
"daddy" panggil Argatha langsung berlari ke arah Arkan dan memeluknya
"Arga" gumam Arkan membalas pelukan Argatha
"Daddy kenapa?" Tanya Argatha menghapus air mata Arkan
"Papa daddy,,, papa daddy meninggal" gumam Arkan diiringi dengan air matanya kembali membanjiri wajahnya
"Daddy ngga boleh gini, nanti mommy ga suka liat daddy sedih" ucap Argatha menghapus air mata Arkan
"Arga sama siapa ke sini?" Tanya Arkan karena setahunya, Argatha tinggal diKanada
"Sama daddy Romi" jawab Argatha
"Arga anaknya Romi?" Tanya Arkan shock, bukankah Romi masih single?
"Bukan,,, Arga anaknya daddy,,, Arga punya dua daddy dirumah, tapi daddy Arga yang sebenarnya itu cuma satu" jawab Argatha
"Mommy kamu nikah sama dua orang?" Tanya Arkan lagi
"Nggak,,, daddy Arga yang satu itu namanya daddy Nanda, dia kakaknya mommy, dan daddy Arga ke dua namanya daddy Romi, dia temennya mommy" jawab Argatha
"Ohh" gumam Arkan
"Tapi daddy asli Arga cuma ada satu" ucap Argatha
"Siapa?" Tanya Arkan
"Kau, dad,, Arga tidak tau namamu hehe" ucap Argatha cengengesan
"Nama daddy, Arkan Alaxarryyan Pratama" ucap Arkan
"Nah, daddynya Arga cuma satu, yaitu daddy Arkan" ucap Argatha mencium singkat pipi Arkan
"Nama panjang kamu siapa?" Tanya Arkan, kini dia mulai tersenyum setelah tadi dia berbincang dengan Argatha menggunakan wajah datarnya
"Sebastian Argatha Elfachra" jawab Argatha
"Elfachra?" Beo Arkan
"Yup, itu namanya mommy, nama mommy itu Mutia Amanda Elfachra" jawab Arkan
"Oh,, kenapa tidak menggunakan nama daddymu?" Tanya Arkan
"Harusnya aku yang bertanya seperti itu pada daddy, apa daddy tidak hadir waktu pemberian namaku?" Ucap Argatha
"Kenapa kau begitu yakin kalau aku adalah daddymu?" Tanya Arkan
"Karena wajah kita mirip, kata aunty Krys, wajah Arga pasti mirip daddy, dan ternyata benar" ucap Argatha
"Hanya itu?" Tanya Arkan lagi
"Karena Arga sayang daddy, apa daddy tidak sayang sama Arga?" Tanya Argatha lesu
"Sayang, daddy sayang banget sama Arga" Arkan mencium setiap sudut wajah Argatha
__ADS_1
"Haha geli dad,,, berhenti" ucap Argatha disela-sela tawanya karena kegelian
"Udah berhenti,,, namamu tadi Argatha?" Tanya Arkan
"Iya,,," jawab Argatha
'nama itu kan yang gue kasih buat anaknya cewek itu' batin Arkan
"Kenapa dad?" Tanya Argatha
"Nggapapa, nama itu adalah nama pemberian daddy" ucap Arkan
"Beneran dad?" Tanya Argatha, matanya terlihat sangat berbinar saat ini
"Bener,, Arga suka namanya?" Tanya Arkan
"Suka banget,,," jawab Argatha antusias
"Nama itu daddy pilih karena mendekati namanya daddy, Arga dan Arkan" ucap Arkan semakin membuat Argatha kegirangan
"Wahh Arga seneng banget, dad" Argatha memeluk Arkan dengan erat
"Apa mommymu menggunakan cadar?" Tanya Arkan
"Iya,,, mommy ingin agar daddy, orang yang bukan mahram mommy untuk melihat wajah mommy lebih dulu. Wajah mommy kalau tanpa cadar cantik banget lho dad" Argatha bercerita dengan antusias
'jadi bener,, dia anak cewek itu' ucap Arkan tersenyum senang sambil memperhatikan Argatha yang menceritakan soal mommynya
"Dad" panggil Argatha setelah selesai bercerita
"Hmm?" Arkan hanya menjawab dengan deheman
"Yaudah, kita tidur ya" Arkan menggendong Argatha dan menidurkannya diranjang king size miliknya
"Arga tidur sama daddy kan?" Tanya Arga
"Iya,, daddy temenin Arga tidur" jawab Arkan ikut berbaring disamping Argatha yang langsung dipeluk oleh Argatha
"Arga seneng banget kalau bisa bareng daddy terus" ucap Argatha
"Daddy akan sama Argatha terus kok, setelah daddy memastikan sesuatu" ucap Arkan
"Sesuatu apa dad?" Tanya Argatha
"Anak kecil ngga boleh tau, sekarang tidur ya" ucap Arkan mengusap punggung Argatha
Lama kelamaan mereka mulai terlelap dengan posisi saling berpelukan. Sementara diluar kamar, Romi dan Lance panik karena mengetahui Argatha masuk ke kamar Arkan.
