SKY PATH

SKY PATH
married


__ADS_3

Hari ini, Manda, Argatha dan Arkan dalam perjalanan menuju kampus untuk menghadiri acara Wisuda. Sesampainya dikampus, mereka menjadi pusat perhatian. Arkan, laki-laki idaman kaum hawa sedang berjalan beriringan bersama nona Elfachra? Bagaimana bisa?. Banyak tanda tanya yang muncul dalam benak mahasiswi yang mengagumi Arkan. Apalagi ditambah anak kecil yang ada di gendongan Arkan, semakin mematahkan hati para mahasiswi.


"Hai,, akhirnya kalian datang juga" ucap Romi


"Tadi ada yang kecelakaan, jadi kita terjebak macet" jawab Arkan


"Oh begitu" gumam Romi


"Belum mulai kan?" Tanya Manda


"Baru mulai" jawab Nanda


"Lance mana, Arkan? Jangan sampai kau memberinya pekerjaan hari ini" tanya Amee


"Aku tidak akan sejahat itu" jawab Arkan


"Hai semua" panjang umur, Lance akhirnya muncul dengan buket kecil berisi boneka ditangannya 


"Hai hubby (suami)" ucap Amee langsung memeluk Lance 


"Happy graduation my wife (Selamat wisuda istriku)" ucap Lance memberikan buket itu pada Amee 


"Thanks" ucap Amee berjinjit dan mencium pipi Lance 


"Baiklah, dunia hanya untuk pasangan baru, kita pasangan lama hanya mengontrak saja" ucap Krys menyindir 


"Kalian kapan menikah?" Tanya Manda


"Entahlah" jawab Krys 


"Secepatnya" jawab Romi membarengi Krys


Romi dan Krys saling pandang. Mereka yang disana hanya tersenyum kecil. Teman-temannya akan menikah sebentar lagi, tapi Nanda harus menunggu 2 tahun lagi agar dia bisa menikah dengan Bulan. Benar-benar cobaan, mana sekarang lagi LDR. Saat pemeriksaan, Angel ternyata tengah hamil muda jadi mereka masih berada di Indonesia sampai beberapa bulan ke depan.


Acara wisudaan berlanjut dan para mahasiswa dan mahasiswi yang akan lulus sedang menunggu giliran mereka naik ke pentas untuk diberikan penghargaan.


Akhirnya setelah 4 tahun lebih mereka menempuh pendidikan dikampus ini, mereka sama-sama lulus dengan nilai terbaik. Kini mereka sudah memiliki gelar S.Pd


Acara terus berlanjut hingga selesai dijam 3 sore. Semua orang kembali ke rumah masing-masing, tapi tidak dengan Manda dan Arkan. Manda dan Arkan harus mengecek kembali ke hotel untuk mengkonfirmasi tambahan dekor untuk acara wedding mereka beberapa hari lagi. Sementara Argatha dan Nanda pulang berdua. Mereka mampir ke restoran untuk makan, sedari siang tadi mereka belum makan apa-apa karena sibuk acara.


Direstoran, Nanda bertemu dengan salah satu adik tingkatnya yang dari Indonesia juga bernama Fira.

__ADS_1


"Kak Nanda kan?" Tanya gadis berambut pirang itu


"Iya, siapa?" Tanya Nanda dingin


"Aku Fira, kak. adik tingkat kakak, kita sama-sama dari Indonesia lho kak" jawab Fira antusias 


"Oh" jawab Nanda seadanya 


"Kakak sering makan disini?" Tanya Fira 


"Jarang" jawab Nanda


"Sendirian aja kak?" Tanya Fira, berusaha agar Nanda mau bicara dengannya 


"Sama Gatha" jawab Nanda masih dingin


"Gatha ini siapanya kak?" Tanya Fira untuk ke sekian kalinya 


"Ponakan" nada jawab Nanda masih sama, Dingin.


"Kalau yang bercadar tadi siapa kak?" Tanya Fira lagi, seolah tidak habis-habis pertanyaannya


"Oh,, adek lucu ini siapa tadi namanya?" Kali ini Fira bertanya pada Argatha 


"Gatha" jawab Argatha tak kalah dingin dari Nanda


"Umur berapa, Gatha?" Tanya Fira lagi


"4 tahun" jawab Argatha 


"Wah,, 4 tahun sudah pintar ya, adik kakak aja udah 5 tahun masih cadel, ga bisa ngomong R, Gatha bisa kan ya?" Ucap Fira sokab


"Ya" jawab Argatha singkat, padat dan jelas. Memang tak jauh beda dari Arkan yang notabenenya 11 12 dengan Nanda yang dingin.


