SKY PATH

SKY PATH
Tawa Penuh Luka


__ADS_3

Diruang tamu, Renata tengah berbincang dengan Wildan, Renata menceritakan tentang rencananya yang ingin menitipkan Calvin dan Clara dipanti asuhan.


"Saran saya sih jangan mbak, kasihan" ucap Wildan


"Terus mau gimana lagi Wil, aku udah gak bisa apa-apa tanpa suami" ucap Renata


"Mbak tenang saja, setiap bulannya, para orang desa akan mengumpulkan uang untuk membantu meringankan beban mbak Rena, bahkan Calvin dan Clara bisa sekolah dengan gratis" ucap Wildan


"Aku ga enak sama warga Wil" ucap Renata


"Gapapa mbak, kita kan disini satu keluarga" ucap Wildan


Sementara didalam kamar, Calvin marah-marah tak jelas, dia bahkan meninju tembok dikamarnya sehingga tembok itu retak.


"Bang,, abang tenang dulu, jangan marah-marah bang, Clara takut" ucap Clara


"Arghh ini semua gara-gara si wanita sialan itu!" Ucap Calvin membentak Clara


"Bang tenang bang" ucap Clara masih berusaha menenangkan abangnya


"Tenang tenang, emangnya kamu kira gampang, hah?!"


Bugh


Bugh


Bugh


Pada akhirnya, Clara yang harus menahan sakit saat abangnya marah dan menjadikannya sebagai samsak hidup. Tubuh Clara sudah penuh luka, karena luka selalu bertambah setiap harinya. Renata tidak jadi menitipkan Clara dan Calvin ke panti asuhan, karena dengan dia mengarang cerita tentang kesulitan biaya kedua anak angkatnya itu, uang sudah mengalir. Didesa ini banyak sekali orang yang mudah percaya dengan cerita karangan Renata, hingga bahkan beberapa dari mereka mulai membenci Calvin dan Clara. Dari yang awalnya perduli dan kasihan, sekarang jadi tidak peduli saat Calvin ataupun Clara dimarahi oleh Renata. Seburuk itulah pandangan orang-orang tentang kakak beradik ini. Renata memang tidak pernah bermain tangan, tapi ucapannya mampu membuat mental kedua anak angkatnya jadi down. Belum lagi Clara yang harus menahan luka dalam mentalnya karena dirusak Renata, dan tubuhnya menjadi samsak oleh Calvin. Renata tertawa saat disekolahnya, tapi selalu menangis saat dirumahnya.


~o0o~


7 tahun sudah berlalu. Argatha, dia sudah berusia 13 tahun. Argatha tumbuh menjadi pemuda yang tampan dan menjadi incaran para kaum hawa. Saat ini, dia baru masuk ke High School, kalau diIndonesia itu SMP.


"Mom, Arga berangkat dulu ya" pamit Argatha, tak lupa dia juga mencium tangan sang mommy


"Hati-hati ya sayang, semangat hari pertama sekolah" ucap Manda mencium kening Argatha 


"Makasih mom" ucap Argatha lalu keluar dari rumahnya.


Arkan hari ini ada tugas diluar negeri, jadilah Argatha berangkat sendiri dengan diantar sopir pribadinya. Awalnya Manda mau mengantarkan Argatha, tapi Argatha menolak dengan alasan agar mommynya tidak kelelahan. Btw, Manda tengah hamil 4 bulan, ini anak kedua pasangan Manda dan Arkan setelah 9 tahun menikah, namun kandungan Manda kali ini lemah dan bisa gugur kapan saja.


"Rissa?" Panggil Argatha sedikit terkejut karena ada Rissa yang menunggunya 

__ADS_1


"Hai, jalan bareng?" Tanya Rissa


"Hmm, oke" ucap Argatha 


Argatha dan Rissa jalan bersama menuju ke sekolah baru mereka. Sesampainya disekolah, Argatha dan Rissa menjadi pusat perhatian, pasalnya karena Argatha yang tertampan dan Rissa yang tercantik.


"Astaga,,, itu siapa?" 


"Aku dengar namanya Gatha"


"Tampan sekali"


"Aku tidak percaya bisa satu kelas dengan Gatha"


Dan masih banyak lagi bisikan-bisikan yang Argatha dengar. Argatha terus berjalan menuju kelasnya. Seperti disekolah sebelumnya, Argatha selalu duduk satu bangku bersama Rissa. 


Jam pulang sekolah tiba, dan para murid mulai berhamburan meninggalkan lingkungan sekolah. sore harinya, Argatha bersama Manda saat ini sedang berjalan-jalan ditaman.


