SKY PATH

SKY PATH
anak kecil yang terjebak ditubuh orang dewasa


__ADS_3

Hari ini adalah hari pertama Manda dan Nanda masuk kampus setelah mereka mengambil cuti selama 1 bulan. Seperti biasa, mereka selalu mendapatkan perhatian setiap kali datang ke kampus. Manda menatap Nanda dan dia rasa wajah Nanda biasa aja, gak ganteng tapi gak jelek juga, lalu kenapa kaum hawa disini banyak yang menyatakan cinta pada saudaranya ini? Apa Nanda memakai pelet? Arghh memikirkannya saja Manda sudah pusing.


"Hay Nanda"


"Pagi Nanda"


"Apa kabar?"


"Dari mana saja Nanda?"


"Bagaimana liburanmu Nanda?"


"Hi Nanda"


"Idol kampus kita kembali"


"Nanda,, kau tau aku sangat mengagumimu"


Kira-kira begitulah kalimat-kalimat gabut yang mengiringi langkah mereka sampai menuju kelas tapi tidak mendapatkan respon apapun dari Nanda, sungguh mengecewakan. Bahkan tak jarang ada mahasiswi yang berusaha menyentuh Nanda tapi selalu ditepis sama siempunya. Apakah Nanda semahal itu? Kayaknya kalau buka jasa salaman dengan Nanda, tapi bayar $100 pun kayaknya bakalan laku keras, melihat seberapa banyaknya yang mau bersentuhan langsung dengan Nanda yang dijuluki sebagai kulkas berjalan 1000 pintu.


"Hai Manda,, oh kau tau seberapa besar rinduku padamu" Amee menyambut Manda dengan pelukannya dan berpuisi sedramatis mungkin


"Amee,,, aku juga sangat,,, merindukanmu,,, hari-hariku terasa sepi tanpa dirimu" Manda berpuisi tak kalah dramatis


"Manda,,, hari-hariku terasa hampa tanpa dirimu" Amee masih berlanjut saling melemparkan puisi sedramatis mungkin yang membuat Nanda jadi muak dengan tingkah alay adiknya juga temannya ini


"Bisakah kalian berhenti menghalangi jalan?" Suara dingin Nanda menghentikan Manda yang hendak buka suara


"Ihh, ganggu" sahut Amee ketus


"Heh, kalian yang menggangu, minggir" sedikit mendorong tubuh Amee dan Manda hingga dia bisa masuk


"Fu¢k" maki Manda, beruntunglah dia masih bisa menjaga keseimbangan agar tidak jatuh


"Nanda s1alan" berbeda dengan Amee yang sudah membentur pintu


"Hey Amee, daripada memeluk pintu, lebih baik kau memelukku" ucap Romi yang baru datang


"Kau sama saja dengan dia" ucap Amee geram menunjuk Nanda


"Kenapa lagi?" Tanya Romi


"Dia mendorongku" adu Amee


"Terdorong, bukan mendorong" ucap Nanda menekankan


"Sama saja, fu¢k" Amee memaki Nanda, darimana Amee belajar memaki lawannya? Tentu saja dari Manda, ingat dan garis bawahi, Manda bukan anak lugu dan polos


"Heh Amee, tidak boleh memaki orang sembarangan" ucap Romi mengingatkan


"Kau membelanya? Berarti kau juga musuhku" ucap Amee tegas, dia memang tidak suka dengan Nanda karena menurutnya Nanda itu sombong

__ADS_1


"Kau berani menjadi musuhku?" Tantang Romi


"Kenapa tidak? Apa karena kau,,, MAFIA?! Aku tidak takut dengan pasukanmu" ucap Amee menekan kata 'Mafia'


"Ahh tidak, aku hanya bercanda" seberbahaya apapun Romi, dia tidak mau melawan wanita


Warning, rahasia terbesar Romi : Romi bukannya tidak mau melawan wanita, Romi bahkan sering menyiksa wanita yang pernah mengusiknya. Romi hanya tidak bisa melawan Manda dan Amee karena Romi mencintai Manda dan Romi takut sama Amee karena menurutnya Amee itu menyeramkan. Tapi,, jangan bilang sama musuh Romi ya, bisa-bisa nanti musuh Romi malah mengajak Amee bekerja sama hehe.


Jam pelajaran pertama sudah berakhir, kini mereka berempat sedang duduk termenung disalah satu meja kantin.


"Capek" gumam Manda


"Memangnya kau darimana?" Tanya Amee mengelus perut buncit Manda


"Bukan tubuhku, tapi otakku rasanya mau pecah" keluh Manda


"Kan sudah aku bilang, mendekati persalinan, kau istirahat saja" ucap Nanda


"Aku bosan dirumah sendirian" ucap Manda


"Lawan rasa bosan itu Nda, kau bisa scroll tiktok, lihat Instagram, atau melakukan kegiatan lain yang tidak menguras tenaga dan pikiran" saran Amee


"Tapi sama saja, kalau aku sendirian tidak akan menyenangkan" Manda masih saja mengeluh


"Astaga Nda, pikirkan malaikat kecil yang terjebak dalam perutmu" ucap Romi


"Bukan terjebak, dia hanya belum waktunya keluar" Amee membenarkan


"Iya,, aku setuju dengan Amee" ucap Manda mendukung penuh atas jawaban sahabatnya


"Bisa kau mengantarku ke UKK (Unit Kesehatan Kampus)? Kepalaku pusing" ucap Manda


"Baiklah" Nanda bangkit dari duduknya lalu berjalan ke arah Manda dan menggendongnya ala-ala bridal style


