
"Nda,, Kau kenapa? Masih pusing? Ada yang sakit? Mana yang sakit? Aku panggil dokter ya?" Baru datang, Amee langsung menyerangnya dengan beberapa pertanyaan
"Amee,, satu-satu" keluh Manda karena Amee langsung menyerangnya dengan beberapa pertanyaan
"Baiklah" ucap Amee, selama pelajaran, Amee tidak bisa fokus karena memikirkan Manda, jadi setelah istirahat kedua, dia langsung menuju UKK untuk menemui Manda
"Aku baik-baik saja Amee, kau tidak perlu khawatir" Manda berusaha menenangkan Amee yang terlihat jelas khawatirnya lewat raut wajahnya
"Tetap saja" Amee masih tidak bisa menghilangkan rasa khawatir dalam dirinya
"Ada aku disini, kau pergilah ke kantin untuk makan siang" Nanda baru kembali setelah tadi buru-buru mencuci wajahnya karena tidak mau terlihat lemah pada siapapun kecuali orang yang disayanginya, apalagi Amee, bisa-bisa dia diejek dalam jangka waktu yang lama
"Tidak, aku akan merawatnya, lagipula, kita akan sholat dhuhur bersama disini" Amee menunjukkan mukena miliknya dan milik Manda yang dia bawa.
"Terserah kau saja, kalau begitu aku wudhu dulu" Nanda kembali ke kamar mandi untuk mengambil wudhu
"Nda" panggil Amee
"Ya?" Jawab Manda
"Aku sudah lama melihat wajahmu, dan sampai saat ini aku masih belum bisa menemukan perbedaan dari wajahmu dan wajah Nanda" Amee memperhatikan wajah Manda yang tidak tertutup cadar
"Karena kami kembar identik" ucap Manda lalu tertawa
"Ya,, aku tau, tapi setidaknya ada perbedaan diantara kalian selain jenis kelamin dan sifat" ucap Amee kembali kesal saat mengingat sifat Nanda yang jauh berbeda dengan Manda
"Kau lihat ini" Manda menunjukkan tahi lalat kecil dibawah dagunya
"Aku baru tau kau memilikinya" ucap Amee
"Yup,, inilah perbedaan fisik kami" ucap Manda
"Tapi tidak terlihat, dia terlalu kecil dan bersembunyi" ucap Amee kesal karena tidak bisa membedakan Manda dan Nanda
"Nanda tingginya 178 cm dan aku 150 cm" ucap Manda yang sebenarnya kesal jika mengingat tubuhnya yang pendek
"Itu wajar" ucap Amee
"Sudah, kalian wudhu lah dulu" Nanda baru keluar dari kamar mandi
"Oke" jawab Manda dan Amee serempak
Menunggu Amee dan Manda yang wudhu, Nanda menyiapkan tempat sholat mereka. Untuk pertama kalinya, Nanda menjadi imam untuk wanita selain Manda dan mendiang mamanya dulu. Manda dan Amee selesai mengambil wudhu dan mereka segera memakai mukena mereka. Setelah sholat berjamaah bertiga, mereka menadahkan tangan untuk berdoa.
"Allahummarzuqni fataan mutadayyinan, muta'alliman, jamiilan jiddan, wa ghaniyyan." Amee memanjatkan doanya didalam hati
Artinya: “Ya Allah berikanlah aku seorang lelaki yang beragama, berpendidikan, ganteng banget, dan kaya raya."
"allahuma 'iinak 'ant aleaziz alkabir wa'ana eabduk aldaeif aldhalil aladhi la hawl wala quat 'iilaa bika, allahuma sakhir li. Arkan Alaxarryyan Pratama, kama sakhart fireawn limusaa walayin li qalbah kama layant alhadid lidawud fa'iinah la yantiq 'iilaa bi'iidhnik nasiatuh fi qabdatik waqalbuh fi yadik jala thanaa' wajhik ya 'arham alraahimin" itulah doa yang selalu Manda gumamkan disetiap doanya, dia mencintai Arkan tapi tidak tau bagaimana dia bisa mencintai Arkan dengan begitu mudahnya. Itulah sebabnya dia memilih jalur langit sebagai pengantar perasaannya
Artinya: "Ya Allah, Engkau Maha Perkasa, Maha Agung, dan aku adalah hamba-Mu, yang lemah dan hina, Yang tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan-Mu. Arkan Alaxarryan Pratama, Ketika engkau menundukkan Firaun kepada Musa, lembutkan hatinya untukku seperti engkau melunakkan besi untuk Daud, karena dia tidak berbicara kecuali dengan izinmu. Itu ada di kepalan tanganmu dan hatinya ada di tanganmu, puji-pujian wajahmu, wahai Maha Penyayang dari para penyayang."
