SKY PATH

SKY PATH
Amee patah hati


__ADS_3

Hari-hari baru dilalui Manda sebagai seorang ibu. Manda tidak bisa menyimpulkan kalau menjadi ibu itu mudah karena meskipun sudah dibantu bi Darsih, dia tetap kesusahan dalam mengurus Argatha. Mau nyerah, tapi ini anak sendiri. Tak mau ambil pusing, Manda mendengar sedikit cerita dari bi Darsih tentang almarhumah mamanya yang dulu juga kesulitan mengurus mereka berdua.


"Kalau melihat nona begini, saya jadi ingat nyonya dulu" ucap bi Darsih memperhatikan Manda yang sedang menyusui Argatha


"Mama?" Beo Manda


"Iya,, nyonya dulu juga kesulitan mengurus kalian, tapi nyonya berusaha bersikap santai, tidak buru-buru" ucap bi Darsih


"Mama dulu kesulitan juga? Terus gimana mama bisa ngurus kami dengan baik?" Tanya Manda


"Awalnya nyonya memang kepikiran terus, takut tidak bisa jadi ibu yang terbaik untuk kalian, tapi seiring berjalannya waktu, nyonya mulai bisa menerima dan berdamai dengan pikirannya, nyonya bilang, anak-anak tidak butuh sosok ibu yang terbaik, tapi mereka butuh sosok ibu yang mengurus mereka dengan baik, akhirnya nyonya menjalani semua dengan santai, saat anak-anaknya tertidur, nyonya melakukan perawatan pada dirinya dan suaminya, saat anak-anak bangun dan lapar, makanya nyonya bisa merawat keluarga dan merawat dirinya. nyonya menyusuinya, tidak perlu dijaga terus menerus saat bayi sedang tidur" cerita bi Darsih panjang lebar


"Bibi benar, jadi aku ga perlu nungguin Gatha pas Gatha lagi tidur?" Manda bertanya sambil perlahan meletakkan Argatha pada box bayinya


"Kalau Gatha lagi tidur, anggap saja itulah waktu nona untuk istirahat" jawab bi Darsih


Manda hanya mengangguk mengerti. Sejak saat itu, Manda mulai mengurus Gatha dengan lebih santai tapi siaga. Saat Gatha tidur, Manda merawat dirinya kembali, saat Gatha bangun dan tidak menangis, Manda mengajak Gatha bicara atau bermain menunjukkan hal baru pada Gatha. Setiap minggunya, Manda selalu membawa Gatha ke taman. Waktu berlalu begitu cepat, hingga kini usia Argatha sudah tepat 1 tahun. Mereka merayakan ulangtahun kecil-kecilan untuk ulta pertama seorang Argatha.


"Selamat datang anak ganteng,, barakallah fii umrik" ucap Amee mencium Argatha yang ada digendong Nanda


"Minggir kau, sekarang giliranku" ucap Romi mendorong Amee agar menyingkir


"Hei,, kau kasar sekali pada perempuan" ucap Amee kesal


"Bodo amat" ucap Romi malah mengejek


"Fu¢k" umpat Amee


"Jangan mengumpat didepan anak kecil" ucap Romi


"Ck, ikut aku, kita selesaikan sekarang" Amee menarik telinga Romi dan membawanya menjauh dari Argatha


"Ck,, sudah dewasa Tapi tingkahnya masih anak-anak" Nanda hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah sahabatnya itu


"Hai Gatha, boleh aku menggendongnya Nan?" Krys mendekat dan langsung mencium pipi Argatha


"Nah" Nanda menyerahkan Argatha pada Krys


Kini Argatha sudah ada pada gendongan Krys. Nanda berniat akan ke kamar sebentar mengambil handphonenya.


"Gatha mana?" Tanya Manda yang baru kembali dari toilet


"Ada sama Krys" jawab Nanda


Manda mengangguk dan pergi menemui Krys. Manda mempercepat langkahnya menjadi setengah berlari karena mendengar Argatha menangis, Manda mendapati Argatha menangis kencang dalam gendongan Krys. Romi dan Amee juga ikut berusaha menenangkannya.


