SKY PATH

SKY PATH
selamatkan Amee


__ADS_3

"ya lo bego anjir, ngapain diremes?" Geram Manda


"Gue kagak tau, pikir gue itu perutnya" jawab Lance


"Terus kalau itu perutnya biar apa lo Remes?" Manda dibuat naik pitam karena Lance


"Sabar sayang, maaf ya, Lance emang rada geser otaknya" ucap Arkan mengelus tangan Manda yang dia genggam 


"Kesel aku, Ar. Dia bilang gitu ke seolah-olah gak tau kalau itu salah satu aset penting yang harus dijaga" ucap Manda


"Tapi gue udah bayarin belanjaannya" ucap Lance tak mau disalahkan 


"Lo pikir pegang gituan bisa dihargai dengan duit 200 rebu? Kagak,, lo coba aja tuh remes punyanya purel, pasti lebih mahal" ucap Manda semakin darah tinggi dibuatnya 


"Dihh, ngapain gue nyewa purel? Emang si Arkan noh, baru mau dijodohin langsung ngehamilin anak orang" ucap Lance pedas


"Tapi gue tanggung jawab anjir, emang lo? Yang habis megang langsung dibuang dan dihina" Balas Arkan tak kalah pedas


Memang kalau disatukan, keduanya sama-sama julid dan bermulut pedas. Manda sampai tidak bisa membayangkan jika Arkan dan Lance ikut tinggal dalam mansion ini. Ditambah dengan recehnya Angkasa dan Iqbal, pasti Manda sudah terkena darah tinggi sekarang. 


~o0o~


Beberapa hari berlalu. Hari ini rencananya Arkan dan Manda akan melakukan sesi foto prewedding. Awalnya Arkan menyarankan ada foto bertiga juga dengan Argatha, tapi Argatha menolak ikut. Jadilah sekarang Arkan dan Manda hanya pergi berdua. Saat ini, mereka sedang bersiap-siap. Manda dibantu MUA untuk merias wajah cantiknya.


"Masya Allah,, ukhti cantik sekali" MUA itu berdecak kagum saat Manda baru membuka cadarnya 


"Alhamdulillah mbak" ucap Manda tersenyum malu


"Cocok sudah kalau kalian bersatu, tuan Arkan yang tampan dan gagah bersanding dengan nona Tia yang cantik dan anggun" puji MUA itu 


"Sudah rencana Allah mbak" ucap Manda lagi 


"Nona mau make up seperti apa?" Tanya MUA


"Yang simple natural, tapi terlihat menggunakan make up" ucap Manda menjelaskan makeup seperti apa yang dia mau


"Baik nona" ucap MUA itu mulai mengerjakan tugasnya 


Semakin menambah sudah aura kecantikan yang dipancarkan oleh Manda. Kalau Arkan melihat ini, sudah pasti dia akan mengurung Manda dikamar dan tidak boleh keluar karena wanitanya ini cantiknya melebihi skandal manusiawi. Selesai make up, Manda keluar dari ruangan itu dengan pakaian putih dan cadar senada. Arkan juga sudah siap dengan dandanan ala-ala syekh.


"Sayang,,," ucap Arkan menatap Manda dari bawah ke atas. Sempurna. Arkan hampir meneteskan air matanya karena terharu, Allah terlalu baik padanya sampai dia mengirimkan bidadari secantik ini untuknya.


"Bagaimana?" Tanya Manda gugup


"Sempurna, bisa kita batalkan saja? Aku tidak mau menunjukkan calon istri cantikku ini" ucap Arkan, padahal muka Manda sudah tertutup setengah oleh cadarnya, tapi Arkan masih ingin menahannya, apalagi kalau Manda menunjukkan wajahnya.


"Ayolah Arkan, jangan bercanda" ucap Manda 


"Maaf,,, lihat aku, apa aku sudah mirip syekh, sayang?" Ucap Arkan menunjukkan penampilannya 


"Yup, bahkan mungkin gak ada yang percaya kalau kamu dulunya non-muslim" ucap Manda 


"Kamu bisa aja, yang" ucap Arkan tersenyum senang.