"Aku masih bisa jalan sendiri" meskipun menolak, Manda tetap mengalungkan tangannya pada leher Nanda dan menyandarkan kepalanya pada dada bidang saudaranya itu untuk mencari kenyamanan disana


"Sudahlah jangan membantah" ucap Nanda


"Aku ikut" ucap Amee saat Nanda hendak pergi


"Tidak usah, kalian pergilah ke kelas, aku dan Manda izin" memang tidak baik kalau baru masuk langsung bolos, tidak untuk ditiru ya adik-adik


"Hmm baiklah" ucap Amee , meskipun dia tidak menyukai Nanda dan Nanda juga begitu, kalau menyangkut Manda mereka berdua adalah tim gercep dan kompak


Nanda membaringkan tubuh Manda dibed pasien yang tersedia di UKK. Manda menggeliat guna mencari posisi ternyaman, saat sudah dapat, Manda memejamkan matanya sebentar lalu membukanya kembali. Manda meraih tangan Nanda untuk digenggamnya.


"Jangan pergi Nan" pinta Manda


"Gue gak akan pergi Nda,, kepala lo masih sakit?" Tanya Nanda khawatir


"Dikit" jawab Manda lirih

__ADS_1


"Apalagi yang sakit?" Tanya Nanda


"Pinggang gue sakit" akhir-akhir ini, Manda memang sering mengalami sakit pinggang


"Yaudah, ubah posisi lo jadi miring, biar gue pijitin" tidak ada orang tua atau suami, Nanda lah yang mengambil peran itu- untuk memijat bagian tubuh Manda yang sakit


"Pelan-pelan" Manda memiringkan tubuhnya jadi menghadap Nanda


"Emang gue kalo mijitin lo suka keras?" Nanda mulai memijat pelan dan lembut pada pinggang Manda


"Makasih ya Nan" ucap Manda disela-sela merasakan pijatan Nanda


"Buat apa?" Nanda menatap mata coklat gelap Manda


"Semuanya, lo selalu ada buat gue" ucap Manda


"Gak perlu berterima kasih, itu udah tugas gue buat jagain lo Nda" ucap Nanda


"Lo emang yang terbaik Nan, gue jadi gak rela kalau lo nikah nanti" ucap Manda


"Gue gak akan nikah sebelum lo" Nanda meyakinkan agar Manda tidak terlalu khawatir


"Tetep aja, gue pasti kangen manja-manjaan sama lo" ucap Manda


"Hari itu pasti tiba Nda, hari dimana lo udah nemuin pasangan hidup lo, lo bakal bahagia sama dia, lo bisa manja-manjaannya sama dia, lo bakal jadi orang tua yang hebat buat anak-anak lo, jadi seorang ibu yang kuat, lo itu wanita hebat karena kalau misalkan posisi kita saat ini dituker, gue yang ada diposisi lo, gue gak yakin kalau gue bisa sekuat lo Nda, dan saat hari itu tiba, lo jangan lupain gue ya, inget,, kita pernah satu rahim diperut mama, saat kita takut dan lagi terpuruk, kita sembunyi dalam 1 selimut yang sama, jadi tolong jangan lupain gue segampang itu Nda" ucap Nanda meluapkan isi hatinya yang entah kenapa malah membuatnya sedih, bangga, terharu, dan takut secara bersamaan sampai matanya ikut berkaca-kaca


"Lo jangan nangis Nan" Manda bangun dari posisi tidurnya dan duduk berhadapan dengan Nanda


Tangannya yang lembut membelai pipi Nanda yang basah, jarinya yang lentik bergerak untuk menghapus air mata yang mengalir dari mata Nanda. Manda merentangkan tangannya dan Nanda masuk ke dalam dekapannya dan menangis disana, entah apa yang sedang menganggu pikiran Nanda sampai dia berpikir seperti itu. Tidak mungkin Manda akan melupakan Nanda, Nanda itu sudah seperti orang tua kedua bagi Manda, sangat berarti.


"Nan,, lo itu yang paling dewasa diantara kita, tapi kenapa lo jadi mewek gini? Gak malu lo sama gue sebagai adik lo? Gue jadi ikutan nangis kan,, kek anak kecil aja lo Nan" ucap Manda melerai pelukan mereka dan menghapus air matanya yang ikut jatuh


"Gue gak mau jadi orang dewasa, gue mau jadi anak-anak aja" ucap Nanda


"Kita emang masih anak-anak Nan" ucap Manda menghapus air mata Nanda


"Iya,, kita emang masih anak-anak, cuma tubuh kita aja yang udah gede" ucap Nanda


"Maksudnya?" Manda malah bingung


"Jiwa kita sebenarnya masih sama dari dulu Nda, masih kecil, kita anak kecil yang turun dari langit untuk menemani mama dan papa" ucap Nanda dan kali ini Manda langsung paham


"Iya,, dan kita ditempatkan ditubuh yang akan tumbuh seiring berjalannya waktu" ucap Manda yang paham dengan maksud ucapan Nanda


"Kita hanya anak kecil yang terjebak ditubuh orang dewasa ini, jadi gak perlu malu buat nangis, karena bagi anak kecil itu wajar kalau nangis" ucap Nanda


"Hu'um, terus kapan kita dewasanya?" Tanya Manda


"Saat kita sudah punya anak" jawab Nanda


"Gue udah punya Nan" ucap Manda mengelus perut buncitnya

__ADS_1


"Oh iya,, berarti lo udah dewasa sekarang" Nanda ikut mengelus perut Manda


Mereka tertawa bersama setelah menyadari apa yang mereka bicarakan barusan. Anak kecil yang terjebak ditubuh orang dewasa? Ada-ada saja.


__ADS_2