
Hari-hari dilewati dengan canda dan tawa. Tak terasa kini sudah satu bulan mereka menetap di Indonesia. Della setiap hari berkunjung berkedok main dengan sahabatnya itu.
"Udah berapa bulan Nda?" Tanya Della
"7 bulan" jawab Manda
"Tapi kok dah besar banget ya?" Della sepertinya mulai curiga
"Iya, kata dokter bayinya gemoy heh" sebisa mungkin Manda menghilangkan rasa curiga dari Della
"Ih gak sabar gue mau gendong, lahiran disini Nda?" Tanya Della
"Nggak, lahiran diKanada" bisa berabe kalau Manda lahiran disini, bisa-bisa semua kebohongan mereka terungkap
"Oh gitu, sayang banget" ucap Della lesu
"Tenang aja, ntar gue ajak debaynya kesini" ucap Manda
"Harus dong Nda" ucap Della
Mereka terkekeh bersama
"Halo" Romi baru pulang saat jam menunjukkan pukul 4 sore, pamitannya mau ketemu sepupu tercinta
"Hai, udah makan?" Tanya Manda
"Sudah tadi sama sepupu dan temanku" jawab Romi
"Oh, kalau begitu kau mandilah dulu, setelah itu istirahat" ucap Manda
"Siap mommy" ucap Romi yang membuat mereka terkekeh
"Oh iya Nda" ucap Della saat Romi sudah masuk kamar
"Kenapa?" Tanya Manda
"Gue kek pernah liat suami lo sebelumnya" ucap Della
"Oh ya? Dimana?" Tanya Manda
"Nah itu dia, gue lupa" Della berusaha mengingat-ingat dimana ia pernah bertemu Romi sebelumnya, tapi emang dasarnya dia pelupa jadi sekeras apapun usahanya ya tidak akan membuahkan hasil.
"Udah jangan pikir terlalu keras, mungkin lo ketemu di jalan" ucap Manda menebak
"Kayaknya sih,, iya,, gue ketemu dijalan keknya" ucap Della pasrah
Mereka terus berbincang-bincang dari hal kecil sampai rahasia negara mereka obrolkan, emang random mereka ini.
"Udah malem nih, gue balik dulu ya Nda" ucap Della
"Gak nginep?" Tanya Manda
"Gak deh, kasian suami lo tidur sendiri" ucap Della yang dibalas senyuman kecut dibalik cadar oleh Manda
"Gak ikut makan malam?" Tanya Manda lagi
"Gak deh, makasih" ucap Della
"Emm oke hati-hati ya" ucap Manda
"Iya,, bye" Della masuk mobilnya
Setelah mobil Della keluar dari halaman luas mansion Manda, Manda kembali masuk. Saat akan menaiki tangga, Nanda menghentikannya dari ujung tangga atas.
"Stop Nda" Nanda berjalan sedikit berlari turun ke bawah ke arah Manda
"Kenapa Nan?" Tanya Manda saat Nanda sudah dihadapannya
"Ikut gue bentar" Nanda menarik pelan tanggan Manda
__ADS_1
"Kemana?" Walaupun bertanya, Manda tetap hanya pasrah mengikuti Nanda
"Ke supermarket, beli mie" jawab Nanda terus menarik tangan Manda
"Hmm oke" jawab Manda
"Masuk" Nanda membukakan pintu mobil untuk Manda
"Romantis banget lo" Manda masuk mobil dengan hati-hati
"Harus hati-hati, lo bentar lagi lahiran, jangan capek-capek" ucap Nanda perhatian
"Kalau gue gak boleh capek-capek, napa lo ngajak gue pergi?" Tanya Manda geram
"Gabut" jawab Nanda kelewat santai
"Bang--" Manda siap memaki tapi mulutnya dengan cepat dibekap oleh Nanda
"Ngga boleh ngomong kasar Manda" ucap Nanda lembut mencium pipi adiknya yang tertutupi cadar itu
"Ih Nanda" Manda mulai jengkel
"Nda,," panggil Nanda
"Hmm" Manda menjawab dengan deheman
"Gue boleh minta sesuatu sama lo?" Tanya Nanda
"Minta apa?" Manda bertanya balik
"Tapi gue gak yakin kalau lo mau ngabulin" ucap Nanda lesu
"Ihh cepet ngomong Nan" Manda yang sudah terlanjur penasaran pun mendesak Nanda agar mau bicara
"Panggil kakak" ucap Nanda singkat
"Hah?!" Manda kaget, baru kali ini Nanda meminta hal seperti itu
"Apaan sih Nan, geli tau gak" ucap Manda berusaha menahan senyumnya
"Dek Manda,,, coba panggil kakak" Nanda berbicara dengan suara beratnya namun nadanya manja
"Ih Nanda,, geli dengernya" Manda mengusap kasar telinganya
"Geli gimana Nda? Udah bener kok, gue manggil lo adek, terus lo manggil gue kakak" ucap Nanda
"Kak Nanda,,," Manda padahal baru meyebutnya sekali saja sudah ngakak
"Napa ketawa?" Tanya Nanda bingung
"Lo gak geli Nan? Gur ngerasa aneh aja gitu pas manggil lo kakak" ucap Manda disela-sela tawanya
"Hmm Nda,, Nda,," Nanda hanya bisa geleng-geleng kepala dengan tingkah Manda
Sesampainya di supermarket, Nanda menuntun Manda- takut ilang, soalnya Manda kalau sudah di supermarket suka keluyuran tanpa izin. Saat Nanda sibuk memilih mie instan, Manda memperhatikan seorang anak kecil yang duduk ditroli yang didorong oleh orang tuanya. Manda diam dan mengingat kembali kejadian beberapa tahun yang lalu, dimana dia juga pernah diposisi itu.