Mereka mengambil tempat yang cocok dan mendukung untuk foto prewedding mereka yang muslimah. Dimana lagi kalau bukan dimasjid. Manda dan Arkan mengambil beberapa foto dimasjid yang mereka pilih ini. Masjidnya cukup besar dan luas, juga bangunannya indah dan megah, benar-benar seperti istana. 


Penasaran sama hasil foto prewedding mereka? Cek akun Instagram @mt4md_


~o0o~


"Sudah ku bilang kan? Bukan aku pelakunya!"


Disaat Arkan dan Manda sedang menikmati sesi foto prewedding, dimansion sedang kacau. Amee dan Romi bertengkar karena ada yang mengabari orang tentang dimana Amee tinggal. Amee mencurigai Romi karena,,,

__ADS_1


Flashback on


Amee sedang duduk termenung dalam kamarnya. Dia kepikiran karena orang tuanya mulai mencari dirinya untuk dinikahkan. Amee mencari cara, bagaimana dia bisa lepas. Amee bisa saja menebus dirinya dengan meminjam uang pada temannya, tapi Amee tidak mau kalau mereka mengetahui kesedihannya. 


Tok Tok Tok 


"Masuk,,," ucap Amee


"Kau sibuk?" Tanya Romi masuk ke dalam kamar Amee


"Tidak, kenapa?" Tanya Amee


"Krys mengajakmu pergi, kau bersiaplah" ucap Romi


"Kau juga?" Tanya Amee, memastikan dia tidak akan jadi obat nyamuk nanti.


"Tidak, aku dan Nanda akan pergi ke mansion Angkasa" jawab Romi


"Baiklah, aku mandi dulu" ucap Amee beranjak pergi ke kamar mandi


Saat memastikan Amee sudah mau siap-siap, Romi keluar menemui Krys. Amee keluar dari kamar mandi dengan penampilan sudah rapi dan cantik. Kemudian dia mengambil ponselnya dan terkejut. Ada pesan masuk dari ibunya.



Amee pun membuka pesan itu dan lebih terkejut lagi.



Amee pun turun dengan perasaan tak tentu. Amee langsung menghajar Romi habis habisan, Amee mengeluarkan sisi lain dari dirinya. Tempramen. Amee mudah marah jika itu menyangkut orang tuanya.


Flashback off


"Jadi,,, orang tuamu akan kemari?" Tanya Romi


"Iya,,, aku takut sekarang" jawab Amee


"Dipukul Amee" jawab Romi 


"Ada apa lagi? Semua baik-baik saja?" Tanya Nanda menatap Amee


"Orang tuaku akan kemari, aku takut" jawab Amee


"Darimana orang tuamu tau?" Tanya Nanda 


Amee menyodorkan ponselnya. Nanda membaca setiap pesan yang dikirim orang tuanya. Cukup terkejut, sekarang orang tua Amee sudah mengetahui keberadaan Amee dan akan membawa Amee secara paksa. 


"Romi yang melakukannya" ucap Amee


"Tidak,, aku tidak melakukannya, sungguh" ucap Romi mengacak-acak rambutnya frustasi 


"Tuan,, ada tamu" ucap salah satu pelayan datang dengan buru-buru 


"Siapa itu?" Tanya Amee 


"Itu pasti kerabatku, dia mau memberiku sesuatu, boleh dia masuk?" Ucap Lance menatap Nanda 


"Baiklah, persilahkan dia masuk" ucap Nanda


Pelayan itu mengangguk dan menjalankan perintah Nanda. Hati Amee terasa berdebar, sudah Lance bilang itu adalah kerabatnya, tapi kenapa Perasaannya tidak enak.


"AMEERA!!!" Teriak seorang wanita paruh baya memanggil Amee


"Ibu" gumam Amee 

__ADS_1


"Amee, beraninya kau kabur" ucap Amel langsung menahan tangan Amee saat Amee hendak pergi


"Aku,,, aku,,,"


Plak


Belum sempat Amee menyelesaikan kalimatnya, Rasya sudah lebih dulu menamparnya. Membuat semua teman-teman Amee disana diam mematung, mereka tidak percaya dengan apa yang diceritakan Nanda tentang keluarga Amee, ternyata semua itu nyata.