"Rabbana aatina fiddunya hasanah wa fil-akhirati hasanah, wa qinaa adzabannaari." Sementara dua makmumnya dibelakang sedang berdoa untuk mendapatkan jodoh, Nanda hanya berdoa meminta perlindungan pada Allah SWT
Artinya: "Ya Tuhan kami, berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan di akhirat, serta peliharalah kami dari siksa neraka."
Setelah sholat dhuhur bersama diruang UKK, Mereka kembali ke kelas untun mengikuti jadwal selanjutnya. Setelah hari yang melelahkan dikampus, akhirnya jam pulang yang sudah ditunggu-tunggu datang juga. Semua mahasiswa dan mahasiswi bergegas pulang kerumahnya masing-masing, ada juga yang kerja part time untuk menghilangkan bosan juga untuk mencari penghasilan. Nanda dan Manda pergi ke kantin dulu sebelum pulang karena Manda mengeluh lapar. Selesai makan, mereka melewati koridor yang sudah sepi, sepertinya sudah pulang semua. Nanda melihat Manda yang sibuk dengan HP-nya tanpa melihat ke depan.
"Kalo jalan ngga boleh main hp, bahaya" Nanda merebut ponsel yang digenggam Manda
__ADS_1
"Ih Nanda, balikin" Manda menjinjit dan dan sesekali meloncat kecil untuk mengambil ponselnya yang ada ditangan Nanda
"Ngga boleh loncat-loncat Nda" sedangkan Nanda mengerjai Manda dengan mengangkat ponsel Manda setinggi yang dia bisa
"Lo yang bikin gue loncat-loncat" Manda tetap saja berusaha meraih ponselnya
"Dibilangin jangan loncat, ntar kalo bayi lo brojol disini gimana?" Nanda menakut-nakuti Manda agar berhenti melompat-lompat
"Balikin dulu hp gue" Manda menadahkan tangannya dan tidak lupa memasang puppy eyes yang selalu berhasil membuat Nanda luluh
"Nih, jangan buat main, perhatikan jalan lo" Nanda mengalah akhirnya memberikan kembali ponsel Manda
"Makasih Nan" Manda dengan senang hati menerima ponselnya
"Lo mirip mama tau gak, suka banget main hp dijalan" ucap Nanda tiba-tiba teringat mamanya
"Emang mama juga gitu?" Tanya Manda
"Yup, pas gue jalan sama mama, dia main hp terus" ucap Nanda mengenang disaat dia berusia 14 tahun
Flashback on
Hari ini, Andera berencana akan ke salon untuk perawatan. Tapi tiba-tiba Nanda datang dan mengajaknya jalan, mana mungkin Andera menolak ajakan putra sulung kesayangannya itu.
"Nanda aja yang diajak" Manda datang dengan wajah bantalnya
"Kalau Manda mau ikut, mandi dulu ya,, mama tunggu diruang tamu" ucap Andera dengan lembut membelai pipi Manda
"Manda gak boleh ikut" Nanda menyela
"Kenapa?" Tanya Manda
"Tapi gue mau jalan-jalan" Manda tetap memaksakan untuk ikut
"Kita bisa habiskan waktu bertiga Nan" Andera memberi pengertian selembut mungkin agar tidak menyakiti hati kedua anaknya
"Mau kemana?" Alvaro -sang penyelamat datang
"Lo pergi aja berdua sama papa" ucap Nanda
"Pergi kemana?" Alvaro yang tidak tau apa-apa tentu saja bingung
"Aku sama Nanda mau jalan-jalan, Manda mau ikut tapi Nanda gak ngizinin, Manda bosan dirumah, kamu bisa bawa Manda jalan-jalan?" Tanya Andera menatap Alvaro
"Tentu saja, kalian hati-hati dijalan, Manda mau kan jalan-jalan sama papa?" Alvaro menatap Andera lalu menatap Manda
"Ya udah deh, yang penting jalan-jalan" ucap Manda
"Baiklah, my little princess,, silahkan mandi dulu" Alvaro membungkuk hormat pada Manda seperti pengawal tunduk pada tuan putri
"Oke,, papa tunggu ya" Manda bergegas masuk kamar dan mandi