"Gatha sudah masuk TK?" Tanya Fira lagi


"Dad, Gatha udah selesai" ucap Argatha menatap Nanda


"Iya Gatha, ayo kita pulang" jawab Nanda yang mendadak tidak nafsu makan


Nanda dan Argatha pergi dari sana tanpa memperdulikan Fira. Tujuan mereka saat ini adalah apartemen dan tidur, mereka capek. Sesampainya di apartemen, Nanda dan Argatha mandi terlebih dahulu di kamar mereka masing-masing lalu Argatha pergi ke kamar Nanda dan tidur dengan paman yang dia panggil daddy itu. Malam harinya, Manda baru kembali dengan diantar Arkan. Manda mencari Argatha dikamarnya tapi tidak menemukannya, Manda mandi terlebih dahulu lalu dia pergi ke kamar Nanda.

__ADS_1


"Kasian capek banget kayaknya mereka" Manda tersenyum tipis dan mendekati 2 orang berbeda usia itu


Tangan Manda terulur dan mengusap kepala Nanda dengan lembut. Nanda tidak terusik sama sekali, mungkin sudah terlalu lelah. Manda menunduk dan mencium kening Nanda dan Argatha secara bergantian.


"Goodnight kedua jagoanku" gumam Manda kemudian dia ikut berbaring disebelah Argatha 


~o0o~


Hari yang ditunggu-tunggu oleh Manda dan Arkan telah tiba. Hari ini adalah akad nikah mereka. Arkan sudah siap dengan kemeja putihnya, tak lupa juga dengan peci yang tersemat dikepalanya. Manda juga sudah siap dengan gaun putih dengan cadar senada. Mereka sudah siap duduk didepan sebuah meja berisikan mahar yang diberikan Arkan. Dihadapan mereka sudah ada penghulu dan wali hakim serta beberapa teman mereka yang datang dari Indonesia. Mereka mengadakan pernikahan yang sama seperti pernikahan pada umumnya diIndonesia, hanya saja mereka mengadakannya diKanada. Tidak masalah, anggaplah ini melestarikan budaya dinegara orang lain. Bulan sudah tiba di Indonesia kemarin dan sekarang dia duduk bersampingan dengan Nanda.


"Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau ananda Arkan Alaxarryyan Pratama bin Mario Alaxarryyan dengan Mutia Amanda Elfachra dengan mas kawinnya berupa emas 250g dan uang senilai 5jt usd dan seperangkat alat sholat, dibayar tunai.”


“Saya terima nikah dan kawinnya Mutia Amanda Elfachra binti Alvaro Zaenathan Elfachra dengan mas kawin yang tersebut, karena Allah swt.”


"Bagaimana para saksi,, sah?"


Sah


"Alhamdulillah"


Mereka semua menadahkan tangan dan ikut berdoa untuk keharmonisan rumah tangga Manda dan Arkan. Nanda tersenyum dan matanya berkaca-kaca, dia terharu akhirnya saudari kembarnya resmi menjadi seorang istri. Bulan membawa Nanda ke dalam pelukannya dan menyembunyikan wajah Nanda pada tengkuknya karena dia tau kalau Nanda ingin menangis tapi gengsi. Arkan memeluk Manda dengan erat dan dia mengesampingkan gengsinya, Arkan menangis, dia sangat terharu karena akhirnya dia resmi menyandang gelar suami dan ayah sekaligus. Argatha mendekat dan duduk diantara mommy dan daddynya. Argatha mengambil cincin kawin dan memasangkannya di jari manis kedua orangtuanya.


~o0o~


Acara terus berlanjut dan kini saatnya sesi melemparkan bunga. Banyak tamu yang antusias menunggu bunga yang akan dilemparkan oleh raja dan ratu hari ini. Nanda seharusnya tidak mau ikut, tapi Bulan terus mendesak dan memaksanya untuk ikut.


"Lemparkan padaku Manda!!!" Pekik Krys


"Ayo, lemparkan kesini"


"Kesini saja"


"Lemparkan padaku"


Dan masih banyak lagi teriakan memohon dari para wanita yang kebelet menikah. Manda tersenyum dan menatap Arkan, Arkan mengangguk lalu Manda berlari turun dari atas pelaminan dan menyerahkan bunga itu pada lelaki hebatnya, Nanda.


"Hah?" Nanda bingung tapi dia tetap menerima bunga itu 


"Cepet nyusul,, emm Kakak" jawab Manda malu-malu saat memanggil Nanda dengan sebutan kakak


Nanda hanya terkekeh pelan lalu dia menarik Manda ke dalam pelukannya. Tugasnya sudah selesai sampai sini, tapi Nanda akan terus menjaga Manda walaupun tidak seketat dulu karena sekarang sudah ada Arkan yang membantunya.

__ADS_1


__ADS_2