"Anak tak tau diri, pulang sekarang" ucap Rasya


"Tidak!!" Pekik Amee 


"Pulang Amee, calon suamimu sudah ada dirumah, kau akan menikah malam ini" ucap Amel


"Tidak, aku tidak mau" ucap Amee berusaha memberontak tapi percuma


"Ayo pulang" ucap Rasya menggendong Amee dan membawanya pergi dari sana


Amee hanya bisa pasrah dan menangis, sepertinya inilah akhir dari kebebasannya. Sedangkan didalam, semua masih terdiam seperti patung. Tidak ada yang membuka suara, mereka benar-benar terkejut dengan kejadian singkat barusan. 


"Sebenarnya dia kenapa?" Tanya Lance menyadarkan semuanya 


"Amee,,, dia,,," Nanda pun kembali menceritakan apa yang menimpa Amee


"Lalu,, bagaimana sekarang?" Tanya Lance merasa bersalah


"Seperti yang diucapkan, dia akan menikah malam ini dengan pria yang sudah beristri" jawab Romi


"Sebenarnya siapa yang berani melakukan ini pada Amee?" Tanya Nanda menatap Nyalang pada semua orang di dekatnya


Diam. Tidak ada yang mengaku.


"Aku" 


BUGHH!


Baru saja Lance berucap, Nanda sudah melayangkan tinjunya sampai rahang Lance serasa bergeser. Jadi begini rasanya ditinju Nanda? Lance sampai tersungkur dilantai karena pukulan itu.


"Gara-gara kau, Amee dibawa orang tuanya sekarang, kau lihat sendiri bagaimana Amee diperlakukan orang tuanya?" Tanya Nanda geram


"Ya Aku tau, aku akan menyusulnya" ucap Lance mengusap sudut bibirnya yang berdarah karena ditinju Nanda 


Lance bangkit dan mengambil kunci mobilnya untuk menyusul Amee. Bagaimana caranya Lance mengirim chat itu pada orang tuanya Amee?


Flashback on


Lance kebetulan lewat didepan kamar Amee mendengar suara notifikasi ponsel. Karena kamar tidak ditutup dan Amee tidak ada, Lance masuk dan mengecek ponsel amee yang kebetulan tidak dikunci. 


"Dasar anak durhaka emang, maknya ngechat bukannya dibales malah dibiarin, cih" ucap Lance geleng-geleng kepala


Lancepun berbalas chat dengan ibunya Amee lewat ponsel Amee. Bahkan Lance mengirimkan lokasi rumah Nanda agar mudah dilacak orang tuanya Amee. Setelah semua beres, Lance tersenyum puas lalu mengembalikan ponsel Amee ke tempatnya.


"Akhirnya bentar lagi lo minggat dari hidup gue" gumam Lance 


Flashback off 


"Mau kemana? Bibir lo kenapa?" Tanya Arkan menatap Lance dari atas sampai bawah. Masih menggunakan seragam kantor dan sudut bibir yang terluka


"Nyusul Amee" jawab Lance berlari masuk ke dalam mobilnya


Lance melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh, menunu Bandara. Sesampainya di bandara, Lance ketinggalan pesawat. Jadi dia harus menunggu 1 jam lagi. Tidak masalah, ini demi Amee. Amee sudah tiba dirumahnya di Myanmar saat jam 7 malam. Dia dipaksa untuk bersiap-siap. Lance tiba di Myanmar pukul 8 malam. 


"Goblok, lo kagak tau rumahnya Amee, Lance. Nyari dimana coba?" Lance menggerutuki kebodohan dirinya.

__ADS_1


Akhirnya Lance hanya berjalan tak tau arah. Sedangkan Amee, ibunya menahan semua hijabnya karena Amee tidak akan bisa kabur kalau tidak menggunakan hijab. Dengan tekad yang kuat dan untuk pertama kalinya, Amee keluar rumah tanpa menggunakan hijabnya. Amee berlari sekencang yang dia bisa karena ada beberapa anak buah orang tuanya sedang mengejarnya.


Kira-kira Amee ketangkep apa berhasil kabur ya?


__ADS_2