
"Gatha, kenapa Sayang?" Tanya Manda karena melihat Argatha menghampirinya dengan keadaan lesu dan tidak bersemangat
"Mommy" Argatha mendekat dan langsung memeluk Manda
"Kenapa Gatha?" Tanya Manda semakin khawatir
"Alga mau disuapi mommy" ucap Argatha
"Iya mommy suapi, tapi Gatha kenapa menangis?" Tanya Manda mengusap air mata anaknya
"Capek" lirih Argatha
"Capek kenapa?" Tanya Manda
"Tadi Alga dengel anak yang katanya pengen disuapi mommynya, tapi kata olang yang sama dia, mommynya pelgi ninggalin dia, Alga takut, mommy ninggalin Alga" ucap Argatha menceritakan semua yang dia dengar saat akan kembali ke meja, tapi bukan itu yang membuat dia menangis karena dia yakin mommynya tidak akan sejahat itu untuk meninggalkannya.
"Mommy ngga akan ninggalin Gatha, ayo sekarang Gatha makan ya, mommy suapin" ucap Manda mendudukkan Argatha didalam pangkuannya
"Ndak mau itu, Alga mau ini" ucap Argatha menolak udang yang diberikan Manda
"Ya udah, mau cumi?" Tanya Manda dan Argatha mengangguk
Selesai makan, mereka pergi ke taman untuk memperbaiki mood Argatha yang berantakan. Mereka bermain ditaman itu hanya sebentar, karena Argatha bilang kalau dia bosan. Karena tak tau mau kemana, Manda hanya menyetir mobilnya mengikuti arah jalanan yang membawanya. Hingga Manda melihat sebuah browser tentang pengumpulan dana untuk panti. Melihat Argatha yang mati kebosanan didalam mobil, Manda membawa mobilnya ke arah panti asuhan.
"Mommy, ini tempat apa?" Tanya Argatha
"Ini namanya panti asuhan" jawab Manda
"Panti asuhan itu apa mom?" Tanya Argatha
"Panti asuhan itu tempat anak-anak yang tidak memiliki keluarga, Gatha mau main disini?" Tawar Manda
"Boleh?" Tanya Argatha
"Boleh sayang" jawab Manda
"Mommy ngga akan ninggalin Alga disini kan?" Tanya Argatha karena dia mulai negatif thinking saat tau tempat apa ini
"Tidak sayang,, nih remote mobilnya, mommy tidak akan pernah meninggalkan Gatha disini" Manda menyerahkan remote mobilnya agar Argatha tidak berpikiran macam-macam
"Tidak mom, Alga pelcaya sama mommy" jawab Argatha
Manda tersenyum lalu menggandeng tangan anaknya masuk ke dalam. Sampai didalam, mata Argatha berbinar karena melihat banyak anak seusianya yang sedang bermain.
"Mommy,,," Argatha menatap mommynya seolah meminta izin
"Boleh" Manda tersenyum mengizinkannya
Argatha dengan antusias mendekati anak-anak yang bermain, sementara Manda berbicara dengan pengurus panti sambil sesekali memperhatikan Argatha.
"Jadi,, panti ini akan ditutup?" Tanya Manda
"Benar nona, karena pemiliknya sudah meninggal, jadi tidak ada yang mengelola dan memimpin kami" ucap penjaga panti itu
"Lalu,, anak-anak ini mau kalian kemanakan?" Tanya Manda
"Entahlah nona, sepertinya mereka akan kami bebaskan mencari makanan sendiri" ucap pemilik panti yang sebenarnya tidak tega akan hal itu, tapi mau bagaimana lagi. Dia sendiri tidak bisa menghidupi mereka semua. Mungkin ada beberapa yang akan diadopsikan.
"Kalian tenang saja, saya dan teman-teman saya akan senantiasa membantu soal keuangan, asalkan panti ini tidak tutup" putus Manda
"Maaf nona, tapi anak dari pemilik panti ini sudah menjual tanah ini, dan kami tidak tau pada siapa tanah ini dijual karena anak pemilik sudah pergi" ucap pengurus panti itu
"Biar saya bantu mencari panti asuhan lain untuk memindahkan anak-anak ini. Saya juga akan membantu mencarikan orang tua adopsi untuk mereka" ucap Manda
"Nona,, kami tidak tau bagaimana cara membalas kebaikanmu, tapi,, terimakasih banyak" ucap pemilik panti itu terharu bahkan memeluk Manda erat
"Minggu depan, saya kembali lagi kesini untuk menyelesaikan semuanya" jawab Manda mengusap punggung pengurus panti itu
Mereka melanjutkan dengan obrolan santai dengan bagaimana kehidupan dipanti ini. Sementara orang dewasa berbincang, kini beralih pada anak-anak.
"Siapa namamu?" Tanya seorang anak laki-laki menatap Argatha
__ADS_1
"Namaku Gatha" jawab Argatha
"Namaku Denis" Denis mengulurkan tangannya
"Senang beltemu denganmu" Argatha menyambut uluran tangan Denis
"Apa kau akan tinggal disini?" Tanya Denis
"Tidak, aku akan pulang belsama mommyku" jawab Argatha
"Kau yakin mommymu akan membawamu pulang?" Tanya Denis
"Tentu saja, memangnya kenapa?" Tanya Argatha
"Mommyku dulu juga bilang gitu, akan membawaku pulang, tapi dia malah meninggalkanku disini" ucap Denis
"Mommyku tidak sejahat itu" ucap Argatha
"Aku juga berpikil begitu, tapi mommyku tetap meninggalkanku" ucap Denis
"Mommyku beda dengan mommymu" ucap Argatha mulai terbawa emosi
"Kau tenang saja, kalau kau tinggal disini, kau bisa belmain denganku, kita punya banyak teman disini" ucap Denis
"AKU BILANG AKU TIDAK AKAN TINGGAL DISINI!" Argatha yang geram langsung saja mendorong Denis sampai jatuh dan menangis
Mendengar suara anak menangis, para orang dewasa yang panik segera mengeceknya.
