUNG LO SALIB" pekik Manda
"Eh iya lupa, maksudnya puji tuhan" ucap Arkan dengan polosnya yang membuat Manda tercengang mendengarnya
"Bisa gitu" gumam Manda
Drtt drttt
"Ponsel lo bunyi" ucap Manda
"Gue juga tau" ucap Arkan ketus lalu mengangkat telponnya
"Halo tuan muda" ucap orang yang menelpon Arkan
"Hmm" balas Arkan
"Anda dimana tuan? Kita ada meeting dengan klien dari rusia sekarang" ucap orang itu to the point
"Ahh,,, iya iya, saya ke sana sekarang" ucap Arkan lalu mengakhiri panggilannya
"Kenapa?" Tanya Manda
"Gue ada urusan, harus pergi sekarang" jawab Arkan
"Yaudah hati-hati" balas Manda
__ADS_1
"Debay, gue pulang dulu ya, ntar kalo lo dah lahir, kita main lagi" ucap Arkan sedikit menunduk untuk mencium perut Manda
Manda menatap punggung Arkan yang semakin menjauh hingga akhirnya hilang dari pandangan. Manda menunduk sambil mengelus perut buncitnya.
"Adek senang ya bisa dielus sama om Arkan? Andai Daddy mu ada dan manis kayak om Arkan, pasti mommy bakalan seneng banget,, eh astaghfirullah sadar Nda, ngga seiman" ucap Manda dengan setia mengelus-elus perutnya
Setelah dirasa cukup baik, Manda keluar untuk mencari Nanda. Berjalan melewati koridor yang sepi, agak merinding tapi tetap loss.
"Mana ya om mu dek, mommy jadi takut sendirian" ucap Manda
"Mommy ngga usah takut, kan ada aku disini" ucap Nanda sambil memeluk Manda dari belakang
"Nanda" Manda berbalik dan langsung memeluk kakak kembarannya itu
"Lo dari mana aja?" Tanya Nanda
"Lo yang dari mana, gue cariin dari tadi" Tanya Manda balik
"Gue nyariin lo, hp lo ngga bisa dihubungi" jawab Nanda
"Sorry, hp gue lowbat" ucap Manda dengan cengiran tanpa dosanya
"Gue sama Amee nyariin lo dari tadi, bentar gue kabari Amee dulu" ucap Nanda
Nanda mengambil hpnya dan mengirimkan pesan pada Amee kalau Manda sudah ketemu dan mau langsung pulang, tak lupa juga mengucapkan terima kasih. Merekapun akhirnya pulang. Sampai diapartemen, Manda mendudukkan tubuhnya di sofa dan melepaskan cadarnya. Melirik ke arah Nanda yang hendak pergi ke dapur.
"Nan, sini bentar deh" panggil Manda
"Napa?" Tanya Nanda
"Ajak ngomong bayi gue" pinta Manda dengan puppy eyes nya
"Dengan senang hati" ucap Nanda
"Dia udah bisa ngerespon, gue dah rasain tendangan pertamanya" ucap Manda antusias
"Halo dek, ini Daddy" ucap Nanda mengelus perut Manda yang langsung mendapatkan respon dari bayi didalamnya "eh dia langsung ngerespon, haha anak Daddy udah gede aja" ucap Nanda senang dan terharu
"Sejak kapan lo mau dipanggil Daddy?" Tanya Manda menahan tawanya karena merasa aneh sendiri saat Nanda menyebut 'Daddy'
"Merusak suasana aja lo" ucap Nanda ketus
"Bukannya kemarin-kemarin lo nolak mentah-mentah pas gue usulin nih bayi manggilnya mommy daddy? Lo malah bilang bagusan mama papa" ucap Manda tak kalah Ketus
"Suka-suka gua" ucap Nanda
"Idih sok iye lo, padahal anak mah anak gua" ucap Manda
"Awss" ringis Manda saat merasakan tendangan bayinya
"Tuh, anak lo ngga suka kita berantem" ucap Nanda
Sementara Manda dan Nanda sedang menikmati setiap gerakan bayi yang ada didalam kandungan Manda, disisi lain setelah meeting dengan kliennya, Arkan ditelpon sama papanya--Mario.
"Apa?" Tanya Arkan saat panggilan itu tersambung
"Ngga sopan kamu ya sama orang tua" ucap Mario
"Ngga usah basa-basi" ucap Arkan dingin
"Pulang" ucap Mario to the point
"Nggak" jawab Arkan tegas tak bisa dibantah
"Ada urusan, cepat pulang" ucap Mario lagi
"Yaudah otw" ucap Arkan malas berdebat
Akhirnya dengan terpaksa, Arkan pulang ke Indonesia saat itu juga. Butuh waktu berjam-jam untuk perjalanan Kanada-Indonesia. Setelah melewati perjalanan yang cukup melelahkan, Arkan akhirnya mendarat dengan selamat ke Indonesia.
Arkan dalam perjalanan menuju rumahnya, namun ditengah jalan saat lampu merah, Arkan melihat kesamping dan melotot kecil saat membaca spanduk warung pinggir jalan.
