SKY PATH

SKY PATH
ketemu Angkasa


__ADS_3

Manda bangun saat jam 3 sore. Ada rasa senang dan sesak dalam hatinya. Senang karena Arkan membalas perasaannya walaupun itu hanya mimpi, tapi juga sesak karena ditampar kenyataan bahwa agama mereka berbeda.


"Tapi Arkan bilang dia mau jadi imam sholatku" gumam Manda "Arkan,,, bagaimana kabarmu? Aku harap kau bahagia disana. Apa kau masih mengingatku? Aku berharap kau tidak melupakanku Arkan, kau tau kan? Kalau aku merindukan semua tentangmu, semua kenangan kita" lanjut Manda hanya bergumam sendiri, Manda menunduk dan menangis dalam diam


"Mommy" Argatha bangun dan langsung memeluk Manda


"Arga,, mommy ganggu tidur Arga?" Tanya Manda Membalas pelukan putranya


"Tidak mom, mommy kenapa nangis?" Tanya Argatha


"Nggapapa kok" Manda dengan cepat mengusap air matanya dan memaksakan senyuman didepan Argatha


"Mommy kangen sama daddy?" Tebak Argatha dan Manda hanya mengangguk sebagai jawaban. Argatha semakin mengeratkan pelukannya


'mommy aja ngga tau siapa daddymu Arga, mommy hanya merindukan orang yang mommy cintai' batin Manda


'andai mommy tau kalau daddy ada disini' batin Argatha


"Udah ashar, kita sholat dulu ya" ajak Manda


"Yuk mom" ucap Argatha


Manda dan Argatha mandi lalu sholat ashar. Setelah sholat, mereka bermain puzzle diruang keluarga. Sementara Nanda, saat ini sudah jam pulang. Nanda menyempatkan diri untuk sholat ashar terlebih dahulu di masjid yang ada dikampus. Setelah sholat, Nanda hendak menyebrang jalan menuju parkiran tapi dia malah dikejutkan dengan suara seseorang dari arah belakangnya.


"WOII NANDA!!" Teriak pria itu memanggil Nanda


"Ck" dengan malas Nanda berbalik melihat orang yang memanggilnya dan dia melotot kecil


"Hai bro" ucap orang itu saat posisi mereka sudah dekat


"Hai Nan" sapa seorang wanita yang ada disebelah lelaki itu


"Angkasa, Angel" ucap Nanda baru ingat ini adalah sahabat waktu SMP nya dan juga sepupunya


"Apa kabar Nan?" Tanya Angkasa


"Baik-baik, kalian sendiri?" Tanya Nanda


"Kita udah nikah" Angel memperlihatkan cincin yang tersemat dijari manisnya


"Wahh hebat sekarang, nikah kagak ngundang gua" ucap Nanda melirik sinis ke arah Angkasa


"Hehe, gue ngga punya kontak lu" ucap Angkasa menggaruk tengkuknya yang tidak gatal


"Ngobrol dicaffe itu aja yuk, sambil minum, haus nih" ucap Angel menunjuk Caffe diseberang jalan


"Yaudah yok" ucap Angkasa merangkul pinggang Angel


Mereka berjalan beriringan menuju caffe itu. Setelah menghilang haus, mereka melanjutkan obrolan santai mereka. Sebelumnya Nanda sudah memberitahu Manda kalau dia akan pulang telat.


"Lo masih jomblo aja Nan?" Tanya Angkasa


"Kagak usah ngeledek lo, mentang-mentang udah nikah" ucap Nanda kesal


"Santai aja Nan, tuh bibir kagak usah cemberut gitu" ucap Angel


"Lo sebenernya sepupu gue bukan si?" Tanya Nanda


"Lo PMS Nan? Kesel banget kayaknya" ucap Angkasa


"Diem lo" ucap Nanda, sebenernya dia banyak pikiran karena tugas skripsinya yang tidak selesai-selesai bahkan tambah menumpuk


"Lo sama adeknya Angkasa aja, cakep lho anaknya" ucap Angel

__ADS_1


"Gak minat bocil" ucap Nanda ketus


"Heh sembarangan lo" ucap Angkasa


"Emang bener bocil kan" ucap Nanda


"Umurnya dah 18 taun, kagak bisa disebut bocil lagi" ucap Angkasa


"Bodo amatlah" ucap Nanda makin pusing kalau membicarakan pasangan


"Lo udah 20 taun masih jomblo aja, Nan. Cari pacar napa" ucap Angel


"Biarin dah, gue masih sibuk ngurus kuliah, apalagi ntar punya pacar, makin ribet" ucap Nanda


"Seenggaknya ada yang nemenin lo" ucap Angkasa


"Ada Manda noh nemenin gue" ucap Nanda


"Manda siapa?" Tanya Angel


"Kembarannya Nanda" jawab Angkasa


"LO PUNYA KEMBARAN?!" pekik Angel terkejut


"Anjir telinga gue" Nanda mengusap-usap telinganya yang terasa bergeming


"NAPA LO KAGAK NGASI TAU GUE KALO LO PUNYA KEMBARAN?!" Angel bertanya tapi dengan nada tinggi, membuat Angkasa harus menutup telinganya


"GUE KAGAK BUDEG BANGSAT" ucap Nanda tak kalah teriak


"YA LO JANGAN NGEGAS ANJING" ucap Angel


"LO YANG TERIAK-TERIAK" balas Nanda


"WOI KUPING GUE RUSAK LAMA-LAMA" Angkasa ikut berteriak


Hening selama beberapa menit kemudian. Beruntunglah mereka berada diruang VIP kedap suara. Jadi tidak ada yang mendengar suara rimba mereka.


