SKY PATH

SKY PATH
pulang jadi rebutan


__ADS_3

Argatha ikut Yudha kembali ke rumahnya untuk mengambil ikan yang ingin dia pelihara.


"Gatha mau ikan yang mana? Biar kakek tangkapin buat Gatha" ucap pak Umar -ayahnya Yudha yang sudah siap dengan saringan ikannya 


"Yang emas itu bagus kek, Gatha mau" ucap Argatha 


"Udah,, lalu apa lagi?" Tanya pak Umar menaruh ikan mas dalam wadah yang sudah disediakan 


"Yang warnanya putih kek" jawab Argatha 


"Lalu?" Tanya pak Umar setelah menaruh ikan gurame putih 


"Udah kek, Gatha mau warna emas sama putih aja" ucap Argatha 


"Kalau gitu kakek ambilkan yang emas sama yang putih lagi ya" ucap pak Umar


"Iya kek, makasih" ucap Argatha 


"Yud, anak siapa itu?" Tanya salah satu tetangga Yudha bernama mbok Nilam sambil memperhatikan Argatha dari jauh


"Anaknya teman Yudha mbok" jawab Yudha


"Sesekali lah Yud, bawa teman kamu itu ke sini, ibu mau lihat dan kenalan sama dia, siapa tau jadi calon mantu" goda bu Ayu- ibunya Yudha


"Ibu bisa aja, dia pakai cadar bu, jadi walaupun ketemu, ibu ngga bisa liat wajahnya" ucap Yudha tersenyum malu 


"Lho,,, memang ayahnya anak itu kemana Yud?" Tanya mbok Nilam


"Kata Angkasa, ayahnya meninggal karena kecelakaan mbok" jawab Yudha


"Oalah janda temenmu? Cantik ngga Yud?" Tanya mbok Nilam


"Mana Yudha tau mbok, dia pake cadar" jawab Yudha


"Kali aja kamu pernah mergokin dia pas ngga pake cadar gitu, masih muda tapi?" Tanya mbok Nilam lagi 


"1 bulan dibawah Yudha mbok" jawab Yudha 


"Ohh masih muda udah janda aja ya, kasihan" ucap mbok Nilam


"Tapi Yudha penasaran juga mbok, bentar Yudha cari di google dulu" ucap Yudha mengotak-atik ponselnya 


"Emang wajahnya ada digoogle Yud?" Tanya bu Ayu


"Kata Angkasa, dia pas SMA ngga pake cadar dan wajahnya paling cantik disekolah, dan keluarganya orang berpengaruh, jadi bisa aja ada digoogle" ucap Yudha


"Udah cepet cari Yud, mbok sudah ngga sabar pengen liat" ucap mbok Nilam


"Nah ketemu" ucap Yudha berhasil menemukan foto Manda dulu saat belum menggunakan cadar


"Coba liat" ucap bu Ayu


"Cantik banget bu,,, kayak bidadari" ucap Yudha menunjukkan foto Manda 


"Coba liat" mbok Nilam merebut ponsel Yudha


"Ini beneran orangnya Yud?" Tanya mbok Nilam menatap foto Manda tak berkedip 


"Kayaknya iya mbok, matanya sama persis, bahkan wajahnya mirip sama saudara laki-lakinya" ucap Yudha menyamakan foto Manda dengan wajah Nanda dalam benaknya 


"Janda kembang ini mah, kalau gini mending sama Rendi aja, ngga masalah biarpun janda anak satu" ucap mbok Nilam 


"Ada apa nih nama Rendi disebut-sebut?" Tanya Rendi- anaknya mbok Nilam


"Nah kebetulan, nih gimana?" Mbok Nilam menyodorkan ponsel Yudha 


"Cakep banget cewek google" ucap Rendi


"Dia temennya Yudha" ucap mbok Nilam 

__ADS_1


"Serius? Ih kenalin gue Yud" ucap Rendi


"Kagak kagak, dia janda mau lo?" Tanya Yudha merebut kembali ponselnya 


"Nggapapa dah, yang penting cakep" ucap Rendi yang emang dasarnya Mandang fisik


"Anak satu" lanjut Yudha 


"Udah punya anak?" Tanya Rendi


"Om,,, lihat ikan Gatha banyak" ucap Argatha antusias menunjukkan plastik berisi ikannya


"Wahh banyak banget, Gatha suka?" Tanya Yudha


"Suka banget, makasih om" jawab Gatha tersenyum manis pada Yudha 


"Dia siapa mak?" Bisik Rendi pada mbok Nilam


"Dia anaknya cewek itu" jawab mbok Nilam dengan berbisik 


Rendi tersenyum senang mendengarnya, sepertinya dia bisa dekat dulu dengan anaknya, baru nanti dekat dengan ibunya. Rendi berjongkok menyamakan posisinya dengan Argatha.


"Halo anak ganteng,, namanya siapa?" Tanya Rendi


"Gatha" jawab Argatha 


"Gatha,,, kenalin, papa Rendi" ucap Rendi tersenyum bangga


"Hah?" Argatha menaikkan satu alisnya bingung 


Tak


"Awshh" Rendi meringis saat mendapatkan jitakan dari mamaknya


"Gatha,,, ini bener mamanya Gatha?" Tanya mbok Nilam menyodorkan ponsel Yudha yang masih menampilkan foto Manda digoogle 


"Iya, kok bisa disini?" Tanya Argatha 


"Gatha,,, kita pulang sekarang ya" ucap Yudha merebut kembali ponselnya lalu mematikannya 


Argatha mengangguk lucu. Yudha menggendong Argatha hendak mengantarkannya kembali ke Villa milik Angkasa.