"Lance,, kok serem?" Ucap Arkan tanpa mengalihkan pandanganya dari spanduk itu
"Serem kenapa?" Tanya Lance--asisten pribadi sekaligus bestienya Arkan sejak dulu
"Itu, Ayam Suka Bakar Bumi" ucap Arkan yang membuat Lance terkejut dan langsung menoleh ke arah pandangan Arkan
"Lo sakit ya?" Tanya Lance
"Nggak, kenapa?" Tanya Arkan dengan polosnya
"Itu bacanya bukan 'Ayam Suka Bakar Bumi' tapiii 'Ayam Bakar Sukabumi' artinya ayam bakar itu resep asli dari Sukabumi" ucap Lance
"Oh,, gue kirain ayam yang dijual disana itu ayam-ayam yang suka ngebakar bumi" ucap Arkan dengan polos
"Lo kok jadi oleng gini?" Tanya Lance
__ADS_1
"Oleng gimana?" Tanya Arkan
"Ya,, pikiran lo ngga lurus lagi, semenjak dari kampus itu" jawab Lance
"Serius?" Tanya Arkan
"Iya,, terus lo jadi orang yang lemot dan kepoan" jawab Lance
"Wah ini kayaknya gara-gara tuh cewek deh" ucap Arkan
"Cewek siapa?" Tanya Lance
"Ada cewek bercadar, dia hobi banget ngejitak pala gue" jawab Arkan
"Wah,, jangan-jangan lo udah diguna-guna ama tuh cewek" ucap Lance
"Masa iya? Orangnya hijaban dan cadaran, cuma ya itu, agak kasar" ucap Arkan
"Emang siapa namanya?" Tanya Lance
"Bangsat gue lupa nanyain namanya" ucap Arkan menepuk jidatnya
"Udah ntar cari lagi, emang dijurusan apa?" Tanya Lance
"Ngga tau, gue ngga nanya apa-apa sama dia, cuma dia trauma hujan" jawab Arkan
"Payah lo" ucap Lance
"Dia dari Banyuwangi" ucap Arkan
"Buset, tuh kota santet bego" ucap Lance dengan wajah sepanik mungkin
"Hah, santet?" Beo Arkan
"Tuh kan lo jadi lemot gini, fiks lo tuh kena guna-guna sama dia" ucap Lance
"Mana ada, orang gue cuma dijitak sama dia" ucap Arkan
"Orang Banyuwangi itu, sekali senggol dikit bisa langsung mati, konon dulu sering ada orang adu ilmu" ucap Lance semakin serius yang membuat Arkan semakin panik bukan main
"Ilmu apa?" Tanya Arkan
"Apa aja, salah satunya santet" jawab Lance
"Ngeri banget orang sana" ucap Arkan Yang seketika merinding
"Apalagi orang Osing tuh ,dulu ada yang dikutuk jadi Barong" ucap Lance
"Barong apaan?" Tanya Arkan
"Itu, hewan paling serem yang pernah hidup dibumi berabad-abad lalu" ucap Lance
"Serem gimana?" Tanya Arkan
"Cari di google, sampe sekarang arwah tuh barong sering ngerasukin orang-orang sana" jawab Lance
"Ini hewannya?" Tanya Arkan menunjukkan hpnya yang ia gunakan untuk browsing Barong
"Itu baru tiruannya, aslinya lebih serem" ucap Lance
"Kalo gue dimakan nih hewan gimana yak" gumam Arkan yang didengar jelas oleg Lance
Mau liat barong? Datanglah ke Banyuwangi, orang-orangnya ngga seserem yang diceritakan sama Lance kok, Lance sengaja cuma buat nakut-nakutin Arkan. Padahal aslinya orang Osing itu santun dan baik, mereka welcome sama orang baru.
Lance berusaha sekuat tenaga untuk menahan tawanya karena kepolosan Arkan ini. Ia sengaja mengarang cerita untuk mengerjai Arkan, dan sialnya Arkan percaya. Berhasil mengerjai sahabatnya itu adalah suatu kebanggaan dan kepuasan tersendiri untuk Lance.
"Dasar Arkan oleng" ucap Lance dalam hati
Sesampainya dikediaman Mario, Arkan langsung turun dari mobil dan menghampiri papanya.
"Pa Arkan kena santet" ucap Arkan
"Hah?" Mario yang tentu saja terkejut mendengar itu
"Gimana ini pa, Arkan ngga mau mati muda" ucap Arkan lagi
"Kok bisa" Mario kemudian menatap Lance yang berdiri dibelakang Arkan sambil berusaha keras menahan tawanya
"Gimana ini pa?" tanya Arkan
"Kamu istirahat saja dulu, nanti papa pikirkan" ucap Mario
Saat Arkan masuk ke dalam kamarnya, saat itulah Lance mengeluarkan tawa puasnya.
"Apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Mario
"Biarin aja om, saya lagi pengen ngerjain Arkan aja, soalnya ini pertama kalinya otak Arkan lagi oleng" jawab Lance disela-sela tawanya
__ADS_1
"Arkan oleng? Kok bisa?" Tanya Mario
"Gara-gara cewek bercadar, udahlah om, tinggal nikmati saja" ucap Lance