"Bagaimana ini? pintunya dikunci dari dalam" ucap Romi
"Ya aku tau, kita tunggu pelayan mencari kunci cadangannya" ucap Lance
"Kita harus dobrak pintunya sekarang" ucap Romi
"Jangan, kau tidak ingat kejadian kemarin? Kita hampir mati karena memaksa ingin bertemu Arkan" ucap Lance
__ADS_1
"Lalu bagaimana nasibnya anak itu didalam? Astaga kalau dia kenapa-kenapa, bisa-bisa aku yang dimakan oleh ibunya" ucap Romi frustasi
"Tenangkan dulu dirimu" ucap Lance, dia jadi ikut panik saat melihat Romi panik
"Tuan ini kuncinya" ucap salah satu pelayan memberikan kunci cadangan kamar Arkan
Lance pun membuka pintu kamar Arkan secara perlahan. Saat pintu terbuka sempurna, Lance dan Romi masuk ke kamar Arkan dan terkejut melihat Arkan dan Argatha sudah tertidur pulas dengan posisi saling berpelukan.
"Apa anak itu masih bernafas?" Tanya Lance, mengingat pada film horor dimana orang depresi membunuh anak kecil lalu menjadikan mayat anak itu sebagai bantal gulingnya
"Kenapa kau bicara begitu?" Tanya Romi tak suka, dia saja masih degdegan parah sampai saat ini
"Periksa saja" ucap Lance
Romi pun perlahan mendekati mereka dan mengecek nafas Argatha, Romi bernafas lega.
"Bagaimana?" Tanya Lance
Romi tidak menjawab, tapi tangganya membentuk simbol oke (). Lance pun ikut bernafas lega. Keesokan harinya, mereka berada dimeja makan untuk sarapan. Arkan turun sudah siap dengan setelan kerjanya yang melekat ditubuh gagahnya dan Argatha dalam gendongannya.
"Pagi" ucap Arkan
"Pagi,, lo mau kemana?" Tanya Lance
"Kerja" jawab Arkan duduk dikursi yang biasa ditempati papanya dan Argatha duduk disampingnya
"Serius?" Tanya Lance
"Yup, kita harus pindahkan semua urusan penting ke Kanada" ucap Arkan
"Baiklah" ucap Lance
"Gatha mau makan apa?" Tanya Romi
"Mau ayam aja, dad" jawab Argatha
Arkan tersenyum tipis melihat Argatha, ekspresi Argatha datar, seperti dirinya.
"Ini perasaan gue aja atau emang wajah kalian mirip?" Tanya Lance
"Wajah kita memang mirip" jawab Argatha dingin
"Astaga,, bahkan sifat kalian pun mirip" ucap Lance
Mereka tidak bicara lagi. Melanjutkan sarapan bersama. Walaupun wajah Argatha menunjukkan ekspresi datar, dalam hatinya dia sangat bergembira bisa makan bersama ayah yang selama ini dia cari. Tadi pagi Arkan bilang kalau dirinya adalah anaknya dan itu membuat Argatha sangat bahagia. Harapannya tinggal satu, berharap mommy dan daddynya bersatu. Setelah sarapan, Arkan dan Lance pergi ke kantor sedangkan Romi dan Argatha pulang ke mansion Nanda dan Manda. Karena Arkan sudah keluar dari masa terpuruknya, sepertinya Romi akan kembali menghabiskan liburan dengan para sahabatnya.
"MOMMY!!!" pekik Argatha langsung berlari ke arah mommynya
"Wahh Gatha sepertinya full senyum sekarang" ucap Krys
"Temannya daddy Romi sangat baik, Gatha suka" ucap Argatha menatap Krys
"Bukan teman Gatha, tapi sepupunya daddy" ucap Romi
"Lalu,,, bagaimana kondisi sepupumu sekarang?" Tanya Nanda
__ADS_1
"Kau tidak akan percaya,,, tapi Gatha berhasil membuatnya bangkit hanya dalam waktu semalam" ucap Romi menceritakan apa yang ia lihat
"Waw,,, Gatha hebat" ucap Angel