SKY PATH

SKY PATH
pulang


__ADS_3

Setelah Argatha mengantar Clara ke rumahnya, Argatha kembali pulang menemui mommynya.


"Mommy,, Arga mau punya adik" ucap Argatha 


"Kenapa tiba-tiba?" Tanya Manda


"Arga liat Lara tadi, Arga mau punya adik perempuan, yang lucu kayak Lara" ucap Argatha 


"Mommy kira Arga suka sama Lara" goda Manda


"Masih kecil ga boleh suka-sukaan mom" ucap Argatha 


"Iya iya sayang, sekolah dulu yang pinter" ucap Manda


"Kapan Arga punya adik mom?" Tanya Argatha lagi


"Tunggu mommy dan daddy menikah ya, Ga" ucap Arkan baru masuk


"Kapan mommy dan daddy menikah?" Tanya Argatha lagi


"Secepatnya,, besok, kita akan kembali ke Indonesia, nanti daddy dan mommy menikah disana" jawab Arkan 


"Arga punya adik?" Tanya Argatha 


"Iya,, nanti Arga punya adik" ucap Arkan


Argatha tak sabar menunggu hal itu. Sejak mengenai Clara, punya adik adalah salah satu impiannya.


Malam kembali menyapa, Semua orang dimansion sedang bersiap karena akan kembali ke Kanada. Arkan sedang membantu Argatha untuk bersiap.


"Dad" panggil Argatha 


"Hmm, iya Ga?" Tanya Arkan menoleh ke arah Argatha sebentar lalu kembali fokus memasukkan pakaian Argatha ke dalam koper 


"Kita akan kesini lagi dad?" Tanya Argatha 


"Tentu saja, setelah daddy dan mommy menikah, kita akan tinggal dimansion daddy" jawab Arkan


"Emang mommy mau?" Tanya Argatha lagi


"Nanti daddy tanyakan ke Mommy dulu ya, Arga ngga usah sedih, nanti kalau mommy ga mau, kita masih bisa liburan ke sini" jawab Arkan mengusap kepala Argatha dengan lembut 


"Iya dad, daddy ga akan pergi lagi kan?" Tanya Argatha 


"Daddy ga akan ninggalin kalian lagi, kita akan terus bersama selamanya" jawab Arkan 


"Thanks dad" ucap Argatha 


Arkan hanya tersenyum dan mengangguk. Arkan membawa Argatha ke dalam dekapannya. Memeluk anaknya dengan erat, menyesal. Menyesal Arkan rasakan karena baru mengetahui keberadaan anaknya. andaikan dia bisa menemukan Manda lebih cepat, Argatha pasti tidak akan setakut ini jika dia akan pergi jauh. 


"Kalian kenapa?" Tanya Manda yang baru masuk ke kamar Argatha malah mendapati Argatha dan Arkan saling berpelukan 


"Mom, kita akan ke sini lagi kan?" Tanya Argatha menatap mommynya tanpa melepaskan pelukannya.


"Tentu saja sayang, kita bebas mau kapanpun kesini" jawab Manda 


"Arga main dulu ya, daddy mau bicara sama mommy" ucap Arkan melerai pelukan mereka 


"Iya dad" jawab Argatha lalu keluar dari kamarnya meninggalkan mommy berdua dengan daddy


"Kenapa?" Tanya Manda, jantungnya selalu berdebar 2 kali lebih cepat kalau mereka hanya berdua seperti ini


"Setelah menikah, kita tinggal dimansion aku aja mau ngga?" Arkan menjawab dengan pertanyaan 


"Dimanapun kita tinggal, asalkan kamu ada, aku oke oke aja" jawab Manda 


"Makasih sayang" ucap Arkan tersenyum lembut ke arah Manda 


"Sama-sama" jawab Manda 


"Aku punya sesuatu buat kamu, sayang" ucap Arkan


"Apa?" Tanya Manda penasaran 

__ADS_1


"Bentar"


Arkan terlihat sedanh mencari sesuatu dalam tas kerjanya. Entah apa yang Arkan cari. Ternyata Arkan mengambil sebuah buku berwarna hitam. Arkan kembali duduk disampingnya Manda dan menyerahkan buku itu.


"Ini buku harian aku semenjak ku suka sama kamu. Setiap ketemu kamu, aku selalu mengabaikan momennya disini" ucap Arkan Menyerahkan buku diary miliknya pada Manda 


"Boleh aku baca?" Tanya Manda 


"Tentu saja, ini cerita tentang kita, aku sudah membaca keseluruhan kemarin, jadi aku buat kesimpulannya dihalaman paling belakang" jawab Arkan 


Manda tidak menjawab lagi. Manda membuka buku pada halaman belakang, dimana Arkan menyimpulkan isi dari cerita mereka ini.


Teruntuk orang yang aku cintai, Mutia Amanda Elfachra.


