
"Iqbal" ucap Angkasa bangkit dan berhambur ke pelukan Iqbal
"Astaghfirullah" Manda hanya bisa beristighfar sambil memegangi kepalanya yang pening
"Dia siapa?" Bisik Amee pada Manda
"Temannya Nanda" jawab Manda
"Oh, tampan juga" puji Amee
"Tunggu sampai kau melihat sifat aslinya" ucap Manda
"Memangnya kenapa?" Tanya Amee bingung
"Nanti juga kau tau" ucap Manda beranjak dari duduknya dan membawa Argatha ke kamarnya untuk istirahat karena sudah memasuki jam tidur Argatha
"Kak Manda kenapa?" Tanya Bulan menatap Amee yang hanya menggelengkan kepalanya- tanda tidak tau.
"Angkasa plus Iqbal sama dengan neraka bagi Manda" ucap Nanda
"Memangnya kenapa?" Tanya Angel
"Kau akan tau nanti" ucap Nanda ikut beranjak dari duduknya dan diikuti Bulan
"Sayang,,, aku ngantuk" ucap Angel menghentikan obrolan Angkasa dan Iqbal
"Ya udah kita tidur. Bro, besok lagi yak" ucap Angkasa
"Yoi bro, gue juga mo nginep disini" ucap Iqbal
"Kita tidur juga?" Tanya Romi menatap Krys karena kamar mereka disini bersebelahan
"Ayo" jawab Krys beranjak diikuti dengan Romi dan meninggalkan Amee dan Iqbal
"Yahh nasib jomblo ditinggal sendiri" ucap Iqbal lesu
"Aku tak mengerti bahasamu" ucap Amee menggunakan bahasa inggris
"Oh maaf, kita ditinggal sendiri disini" ucap Iqbal
"Kau lucu sekali" ucap Amee
"Dan kau cantik sekali" ucap Iqbal yang membuat pipi Amee memerah
"Kau bisa saja" ucap Amee berusaha menetralkan raut wajahnya
"Namaku Iqbal, Iqbal Revalino" Iqbal mengulurkan tangannya pada Amee
"Namaku Amee, Ameera Aya" Amee membalas uluran tangan Iqbal
"Jadi,, kita berteman sekarang?" Tanya Iqbal
"Tentu saja" jawab Amee
"Oke,, kita lanjut ngobrol besok, sekarang sudah saatnya tidur" ucap Iqbal
"Baiklah" Amee beranjak dari tempat duduknya diikuti dengan Iqbal
Mereka pergi ke kamar masing-masing untuk tidur. Jam 12 malam, Manda bangun untuk melaksanakan sholat tahajud. Setelah sholat, tak lupa Manda selalu berdoa.
"Ya Allah, lindungilah kami disini. Lindungilah anak hamba, lindungilah keluarga hamba, lindungilah teman-teman hamba. Dan lindungilah orang yang hamba cintai ya Allah. Hamba mencintaimu dan rasulmu. Juga hamba mencintai salah satu ciptaanmu. Tunjukkan jalur langitmu untuk kami ya Allah" ucap Manda
Ting
Tiba-tiba sebuah notifikasi masuk dihp Manda. Manda membereskan alat sholatnya terlebih dahulu, setelah itu melihat notifikasi dari instagramnya.
"@arkan.al_ ? Apa ini Arkan ya? Eumm follback ah" gumam Manda tersenyum-senyum sendiri karena akunnya difollow oleh pujaan hatinya
Sesuai rencana, keesokan harinya mereka pergi ke puncak. Mereka akan menginap di villa milik Angkasa.
