SKY PATH

SKY PATH
daddy


__ADS_3

Jika kemarin adalah waktunya Nanda dan Argatha jalan berdua, hari ini adalah saatnya Manda membawa Argatha jalan-jalan. Manda bingung mau mengajak Argatha jalan-jalan kemana, terlebih lagi dia tidak punya kendaraan sendiri. Manda sudah punya SIM tapi dia tidak punya kendaraannya, menyebalkan.


"Mau kemana ya Gatha?" Tanya Manda pada Argatha


"Jalan-jalan mom" jawab Argatha


"Iya tapi jalan kemana?" Tanya Manda lagi


"Ke tempat yang mommy suka" jawab Argatha


"Tempat yang mommy suka?" Beo Manda


"Mommy biasanya pelgi kemana?" Tanya Argatha


"Mommy pengen ke restoran yang baru buka itu" ucap Manda


"Yadah ayo ke sana" ucap Argatha


"Tapi tempatnya jauh, taxi ngga mungkin mau nganter" ucap Manda


"Beli mobil aja mom" ucap Argatha


"Emang boleh? Nanti daddy marah" ucap Manda ragu-ragu karena Nanda tidak memperbolehkannya membawa kendaraan sendiri


"Bilang sama daddy, kalau mommy mau jalan-jalan sama Alga" ucap Argatha


"Yaudah ayok beli mobil" Manda berdiri dan mau menggendong Argatha


"No mom, Alga udah besal, ga mau gendong lagi" ucap Argatha turun dari sofa dan dengan langkah kecilnya dia keluar dari apartemen diikuti mommynya


Mereka menaiki lift untuk sampai di lantai dasar apartemen. Manda sudah memesan taxi untuk mengantar mereka ke toko mobil impian. Mereka sampai ditoko mobil. Manda dan Argatha masuk untuk melihat-lihat terlebih dahulu.


"Ada yang bisa dibantu nona?" Tanya penjaga toko itu karena melihat Manda yang sedang kebingungan


"Saya mencari mobil listrik" jawab Manda


"Baik, mari ikuti saya nona" penjaga toko itu mengarahkan Manda ke tempat yang dituju


"Semuanya yang terbaru" gumam Manda


"Benar nona, ini semua model dan kualitas yang baru, silahkan dilihat dulu" jawab penjaga toko itu


Manda mengedarkan pandangannya ke sekitar "saya mau Lotus Evija" ucap Manda setelah menemukan mobil yang dia cari, mobil yang sama persis seperti milik saudara kembarnya


"A a anda yakin nona?" Tanya pegawai toko itu gelagapan


"Yup, saya yakin" jawab Manda


"Mobil ini memiliki harga US$ 2,8 juta (Rp43,8 miliar) mobil ini disebut-sebut menjadi yang paling mahal di dunia. Mobil listrik ini diproduksi oleh perusahaan asal Inggris, Lotus Cars. Tiap rodanya memiliki mesin listrik sendiri yang ketika digabungkan akan menghasilkan 1.972 tenaga kuda dan kecepatan tertinggi lebih dari 200mph dan 0-60mph dalam waktu kurang dari tiga detik. Pengisian penuh mobil listrik ini hanya membutuhkan waktu 18 menit." Pegawai toko itu menjelaskan tentang mobil yang akan dibeli Manda


"Ya, saya mengerti" jawab Manda


"Untuk cicilannya,,"


"Tidak perlu cicilan, saya bayar lunas sekarang" jawab Manda memotong ucapan pegawai itu


Pegawai itu melotot kecil tak percaya. Seberapa kaya orang ini? Pikirnya. Tidak mau costumer menunggu, dia langsung menyiapkan segala berkas-berkasnya.

__ADS_1


"Selesai" Manda menunjukkan bukti transaksinya kalau dia sudah membayar lunas mobil itu


"Terimakasih nona" ucap pegawai itu


"Bisa saya bawa mobilnya sekarang?" Tanya Manda


"Tentu saja nona, anda bisa menunggu didepan, rekan kami akan mengeluarkannya terlebih dahulu" ucap pegawai itu


Manda hanya mengangguk dan menggandeng tangan Argatha menunggu mobilnya siap dikendarai. 20 menit kemudian, mobilnya sudah siap didepan Manda.


"Maaf membuat anda menunggu nona" ucap orang yang membawa mobilnya keluar


"Tidak masalah, terimakasih" jawab Manda


"Sama-sama, saya permisi nona" orang itu menundukkan kepalanya lalu pergi setelah mendapatkan anggukan dari Manda


"Ayo Gatha" Manda membukakan pintu mobilnya untuk anaknya


"Thanks mom" ucap Argatha


"Your welcome Gatha" Manda mencium kening Argatha dulu sebelum menjalankan mobilnya.


Sesuai rencana, Manda membawa Argatha pada restoran laut yang baru buka. Mereka menunggu pesanan mereka sambil melihat-lihat pemandangan yang disuguhkan dalam restoran itu. Benar-benar seperti didalam laut karena restorannya berada ditengah-tengah akuarium raksasa.


"Mommy, its sharks" ucap Argatha antusias saat ada hiu yang melintas diatas mereka


"Iya Gatha, pemandangannya bagus" ucap Manda juga mengagumi pemandangan tema bawah laut ini


"Itu apa mom?" Tanya Argatha saat melihat ikan seperti layang-layang


"Itu ikan pari, Gatha. Katanya itu ikan durhaka" jawab Manda


"Dulunya, ikan pari itu manusia, cuma karena dia durhaka sama orang tuanya, dia dikutuk Allah menjadi,,," Manda menggantung ucapannya, menunggu Argatha menjawab


"Ikan pali" jawab Argatha


"Pinter, jadi kalau Argatha ngga mau jadi ikan, Gatha ngga boleh,,?"