"Apa yang terjadi?" Tanya Manda mengambil alih Argatha


"Mereka bermain-main dan membuat Gatha takut" Krys menunjuk pada Romi dan Amee


"Tidak, Romi yang meletuskan balonku" ucap Amee menunjuk Romi karena tak mau disalahkan


"Aku tidak tau kau membawa balon" ucap Romi tak mau kalah


"Kumohon hentikan" ucap Manda


"Ada apa?" Nanda datang dengan terburu-buru karena mendengar Argatha menangis


"Nanda,, bagaimana ini? Argatha tidak mau berhenti menangis" ucap Manda terus menimang-nimang Argatha


"Biar aku saja" Nanda mengambil alih gendongan Argatha


Nanda menimang pelan sambil menciumi pipi Argatha yang gembil. Perlahan, tangisan Argatha berhenti bahkan sudah berganti tertawa. Cara Nanda menenangkan Argatha berhasil.


"Nan,, bagaimana bisa?" Tanya Manda tak percaya, dia yang ibunya saja tidak bisa menenangkan Argatha


"Argatha kegelian kalau aku menciumi pipinya" ucap Nanda


Nanda terus mencium pipi Argatha sampai Argatha tertawa kencang. Mau lihat visualnya? Cek akun Instagram @mt4md_ ya. Acara selesai pada malam hari. Keesokan harinya, Amee datang ke apartemen Manda.


"Kalian mau ke taman sekarang?" Tanya Amee


"Yup, kau mau ikut?" Tanya Manda

__ADS_1


"Boleh? Aku mau curhat padamu" ucap Amee memberitahu maksud kedatangannya


"Baiklah"


Mereka hanya berjalan kaki karena lokasi taman dan lokasi apartemen itu dekat. Sampai di taman, mereka duduk disalah satu kursi taman dibawah pohon yang rindang.


"Kau mau curhat apa?" Tanya Manda


"Ini tentang pacarku" jawab Amee


"Kau punya pacar?" Manda melotot tak percaya, selama ini Amee tidak memberitahu padanya atau yang lainnya kalau sudah punya pacar


"Aku baru berpacaran 1 bulan bersamanya, aku kenal dia dari rumah sakit saat kau melahirkan, dia dokter disana" jawab Amee


"Lalu?" Tanya Manda kini sudah penasaran


Flashback on


1 tahun lalu, Amee baru keluar dari toilet. Karena lapar, Amee memutuskan untuk pergi ke kantin terlebih dahulu. dalam perjalanan, ada orang yang menabrak Amee.


Brugh


"Awss" ringis Amee


"Maafkan aku nona, aku terlalu fokus pada ponselku dan tidak melihatmu" ucap orang yang menabrak Amee, membantu Amee berdiri


"Tidak masalah, aku juga tadi tidak fokus karena lapar hehe" ucap Amee menyengir


"Bagaimana kalau aku mentraktirmu makan? Sebagai permintaan maaf" Tanya orang itu


"Hmm baiklah" Amee menjawab


"Ayo"


Mereka pun pergi ke kantin dan makan berdua disana. Setelah makan, mereka berkenalan dan berbincang kecil.


"Namaku Roy, aku salah satu dokter disini" Roy mengulurkan tangannya


"Namamu indah Amee" ucap Roy


"Wajahmu indah" ucap Amee memandang wajah tampan rupawan yang ada didepannya ini


"Hah?" Roy menaikkan sebelah alisnya


"Ahh tidak" Amee menurup wajahnya karena malu


"Boleh aku meminta nomormu?" Tanya Roy dengan senyum mengembang dibibirnya dan menyerahkan ponselnya


"Boleh" Amee menerima ponsel Roy dan mencatat nomornya disana


Setiap hari mereka bertemu di rumah sakit. Amee selalu membawakan bekal makan siang untuk roy.