"Arga"


"Mommy" 


Yudha menurunkan Argatha dan Argatha berlari ke arah mommynya.


"Mommy,,, liat, ikan Arga banyak" ucap Argatha menunjukkan plastik berisi ikan


"Itu orangnya?" Bisik bu Ayu pada Yudha yang bisa didengar juga oleh mbok Nilam dan Rendi 


"Iya bu, dia mommynya Gatha" jawab Yudha menatap ke arah Argatha yang berada digendong Nanda tapi tetap bercerita dengan antusias pada Manda 


"Orang kota kalau manggil ibunya sekarang jadi mommy ya? Bukan mama lagi?" Tanya mbok Nilam


"Mereka tinggal di Kanada mbok" jawab Yudha


"Kalau begitu kamu harus cepat Yud" jawab bu Ayu 


"Yang cowok itu siapa?" Tanya Rendi


"Dia saudara kembarnya" jawab Yudha


Argatha turun dari gendongan Nanda dan menuntun Manda ke arah Yudha, bu Ayu, mbok Nilam, Rendi dan pak Umar. Manda bersalaman dan mencium tangan Bu Ayu dan mbok Nilam sementara dengan Rendi dan pak Umar hanya membungkuk sekilas sebagai tanda perkenalan.


"Ini ya, yang namanya Manda?" Tanya bu Ayu Ramah


"Benar bu, dan ini Nanda, saudara saya" ucap Manda tersenyum manis dibalik cadarnya 

__ADS_1


"Silahkan masuk nduk" ucap pak Umar 


"Iya nduk, minum dulu" ucap Bu Ayu antusias bahkan menggandeng tangan Manda dan menuntunnya masuk ke rumahnya yang minimalis berlantai dua


"Terimakasih pak, bu" ucap Manda dan Nanda menunduk sopan


Manda dan Nanda duduk disatu sofa dengan Argatha berada ditengah-tengah mereka. Mbok Nilam dan Rendi ikut masuk untuk sekedar berkenalan dengan mereka.


"Nduk Manda, kenalin,, saya mbok Nilam, dan ini anak saya, Rendi" ucap mbok Nilam dan rendi hanya tersenyum ke arah Manda


"Senang bisa mengenal kalian" ucap Manda


"Silahkan diminum Nda,,, Nan" ucap Yudha sambil membantu ibunya menghidangkan teh hangat dengan beberapa camilan 


"Makasih Yud" ucap Nanda dan Manda bersamaan


"Memangnya kalau kembar itu harus barengan gitu ya ngomongnya?" Goda pak Umar


"Namanya juga kembar pak, pastinya ya satu frekuensi" ucap Yudha 


Mereke tertawa bersama tapi Nanda dan Manda hanya tertawa pelan, mengingat mereka hanya tamu disini.


"Awsh astaghfirullah panas" Manda meringis saat akan minum, tiba-tiba ada yang menyenggolnya hingga minuman itu tumpah mengenai wajahnya yang tertutup cadar


"Ya Allah, maaf, mbok nggak sengaja" mbok Nilam akan mengambil camilan tapi tangannya malah menyenggol Manda


"Nggapapa, saya punya cadar cadangan" ucap Manda


"Ayo nduk, ibu antarkan ke kamar, kamu ganti disana saja" ucap bu Ayu


"Baik bu" ucap Manda beranjak mengikuti bu Ayu ke kamarnya 


Mbok Nilam mengikuti dari belakang, memang ini rencana awalnya. Ingin memastikan wajah Manda masih fresh walaupun sudah memiliki anak. Kalau masih fresh, bisa saja dia menjodohkan anaknya dengan Manda karena dikampung mereka ini tidak ada wanita yang pandai merawat penampilannya. Manda perlahan membuka cadarnya membuat mbok Nilam dan bu Ayu yang ada disana berdecak kagum dengan aura yang dimiliki Manda. Aura yang elegan, mewah, dan penguasa tergambar jelas diwajah cantiknya.


"masya Allah cantik sekali" puji bu Ayu


"Alhamdulillah bu" ucap Manda tersenyum manis lalu memakai cadar cadangannya


"Wajah cantiknya kenala ditutup? Nanti para laki-laki ngga ada yang tau sama kecantikan kamu" ucap mbok Nilam


"Biar nanti suami saya yang ingin menunjukkan wajah saya atau tidak bu" ucap Manda merapikan cadarnya 


"Sama anaknya mbok aja, ganteng lho" ucap mbok Nilam


"Untuk urusan jodoh sudah saya serahkan sama yang diatas bu" ucap Manda


Sementara diobrolan para lelaki,,,


"Nan" panggil Yudha 


"Ya, kenapa Yud?" Tanya Nanda 


"Gue suka sama adek lo" jawab Yudha to the point 


"Gue terserah Manda nanti, gue ngga mau maksa dia ataupun jodoh-jodohin dia" jawab Nanda


"Kalau misalkan Manda mau, lo bakal setuju?" Tanya Yudha


"Gue ngikut Gatha" ucap Nanda melirik Argatha 


"Gatha mau punya daddy baru?" Tanya Yudha 


"Gatha lihat mommy dulu om" ucap Argatha 


Yudha merasa tenang jadinya, Nanda dan Gatha sudah memberi lampu hijau untuknya, tinggal menunggu Manda saja. Manda, bu Ayu dan mbol Nilam sudah kembali dan duduk ditempat semula.


"Nda,,, aku mau ngomong" ucap Yudha


"Ngomong aja Yud" ucap Manda

__ADS_1


"Manda, kamu mau jadi istriku?"


"Manda, kamu mau jadi istriku?"


__ADS_2