"Melawan olang tua" jawab Argatha


"Pinternya anak mommy" Manda mengacak-acak rambut Argatha dengan gemas


Argatha hanya tersenyum senang. Dia selalu senang saat mommynya ada bersamanya, jika ditinggal Manda atau ikut bersama Nanda seperti kemarin, Argatha tidak masalah, tapi saat sudah kembali pada Manda, Argatha akan semakin manja pada Manda dan selalu bilang kalau dia merindukan Manda, padahal mereka baru berpisah beberapa jam saja.


"Sebelum makan, Gatha cuci tangan dulu sana, atau mau mommy anterin?" Ucap Manda


"Don't wolly mom, Alga bisa sendili" ucap Argatha


"Okee" Manda hanya bisa gemas pada anaknya ini, anaknya selalu dingin pada orang yang tidak dia kenali tapi selalu menggemaskan kalau sudah bersamanya. Manda tidak akan mengikuti Argatha seperti kebanyakan orang tua yang takut anaknya hilang, bukannya Manda tidak peduli, hanya saja dia percaya pada Argatha, toh ingatan Argatha sangat tajam.


Saat sedang cuci tangan, Argatha menatap dirinya pada pantulan cermin didepannya. Dia terus memperhatikan wajahnya lalu mengingat perkataan Krys.


Flashback beberapa hari yang lalu


"Dia siapa?" Tanya Argatha saat melihat foto dihp milik Krys 


"Dia ibuku" jawab Krys 

__ADS_1


"Milip denganmu" ucap Argatha 


"Tentu saja, anak akan mirip dengan orangtuanya" jawab Krys 


"Tapi aku tidak milip mommy, juga tidak milip daddy, apa aku bukan anak meleka?" Tanya Argatha 


"Kau anak mommy, daddymu saat ini adalah kakaknya mommy, suaminya mommy sedang kerja, dan kau mirip dengan daddymu, suaminya mommy" jawab Krys, percuma dia bohong karena Argatha pasti akan terus memaksanya, jadi dia berbohong tapi jujur juga


"Oh begitu, jadi aku hanya pellu menemukan daddy untuk mommy?" Tanya Argatha 


"Ya,, bisa" ucap Krys gugup


Flashback off


'apa aku bisa menemukan daddy untuk mommy?' batin Argatha sambil terus memperhatikan wajahnya 'belalti aku halus mencali olang yang milip denganku' batinnya


Karena dirasa dia terlalu lama dalam kamar mandi dan takut mommynya khawatir, dia mengirimkan vn pada Manda karena rasanya dia berat meninggalkan toilet, entah karena apa.


"Mommy,, alga masih ditoilet, masih nunggu olang ngantel sabun yang udah habis, mommy makan dulu aja" ucap Argatha dalam vn nya


Setelah vn terkirim dan didengar sang mommy, Argatha menyimpan kembali ponselnya. Yup,, Argatha sudah dipegangi ponsel untuk jaga-jaga agar bisa menghubungkan orang-orang terdekatnya. Argatha sudah bisa membaca, minusnya dia masih belum bisa mengucap huruf R. Setelah lama melamun memperhatikan wajahnya, ada orang yang masuk. Argatha memperhatikan wajah orang itu lewat pantulan cermin, lalu kemudian matanya berbinar.


"Daddy" panggil Argatha


Orang yang dipanggil seketika menghentikan aktivitasnya. Orang itu menoleh dan mendapati Argatha yang sudah menatapnya dengan mata berbinar.


"Daddy" panggil Argatha lagi


"Hai, kau memanggilku apa tadi?" Tanya orang itu


"Daddy, kau daddyku kan?" Tanya Argatha polos, tapi dari matanya terlihat jelas kalau dia takut, takut kalau orang ini bukan daddy yang selama ini dia cari


"Siapa namamu?" Tanya orang itu


"Alga" jawab Argatha


"Alga?" Beo orang itu


"Alga, pake l" ucap Argatha


"Hah? L?" Beo orang itu


"Itu, yang buat olang" jawab Argatha


"Oh R? Arga?" Tanya orang itu sepertinya mengerti


"Iya,, daddy pintal, pantes aja aku pintal, itu kalena daddy" ucap Argatha, tak biasanya dia langsung terbuka dan dekat dengan orang lain


"Kau lucu sekali nak" orang itu mengusap lembut kepala Argatha


"Daddy kesini mau jemput aku sama mommy? Ayo dad kita pulang" ajak Argatha


'sepertinya dia anak yatim, tapi kok wajahnya mirip gue yak?' batin orang itu memperhatikan Argatha


"Dad" Argatha melambaikan tangannya didepan wajah orang itu


"Ah maaf ya Ga, daddy masih harus kerja, Arga temui mommy dulu ya, mommy pasti nyariin Arga, daddy pergi dulu" orang itu pergi setelah mengecup singkat kening Arga

__ADS_1


Argatha hanya menatap punggung orang yang dia sangka daddynya itu. Ada perasaan kecewa dihatinya karena dia gagal membawa daddy untuk mommy tersayangnya.


__ADS_2