"Mommy" panggil Argatha 


"Iya sayang?" Tanya Manda menatap ke arah Argatha 


"Adiknya laki-laki apa perempuan?" Tanya Argatha 


Argatha tidak menjawab lagi. Tangannya fokus mengelus perut mommynya yang sudah terlihat menonjol.


"Arga, mommy beli minum dulu ya" ucap Manda


"Jangan capek-capek mom, biar Arga aja" ucap Argatha 


"Mommy bosan Arga" ucap Manda


"Yaudah, mommy beli minum, Arga jagain mommy" ucap Argatha 


Manda mengangguk lalu dia jalan duluan. Argatha hanya mengikuti mommynya dari belakang. Saat sedang beli minum, ada wanita dengan pakaian sexinya datang dan langsung menyiram air ke arah Manda.


"******!!" Pekik wanita itu 


"Apa maksudmu?!" Tanya Argatha geram


"Dia ******!!" Pekik perempuan itu lagi


"Kau gila" ucap Argatha 

__ADS_1


"Dia merebut suamiku,, dia merebutnya!!" Bentak wanita itu ingin menyerang Manda tapi Argatha dengan sigap melindungi mommynya 


"Kau gila? Jangan sentuh mommyku!" Sentak Argatha mendorong wanita itu sampai jatuh


"Dia memang gila, suaminya menghamili wanita bercadar juga dan meninggalkannya, jadi dia gila, sudah jangan pedulikan, lebih baik kalian pergi" ucap salah satu pengunjung yang melihat adegan Argatha dan wanita gila itu.


"Wanita murahan!!" Pekik wanita itu dengan gerakan cepat mendorong Manda


"Awshh" Manda meringis saat merasakan sakit dibagian perutnya 


"Mommy" Argatha berjongkok dan langsung menggendong mommynya 


Argatha membawa Manda ke rumah sakit. Biarpun usia Argatha masih terbilang kecil, tapi tubuhnya cukup tinggi untuk anak seusianya. Bahkan Manda saja hanya sebatas telinganya, dan dia mulai bisa mengendarai mobil saat usianya menginjak 12 tahun. Mobil yang dikendarai Argatha sampai dengan selamat dirumah sakit. Manda segera dilarikan ke ruang IGD. Argatha mengambil ponsel di sakunya dan menelpon Arkan.


"Daddy" panggil Argatha panik saat panggilan teleponnya baru terhubung 


"Ada apa Arga? Kenapa kau panik?" Tanya Arkan malah ikut panik 


"Daddy dimana?" Tanya Argatha 


"Dalam perjalanan menuju rumah" jawab Arkan


"Mommy masuk rumah sakit"


Deg 


Argatha menceritakan semua yang terjadi pada Arkan. Tanpa banyak pikir lagi, Arkan langsung putar balik menuju rumah sakit. Sesampainya dirumah sakit, Argatha langsung berhambur ke pelukan daddynya.


"Dad,, mommy akan baik-baik saja kan?" Tanya Argatha, matanya sudah berkaca-kaca sekarang 


"Kita berdoa yang terbaik untuk mommy ya" ucap Arkan


Argatha hanya mengangguk. Cukup lama mereka menunggu, hingga seorang dokter wanita keluar dari ruangan IGD.


"Bagaimana kondisi istri dan anak saya, dok?" Tanya Arkan


"Mohon maaf tuan, nyonya keguguran" ucap Dokter itu penuh sesal


Dokter itu pergi, Arkan terduduk lemas dibangku ruang tunggu. Argatha juga tidak kalah shock saat mengetahui adik yang selama ini dia idam-idamkan sudah pergi sebelum sempat dia gendong. 


Saat ini Manda sudah dipindahkan diruang inap. Manda menangis terisak-isak dalam pelukan Arkan. Arkan hancur melihat Manda seperti ini, tidak masalah bagi Arkan kalau mereka kehilangan anak, asalkan Manda tidak seperti ini. Argatha hanya bisa diam memeluk mommynya dari samping. Sejak hari itu, Argatha semakin menjadi pria yang dingin dan tidak peduli dengan keadaan sekitar. Bahkan dengan Rissa saja sudah tidak seterbuka dulu. Namun, biarpun Argatha semakin dingin dan susah didekati, tak dapat dipungkiri kalau mereka juga bahagia karena masih bisa hidup bersama dan berdampingan.


Selang beberapa bulan, mereka mulai bisa berdamai dengan keadaan. Manda sudah mengikhlaskan calon bayinya. Hari-hari kembali berjalan seperti sebelum Manda hamil. Mereka berlibur, beraktivitas, bermain, dan bersenang-senang berkumpul bersama teman-teman. Mereka bahagia dan bersyukur dengan nikmat mereka sekarang. 

__ADS_1


__ADS_2