"Semua sudah siap?" Tanya Angel
"Sudah" jawab mereka serempak
"Oke kita berangkat sekarang!!" Seru Iqbal
"Gaskeun Broo!!" Seru angkasa
"Ayolah, ini bukan hutan" ucap Krys mulai jengah dengan teriakan rimba Iqbal dan Angkasa
"Sudah ku bilang" ucap Manda
"Bulan, Manda, dan Gatha, kita satu mobil" ucap Nanda
"Siap" ucap Bulan dan Manda serempak
"Sayang, Amee, dan Iqbal,,, kita satu mobil" ucap Angkasa memeluk pinggang Angel
"Yahh,, kita hanya berdua" gumam Krys
__ADS_1
"Mereka memberikan kita kesempatan" bisik Romi
Ketiga mobil mewah itu sudah melesat ke jalanan dengan kondisi yang berbeda-beda. Mobil yang dikendarai Nanda dalam kondisi tenang dan damai, mobil yang dikendarai Angkasa dalam kondisi ramai dan heboh, sedangkan mobil yang dikendarai Romi dalam kondisi panas karena full bucin. satu jam kemudian, mereka akhirnya sampai di villa milik Angkasa. Mereka makan siang terlebih dahulu sebelum mulai beraktivitas.
"Kita ngapain hari ini?" Tanya Krys
"Apa tempat latihan memanahnya masih ada?" Tanya Nanda menatap Angkasa
"Tentu saja, mau latihan?" Tawar Angkasa
"Wihh boleh, kita taruhan, siapa yang kalah akan jadi babu dalam sehari" ucap Iqbal semangat
"Yaha aku Setuju denganmu kawan" ucap Angkasa. Angkasa dan Iqbal bertos ria
"Daddy bisa memanah?" Tanya Argatha menatap Nanda
"Tentu saja" jawab Nanda
"Ajarin Gatha, dad" ucap Argatha memasang puppy eyesnya
"Baiklah, habiskan dulu makannya" ucap Nanda
"Hore!!" Seru Argatha kegirangan yang mengundang tawa para orang dewasa disana karena merasa gemas
Selesai makan siang, mereka pergi ke tempat latihan memanah. Argatha yang paling bersemangat disini karena ini adalah yang pertama untuknya. Argatha melihat Angkasa dan Iqbal yang melakukan lomba memanah sambil menunggu Nanda. Beberapa saat kemudian, Nanda datang dan berjongkok untuk mengajarkan Argatha. Nanda membimbing Argatha untuk memegang busur dengan benar.
"Gatha harus fokus ke depan, harus pas sama titik yang ditengah itu ya" ucap Nanda mengarahkan Argatha
"Oke dad" Argatha memperhatikan dan mengikuti bagaimana Nanda mengajarinya
"Sudah fokus?" Tanya Nanda
"Sudah dad" jawab Argatha
"Kalau sudah pas, lepaskan anak panahnya" ucap Nanda yang langsung dituruti Argatha.
"Hore" sorak Argatha saat berhasil melepaskan anak panahnya, walaupun tidak pas ditengah, tapi lumayanlah untuk pemula.
Setelah Argatha, kini giliran Nanda yang mencoba memanahnya.
"Tarik,, fokus" ucap Nanda menarik anak panah secara perlahan dan pandangan fokus ke depan. Karena kurang nyaman dengan posisi berjongkok, jadi Nanda mengambil posisi berdiri
"Lalu lepas" ucap Argatha saat tangan Nanda sudah terlihat terkunci pada satu titik
Nanda pun melepaskan anak panahnya dan itu tepat sasaran. Anak panahnya menancap tepat dititik kecil tengah-tengah.
"Wahh, daddy hebat, daddy keren" ucap Argatha bertepuk tangan.
~o0o~
Setelah permainan panah memanah, mereka istirahat sejenak. Bagi yang muslim, mereka melaksanakan sholat ashar berjamaah.
"Setelah ini kita ngapain?" Tanya Angel
"Bagaimana kalau pesta BBQ di atap? Pasti seru" saran Iqbal
"Boleh tuh, sekali lihat bintang" ucap Angkasa
"Gatha suka bintang kan?" Tanya Amee
"Iya aunty, Gatha suka lihat bintang" Jawab Argatha
"Oke kalau gitu sekarang kita bagi tugas" ucap Nanda
"Angkasa dan Nanda,, kalian belanja cari daging" ucap Angel
"Bulan dan Krys, kalian cari tikar digudang" ucap Angkasa
"Iqbal dan Romi, siapkan pemanggang" ucap Nanda
"Angel bagian memasak" ucap Manda
"Manda, Gatha dan Amee, kalian ke belakang dan cari sayuran" ucap Angkasa
"Kita berangkat sekarang" ucap Iqbal
"Baiklah" jawab mereka serempak
Mereka pergi berpencar sesuai peran masing-masing. Dalam perjalanan Nanda dan Angkasa, mereka kini dalam perjalanan ke Indomaret terdekat.
