SKY PATH

SKY PATH
tidak sekuat itu


__ADS_3

Selesai diperiksa, Manda dipindahkan ke ruang rawat. Manda menanyakan keadaan Arkan pada suster yang tadi membawanya.


"Suster,, Arkan mana?" Tanya Manda, masih menggunakan bahasa inggris ya, ingat mereka di Kanada


"Tuan Arkan tadi pingsan, akibat banyak peluru yang bersarang ditubuhnya menyebabkan dia koma. Tadi asistennya datang ke sini dan memindahkannya ke rumah sakit pusat" jawab suster itu


"Apa separah itu?" Tanya Manda


"Tapi tadi pelurunya hanya ada didadanya saja" Manda tadi hanya melihat 1 peluru yang menancap didada Arkan


"Ditubuh bagian depan memang ada 1 saja nona, tapi dibagian belakang sangat penuh, hampir tidak menyisakan celah, tapi tuan Arkan hebat karena masih bisa bertahan bahkan bisa membawa anda kemari" Suster itu menjelaskan tapi secara tidak langsung dia memuji Arkan


"Lalu,, bagaimana dengan korban dikampus?" Tanya Manda


"Semua korban sudah ditangani disini, kecuali untuk korban yang mengalami luka berat seperti tuan Arkan, harus dilarikan dirumah sakit pusat" jawab suster itu


"Berapa yang masuk rumah sakit pusat?" Tanya Manda


"Ada 5 orang nona, ada tuan Arkan, tuan Romi, dan 3 mahasiswa bernama Theo, Ian, dan Adam" jawab suster itu


"Apa ada mahasiswa yang meninggal?" Manda masih belum bisa bernafas lega karena memikirkan kondisi saudara kembarnya


"Ada 2 mahasiswa yang meninggal nona, mereka adalah Darren dan Nanda"


Deg


"NONA!!" pekik suster itu karena Manda tak sadarkan diri


Suster itu berlari mencari dan memanggil dokter yang menangani Manda. Dari tadi Manda memang belum pingsan, Manda menahan sakit pada perutnya. Hingga saat rasa sakit diperutnya sudah tidak terasa dan Manda bahagia juga lega karena bayinya dinyatakan baik-baik saja, tapi setelah bahagia, Manda malah mendengar berita kembarannya meninggal. dibuat senang dulu, baru dibuat hancur, lucu sekali takdir mempermainkannya. Dokter sudah memeriksa, dan menyatakan kalau Manda pingsan karena syok juga kelelahan. Selama 3 jam Manda pingsan. Saat baru membuka matanya, Manda melihat dokter sedang memeriksanya.


"Anda sudah bangun nona,, apa ada keluhan?" Tanya dokter itu


"Nanda,,," gumam Manda


"Anda mencari siapa nona?" Tanya dokter itu


"Saya mau melihat jenazah saudara saya" jawab Manda


"Baik, siapa nama saudara anda?" Tanya dokter lagi

__ADS_1


"Nanda" jawab Manda


"Maaf nona, tapi jenazah mahasiswa bernama Nanda sudah dibawa pulang oleh keluarganya" dokter memberitahu


"HAH?! Tunggu, boleh saya tau nama panjangnya Nanda itu?" Manda terkejut lalu bertanya karena merasa ada yang janggal, mereka kan tidak punya keluarga dekat disini kecuali Krys, lalu siapa yang membawa jenazah Nanda? Apa ayahnya Krys? Tapi bahkan mereka masih belum bertemu


"Kalau tidak salah namanya Nanda Aditya" jawaban dokter itu membuat Manda lega


"Lalu,, dimana Nanda?" Tanya Manda


"Dia,,"


"Manda" Nanda muncul dari balik pintu dan masuk ke ruang rawat Manda dengan paper bag ditangannya


"Nanda" Manda girang dan langsung meneluk Nanda dengan erat


"Saya permisi" dokter undur diri dan dibalas anggukan oleh Nanda


"Nan,, lo suka banget ngeprank gue" Manda memukul dada Nanda pelan- takut ada peluru yang pernah hinggap


"Gue gak pernah ngeprank lo Nda, semesta aja yang terlalu gemes sama lo, jadi pengen diusilin terus" Nanda menarik hidung Manda gemas


"Ih Nanda sakit" Manda memukuli dada Nanda tapi kali ini lebih brutal "eh tapi gak ada luka jahitan kan disini?" Manda menghentikan aksinya