Aku udah gatau lagi harus dengan kata apa aku menuliskannya, atau dengan kalimat apa aku mengungkapkannya. Untuk pertama kalinya, aku mengenal apa itu cinta. Kau adalah cinta pertamaku didunia ini Manda, aku harap kau akan menjaga hubunganmu dengan pria rapuh ini. 


Malam itu adalah pertemuan pertama kita. Kau mendatangiku dalam keadaan mabuk berat, saat itu aku sedang menunggu ****** pesananku. aku bersyukur karena kamu yang datang, bukan ****** murahan itu. Kau yang mendapatkan yang pertama dariku dan aku juga mendapatkan yang pertama darimu. Aku langsung tertarik padamu dan ingin menikahimu, tapi aku keburu dibawa oleh anak buah papaku. Terimakasih dan maaf.


Beberapa bulan setelahnya, aku bertemu dengan seorang cewek bercadar yang tengah hamil. cewek itu menceritakan padaku banyak hal. Bahkan karena cewek itu, aku memutuskan untuk keluar dari agamaku dan masuk ke agamanya. Aku mencintai cewek itu tapi aku takut untuk mengungkapkannya. Aku takut kalau suatu saat nanti, cewek yang meniduriku hamil dan meminta pertanggungjawabanku. 


Aku hanya bisa memendam perasaanku pada wanita itu, aku perlu menunggu waktu 1 tahun untuk memastikan tidak ada yang akan meminta pertanggungjawabanku, aku sudah memberitahukan pada anak buahku untuk mencari perempuan yang meniduriku, tapi tidak menemukannya. 


Beberapa bulan kemudian, aku bertemu dengan cewek bercadar itu didekat hutan. Dia mau melahirkan. Aku membawanya ke rumah sakit. Anaknya berhasil lahir dengan selamat, aku menamai anak itu 'Argatha'.


Beberapa tahun setelahnya, aku bertemu dengan seorang anak kecil yang sangat mirip denganku. Anak itu bernama 'Argatha' sama persis dengan nama yang aku berikan untuk anak perempuan bercadar itu, dan yang lebih mengejutkan lagi, anak itu memanggilku dengan sebutan 'daddy'. Jantungku berdebar cukup kencang pada saat itu.


Aku sering bertemu beberapa waktu dengan anak itu secara kebetulan. Hingga satu fakta terungkap, anak itu adalah anak dari perempuan bercadar yang aku cari. Dan yang lebih mengejutkan lagi, ternyata Argatha memang darah dagingku. perempuan yang aku tiduri dulu, dia adalah perempuan bercadar itu yang bernama, Mutia Amanda Elfachra. Sungguh, dunia sesempit itu ternyata.


Dan sekarang, dengan diiringi jalur langit yang selalu aku minta, aku sudah melamar Manda, hingga kami resmi bertunangan. Aku berharap, hubungan kami bisa awet sampai maut memisahkan. Manda, dia adalah cinta pertamaku. Aku tidak memiliki ibu dari aku kecil, itulah sebabnya cinta pertamaku masih utuh.


Teruntuk Manda, terimakasih telah menerimaku. Kehidupanku memang tak melebihi kehidupanmu, tapi cintaku padamu sudah melebihi cintamu padaku. I Love you, princess Elfachra.


~Arkan Alaxarryyan Pratama 


Manda meneteskan air matanya setelah membaca tulisan tangan Arkan tentang kisah mereka itu. Tangan Arkan terulur untuk mengusap air matanya.


"Jangan menangis ya" ucap Arkan membelai lembut pipi Manda 


Manda hanya mengangguk lalu dia berhambur ke pelukan Arkan. Manda sama sekali tidak menyangka kalau cintanya terbalaskan semenjak hari pertama dia mencintai Arkan. Manda menenggelamkan wajahnya dalam dada bidang Arkan, menghirup dengan rakus aroma tunangannya ini.


"I love you more, baby" ucap Arkan menunduk dan mencium kening Manda 


Manda menutup matanya dan meresapi ciuman yang diberikan oleh Arkan.


Keesokan harinya, pagi-pagi sekali Arga sudah bangun dan membangunkan Mommynya.


"Mom,, mommy" ucap Argatha mengguncang-guncangkan tubuh Manda


"Hmmm, kenapa Arga?" Tanya Manda


"Arga izin mau pamitan sama temen-temen Arga dulu ya mom" ucap Argatha 


"Iya,, hati-hati ya" ucap Manda


Argatha hanya mengangguk lalu mencium pipi mommynya sekilas sebelum pergi meninggalkan mansion. Argatha pergi ke rumah Clara. Clara yang sedang menyapu agak terkejut dengan kedatangan Argatha.