"Terimakasih ya Al" ucap Andera, dan hanya Andera, satu-satunya yang memanggil Alvaro dengan sebutan Alva, sementara teman-teman dan keluarga serta orang-orang yang mengenal Alvaro, mereka memanggil Varo, panggilan Alva itu khusus dari Andera untuk Alvaro jadi tidak ada yang boleh memanggilnya Alva selain Andera
"Tidak perlu berterimakasih, itu sudah tugas kita membahagiakan anak-anak" Alvaro membalas tatapan Andera dalam-dalam
"Ayo ma, kita pacaran" Nanda mengaitkan jari-jari tangannya disela-sela jari-jari Andera
"Nanda,,, kau tidak boleh jadi perusak rumah tangga orang seperti ini" Alvaro pura-pura merajuk
__ADS_1
"Biarin" Nanda malah mengejek Alvaro
Alvaro terkekeh pelan lalu mengacak-acak rambut Nanda. Sebelum mereka pergi, Alvaro mengecup kening Nanda dan Andera secara bergantian yang dibalas dengan kecupan pipi oleh kedua orang tersayangnya ini. Nanda dan Andera berjalan kaki disekitar area taman. Kalau dilihat-lihat, mereka bukan seperti ibu dan anak, tapi seperti sepasang kekasih ABG. Selama berjalan-jalan, Andera hanya sibuk dengan ponselnya dan itu membuat Nanda geram.
"Ma, liat jalan ma" ucap Nanda
"Iya Nan" jawab Andera tapi pandangan tidak lepas dari layar ponselnya
"Mama" Nanda beralih jadi jalan mundur menghadap ke arah Andera
"Hmm" Andera hanya membalas dengan deheman dan tidak menyadari kalau Nanda sudah ada didepannya
"Nanda disini ma,, bukan diHP" Nanda berhenti dan Andera masuk ke dalam dekapannya
Mau lihat visualnya? Cek aku Instagram @mt4md_ ya
Andera mendongak untuk menatap Nanda lalu mereka tertawa bersama. Banyak pasang mata yang iri melihat mereka karena mereka pikir kalau Nanda dan Andera adalah pasangan yang serasi.
Flashback off
"Seru ya jalan sama mama" ucap Manda yang dari tadi mendengarkan cerita Nanda sampai mereka tiba di mobil dan otw pulang
"Kan lo jalan juga sama papa" ucap Nanda
"Iya tapi papa gak seru" ucap Manda
"Kenapa?" Nanda bingung
"Masak gue beli ini itu gak boleh, jadi gue ngambek terus dibawa pulang" ucap Manda masih kesal kalau mengingat kejadian itu
"Coba cerita" ucap Nanda
"Jadi gini,,,"
Flashback on
Jika Nanda bersama Andera, maka Manda bersama Alvaro. Mereka berada ditaman bermain yang berbeda dengan Andera dan Nanda.
"Papa,, mau permen kapas" Manda merengek pada Alvaro agar dibelikan permen kapas
"Giginya Manda baru sembuh, nanti kalau sakit lagi gimana?" Tanya Alvaro menatap lembut pada anaknya
"Ihh mau ,papa" Manda menghentakkan kakinya pertanda merajuk
"Gak semudah itu kamu buat papa luluh Manda" Alvaro malah gemas dan menciumi pipi Manda, tidak peduli banyak yang melihat mereka. Sepertinya Alvaro terlihat seperti memacari anak dibawah umur.
Manda yang kesal akhirnya pergi meninggalkan Alvaro. Alvaro segera menyusul Manda karena belakangan ini banyak kasus penculikan dan penjualan organ anak, Alvaro jelas ngeri kalau mengingatkannya.
"Papa jahat, awas aja ntar gue aduin ke mama" gumam Manda saat menyadari Alvaro mengikutinya dibelakang tapi Manda enggan menghentikan langkahnya
"Ayo naik" Alvaro menggapai tangan Manda dan menggendongnya
"Eh" Manda masih yang masih ngeblank hanya pasrah saat Alvaro mengangkat tubuh kecilnya
"Princess papa yang cantik,, jangan jalan sendirian, kalau diculik gimana?" Ucap Alvaro lembut dan penuh perhatian
Manda tidak menyahut, hanya pasrah kemana Alvaro membawanya. Ternyata Alvaro membawanya pulang. Sungguh membosankan.
Flashback off
__ADS_1