SKY PATH

SKY PATH
Nama


__ADS_3

Nanda sampai dirumah sakit pada jam 10 malam. Setelah bertanya pada resepsionis, ia langsung menuju ke ruangan Manda. Sampai disana, Nanda melihat Manda yang masih tertidur. Nanda melepaskan cadar dan hijab Manda, mata Nanda melirik pada box bayi yang ada diruangan itu. Perlahan Nanda mendekatinya dan melihat bayi mungil yang juga tertidur lelap, dia sudah diberitahu suster tadi kalau bayinya Manda berjenis kelamin laki-laki. Perlahan Nanda menggendong bayi itu. Sebuah senyuman terukir indah dibibirnya saat melihat bayi yang kini ada pada gendongannya ini.


"Halo cucu pertama Alvaro family, selamat datang didunia, terimakasih udah hadir menambah kebahagiaan kami disini. Daddy janji kalau menyayangimu seperti anak daddy sendiri" Nanda mencium dahi bayi itu cukup lama lalu meletakkannya kembali pada box baby.


Nanda berjalan ke arah Manda dan duduk dikursi sebelah bed pasien Manda. Menjatuhkan kepalanya pada bed, dan tertidur dalam posisi duduk.


~o0o~


Pagi harinya. Manda terbangun terlebih dahulu dan merasakan beban berat pada tangannya. Saat Manda menoleh, ternyata tangannya tertindih kepala Nanda yang masih tertidur. Manda perlahan menarik tangannya tapi otu justru membuat tidur Nanda terusik, hingga Nanda ikutan bangun.


"Nan,," lirih Manda 


"Udah bangun wanita hebat gue" Nanda berucap dengan senyuman mengembang diwajahnya, bangkit dan mencium kening Manda cukup lama


"Lo dari mana aja? Gue dari kemarin khawatir sama lo" ucap Manda dengan mata sudah berkaca-kaca 


"Maaf, kemarin ponsel gue ilang, jadi gue pergi buat beli ponsel baru, taunya pas keasikan milih ponsel, gue jadi lupa waktu" gumam Nanda dengan nada menyesal 


"Bayi gue mana? Gue belum liat" ucap Manda, tidak mau membahas hal kemarin, dia masih takut 


"Itu" Nanda menunjuk box bayi yang tak jauh dari mereka


Tak lama kemudian, seorang suster datang membawakan sarapan untuk Manda dan bertugas membersihkan bayi Manda. Nanda menuntun Manda ke kamar mandi untuk gosok gigi dan cuci muka. Setelah itu, Nanda dengan telaten menyuapi Manda sampai makanan rumah sakit itu habis tak tersisa bertepatan dengan suster kembali masuk dengan bayinya Manda yang sudah mandi didalam gendongannya.


"Silahkan disusui dulu nona" ucap suster itu membantu Manda menyamankan posisi untuk menyusui 


"Nan,,, ini anak gue,,," ucap Manda lirih, air matanya sudah jatuh, terharu 


"Gue tau Nda" ucap Nanda mengelus pipi bayi yang ada dalam gendongan Manda 


"Halo sayang,,, ini Mommy" ucap Manda mencium kening putranya 


"Lo susui dulu, gue mau pulang dulu ngambil keperluan lo sama bayi lo ini, sekalian mau sarapan juga" Nanda dari kemarin siang tidak makan, wajar saja saat ini dia kelapangan 


"Iya,, lo hati-hati ya" ucap Manda 


"Suster,, titip adik saya" ucap Nanda pada suster yang menjaga


"Baik tuan" suster itu mengangguk patuh

__ADS_1


Setelah Nanda pergi dari ruang rawat Manda, suster itu mengajarkan dan menjelaskan pada Manda apa yang harus dilakukan untuk bayinya. Seperti cara menangani bayinya menangis, posisi menyusui agar bayi tidak tersedak, dll. 


"Oh iya nona, tangan bayi anda seperti menggenggam sesuatu, saat saya mau membukanya sangat keras, sepertinya dia mau anda yang membukanya" suster itu memberitahu apa yang dia lihat saat memandikan bayinya Manda tadi 


"Sesuatu?" Beo Manda


"Benar nona, sebaiknya anda lihat sendiri, saya permisi" ucap suster itu pamit 


Perlahan, Manda membuka kepalan tangan anaknya dengan sangat mudah, sepertinya itu memang hanya untuk Manda. Ternyata disana ada kertas yang dilipat menjadi kecil, Manda membuka lipatan kecil itu.


ARGATHA


Satu nama yang tertulis di kertas itu. 'Siapa yang menulis ini? Apa nama ini untuk anakku? Tapi namanya bagus juga,, Argatha' Pikir Manda. 