"Kak Gaga" ucap Clara melambaikan tangannya ke arah Argatha 


"Lara" Argatha menarik tangan Clara dengan lembut menjauh dari rumahnya 


"Kak Gaga ngapain pagi-pagi kesini?" Tanya Clara 


"Ra, kakak mau pulang ke Kanada" ucap Argatha


"Kanada itu dimana kak?" Tanya Clara


"Luar negeri, jauh, harus naik pesawat" ucap Argatha


"Kak Gaga mau ninggalin Lala?" Tanya Clara


"Kak Gatha gak ninggalin Lara kok, kakak cuma mau pulang aja, nanti kakak kesini lagi, kakak janji" ucap Argatha


"Sama aja, kakak mau ninggalin Lala disini" ucap Clara, matanya mulai berkaca-kaca

__ADS_1


"Clara!!" Pekik seorang anak laki-laki seusia Argatha dari belakang Clara, dia adalah Kakaknya Clara- Calvin


"Abang" gumam Clara


"Cepet pulang!!" Perintah Calvin


"Kak Gaga, Lala pulang dulu ya, kakak jangan lupa kesini lagi" ucap Clara


"Iya Lara, kakak akan kesini lagi untuk Lara, kakak akan jagain Lara dari abangnya Lara" janji Argatha


"Makasih kak" ucap Lara berhambur ke pelukan Argatha


Setelah pelukan terurai, Argatha memberikan sebuah kalung dengan simbol 'AG'. Clara menerima lalu merekapun berpisah untuk jangka waktu yang sangat lama. Setelah Argatha pergi, Clara segera berlari menemui abangnya.


Bugh


"Awshh,, sakit Bang" ucap Clara meringis kesakitan karena Calvin mendorongnya sampai terjatuh 


"Salah siapa kamu lama?" Tanya Calvin sedikit sewot


"Tadi ngoblol dulu sama kak Gaga" jawab Clara


Bugh


"Awshh, kenapa lagi abang mukul Clala?" Tanya Clara lagi-lagi meringis karena abangnya memukulnya 


"Pengen aja, habisnya wajah kamu mirip sama ibu! Aku jadi gabisa lupain ibu, gara-gara kamu ibu meninggal!" Bentak Calvin


"Tapi itu bukan Clala yang mau bang,, hiks" ucap Clara dengan bibir bergetar 


Calvin tidak menjawab, dia pergi begitu saja meninggalkan Clara yang masih menangis terisak-isak.


Hari-hari dilalui Clara dengan sangat berat. Dia rasanya ingin mengadu pada ayah angkatnya, tapi setelah mengadu, dia semakin menjadi sasaran empuk bagi abang dan ibu angkatnya. Ya,, Renata memang suka menyiksa kedua anak angkatnya, baik itu Clara ataupun Calvin. 


PYAR 


"Awshh" ringis Calvin karena tidak sengaja menjatuhkan piring dan pecahan belingnya mengenai kakinya 


"ALVIN!!! Kamu tuh bener-bener ya! Gatau diri,, kamu udah numpang disini, kamu mau bikin saya semakin miskin, hah?! Lihat!! Piring saya mahal, ini jadi pecah gara-gara kamu!! Sebagai hukuman, kamu tidak boleh makan hari ini!!" Ucap Renata menceramahi Calvin panjang lebar


Bugh


Renata pergi setelah menendang Calvin sampai terjatuh. Calvin kesakitan, tapi dia sudah terbiasa. Calvin tertekan tinggal disini, tapi dia tidak punya tempat tinggal lain. Itulah sebabnya Calvin selalu melampiaskan kekesalannya pada Clara.


~o0o~


Manda dkk berangkat menggunakan jet pribadi milik Arkan. Manda dan Arkan duduk bersebelahan dengan Argatha dalam pangkuan Arkan. Mereka menghabiskan waktu 17 jam diudara dan kini mereka sudah mendarat diKanada. Mereka kembali ke rumah masing-masing termasuk Arkan dan Manda yang harus berpisah. Keesokan harinya, Argatha sedang jalan-jalan berdua dengan Arkan. Manda dan Nanda sedang duduk dan mengobrol berdua diruang keluarga.


"Besok lo jam berapa ke kampus?" Tanya Manda


"Lebih pagi, soalnya kita belum tau acara diwisuda nanti apa aja" jawab Nanda 


"Mulainya jam berapa? Ntar gue sama Arga kesana" tanya Manda lagi


"Mulainya jam 8, gue ama anak-anak jalan jam 6" jawab Nanda


"Ouh oke, ntar gue sama Arkan kesana" ucap Manda


"Oke, lo ama Arkan kapan nikah?" Tanya Nanda


"Arkan bilangnya satu Minggu lagi, kita udah foto prewedding dan udah fitting baju juga kemarin" jawab Manda


"Have fun buat kalian berdua, mau nikah dimana?" Tanya Nanda 


"Arkan udah nyewa hotel bintang 5 direkan kerjanya" jawab Manda 


"Udah liat hotelnya?" Tanya Nanda lagi 


"Udah, udah mulai dihias juga" jawab Manda 


"Berarti 1 minggu lagi kita udah pisah rumah" ucap Nanda 


"Lo harus sering-sering ke rumah gue sama Arkan ntar" ucap Manda 

__ADS_1


"Iya bawel" ucap Nanda mengacak-acak rambut Manda


__ADS_2