"Daging apa yak?" Tanya Angkasa
"Daging manusia" jawab Nanda ketus
"Astaghfirullah, kanibal lo?" Ucap Angkasa
"Udah,, buruan cari daging sapi" ucap Nanda
"Dih ngatur" ucap Angkasa
__ADS_1
Nanda mendesah kasar lalu meninggalkan Angkasa dan masuk ke Indomaret. Setelah menemukan apa yang mereka cari, mereka pulang ke villa. Sesampainya di villa,,,
"Angkasa" pangil seseorang dari belakang
"Ehh,, lo,,, Yudha kan?" Tanya Angkasa lupa-lupa ingat.
"Iya, apa kabar sekarang?" Tanya Yudha
"Baik-baik, lo sendiri?" Tanya Angkasa balik
"Baik juga, lo pada mau ngapain? Belanja banyak amat" tanya Yudha
"Kita mau pesta BBQ, lo mau gabung?" Tawar Angkasa
"Kagak dah, have fun kalian" ucap Yudha melambaikan tangannya akan pergi
"Eh Yudha, ikut ajalah, sesekali doang" ucap Angkasa
"Kagak, makasih" ucap Yudha masih menolak tapi dengan cara halus
"Kagak seru lo mah, gue besok dah balik" ucap Angkasa
"Kok cepet banget lo baliknya?" Tanya Yudha
"Iya,, makanya ayo ikut" ucap Angkasa
"Hmm yaudah, kalau lo maksa" ucap Yudha akhirnya mau ikut masuk ke dalam
Yudha berkenalan terlebih dahulu dengan teman-teman Angkasa yang menyambutnya dengan senang hati. Hal itu membuat Yudha tersentuh. Pada malam harinya, sambil menunggu Angel memanggang daging, mereka sibuk menscroll fyp. Tiba-tiba fyp dari Iqbal menunjukkan sebuah video yang cukup menarik bagi mereka.
"Ayo bikin" ajak Iqbal
"Susah ege" ucap Yudha
"Yaelah hafalin bentar aja nih" ucap Iqbal
"Yaudah ayok latian" ucap Angkasa
"Skuy lah, dancenya juga gampang" ucap Iqbal
"Itu bukan dance anjir" timpal Angkasa
"Dance ini,, dance simple karena cuma mainin lampu doang" ucap Iqbal
"Astaghfirullah" ucap Romi
"Woy Romi, kalung lo salib" ucap Iqbal
"Eh lupa, maksudnya puji tuhan" ucap Romi
"Kirain mau login lo" ucap Angkasa
Mereka tertawa sejenak lalu mulai latihan membuat konten dadakan. Beruntunglah mereka sama-sama memiliki ingatan yang tajam, menghafal gerakan? Itu hal mudah untuk mereka. Beberapa saat kemudian, mereka sudah siap dan mulai merekam hasil latihan mereka.
*Musik menyala
There once was a ship that put to sea
(Pernah ada kapal yang melaut)
The name mf the ship was the billy of tea
(Nama kapal itu adalah billy of tea)
The winds blew up, her blow dipped down
(Angin bertiup, pukulannya turun)
Oh blow, my bully boys, blow
(Oh pukulan, anak laki-laki pengganggu saya, pukulan)
Huh
Soon may the wiellerman come
(Segera mungkin tukang sumur datang)
To bring us sugar and tea and rum
(Untuk membawakan kami gula, teh, dan rum)
One day, when thetonguing is done
(Suatu hari, ketika lidah selesai)
We'll take our leave and go
(Kami akan pergi dan pergi)
__ADS_1
Para wanita hanya bisa berdecak kagum melihat penampilan mereka yang keren. Penasaran sama hasilnya? Cek akun Instagram @mt4md_