"Ada apa ini?" Tanya pengurus panti langsung membantu Denis dan memeluknya
"Gatha,, kamu nggapapa sayang?" Tanya Manda melihat mata anaknya yang sudah merah menahan tangis
"Dia mendorongku" ucap Denis menunjuk Argatha
"Gatha,, kamu kenapa jadi anak nakal?" Tanya Manda lembut tapi tegas
"Dia bilang mommy akan meninggalkan Alga disini" Argatha sudah tidak dapat menahan airmatanya, dari dulu kelemahannya tetap sama, kelemahannya terletak pada mommynya
"Dia dolong aku" ucap Denis
"Maafkan Gatha ya, bu panti, saya minta maaf atas nama anak saya" ucap Manda
"Iya nona, saya mengerti, namanya juga anak-anak, belum bisa mengontrol emosi" ucap pengurus panti
"Mommy ayo pulang mom" ucap Argatha dengan kepala yang masih dia tenggelamkan diperut sang mommy
"Yaudah ayo pulang, bu panti, anak-anak, kami permisi dulu ya" Manda menggendong Argatha
"Baiklah nona, terimakasih dan hati-hati dijalan" ucap pengurus panti
Manda mengangguk dan pergi dari sana. Karena Argatha yang tidak mau lepas darinya, alhasil Manda menyetir dengan Argatha yang ada dipangkuannya.
"Udah ya sayang,, hari ini kenapa Argatha gampang menangis, hmm?" Tanya Manda mengusap kepala Argatha, memang tidak biasanya Argatha mudah menangis seperti ini
"Kalau udah ada yang nyangkut mommy, Alga ngga bisa nahan dili mom" ucap Argatha masih setia tangannya memeluk leher Manda yang dilapisi hijab syar'i
Manda mengerti, karena memang dari dulu Argatha selalu tidak bisa lama berjauhan dengannya. Sampai di apartemen, Manda langsung memandikan Argatha. Selesai memandikannya, Manda memakaikan pakaian Argatha
"Mommy" panggil Argatha
"Iya?" Jawab Manda dengan tangan fokus menyisir rambut Argatha
"Mommy cantik, kenapa wajah mommy ditutup?" Tanya Argatha memperhatikan wajah mommynya
"Karena mommy mau hanya suaminya mommy yang akan melihatnya" jawab Manda
"Suami mommy beralti daddyku?" Tanya Argatha yang sukses membuat Manda menghentikan aktivitasnya "dimana daddyku mom?" Tanya Argatha kemudian
"Argatha laper?" Setelah diam cukup lama, Manda mengalihkan pembicaraan
"Iya, mau disuapi mommy" Argatha tau saat ini mommynya tengah bersedih karena pertanyaan darinya
__ADS_1
"Yaudah ayo makan, mommy masakin" ucap Manda
"Yeyy" Argatha selalu senang kalau Manda yang memasak untuknya
Selesai makan, Manda dan Argatha sedang berada diruang keluarga untuk menonton kartun kesukaan Argatha -robocar poli.
"Gatha,," panggil Manda
"Mom" rengek Argatha
"Kenapa sayang?" Tanya Manda
"Stop panggil Gatha" ucap Argatha
"Terus mommy harus panggil Gatha apa?" Tanya Manda
"Alga" jawab Argatha
"Alga? Ya udah mommy panggil Gatha sekarang jadi Alga" jawab Manda Mendadak kepikiran ingin menggoda anaknya
"Alga mom" ucap Argatha
"Iya Alga" ucap Manda senang melihat ekspresi kesal anaknya
"Mom please, Alga mau dipanggil Alga" ucap Argatha merengek
"Yaudah Alga" jawab Manda
"Mommy,,, pake l" ucap Argatha
"Iya mommy pake l kok, Alga" goda Manda
"Bukan itu, habisnya huruf Q" ucap Argatha
"R?" Tanya Manda
"Iya pake itu" ucap Argatha
"Alga mau dipanggil Arga?" Tanya Manda
"Yes mom" ucap Argatha
"Coba bilang R, kalau bisa nanti mommy panggil Arga" jawab Manda
"Ga bisa mom" ucap Argatha
"Coba" ucap Manda
"l" ucapArgatha
"R, liat lidah mommy, R, Rel, Rel keReta" ucap Manda menekan huruf R
"L, lr" ucap Argatha mulai berhasil
"Nah itu bisa, ayo coba lagi, bilang R" ucap Manda antusias
"Lr,, lr,, r,, R,,, mom bisa, R, Rel kereta, yey bisa" ucap Argatha senang akhirnya bisa menyebutkan huruf yang susah menurutnya
"Coba namanya siapa? Mau dipanggil apa?" Tanya Manda
"Nama aku Sebastian Argatha Elfachra, mau dipanggil Arga" ucap Argatha antusias
"Pinter, coba sebutkan Elfachra" ucap Manda
"Elfachra" jawab Argatha
"Ih pinter anak mommy" Manda memeluk dan menciumi wajah Argatha membuat Argatha tertawa puas
"Thanks mom" Argatha balas mencium wajah Manda
"Sama-sama Arga"
__ADS_1