"Bagaimana pekerjaanmu hari ini?" Tanya Amee


"Berat, tapi saat melihatmu, semua jadi ringan" ucap Roy


Blush


Pipi Amee merona karena malu. Keesokan harinya pun sama, Amee dibuat salting karena diajak Roy jalan.


"Besok aku libur, kau mau jalan?" Tanya Roy


"Kemana?" Amee menjawab dengan pertanyaan


"Kemana saja asalkan kau senang" ucap Roy


"Bagaimana kalau pantai? Aku sudah lama tidak kesana" ucap Amee


"Baiklah putri" ucap Roy


Keesokan harinya, mereka benar-benar pergi ke pantai. Mereka menikmati matahari terbit disana.


"Cantik" gumam Amee

__ADS_1


"Lebih cantik dirimu" lagi-lagi ucapan Roy membuat Amee salting


"Kau dokter mata kan? Tolong periksa mataku" ucap Amee menutup matanya dengan kedua tangannya


"Kenapa matamu?" Tanya Roy dengan nada cemas


"Mataku sakit" ucap Amee merengek


"Kenapa sakit? Coba ku lihat" ucap Roy


"Tidak mau" Amee menggelengkan kepalanya


"Kenapa? Buka matamu biar ku periksa" ucap Roy


"Nanti mataku tambah sakit" ucap Amee


"Kenapa begitu?" Tanya Roy


"Karena melihat malaikat setampan dirimu" ucap Amee, dia malu sendiri karena baru kali ini dia menggombali laki-laki


"Ahh kau bisa saja" Roy tertawa mengusap kepala Amee


Semakin hari mereka semakin dekat. Hingga,,,


"Amee, aku mencintaimu dari awal kita ketemu, maukah kau menjadi pacarku?" Tanya Roy


"Iya Roy, aku mau" ucap Amee


*Mereka pacaran


*1 Minggu pacaran


"Sayang, aku ada tugas diluar kota, jadi kita jarang ketemu, kita ldr dulu ya" ucap Roy


"Baiklah, aku menunggumu disini" ucap Amee


*10 hari pacaran


"Kenapa kau jarang menghubungiku sekarang?" Tanya Amee


"Maaf sayang, aku sibuk, banyak pasien" ucap Roy


*15 hari pacaran


"Pacarmu aku atau pasienmu?" Tanya Amee


"Pasienku baru kecelakaan, jadi dia harus operasi mata agar tidak buta, mengertilah, aku berusaha menyelamatkan masa depannya" ucap Roy


*20 hari pacaran, hubungan mereka semakin buruk


"Sesibuk itu sampai melupakan aku?" Tanya Amee lesu


"Maaf sayang" gumam Roy, hanya maaf yang bisa dia sampaikan


*23 hari pacaran, Amee menghampiri Roy dirumah sakit dan tidak sengaja mendengar pembicaraan Roy dengan pasiennya. Ternyata mereka pernah menjalin asmara sebelum Roy dan Amee pacaran.


"Jadi pasienmu adalah mantan pacarmu? Pantas saja kau melupakanku" ucap Amee yang mengagetkan Roy dan mantannya yang sedang berciuman


"Maaf" ucap Roy


Amee berlari menjauh dari sana. Salahkah Amee berharap Roy akan mengejarnya dan menjelaskan semuanya? Jawabannya adalah salah, karena nyatanya Roy malah tidak perduli dengan Amee. Hari ini tepat 1 bulan mereka pacaran.


"Lebih baik kita sudahi saja hubungan ini" ucap Roy


"Kenapa?" Gumam Amee


"Dia sudah mau kembali padaku, jadi maaf, kau hanya pelarianku" ucap Roy


"Haha sudah ku duga, terimakasih atas semuanya" Amee beranjak dan meninggalkan Roy begitu saja


'Aku adalah Ameera Aya, aku tidak pernah pacaran sebelumnya, baru sekali aku pacaran dengan Roy, Allah sudah cemburu dan mengakhiri hubungan kami' ~Amee


Flashback off

__ADS_1


__ADS_2