"Tapi serius, jangan suka ngeprank buat ninggalin gue lagi ya Nan" ucap Manda lirih


"Kagak,, lagian lo udah sering denger berita kematian gue, napa lo masih belum kebiasa?" Nanda menyadari itu, sudah sering Manda mendengar dari dokter kalau dirinya sudah meninggal tapi respon Manda tetap sama- panik dan sedih


"Gue gak sekuat itu Nan, mau tiap hari pun gue selalu denger berita kematian lo, sama sakitnya, gue gak akan kuat, jadi lo jangan berniat mau ngeprank gue lagi, gue takut lo beneran pergi" ucap Manda kesal, tapi dia bersyukur karena Nanda tidak apa-apa


"Maaf Nda,, gue juga gak akan kuat kalau lo pergi ninggalin gue" ucap Nanda penuh sesal karena sudah membuat adiknya ini takut


"It's okay gue maafin, kayaknya malaikat Izrail diem-diem suka banget sama lo Nan, buktinya dipantauin sama didatengin terus tapi gak mau ngambil" ucap Manda mencairkan suasana yang terasa sendu


"Haha kayaknya iya" Nanda tertawa dengan jalan pikir Manda


"Itu apa Nan?" Tanya Manda menunjuk paper bag yang dibawa Nanda tadi


"Ini isinya hijab sama cadar lo, pake dulu, nanti diliat orang, ntar gue suruh petugas apartemen buat bawain baju kita ke sini" ucap Nanda

__ADS_1


"Makasih Nan"


1 bulan kemudian. Kini kandungan Manda sudah sangat besar dan menunggu waktu melahirkan yang tinggal beberapa minggu lagi. Manda semakin tidak sabar jadinya, dia sudah bermimpi akan menggendong anak yang selama ini ada dalam perutnya. Dia belum tau apa jenis kelamin anaknya, jadi dia tidak menyiapkan nama ataupun kamar bayi, dia hanya menyiapkan kebutuhan pokoknya saja. Sementara dirumah sakit pusat, Arkan membuka matanya secara perlahan.


"Arkan,, akhirnya lo sadar juga dari koma panjang lo" ucap Lance senang


"Berapa lama gue koma?" Sejujurnya Arkan takut menanyakan ini, mengingat dia pernah melihat film yang isinya orang koma itu bertahun-tahun


"Satu,,,"


"TAHUN? 1 tahun gue koma?" Tanya Arkan terkejut


"Satu bulan bangs4t" ucap Lance memaki Arkan, karena masih kesal harus menghandle pekerjaan Arkan yang menumpuk selama satu bulan ini, meskipun sudah dibantu Romi yang sudah dinyatakan sembuh setelah 1 minggu rawat, tapi tetap saja pekerjaan Arkan masih banyak.


"Ya lo kalo ngomong jangan setengah-setengah!" Arkan ikut emosi jadinya


"makanya denger dulu, jangan main terobos aja ada orang ngomong" ucap Lance kesal


"Sudahlah, cewek yang gue tolong gimana?" Tanya Arkan


"Mana gue tau, udah pulang dari lama" jawab Lance


"Lo napa gak minta kontak dia, b3go?" Arkan mendesah kasar


"Males, dia dah punya suami" jawab Lance


"Hah? Suami?" Beo Arkan


"Iya,, jadi lo jangan berharap lebih sama dia" jawab Lance


"Dia bilang,,, dia gak punya suami" gumam Arkan


"Buktinya gue liat dia berduaan sama cowok dikamar rawatnya" jawab Lance


"Jadi gini ya,, rasanya sakit ati" ucap Arkan lesu memegangi dadanya yang terasa sesak, bahkan air matanya juga sudah mengalir


"Lo nangis Kan? Cuma gara-gara cewek? Bullsh1t" umpat Lance


"Dia bukan cewek sembarangan Lance, dia udah buat gue jatuh cinta dalem banget ama dia" ucap Arkan

__ADS_1


"Udah Kan, masih banyak cewek yang mau ama lo" jawab Lance menenangkan


Arkan hanya mengangguk pelan, tapi air matanya tidak bisa bohong. Dia belum siap dengan kenyataan ini, sudah dipaksa berhenti sebelum berjuang. Berharap banyak, tanpa dikasih harapan, dan dihempaskan begitu saja, padahal ini yang pertama untuknya. Ya Allah, Arkan tidak sekuat itu.


__ADS_2