SKY PATH

SKY PATH
serangan


__ADS_3

Pukul 3.20 sore waktu Kanada, Nanda pulang ke apartemen.


"Selamat sore sayangku" Manda menyambut Nanda dengan girangnya


"Kenapa?" Tanya Nanda


"Ihh Nanda, gue lagi pengen latihan jadi istri favorit yang menyambut suaminya pulang kerja" ucap Manda mengerucutkan bibirnya


"Ya udah, ulang ya" Nanda kembali ke luar lalu masuk lagi


"Selamat datang, sayang" pekik Manda merentangkan tangannya


"Terimakasih sayang" Nanda membawa Manda ke dalam dekapannya


"Gimana kuliahnya?" Tanya Manda membawa Nanda duduk disofa ruang tamu


"Banyak drama" jawab Nanda


"Drama apa?" Manda duduk disamping Nanda dan memeluk Nanda dari samping


"Biasa,, drama Lisa" ucap Nanda


"Owhh,, kirain drama apa" ucap Manda


"Ya begitulah, lo mending jauhin dia" ucap Nanda


"Tanpa disuruh, gue juga mau jauhin dia" ucap Manda


"Gak, beneran, apapun yang terjadi, jangan deket-deket dia" Nanda memperingatkan


"Emangnya kenapa?" Tanya Manda


"Dia putri mafia yang masih jadi buronan, jadi jangan deket-deket dia atau lo juga bakal jadi buronan mafia black Lion's" ucap Nanda


"Black Lion's yang katanya suka nyerang orang tanpa sebab, musuh white lion's?" Manda memastikan


"Yup,, jadi jauhi Lisa, dia putri dari pemimpin mafia Diamond's" ucap Nanda


"Bukannya grup mafia Diamond's udah bubar?" Setahu Manda begitu


"Memang udah bubar, tapi Lisa melarikan diri saat mau dieksekusi mati" ucap Nanda


"Berarti Lisa buronan berbahaya" ucap Manda


"Emang" jawab Nanda


"Kalau aku deket-deket dia, aku bakal jadi buronan juga?" Manda terus bertanya


"Iya Manda,,,," Nanda geram


"Jadi aku gak boleh deket-deket?" Manda mode lemot on


"Astaghfirullah" Nanda mendesah kasar karena pemikiran Manda yang super lemot saat ini


"Hihi" Manda hanya menyengir


"Pokoknya jangan deket-deket Lisa, karena dalam waktu dekat ini Black Lion's bakalan nemuin Lisa" Nanda menjelaskan


"Kok bisa?" Tanya Manda


"Karena Lisa dengan bodohnya malah make identitas aslinya disini" ucap Nanda


"Lah iya ya? Harusnya kalau buronan bisa pake nama samaran" ucap Manda


"Udah, gue capek, mau istirahat" Nanda beranjak menuju kamarnya dilantai 2


Saat baru buka pintu kamar, Nanda hanya bisa mengangga melihat kamarnya yang cosplay jadi kapal pecah. Tidak, ini tidak mungkin kamarnya, tadi pagi masih rapi, apa dia salah masuk kamar?


"MANDA!!!" Nanda sudah tidak tahan lagi, dia berteriak memanggil Manda


"Apa sih Nan, jangan teriakan-teriakan, ini bukan hutan" jawab Manda


"Lo yang berantakin kamar gue? Ngaku lo" ucap Nanda

__ADS_1


"Bukan,,,"


"Terus ini ulah siapa kalau bukan ulah lo?!" Sungguh, Nanda tidak bisa mengendalikan amarahnya


"Iya itu ulah gue, tapi bukan salah gue juga" Manda masih membela dirinya


"Terus salah siapa?" Tanya Nanda geram


"Salah lo" jawab Manda santai


"Gue?!" Nanda menunjuk dirinya sendiri


"Iya" Manda mengangguk


"Coba jelasin, ngapa jadi gue?" Kali ini, Nanda mulai bisa mengendalikan dirinya agar tidak marah-marah


"Lo sembunyiin parfum lo, jadi gue nyari-nyari gak ketemu, so gue terpaksa ngacak-acak kamar lo, akhirnya ketemu" jawaban Manda sama-sekali tidak masuk logika otak Nanda


"Apa gunanya HP? Lo bisa tanya, lo bisa chat gue kan?" Biarpun tidak marah-marah, tapi Nanda masih geram


"Gue lupa" Manda menyengir tanpa dosa


"Ck" Nanda menyugar rambutnya ke belakang


Jujur, Nanda capek. Pulang ke apartemen dengan niat mau istirahat, tapi dia harus berberes-beres kamar dulu. Nanda menghela nafas panjang, lalu pelan-pelan mulai membereskan kamarnya. 1 kesalahan Nanda, lupa mengunci kamar. Keesokan harinya, seperti biasa Nanda pergi ke kampus dan Manda tetap diam dirumah. Kali ini aman karena Nanda menyiapkan meja di depan kamarnya dan menaruh 1 parfumnya disana, kamar juga sudah dia kunci.


Ting


Suara notifikasi chat masuk, Nanda melihat pesan yang dikirim Romi.


'Nan, aku akan ke Indonesia dulu, pamanku sakit, aku minta tolong absenkan aku ya, aku kembali 3 hari lagi'


Begitulah isi pesan Romi. Tanpa menjawab, Nanda memasukkan kembali ponselnya disaku celananya.