"Sayang,, nama kamu Argatha ya? Siapa yang ngasih kamu nama itu nak, hmm?" Ucap Manda mencium pipi anaknya gemas


Tak lama kemudian, Nanda kembali bersama Amee dan Krys. Amee langsung saja berlari memeluk Manda, sementara Krys? Dia berjalan santai dan ikut memeluk Manda. Setelah pelukan terurai, Manda mengambil dan memakai kembali cadarnya.


"Nanda bilang kalau kau sudah melahirkan, jadi kami langsung minta Nanda untuk menjemput kami" ucap Amee 


"Ya,, aku melahirkan semalam" ucap Manda


"Inikah pangeran kecilmu?" Krys mengusap pipi bayi yang masih menyusu pada Manda 


"Argatha?" Nanda tidak sengaja melihat kertas nama bayinya diatas nakas


"Itukah namanya?" Tanya Amee 


"Nama yang bagus, kalau nama panjangnya siapa?" Tanya Krys antusias 


"Ya,, namanya Argatha, kalau nama panjangnya itu,,, Sebastian Argatha" jawab Manda menatap semua orang disana bergantian 


"Marga Elfachra tidak boleh ketinggalan, namanya adalah Sebastian Argatha Elfachra" ucap Nanda menambahkan


"Baiklah,, Sebastian Argatha Elfachra for my little Prince" Manda menunduk dan mencium kening anaknya- Argatha 


"Nama panggilannya? Bastian?" Usul Amee


"Tentu saja Argatha, sama seperti mommynya, dia dipanggil nama tengah" jawab Krys

__ADS_1


"Oh baiklah Argatha, aku adalah aunty Amee, sahabat mommy mu" ucap Amee 


"Kurasa lebih bagus dipanggil Gatha saja" jawab Manda


"Ya itu bagus" ucap Krys setuju yang dibalas anggukan oleh semua orang disana


"Kalian berkumpul disini tapi tidak ada yang mengajakku" ucap seseorang yang berdiri didepan pintu yang terbuka 


"Romi, masuklah" Nanda mempersilahkan


"Romi, bagaimana keadaanmu?" Tanya Manda


"Tidak masalah, hanya luka kecil" jawab Romi


"Apa yang terjadi diantara kalian?" Tanya Amee 


"Sebenarnya kemarin aku dapat telepon dari nomornya Nanda kalau Nanda kecelakaan, jadi aku dan Romi pergi ke titik lokasinya, sampai sana ada yang menembak Romi, lalu Romi menyuruhku lari sementara Romi melawan orang yang menembaknya" jawab Manda menjelaskan versi singkatnya 


"Bagaimana kau bisa dihubungi oleh nomornya Nanda?" Amee menatap Nanda dan Manda bergantian


"Kemarin diperpustakaan, ponselku hilang jadi kemarin aku beli ponsel dulu dan telat pulang" ucap Nanda 


"Oh begitu,, ya sudah, yang terpenting, kalian sekarang selamat" ucao Amee


"Romi, bisa bicara sebentar?" Tanya Nanda 


"Tentu saja" Romi menjawab, karena memang dia harus menceritakan kejadian kemarin pada Nanda 


Nanda dan Romi memilih bicara pada restoran depan rumah sakit, mereka Memesan private room.


"Jadi,, bisa kau jelaskan?" Tanya Nanda


"Pelakunya adalah sahabat baik yang sok melindungi Manda itu, aku menyuruh Manda lari, tapi aku juga membekali Manda dengan pistol, untuk jaga-jaga kalau Manda diserang" ucap Romi


"Kenapa tidak menggunakan mobil? Kenapa harus berlari?" Tanya Nanda lagi


"Kalau menggunakan mobil itu akan sangat berbahaya karena aku melihat kabel rem mobil sudah putus, sepertinya dia berharap akan menembak Manda, lalu saat aku akan membawa Manda menuju rumah sakit, remnya tidak berfungsi hingga bisa saja kita mengalami kecelakaan" jawab Romi 


"Jadi, kau menyuruh Manda berlari agar tidak terjebak pada mobil yang remnya sudah rusak itu?" Tanya Nanda yang diangguki oleh Romi

__ADS_1


"Sebaiknya kau harus lebih menjaga Manda, karena bisa saja orang itu bertindak nekat, karena aku disuntik obat bius saat itu hingga aku tidak mampu melawannya lagi. Anak buahku datang dan mengejarnya tapi tidak berhasil" ucap Romi


"Aku tau dia orang yang seperti apa, jadi aku tidak akan pernah tenang selagi dia masih disini" ucap Nanda, sorot matanya sudah sangat tajam saat ini


__ADS_2