Tak
"Jangan ngelamun" Nanda menjitak pelan kepala Manda
"Iya" jawab Manda menundukkan kepalanya
"Lo gak marah?" Nanda malah heran dengan sikap Manda kali ini, karena biasanya setelah Nanda menjitak kepala Manda, Manda akan memarahinya atau membalasnya.
"Gak" jawaban Manda tentu saja tidak bisa diterima oleh akal Nanda
"Kenapa?" Tanya Nanda -takut kalau adiknya tertukar
"Gue kangen mama sama papa" jawab Manda lirih
__ADS_1
"Mama sama papa?" Beo Nanda
"Itu" Manda menunjukkan keluarga kecil yang menarik perhatiannya
"Its okay, mama sama papa udah bahagia disana" Nanda membawa Manda ke dalam dekapannya
Melihat Manda yang akan menangis, Nanda menggendong Manda menuju kasir dan membayar belanjanya terlebih dahulu. Nanda masuk mobil dengan Manda stay dalam dekapannya.
"Gue kangen mereka, gue kangen mama sama papa Nan" ucap Manda dengan isakan tertahan
"Gue juga kangen mereka, tapi harus tetep bahagia, karena kita masih punya satu sama lain" Nanda mengusap punggung Manda dengan lembut guna menenangkan adiknya ini
Flashback on
Saat itu keluarga kecil mereka sedang pergi ke supermarket. Manda dan Andera bertugas mendorong troli.
"Beli apa lagi ya Nda?" Tanya Andera
"Kayaknya udah ma" jawab Manda memperhatikan barang yang mereka beli dan mengingat-ingat lagi- takut ada yang kelupaan
"Geseran sayang" Alvaro datang dan menggeser Andera sampai Manda tidak kebagian tempat
"Eh" Manda tentu saja kaget karena dihilangkan begitu saja "ihh papa" Manda menghentakkan kakinya karena kesal
"Udah, biarin mama sama papa pacaran" Nanda datang dan langsung merangkul Manda yang merajuk
Sungguh kenangan indah yang tidak bisa mereka lupakan begitu saja. Penasaran sama kejadiannya? Cek akun Instagram @mt4md_ ya
Flashback off
Sesampainya di mansion, Nanda menggendong Manda yang tertidur karena lelah menangis dan membawanya ke kamar.
"Kenapa?" Romi yang kebetulan berpapasan dengan mereka pun bertanya
"Biasa, ketiduran" jawab Nanda
"Oo" Romi hanya membulatkan bibirnya
"Bukain pintunya Rom" ucap Nanda
Romi membuka pintunya dan Nanda dengan hati-hati membaringkan Manda diranjang queen size nya. Mengecup singkat kening Manda dan membuka cadar serta hijabnya karena dirasa Romi sudah pergi, setelah itu Nanda turun dan bergabung dengan Romi dimeja makan.
"Apa kita sudah bisa pulang ke Kanada?" Tanya Nanda setelah mereka selesai makan
"Aku tanya ayahku dulu" Romi mengambil ponselnya dan mengotak-atik untuk mengirimkan pesan pada ayahnya
"Bagaimana?" Tanya Nanda setelah Romi selesai bertukar pesan dengan sang ayah
"Sudah, apa kita akan kembali dalam waktu dekat?" Romi menjawab lalu bertanya kembali
"Iya, aku berencana kita akan pergi besok" ucap Nanda
"Apa tidak terlalu mendadak?" Tanya Romi
"Lebih cepat lebih baik" jawab Nanda
"Baiklah" ucap Romi mengalah
Keesokan harinya, mereka sedang bersiap untuk kembali ke Kanada. Mereka mengambil jadwal penerbangan siang, jadi saat pagi hari mereka tidak perlu terburu-buru.
"Sudah siap?" Tanya Nanda saat memasuki kamar Manda
"Sudah" jawab Manda
"Berangkat sekarang?" Tanya Romi yang baru datang
"Ayo berangkat" jawab Manda dan Nanda serempak
"Benar-benar saudara kembar" gumam Romi dalam hati
__ADS_1
Mereka ke bandara dengan diantar oleh sopir pribadi Manda. Butuh waktu 17 jam untuk sampai di Kanada, tapi setelah sampai mereka lega. Romi langsung pulang ke rumahnya, Nanda dan Manda pulang ke apartemen. Mereka bertiga harus banyak istirahat untuk besok kembali kuliah.