"Baru juga masuk, sudah libur lagi" gerutu Nanda


Sementara di Indonesia,,,


"Terimakasih Romi" jawab Mario


"Aku dengar putri Diamond's masih diKanada?" Tanya Arkan


"Ya, dia kuliah dikampusku" jawab Romi


"Astaga,, lalu bagaimana?" Tanya Arkan


"Aku sudah mengajarkan orang kampus untuk menggunakan senjata api, setiap orang kuberi 1 senjata dengan 200 peluru cadangan, karena cepat atau lambat, Black Lion's pasti akan menyerang" ucap Romi


"Baguslah, pastikan semua orang bisa menjaga diri mereka" ucap Arkan


"Tapi tidak semua orang menerima, ada yang menolak untuk diberi perlindungan" ucap Romi


"Hanya orang bodoh yang menolak mendapatkan perlindungan" ucap Arkan


"Aku tau, tapi aku tidak mau ambil pusing, kalau mereka tidak mau ya sudah, mereka akan celaka" ucap Romi


"Kau kembalilah Arkan, bantu Romi menjaga orang-orang tak bersalah disana" ucap Mario


"Mafia White Lion's sudah sangat kuat, pa" ucap Arkan


"Tapi mafia Black Lion's juga bukan mafia kecil" ucap Mario


"Baiklah, aku dan lance akan ikut denganmu" ucap Arkan menepuk pundak Romi


"Terimakasih Arkan, bantuanmu sangat berarti" ucap Romi


"Jaga diri kalian anak-anak, jangan sampai kalian jadi korban" ucap Mario


"Siap" ucap Romi dan Arkan serempak


Mereka lanjut mengobrol santai sampai malam menyapa. Lance datang ke rumah sakit untuk menjemput Arkan dan Romi. Didalam mobil sangat sepi, Romi jadi canggung sendiri. Melihat keluar jendela, Romi melihat ada 2 ayunan nganggur.


"Berhenti" ucap Romi menepuk kepala Lance

__ADS_1


"Cukup bilang, tidak usah memukul juga" Lance kesal


"Kenapa Rom?" Tanya Arkan


"Ayo main" ucap Romi dengan tengilnya


"Main apa?" Tanya Lance


"Itu" Romi menunjuk ke arah ayunan itu


"Yang benar saja" ucap Lance lesu


"Ayolah" Romi memaksa


Akhirnya dengan berat hati mereka bermain ayunan itu. Hanya diam, lalu Arkan berdiri di atas ayunan itu lalu mengayun dengan cepat.


"Ini cukup menyenangkan" ucap Arkan dengan terus mengayun sampai ayunan itu berputar melewati batas, Arkan tertawa puas jadinya


"Mau coba?" Tawar Romi


"Kau saja, ayunannya sisa 1" jawab Lance


"Kita naik bersama" ucap Romi


"Bersama?" Beo Lance


"Ayo" Romi menarik tangan Lance


Mereka berdiri diayunan yang sama dengan posisi saling berhadapan. Mereka sama-sama mengayun ayunan sampai ayunan itu berputar-putar melampaui batas. Biarpun berbahaya, yang penting happy. Mau lihat visual mereka main ayunan? Cek akun ig @mt4md_


Siang ini, mereka bersiap-siap untuk pergi ke Kanada. 17 jam perjalanan, kini mereka mendarat diKanada. Istirahat 1 hari sebelum kembali ke aktivitas seperti biasa.


"Hai kawan" Romi dengan girang merangkul Nanda dari belakang


"Hmm" Nanda hanya membalas dengan deheman


"Kenapa kau tidak semangat begitu?" Tanya Romi


"Biasalah, berdebat dulu tadi" jawab Nanda lesu


"Lalu bagaimana?" Tanya Romi


"Ya begitulah, dia ngambek" jawab Nanda


Romi hanya terkekeh pelan. Mengikuti mata kuliah seperti biasa, sampai jam istirahat datang. Romi, Nanda, Amee, dan Krys keluar dari kelas.


"Hai" Manda muncul dari balik pintu


"Ngapain lo kesini!" Bentak Nanda


"Mau makan siang bareng" jawab Manda dengan entengnya


"Lo senekat itu ternyata" jawab Nanda menyerah mau membilangi Manda


"Sudahlah Nan" Romi menepuk pelan pundak sahabatnya itu


"Baiklah, ayo ke kantin" Nanda mengalah


"Kalian duluan aja, aku mau ke toilet dulu" ucap Manda


"Baiklah, jangan lama-lama" ucap Amee


"Mau aku temani?" Tawar Krys


"Tidak perlu, aku bisa sendiri" Manda menolak halus


Akhirnya mereka mengalah dan membiarkan Manda ke toilet sendiri. Saat ditoilet yang sepi, Manda membuka cadar dan hijabnya- berniat mencuci wajahnya. Sementara dikantin, Romi mendapatkan pesan dari Arkan, kalau dia melihat anggota Black Lion's sedang dalam perjalanan menuju kampus mereka. Saat baru akan membalas


DOR


"Tembakan?" Gumam Romi


"Astaghfirullah, Manda sendirian ditoilet" ucap Nanda panik

__ADS_1


__ADS_2