"Huh,,, iya gue punya kembaran" ucap Nanda akhirnya buka suara


"Sejak kapan?" Tanya Angel


"Sejak lahir lah" ucap Nanda, baru juga mulai, sudah kesal duluan


"Kok bisa kembar?" Tanya Angel polos


"Bibit bokap gue unggul" jawab Nanda ketus dan ngasal


"Hah? Bokap lo naruh bibit biar bisa kembar? Bibitnya beli dimana? Gue juga mau punya anak kembar" pertanyaan Angel semakin kesini semakin kesana


"Gausah beli, noh Angkasa punya banyak" ucap Nanda


"Sayang,,, kok kamu ngga pernah bilang" ucap Angel merengek pada Angkasa


"Kan kita udah sering nanem bibitnya sayang" ucap Angkasa mengelus lembut surai milik Angel


"Kapan? Perasaan kita ngga pernah nanem-nanem" ucap Angel


"Pas malem pertama sayang" ucap Angkasa


"Malem pertama kamu nyerang aku terus dikamar" balas Angel yang membuat Nanda tertawa keras


"Njel" panggil Nanda

__ADS_1


"Apa?" Tanya Angel


"Tuh otak lo buat pajangan doang ya?" Tanya Nanda disela-sela tawanya


"Enak aja, kalau cuma buat pajangan, gimana caranya gue ngendaliin diri gue?" Tanya Angel sewot


"Habisnya lo diajak ngomong kagak nyambung" ucap Nanda


"Gue nyambung, cuma gue tanya, kapan kita bercocok tanam sayang?" Tanya Angel menatap Angkasa


"Sayang,, aku capek sama kepolosan kamu, kamu terlalu sering sama Bulan nih, makanya jadi polos" ucap Angkasa


"Bulan sapa lagi?" Tanya Nanda


"Adik gue" jawab Angkasa


"Lo sama bulan aja udah Nan,, Bulan tuh baik, cantik, idaman lah pokoknya" ucap Angel


"Kagak makasih" ucap Nanda


"Cih, lo bisa bilang gini karena lo belum ketemu ama Bulan" ucap Angel


"Kagak peduli gue" ucap Nanda


"Awas aja nanti lo lamar adek gue" ucap Angkasa


"Sampai kapanpun gue ngga akan pernah mau nikah sama bocil, terserah mau bocilnya spek bidadari sekalipun gue kagak peduli, gue ngga akan mau nikah sama dia" ucap Nanda


"Udah biarin aja ayang, Nanda emang mau jomblo abadi" ucap Angel


"Eh jaga mulut lo ya" ucap Nanda ngegas


"Idih, mulut gue kagak usah dijaga, kagak bakal ada yang ngambil" ucap Angel


"Terserah lo dah, capek gue ngobrol ama lo" ucap Nanda


"Gue juga capek ngobrol ama lo, kagak guna" ucap Angel


"Eh lo yang ngajak gue ngobrol disini" ucap Nanda


"Salah siapa lo mau" ucap Angkasa


"Kok lo belain dia Ang?" Tanya Nanda


"Dia bini gue" ucap Angkasa


"Eh iya" gumam Nanda "Udahlah, gue mau pulang dulu" ucap Nanda lagi


"Minta wa lo woy" ucap Angkasa memberikan ponselnya


"Nih" Nanda mengembalikan ponsel Angkasa setelah mengesave kontaknya


"Nanda ganteng?" Angkasa hanya geleng-geleng kepala melihat nama kontak yang tersimpan


Nanda pulang ke rumahnya. Dalam perjalanan, Nanda melihat banyak orang yang menghalangi jalan.


'apa ada kecelakaan?' pikir Nanda


Nanda memutuskan turun dari mobilnya dan melihat apa yang sedang terjadi. Dan benar saja, telah terjadi kecelakaan disana.


"Awsh" ringis Nanda saat kakinya tidak sengaja keinjak seorang gadis didepannya


"Eh maaf,, maaf,,," gadis itu menundukkan kepalanya beberapa kali dan terus mengucapkan kata maaf

__ADS_1


"Tidak apa" jawab Nanda dan gadis itu mendongak menatap Nanda. Nanda seketika terpaku dengan mata coklat terang milik gadis itu, hati Nanda terasa tersengat listrik saat bertatapan dengan gadis ini.


"Kak Nanda"


__ADS_2